
Dua hari kemudian, dokter memperbolehkan Alya pulang ke rumah. Hati Bimbim dan juga Murano begitu bahagia ketika dokter mengatakan kalau kondisi Alya sudah semakin membaik. Dan hari ini dia sudah bisa pulang.
Tak lupa Bimbim juga memberitahu kepada Daniel dan juga Ibu Nerina. Kalau saat ini Alya sudah diperbolehkan pulang. Bimbim meraih ponsel miliknya lalu mencari nomor ponsel Daniel di sana.
Setelah Bimbim menemukan nomor ponsel Daniel, Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Daniel.
Daniel yang merasakan getaran ponsel yang ada di saku celananya, langsung meraih ponsel miliknya. Ia melihat di layar ponselnya Bimbim yang menghubungi dirinya.
Daniel mengerutkan keningnya. Ia pun menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Bimbim.
"Halo, selamat siang Bim. Apa kabar? Apa kamu baik-baik saja di sana?" tanya Daniel di dalam sambungan telepon selulernya
"Aku, baik kak. Mariska juga baik. Dan saat ini aku ingin memberitahu kepada kakak, kalau Kak Alya sudah diperbolehkan dokter pulang ke rumah. Dan kondisi Kak Alya saat ini sudah semakin membaik.
"Syukurlah kalau begitu. Kakak juga bahagia mendengarnya. Walaupun kakak tidak menjadi bagian hidup Kakak kamu lagi, tapi jangan pernah kamu menganggap Kakak seperti orang lain. Kamu tetap aku anggap seperti adikku sendiri." ucap Daniel di dalam sambungan telepon selulernya.
__ADS_1
"Iya, Kak. Seharusnya Bimbim yang mengatakan seperti itu. Bimbim minta maaf ya, Kak atas semuanya yang sudah terjadi.
"Kamu tidak perlu meminta maaf. Karena ini bukan salah kamu, ini sudah suratan takdir kakak.
"Oh, iya. Sampaikan salamku kepada Murano dan juga Alya. Peluk cium untuk putriku Mariska."Ucok Daniel
"Iya Kak, pasti akan aku sampaikan. Kakak tenang saja. Oh iya,Kakak masih di Phnom Penh?
"iya, kakak dan ibu belum pulang ke kampong Camp. Sesuai dengan permintaan dokter Chang Mai. Dokter Chang Mai memohon kepadaku, untuk lebih lama tinggal di sini karena Vicky masih ingin jalan-jalan bersamaku."ucap Daniel memberitahu.
"Ya sudah tidak apa Kak. Kalau Kakak sudah kembali ke kampong camp, salam untuk teman-teman Bimbim di sana."ucap Bimbim
Setelah selesai berbicara dengan Daniel memutuskan sambungan telepon selulernya. Dan kembali menghampiri ayah dan Murano yang saat ini bersiap-siap untuk pulang ke rumah.
Sementara Devano dan Bima sudah bersiap menunggu di bawah. Menjemput Alya dan Murano. Pengawalan ketat pun dilakukan. khawatir kalau ada antek-antek Alex masih berniat untuk mengincar Nyawa istrinya.
__ADS_1
Hal itulah yang membuat Bima, Devano meminta kepada beberapa anak buahnya untuk mengkawal Murano dan Alilya selama dalam perjalanan pulang ke rumah.
Alya menatap Murano Setelah tiba di pintu keluar rumah sakit. "Kenapa banyak sekali pengawal yang menjemput kita?"
"Itu demi kenyamananmu dan Mariska. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu dan juga Putri kita Mariska. Sudah cukup kamu menderita dibuat oleh Alex, lelaki jahanam itu." ucapnya memberitahu kepada Alya kalau dirinya berniat untuk melindungi Mariska dan Alya dari orang-orang yang berniat jahat kepada mereka. Sehingga Murano menambah pengawalan ketat, selama melakukan perjalanan pulang dari rumah sakit menuju rumah utama Murano.
Alya menghela nafas panjang. Menatap satu persatu pengawal yang berdiri di hadapannya berjejer. Ya sudah, kalau begitu ayo naik. mudah-mudahan kondisimu semakin membaik. Agar kita segera dapat membuat adik untuk Putri kita Mariska." bisik Murano tepat di telinga Alya membuat Alya membulatkan matanya menatap suaminya dengan tatapan tajam.
"Sudah, Sayang. Tidak perlu menatapku seperti itu. kan, sudah sewajarnya Mariska memiliki seorang adik. Mariska pasti kesepian, tidak ada temannya bermain. memang ada para baby sitter dan juga para pengawal.
Tapi itu pasti lain, karena apa? karena usianya jauh berbeda. Dia pasti ingin bermain dengan anak-anak seusianya, atau lebih muda darinya." ucap Murano memberikan pengertian kepada Alya. Agar Alya tidak menatapnya dengan tatapan tajam, baginya itu sudah menusuk ulu hatinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN