Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Angga, Anita dan Dubai


__ADS_3

Tidak pernah terbayangkan Anita bahwa bandara bisa menjadi tempat dimana ia menangis, rasanya bunyi-bunyi pesawat yang landing maupun take off menjadi latar belakang yang amat menyedihkan untuk air matanya yang jatuh ini, Anita masih berdiri di tengah loby keluar bandara dengan kaki yang kelu dan wajah yang basah, setelah beberapa kali memaksakan diri menarik nafas agar berhenti menangis Anita melanjutkan langkahnya berusaha tegar


Tadi Lingga lah yang melamun di dalam mobil sambil melihat jalanan dengan tatapan bingung, selang beberapa jam sekarang Anita lah yang melamun dengan tatapan kosong melihat hiruk pikuk jalanan, "kenapa jadi seperti ini?" Air matanya jatuh lagi "aku tidak ingin seperti ini!!!!!" Supir taksi itu terkejut dan menoleh karena Anita berteriak namun ia tidak peduli pada apapun sekarang, 'Angga janji untuk terus bersamaku dan akan kembali menikah saat ia sudah menyelesaikan kewajibannya di perusahaan ayahnya' getir Anita di dalam hati "sekarang apa????" Ia kembali berteriak lantang tanpa memperdulikan apakah kuping supir taksi itu akan pecah atau tidak, rupanya supir taksi yang ternyata tidak menderita penyakit jantung itu hanya mengelus dadanya karena memang memang teriakan Anita bisa membuat seseorang yang menderita penyakit jantung bisa kumat mendadak


'aku sudah menyerahkan segalanya Anggaaaaaaa' ratap Anita didalam hati, "aku tidak pernah menyukai Lingga, aku hanya menginginkan kamuuuuu Angga" Anita bersuara lirih "kenapa kamu berubah dan menjahuuuh" Anita sudah tidak punya kekuatan lagi untuk hanya sekedar berpikir pun rasanya ia sangat lelah, "pak masuk perumahan depan ya?" Serunya dengan nada lesu pada supir taksi itu


"Di rumah itu pak di depan" supir itu hanya mengangguk, setelah membayar Anita turun dan melangkah dengan ekspresi sedih dan tubuh lesu ke dalam kamarnya


Didalam kamar ia terduduk di kursi riasnya dan belum berganti pakaian dan melamun


"Angga Angga angaaaaaa aaaaa geli"


Anita memukul pundak Angga yang sedang menyemburkan angin di perut Anita


"Anggaaaaaaaaaa!"


Orang yang disebut namanya itu berhenti sambil tertawa "Hahhaaaahaaa"


"Ihh udah dong dari tadi, aku ngambek nih"


Anita merapikan pakaiannya yang sudah di acak-acak oleh Angga dengan tingkah jahilnya

__ADS_1


"Ya ya ya enggak, enggak lagi-lagi deh" Angga mengangkat tubuh perempuan didepan nya ini untuk duduk dipangkuan nya lalu memeluknya dari belakang dengan erat, lalu berbunyi di balik leher Anita "kita mau kemana malam ini, atau mau liburan di ranjang aja?" Ujar Angga sambil ngedusel di leher Anita


"Ya liat kembang api lah Angga, masak jauh jauh ke Dubai di malem tahun baru di kamar aja, kan enggak seru" Anita memutar matanya malas


"Ya kirain kamu mau ngerasain kembang api di bawah kamu aja gitu malem ini" orang yang berbicara itu sambil menjilat leher perempuan yang duduk diatasnya ini


"Ngga stop deh" Anita beranjak "masak kalo kayak gitu kita di Jakarta aja" Anita cemberut


"Iya iya elahh, masak gitu aja ngambek"


"Kamu tahu? Aku udah pesen tempat terbaik di Dubai untuk melihat kembang api tahun ini"


"Beneran?" Angga mengangguk, "kalo gitu ayok siap siap ini udah jam berapa?, Nanti kalo macet gimana, cepet telpon pesen makanan aku lapar"


Anita makan sambil di suapi Angga diatas pangkuannya, mereka makan dimeja namun Angga memaksa Anita untuk duduk di pangkuan nya, terpaksa Anita harus menuruti dan Angga menyuapi Anita bergiliran sambil menyuapi diri sendiri, Angga seperti memberi makan balita dalam posisi seperti ini


Malam tahun baru di Dubai adalah surga mata, langit begitu terang dari biasanya, gedung-gedung seolah berkelap-kelip dan billboard di kiri-kanan sibuk mengucapkan happy new year, Angga duduk dengan menyampirkan lengan di atas tempat duduk sambil menengadah melihat langit sambil tersenyum, sedangkan Anita berdiri di pembatas kaca dengan bersemangat untuk menyambut perubahan waktu menuju tahun yang baru


"Angga mereka memutar lagu EXO Power" ucap Anita dengan antusias, Anita memang fans yang cukup fanatik, Angga hanya menanggapi dengan mengangguk dan tersenyum berkharisma


Hingga waktu hitung mundur dari satu sampai sepuluh tiba semua orang berdiri dan merekam langit karena cara mereka menampilkan angka-angka itu adalah dengan menerbangkan drone dan membuat formasi yang membuat mata terkagum-kagum

__ADS_1


Empat


Tiga


Dua


Satu!!!!!


HAPPY NEW YEAR


Dan langsung disambut bunyi petasan-petasan besar yang menyembur ke langit mahal Dubai malam ini, langit terlihat sangat indah dengan warna-warna petasan yang sangat ramai dan padat itu, mereka membuat acara yang hebat Anita memuji acara tahun baru ditempat ini, Angga memeluk dari belakang dan Anita tersenyum seperti biasa karena Angga memang selalu seperti ini, tiba-tiba drone-drone tadi kembali lagi dan membentu tulisan


I LOVE YOU


ANITA BAHRI YANG CANTIK


I WILL ALWAYS BE WITH YOU


Anita ternganga dan menatap Angga dengan terkejut, dan berhamburan memeluk Angga dengan erat, semua pasang mata mencari pasangan yang sangat uwu malam itu dan tentu sangat mudah menebaknya dengan reaksi Anita yang langsung memeluk pasangannya sampai Angga terhuyung kebelakang, semua orang bertepuk tangan dan ada yang bersiul memeriahkan malam indah untuk pasangan itu


Anita melepaskan pelukannya dan menatap mata Angga "Kita akan selalu bersama, dari pertama kali aku melihat di kampus waktu itu hingga saat ini perasaan ku tidak pernah berkurang malah semakin bertambah semakin harinya Anita Bahri cantik" ucap Angga menatap wanita didepannya, ya siapa yang tidak tersipu jika dibilang cantik di depan mata dihadapan banyak orang seperti ini.

__ADS_1


Anita tersadar dari lamunannya, hari sudah sore dan ia bahkan belum ganti baju maupun mandi, rasanya sangat malas untuk melakukan aktivitas apapun kalau sudah begini, ya kalau sudah mengingat betapa Angga sangat memanjakan nya Anita sangat merindukan pria itu pria yang selalu bersamanya dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir ini, kenapa ia berubah? Ada apa dengannya? Semenjak malam terakhir mereka bertemu di Jakarta Angga benar-benar menjauh dan sekarang menghilang, ia memblokir kontak Anita, menghilangkan akses untuk Anita bisa menemuinya, "ada apa dengan pria itu? Apakah aku pernah berbuat salah? Apakah aku mengecewakan nya? Apakah ia tahu tentang Lingga yang baru saja datang ke kehidupannya? Tapi bagaimana ia bisa tahu? Baru seminggu terakhir aku mengenalkan Lingga pada orang-orang sebagai pacar" setelah ia tahu ia hamil dan butuh seseorang yang bisa bertanggung jawab hanya itu saja alasan ia mau menjadi kekasih Lingga dan mengumumkannya tapi selebihnya Anita tidak pernah memberi tahu siapapun, "namun kalau itu benar aku akan melepaskan Lingga jika itu adalah alasan mengapa Angga meninggalkanku" Anita bicara sendiri dikamar nya.


__ADS_2