
Bimo masuk ke ruangan Murano dengan tergesa-gesa. "Ada berita penting, yang baru saja aku terima," Tuan."
Murano menghentikan aktivitasnya yang sedang memeriksa laporan penyelenggaraan nikah massal yang disiarkan secara live secara berseri di Airos media, acara itu langsung naik ke rating teratas.
"Berita apa?"Murano melepas kacamatanya.
"Bimbim dan ibu Nerina ada di kota ini!"
Murano yang terkejut langsung berdiri. "Sekarang mereka di mana dan siapa yang menghadirkan mereka di sini?"
"Dokter Chang Mai dan Kim Liu aktornya, Tuan. Waktu itu, mereka berdua bertemu di rumah yang ditempati oleh Bimbim dan ibu Nerina."jelas Bimo yang membuat Murano bertambah geram.
"Apalagi yang akan mereka rencanakan?"tanya merana
"Kemungkinan besar mereka akan memunculkan Bimbim dan ibu Nerina ke publik Tuan,"ucapan Bimo menduga-duga.
"Iya, itu pasti!"Murano kembali duduk dan menyandarkan kepala. "Cegah sebelum itu terjadi, bawa Bimbim dan wanita murahan itu ke villa."
Bimo mengangguk patuh, lalu melihat ponselnya yang bergetar. Ia mendapat pesan dari salah satu pengawal yang berjaga di rumah.
"Tuan,Nyonya Alya menemukan sesuatu di ruang bawah tanah, dan saat ini ia menuju ke rumah sakit dokter Surya."
"Bukankah ruangan itu terkunci?"tanya Murano.
"Beberapa hari yang lalu, Nyonya Alya dan Masayu berhasil membukanya."Bimo menunduk.
"Kami terlambat menyadari jika pintu itu sudah terbuka, maaf Tuan."
"Kalian sangat ceroboh sekali, mentang-mentang sudah tidak digunakan."Murano mencebik kesal. Ia mengambil ponsel dari saku jasnya dan menghubungi dokter Surya.
"Ada apa, Murano? Tanya Dokter Surya Setelah telepon tersambung.
"Alya berhasil menemukan surat kabar yang memuat berita tentang masa laluku dan beberapa lembar foto,"jelas Murano.
"Lalu?"
"Saat ini Alya menuju ke rumah sakit, Mungkin dia ingin bertanya-tanya soal itu. dokter mengerti maksudku kan?"
"Iya....ya, aku mengerti. Kamu tenang saja."
__ADS_1
"Oke, Terima kasih. Anda memang yang terbaik."Murano mematikan sambungan telepon selulernya. Andaikan Chang Mai bukan menantu dari dokter Surya sudah Murano singkirkan dia!"Murano mengepalkan tangannya.
Alya sudah sampai di rumah sakit milik dokter Surya. Ia langsung naik lift menuju lantai lima yang terdapat ruangan dokter surya dan petinggi-petinggi rumah sakitnya. Setelah mengatakan maksud dan tujuan kedatangannya pada sekretaris Dokter Surya, dia diminta menunggu sebentar. Karena sekretarisnya akan bertanya terlebih dahulu pada dokter Surya.
Sang sekretaris dokter Surya memanggil Alya dan mengantarnya ke ruang dokter Surya. Dokter Surya menyambut kedatangan Alya dengan ramah.
"Apa kabar Alya? di mana suamimu?
"kabarku baik dokter. aku datang sendiri, Murano masih di kantor."mereka saling berjabat tangan setelah itu dokter Surya mempersilahkan Alya untuk duduk.
"Aku ingin bertanya soal masa lalu Murano dokter,"ucap Alya. Alya tidak mengetahui kalau sebelumnya Murano sudah menghubungi dokter Surya, agar dokter Surya tidak memberitahu yang sebenarnya.
Wajah dokter Surya menjadi serius. "Apa yang mau kamu tanyakan?"
Alya mengeluarkan surat kabar dan foto-foto Murano dari dalam tasnya. "Apa ini anak yang ada di berita ini Murano, dokter?"
Dokter Surya mengambil surat kabar dan foto-foto itu melihatnya dengan seksama.
"Iya, ini suami kamu, Murano."
"Apa yang terjadi dengannya dokter?"
"Gara-gara hal itu juga Murano jadi benci sama perempuan."
Mata Alya membulat. "Apa dia juga melakukan kekerasan pada perempuan?"
"Sepengetahuan aku, Dia hanya melakukan kekerasan secara verbal."dokter Surya mengubah posisi duduknya.
"Seperti membentak dan memakai dengan kata-kata."
Alya mengeluarkan ikat pinggang yang ia temukan juga Di ruang pengap itu. Dokter Surya terperangah, Murano pernah memperlihatkannya saat ia mengobati Alya dulu. Oh ya menangkap kegelisahan sikap dokter surya yang mendadak gelisah.
"Apa dokter mengenali benda ini?"tanya Murano.
Dokter Surya mengangguk. "Itu ikat pinggang kesayanganmu, tapi sudah tak ia gunakan lagi."dokter Surya terkekeh.
"Aku menemukan ini Bersama surat kabar dan foto-foto itu di ruang bawah tanah yang tersembunyi, Aku tidak tahu itu ruangan untuk apa karena di sana banyak senjata, borgol dan benda-benda aneh lainnya cerita.
"Begini, dulu Murano sempat mengkoleksi senjata-senjata. Dia juga punya banyak musuh dan pesaing bisnis, jadi dia memerlukan senjata dan pengawal untuk melindunginya,"jelas dokter Surya.
__ADS_1
Pertama kali aku melihat benda ini."Alya menunjukkan ikat pinggang. "Aku merasa benda itu tidak asing di hidupku, aku melihat Murano sedang memukuli seorang wanita. Tapi aku tidak melihat wajahnya. setelah puas memukulinya, ia...... bibir Alya bergetar, Ia mengusap sudut matanya yang berair."setelah itu Murano memperkosanya, itu sangat mengerikan."
"Aku tidak tahu masalah di dalam kamar dan di atas ranjangnya."dokter Surya menggaruk keningnya. "aku hanya tahu dia melakukan kekerasan verbal saja."
"Apa perempuan malang itu aku, ya dokter? tanya Alya. Aku melihatnya meski hanya dalam bayangan berarti aku mengetahuinya kan? Alya semakin mendesak.
Dokter Surya harus berhati-hati dan cermat memilih kata untuk meyakinkan wanita
" Ya mungkin saja kamu mendengar selentingan dari beberapa orang tentang Murano. Jadi terbawa dalam pikiranmu. dokter Surya melepaskan kacamatanya dan memijat pangkalan hidung. "Dulu Murano itu memiliki sikap yang keras, Arogan, dan kejam. Tapi sejak mengenalmu perlahan sikapnya berubah. Apalagi Setelah kalian menikah dan punya anak.
"Kamu adalah cinta sejati Murano, pria itu tidak bisa tanpamu. Apapun yang ingin ia lakukan adalah untuk kebutuhan kamu dan Mariska, jadi percayalah dan hidup bahagia."ujar dokter Surya kemudian.
Alya memandang wajah terus sang dokter. dokter Surya tidak mungkin berbohong."bisiknya di hati kecilnya.
Pengawal Murano sudah tiba di rumah yang ditempati sementara oleh Bimbim dan Bu Nerina. Seorang pengawal berkaos oblong warna biru mengetuk pintu. bembem mengintip dari jendela yang berteralis.
"Kalian siapa dan mau apa?"tanyanya waspada
"Kami orang suruhan dokter Chang Mai dan Tuan Kim Liu, kami diperintahkan memindahkan kalian ke villa milik Tuan Kim Liu."jawab pria tegap itu
"Kenapa harus pindah?"tanya Bimbim
"Karena Tuan Murano sudah mengetahui tempat ini, dan dia akan mengirim pengawalnya ke sini untuk menangkap kalian."
"Ini bahaya, kita harus cepat pergi."kata Bu Nerina yang Mendengar pembicaraan itu.
"Ayo kita harus cepat. Aku tidak akan bisa melawan pengawal Tuan Murano Desak pengawal yang menyamar itu.
"Baiklah tunggu sebentar."Bimbim bergegas membereskan pakaian dan Nerina, setelah membuka pintu agar lebih cepat pengawal itu membopong tubuh Bu Nerina masuk ke dalam mobil.
Saat di mobil, Bimbim ingin menghubungi dokter Chang Mai, tapi langsung dilarang. "Saat ini dokter Chang Mai juga dalam bahaya, kamu tunggu saja dia yang memberi kabar."
"Oh oke."Bimbim kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas ransel miliknya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN