
"Aku selalu mengawasi kamu dan aku sudah menemukan suatu fakta Kalau kamu kenal dengan dokter Chang Mai iya, kan?" tanya Bimo dengan penuh penekanan.
Masayu menelan ludah, otaknya langsung bekerja keras memikirkan rencana atau alasan yang tepat dan masuk akal.
Bimo menggebrak pintu lagi. "Jawab!"bentak Bimo
"I..iya, aku salah satu followersnya dia di Instagram. Ta...Tapi Aku nggak kenal dia secara personal."Masayu berharap jawabannya memuaskan dan Bimo tidak bertanya lagi.
Mata Bimo menyipit, tanda ya tidak puas dengan jawaban yang diberikan masa.
"Kamu bekerja sama dengan dokter Chang Mai, kan? Apa motif kalian?"
"Kerjasama apa? Aku tidak mengerti!"kilahnya sambil membuang muka.
"Dokter Chang Mai memiliki maksud tersembunyi ke Tuan Murano, dan nyonya Alya iya, kan?"tatapan mata Bimo semakin tajam. "Kamu kaki tangannya dokter Chang Mai, kan?
"Bukan,"jawab Masayu sambil menggeleng. "Aku tidak mengerti dan paham maksud kamu apa, jangan mengada-ada dan fitnah!"
"Aku punya buktinya, mau aku tunjukkan ke Tuan Murano agar kamu dimasukkan ke dalam sana?"tanya Bimo.
"Aku akan senang sekali menyiksa kamu."bisik Bimo yang terdengar menakutkan.
Masayu mendorong tubuh Bimo, saat ingin berlari, Bimo yang sigap menandatangani dan mendorong kembali tubuhnya ke pintu.
"Siapa lagi teman kamu di sini?"
Masayu menggeleng dan meronta. "Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud!"teriaknya.
"Baik, Kalau tidak mau mengakuinya."Bimo melepaskannya.
"Tapi ingat jangan macam-macam bicara pada Nyonya Alya. Aku mengawasi kamu dua puluh empat jam!"Bimo meninggalkan Masayu yang masih ketakutan.
Masayu celingukan." tempat ini memang menakutkan." Perempuan berambut sepunggung itu lari menuju kamarnya. Masayu menghempaskan tubuhnya keranjang nafasnya tersengal-sengal seperti habis lari maraton.
Wanita itu memejamkan mata. "Ini benar-benar menakutkan, asistennya saja sudah sangat sadis seperti itu, Bagaimana dengan Tuan Murano."baru membayangkan saja sudah membuatnya bergidik ketakutan.
Masayu bangun, lalu duduk di tepi ranjang. "Aku harus lebih waspada dan hati-hati, aku tidak boleh! aku harus membalaskan dendam kematian kakakku." Masayu mengepalkan tangannya.
***
Pihak Murano kembali menyerang Kim Liu, Kalau kemarin video yang memperlihatkan Kim Liu sedang bercinta dengan pasangan prianya, sekarang adalah kasus tiga tahun lalu. Kim Liu melakukan pelecehan seksual yang pada tiga orang anak di bawah umur. Kasus itu memang menguap begitu saja karena uang yang berbicara.
Berita itu menghebohkan masyarakat, semua sosial media dipenuhi komentar-komentar caci maki dari para netizen. Saham Kim Lio media pun turun drastis. Para pemegang saham akan mengadakan rapat untuk mencopot Kim Liu dari kursi direktur utama.
__ADS_1
Tuan Airos semakin frustasi saat tahu Horison media, yang menjadi pesaing terberat di dunia media sebagain sahamnya Sudah dibeli oleh Murano company.
Tuan Airos mengkhawatirkan keadaan sang ponakan. Ia tahu cepat atau lambat ini akan terjadi. Murano ebih berpengalaman menghadapi tekanan dan lebih berkuasa tidak sulit untuknya mematikan suatu perusahaan, atau seseorang yang menyerangnya.
"Jangankan karir atau pekerjaan, menghilangkan nyawa seseorang saja sangat mudah baginya."ucapkan Airos
Namun, Kim Liu masih punya satu senjata lagi untuk menjatuhkan Murano.
"Lihat saja, aku akan balaskan kamu Murano Andalas!".
"Kim Liu sudah habis sekarang,"Ucap Bimo sesaat setelah ia masuk ke mobil.
"Para pemegang saham akan mengadakan rapat luar biasa hari ini untuk mencopotnya dari jabatan direktur utama."
"Kita tidak boleh lengah,"sahut Murano.
"Anak itu berani menyerang Aku, tentu sudah memiliki persiapan, kita harus hati-hati."
Murano menyandarkan kepalanya."akhir-akhir ini banyak masalah membuatku lelah"gumamnya tapi masih bisa terdengar oleh Bimo dan Daniel yang fokus menyetir.
Bimo mematikan ponselnya dan memasukkan ke saku jas. "Sepertinya Tuan butuh liburan." Celetuk Bimo.
"Aku rasa begitu, sekalian honeymoon."
"Hei! apa-apaan kamu! ucap Bimo
Daniel melirik. "maaf Tuan, aku tidak sengaja,"ucapnya.
"Kamu masih mengantuk?"tanya Murano.
Daniel Menggeleng. "Tidak Tuan, hanya kurang konsentrasi tadi. Aku benar-benar minta maaf."
"Menurutmu tempat yang paling cocok untuk liburan sekaligus honeymoon di mana?"tanya Murano.
"Kampong Camp sangat cocok Tuan."ceplos Daniel yang langsung mendapat tatapan tajam dari Bimo dan Murano. Namun, Daniel tidak peduli.
"Kampong Camp adalah tempat terkutuk untuk ku dan nyonya Alya. Jangan menyebut nama itu lagi, kecuali kalau kamu sudah bosan hidup."kata itu yang diucapkan Murano dengan pelan tapi sangat menohok.
"Bimo apa kamu belum memberitahunya kata-kata terlarang untuk diucapkan di depanku dan di rumah?"
"Aku sudah memberitahunya Tuan."
jawab Bimo
__ADS_1
"Maaf sekali lagi Tuan, aku hanya asal bicara." ucap Daniel.
Setibanya di gadung Murano company, Murano langsung disambut puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik begitu juga internet.
"Kita lewat belakang saja."ucap Bimo
"Tidak perlu, aku akan memberikan sedikit pernyataan."tolak Murano
Bimo segera berkoordinasi dengan pengawal di belakang untuk melakukan penjagaan ketat. Bimo membukakan pintu mobil. Saat wartawan mendekat para penggal Murano yang berpakaian serba hitam langsung menghalau.
Wartawan wartawan dengan berbagai pertanyaan
"Apa benar Anda sudah membeli saham Horison media? tanya seorang wartawan wanita berkacamata.
"Apa anda di balik beredarnya video Tuan Kim Liu."tanya wartawan pria berkemeja biru."akibat pemberitaan Kim liu media kemarin Tuan?
"Selama ini anda tidak memberikan tanggapan terkait berita dari Kim Liu. Kenapa Tuan? banyak wartawan pria berkaos hijau.
Murano menghentikan langkahnya dan tersenyum di depan kamera. "Murano company sudah membeli saham Horison media, keinginan itu sudah ada sejak lama,pihak kami tidak pernah menyebar video atau berita tentang tuan kim Liu, kami tidak semurahan itu!"
Murano kembali melanjutkan pernyataannya.
"Kami menggunakan cara-cara yang elegan untuk mendapatkan keuntungan bukan cara kotor dan licik. Selama ini, tidak ada klarifikasi karena kamu terlalu sibuk bekerja dan berkarya, tapi yang pasti semua itu tidak benar, banyak pihak yang ingin menjatuhkan kami, salah satunya dengan melempar gosip murahan seperti itu."
Murano kembali melangkah menuju pintu masuk ke gedung. Para pencari berita masih kurang puas dengan pernyataan Murano. mereka masih mencecar pertanyaan. Namun para pengawal dan pihak keamanan gedung mengusir mereka.
"Teman-teman wartawan, Maaf silakan pergi karena tidak akan ada lagi pernyataan dari Tuan Murano, silakan tinggalkan tempat ini dengan tertib."ucap Bimo.
Walau kecewa, Mereka pun mematuhi himbauan untuk pergi dari kantor yang dulunya terlihat angker, Tidak ada satu pun wartawan yang berani ke sana...
Setelah wartawan wartawan itu pergi, Bimo segera pergi menemui Daniel di parkiran. Bimo menarik kerah baju Daniel.
"Apa maksud ucapanmu tadi, hah?"bentaknya.
Daniel menepis tangan Bimo dan balik mendorongnya. "Aku sudah bilang tidak ada maksud apa-apa hanya asal bicara!"balas Daniel.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1