Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Mama Ratna


__ADS_3

12 maret setelah lewat ba'da zuhur adalah waktu yang paling kritis bagi Putri dia tidak tau harus bertingkah seperti apa setelah semua ini, pak Herman tadi memang berpesan sebelum beliau pergi "Putri terimakasi sudah menganggap saya sebagai ayah kamu hari ini telah selesai tugas saya, meski begitu kamu harus terus mengabari saya tentang apapun yang terjadi dalam pernikahan ini, keluarga Lingga sekarang sudah menjadi keluarga kamu, mereka adalah orang-orang baik saya yang menjamin itu karena mereka juga adalah keluarga saya, senang punya anak seperti kamu dan Lingga pasti tidak kalah senang punya istri seperti kamu"


Putri di dalam hati


"Apa ini, kenapa tiba-tiba pipi ini memanas kayak beneran aja nikahnya"


"Iya pak terimakasih atas semuanya"


Angguk putri pada pak Herman.


Namun tetap saja dia tidak mungkin langsung cair dengan keluarga ini dan bertingkah normal


Setelah jam makan siang pak Herman sudah pulang dari rumah Lingga untuk melanjutkan tugas-tugasnya, dan Lingga dengan segala kesibukannya dia juga pergi sesaat setelah pak Herman pergi.


"Putri"


Putri menoleh


"Ah iya tante"


Tersenyum dengan lebar

__ADS_1


"Mama, sekarang kamu harus panggil saya mama Ratna"


"Iya Hehe mama"


Putri sangat kikuk menyebut wanita putih cantik dan berkilau ini dengan sebutan 'mama'


"Mama ngerti ini sangat cepat, tapi mama juga setuju dengan om Herman kalau Lingga harus cepat punya istri untuk mengimbangi hidupnya kedepan, kamu sendiri tau perusahaan Lingga sangat potensial untuk tahun-tahun yang akan datang, mama harap kamu mampu menjadi penyeimbang didalam hidupnya" Ratna memandang perempuan berkulit kuning langsat di depannya, mereka berbicara sambil berdiri di dekat meja makan


"Yok mama anter kekamar kalian"


"Barang -barang kamu udah di bawa sama mbak Ida"


"Iya ma"


Tersenyum


Mama Lingga duduk di tepi kasur dan menarik tangan Putri untuk ikut duduk


"Putri, Lingga adalah manusia dengan mimpi-mimpinya, dan jalan usahanya sedang terbuka sangat lebar dengan omnya yang menjabat sebagai Presiden saat ini, dia cukup cuek, orangnya tidak ambil pusing pada hal-hal yang tidak terlalu penting baginya, kamu harus menjadi air saat dia sedang dikuasai emosi, kamu harus menjadi putih saat sisi hitamnya muncul"


Ratna berkata dengan lembut

__ADS_1


"Iya ma"


Putripun tidak kalah lembut menjawab omongan perempuan yang sekarang sudah menjadi ibu mertuanya


"Kamu tidak perlu takut sama mama, mama juga dulu di posisi kamu, kamu liat tadi ada beberapa orang tua yang memakai pakaian bernuansa jawa?


Iya dia dulu ibu mertua saya, dari luar saya kira orangnya keras dan sedikit angkuh, tapi ternyata tidak dia sangat baik dan lembut, itulah yang membuat yaman sebagai menantu keluarga ini, dan saya juga ingin menjadi seperti beliau untuk menantu-menantu saya, kita sama-sama perempuan kita harus mengerti satu sama lain"


Putri terharu mendengarnya, dia merasakan kehangatan dan kenyamanan yang tidak diduganya


"Mama baru diberi tahu beberapa hari lalu kalau kamu itu yatim piatu, mama akan lebih banyak memahami kamu, dan kamu jangan segan-segan menganggap mama bagaimana ibu kandung kamu, mama akan memberikan pelukan yang sama untuk kamu seperti yang diberikan pada anak kandung mama"


Ratna memeluk menantu satu-satunya dan kesayangannya


Tangis Putri tumpah, semua yang ia bayangkan tentang perempuan cantik ini salah, iya mamanya Lingga memang terlihat sudah berumur tetapi dia masih sangat cantik bahkan di awal Putri berteori bahwa Ratna adalah mantan Puteri Indonesia di masa lalunya.


"Kamu silahkan atur sendiri pakaian kamu, mama tidak meminta mbak Ida yang mengaturnya karena itu barang pribadi kamu, pasti capek dari pagi sampai mau sore kamu terlihat tegang terus, silahkan tidur dan istirahat, mama akan bangunkan kamu kalau udah jam makan"


"Baik mama"


Ratna sudah meninggalkan Putri sendirian dikamar Lingga, dan Putri segera mengganti kebayanya menjadi pakaian biasa, ia sedikit bingung bagaiaman menyusun pakaiannya diantara pakaian Lingga ini, apakah Lingga akan mempermasalahkan jika mereka menggunakan satu lemari yang sama, apakah dia dan Lingga harus tidur di kasur yang berbeda, ia tidak pernah menjelaskan lebih detil bagaimana mereka akan menjalankan pernikahan ini apakah nanti akan berpisah atau tidak, Lingga benar-benar se cuek dan se tidak perduli itu.

__ADS_1


"Huhhhh, jika mama Ratna bukanlah orang yang baik maka aku tidak tau bagaimana cara menjalani kehidupan seperti ini"


Putri memilih untuk merebahkan tubuhnya dan tidur, badannya sangat lelah sekali harus menjadi 'kaku' seharian


__ADS_2