
"Es krim coklat, es krim strawberry, es krim vanila, enggak mungkin mereka enggak suka"
Putri menunjuk es krim didalam kaca freezer yang ada di dalam toko itu
"Selain es krim?"
Raka bingung, ia ingin makanan yang mengenyangkan juga untuk anak-anak itu
"Kita harus beli roti-roti an juga kak"
Raka mengambil beberapa roti didalam rak yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri
"Raka kamu lagi kosong ya skrng?"
Tiba-tiba Putri dijemput oleh Raka untuk ke panti saat memang toko bunga Putri sedang agak sepi
"Iya kak, lagi pengen ketemu anak-anak aja"
Jawab Raka sambil menenteng keranjang belanjaan nya
"Kak kita mampir makan dulu ya"
"daerah sini punya tempat makan mie ayam yang terkenal"
"Kakak tau nggak?"
"Enggak"
Jawab Putri menggeleng
"Makanya kakak harus coba"
"Okey?"
Raka memandang Putri dengan semangat
"Hmmm okey"
Jawab Putri dengan senyum, ia tergelitik melihat tingkah adik iparnya ini, hari ini ia terlihat lebih cair dan bersemangat
"Btw Raka kamu udah makan siang kan?"
Putri bertanya saja, karena dia yang sudah makan siang hari ini belum merasa lapar dan nampaknya Raka sekarang lapar
"Belom", jawab Raka enteng, sambil menenteng kantong plastik belanjaan mereka
"Hah?" Putri terkejut
"Kok belom?, Sekarang udah mau jam tiga Raka"
Putri agak meninggikan nadanya namun tetap terdengar ringan
"Iya itu makannya, kita mampir dulu ditempat mie ayam buat makan"
Raka masuk kedalam mobil
"Iya tapi kan harusnya kamu makan nasi Raka untuk makan siang"
"Mana ada orang makan siangnya cuma mie ayam, mana telat lagi"
Putri jadi mengomel, persis seperti sedang mengomeli anak kecil yang susah makan
Raka tersenyum sambil memajukan mobilnya untuk segera meninggalkan toko tempat mereka belanja itu, Raka suka di omeli begitu oleh Putri rasanya seperti diperhatikan ibu
"Pantes kamu kurus Raka"
Putri menyeletuk ditengah perjalanan
"Emang aku kurus banget ya?"
"Perasaan biasa aja"
"Kamu kurus banget Raka, kalo dibandingin sama kakak kamu kalian badannya beda jauh"
"Ya jangan disamain sama kak Lingga juga kak"
Ucap Raka sambil memutar kemudi
"Ini kamu enggak makan siang, cuma hari ini aja atau emang hampir tiap hari?"
Putri mengintrogasi
"Kadang-kadang sih, kalo lagi banyak pasien datang"
"Kamu katanya dokter, makan kok suka nunda-nunda?"
Putri cukup terlihat kesal
"Iya kak ini mau makan" Raka sedikit tertawa
"Kenapa enggak makan pas masih di klinik? baru setelah itu ke panti"
Putri melihat ke arah Raka
"Mmmm enggak berselera aja"
Raka juga melihat ke arah wajah Putri lalu tersenyum
"Dah yuk turun"
Ajak Raka.
Di atas meja Putri hanya memperhatikan Raka yang makan dengan lahap, dia hanya memesan minuman karena memang Putri masih kenyang
Saat sudah menghabiskan satu mangkok mie ayam sepertinya Raka masih merasa kurang jadi ia menambah satu porsi lagi, nampaknya sekarang Raka sedang berselera
"Raka?"
__ADS_1
Putri memanggil
"Emmm"
Jawab Raka sambil mengunyah
"Waktu itu kamu pernah ikut makan siang dan makan malam saat hari-hari pertama aku di rumah kalian, ingat?"
"Em ingat"
Raka menjawab dengan mulut penuh
"Kenapa sekarang enggak lagi?, Perasaan waktu itu kamu makannya banyak"
"Waktu itu siangnya aku nyicip sop buntut sama sop iga yang di buat kakak sama mama, itu enak banget, jadi malemnya berharap sopnya masih ada" Raka tersenyum sambil tertawa
"Syukur masih ada waktu itu, kalo enggak aku enggak makan"
"Kamu suka sop?"
"Suka"
"Pada dasarnya aku suka makanan rumahan"
Raka minum sebentar
"Rasanya masakan rumahan itu bumbu-bumbu nya asli, dan itu membangkitkan selera"
"Raka aku boleh bertanya sesuatu?"
"Iya, apa?"
"Kamu suka makanan Chinese?"
"Emmm, enggak terlalu, aku pernah nyicip sedikit enak-enak aja sih, aku enggak makan babi kak, beda sama orang-orang sipit lainya"
Raka tertawa cukup lebar
"Aku ngikutin agama keluarga mama Ratna aja"
Jeda hening beberapa detik
"Aku Islam, tapi masih Islam KTP aja"
Raka tertawa
"Sama aja sih, aku juga begitu, aku kemarin waktu kecil masuknya panti asuhan yang umum, terus sampe sekarang enggak dapat pendidikan agama yang banyak"
"Kita sama aja ka wkwkwk, sama-sama Islam KTP"
"Ngomong-ngomong kalo kamu mau, aku bisa kirim masakan ke klinik, biar kamu enggak kurus-kurus banget ka"
Dan Putri mulai lagi mengomeli tubuh Raka yang kurus
"Emang boleh kak?"
"Kenapa enggak?, Sekalian ngirimin ke Lingga juga"
Putri mengangkat bahu
"Okey"
"Eh tapi bukannya bakalan ganggu waktu kakak jaga toko?"
"Enggak, aku bakalan nambah pegawai lagi karena toko mulai lebih rame dari biasanya"
"Bagus kalau begitu, makasih kak"
Ucap Raka tulus
Putri hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Kaakkkk Putri ayu mau es krim stroberi jugaaaaaaa"
Teriak ayu anak kecil perempuan yang Barus berusia lima tahun dengan suara nya yang nyaring
"Tapi yang masih ada cuma vanila sama coklat?"
Jawab Putri sambil memasang wajah sedih yang dibuat-buat
"Engggak mauuu maunya stoberi stoberi stoberi"
Ucap ayu sambil mengempas ngempaskan tubuhnya ke lantai
"Eh ayu jangan begitu kasian kak Putri nanti pusing, trus enggak mau ke sini lagi, emang kamu mau?"
Ucap salah satu mbak sukarelawan panti
"Ayu nanti kak Putri kalo mampir lagi pasti bawain es krim stroberi yang banyak biar kamu kebagian, okey?, Tapi sekarang kamu makan yang coklat dulu ya?"
Bujuk Putri
"Iya nih, liat-liat mbak makan es coklat, enak bangetttttttt"
Pengurus panti yang lain ikut membujuk ayu
"Janji?"
Ayu kecil melihat ke arah Putri dengan penuh selidik
"Janji"
Putri masang jari kelingkingnya
"Tapi Ayu janji juga enggak boleh nakal ya, enggak boleh nyusahin mbak-mbak panti yang lain"
"Okey?"
__ADS_1
"Olkeeey"
Jawab anak kecil itu dengan bersahabat sambil mengambil es krim coklat yang dari tadi sudah tergeletak.
"Daaaaaaaaa"
"Dadaaaa"
Putri melambaikan tangan dari dalam mobil saat mereka sudah mau pulang meninggalkan panti itu
"Jumpa lagi nanti"
Ucap Raka dari jendela mobil
Mobil mereka sudah menjauhi panti, Putri memberi tahu
"Tadi aku ke dalem bantu ngurusin bayi"
"Ada tiga bayi yang masih merah-merah"
Putri bercerita
"Ada bayi?"
Raka tidak tahu
"Iya kamu sih sibuk main bola sama anak-anak cowok, jadi enggak tahu kan"
"Tadi kata ibu pantinya dua bayi dianter sama orang, satu bayi di temuin di tong sampah"
Huum
Putri menghela nafas
"Mereka enggak tau perbuatan mereka benar-benar akan membuat luka pada anak-anak itu saat sudah besar"
Raka hanya diam, namun hatinya ngilu
"Aku enggak punya kata-kata lagi"
"Udah sering denger yang kayak beginian"
"Bahkan mungkin aku juga berasal dari salah satu bayi itu"
Putri menoleh
"Raka"
Sapa Putri pelan
"Haaah"
Raka menghela nafas
"Sekarang sudah lebih baik karena ada kak Putri yang jadi temen kalo lagi ngomongin yang kayak beginian"
Raka menarik senyum nya
"Kamu enggak punya temen?"
Tanya putri
"Sejujurnya kalo temen yang deket banget enggak, aku enggak punya"
"Tapi kalo temen kampus yang suka buat tugas bareng, yang suka nongkrong sambil ngomongin koas sebenarnya cukup banyak"
"Tapi ya sebatas itu aja, beberapa waktu setelah pekerjaan itu selesai, ya selesai juga komunikasi nya"
"Maaf nih, biasanya kalo anak dari keluarga yang punya nama kayak kamu tuh punya banyak temen yang nempelin"
Saut Putri
"Temen-temen sekolah dan kuliah ku enggak tau keluarga ku kak"
"Aku juga enggak mirip sama kak Lingga"
"Tapi kamu waktu kecil di urus dengan benar kan sama mama Ratna ?"
Putri tidak menahan pertanyaan yang ingin meluncur dari mulutnya
Raka diam sebentar
"Aku cukup diurus, tapi pasti bedalah sama di urusnya kak Lingga"
"Aku dan papa Poernomo itu punya hubungan yang tidak bagus, aku seperti tidak diterima oleh kepala rumah tangga dirumah itu, aku diterima hanya karena mama Ratna yang memang ingin membantu sahabatnya"
"Hubungan yang tidak bagus seperti apa Raka?"
Putri tidak bisa menahan rasa penasarannya
Drug mobil berhenti
"Kak kita sudah sampai di toko kakak"
Raka berbunyi
"Aku sebenarnya ingin bercerita tapi kita sudah sampai"
"Mungkin lain kali"
Raka melihat Putri dengan senyum
Putri menonjok lengan Raka dengan ringan
"Kalo ada apa-apa cerita aja Raka, jangan sungkan nelpon, kita ini sama
sama-sama yatim piatu, maka kita harus saling membantu okey?"
__ADS_1
Raka mengangguk dengan senyum dan Putri langsung turun dari mobil sambil melambaikan tangan mengizinkan mobil Raka menjauh.