Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Kahiyang Putri


__ADS_3

Kahiyang Putri adalah anak perempuan berusia 11 tahun yang harus hilangan ayah dan ibu di saat perjalanan mereka dari malang ke jakarta, saat itu kecelakaannya terjadi di sebuah Tol, yang sangat Putri kecil ingat saat itu adalah mobil mereka hancur dan Putri adalah satu-satunya penumpang yang terlempar keluar, Toyota Kijang lama itu terbakar setelah beberapa menit terlempar, saat polisi mengangkat Putri polisi itu bilang "Tidak apa-apa" Putri tau sebenarnya apa yang terjadi, dia dibawa ke salah satu panti asuhan di jakarta, Putri adalah anak yang aktif dan punya banyak energi karena orang tuanya selalu menceritakan Putri kisah-kisah hebat tentang orang orang bermimpi besar di dunia, lingkungan positif juga membentuk Putri menjadi anak yang berenergi positif dimanapun dia diletakan.


Anak kecil itu tentu sedih dan menjadi pendiam untuk beberapa bulan, namun karena impiannya yang besar dia mampu keluar dari kesedihan tak berujung ini, dia bilang dia ingin setinggi Monas agar bisa melihat megahnya dunia, dia bilang dia ingin melihat apa yang disebut ayahnya surga laut dunia di Raja Ampat, dia ingin mengudara dan naik pesawat, dia ingin menjadi pemenang di dunia ini dan itu akan mewujudkan impian ayahnya juga tentu membuat ibunya senang.


Umur 13 tahun Putri berkendak keluar dari panti dan masuk SMP umum ya dengan wajah bulat berkulit coklat itu terpancar semangat lugunya untuk sama seperti anak- anak seusianya, Putri bahkan memaksa mbak Putik membelikan jepit rambut pink besar yang sering dipakai anak anak perempuan di sekolahnya agar ia merasa sama cantiknya dengan mereka-mereka yang berkeluarga lengkap.


Tapi hidup tetaplah hidup dan dunia tetaplah dunia, kelas 3 smp Putri sudah mulai sadar bagaimana dunia ini bekerja, orang orang dihargai dengan kepunyaan nya, dan orang orang menghargaai dengan penampilannya, di pagi hari Putri membawa kue - kue tetangga ke ibu kantin sekolah dari situ Putri remaja dapat mengisi tabungannya untuk melanjutkan sekolah ke SMA, di sore hari ia ke toko sembako yang cukup besar di daerah sekitaran rumahnya untuk membantu membungkus gandum, sagu, dan gula yang karungan ke dalam plastik putih yang terbagi menjadi satu kito, setengah kilo, hingga seperempat kilo dari situ Putri mendapat uang jajan dan membiayai kehidupan sehari-harinya hingga kebutuhan sekolah seperti buku, pena, pensil sampai kaos kaki yang harus putih terus sama seperti teman teman nya yang lain, meski sudah keluar dari panti Putri remaja tetap dipaksa ibu Putik untuk tinggal didekat rumahnya yang memang tempat tinggal ibu Putik itu dekat dengan salah satu SMP umum, tidak mungkin ibu Putik membiarkan anak perempuan berusia 14 tahunan tinggal sendirian begitu saja, Putri tidak tinggal bersama ibu Putik karena ibu Putik memiliki 3 anak laki-laki yang duduk di bangku SMA dan ia beserta suami sering tidak ada di rumah.


Putri dengan keadaan yang serba  kekurangan setidaknya masih punya semangat tinggi untuk berjuang masuk salah satu SMA favorit di Jakarta yang telah ia rencanakan bersama ayahnya dulu, ayahnya bilang sma itu melahirkan beberapa mentri dan gubernur yang saat itu menjabat pun kata ayahnya pernah sekolah di sana.


Putru berhasil masuk sma itu SMA 10 Jakarta tentu dengan kegigihan yang tinggi, Putri diwalikan oleh salah satu sahabat ibu Putik yang juga menjadi ibu kostnya Putri selama bersekolah di sekolah itu, di sma Putri mengenal yang namanya Pacaran tidak Putri tidak pacaran tidak ada yang mau dengan Putri hanya saja teman sekelasnya banyak yang berpacaran, berpacaran yang Putri lihat adalah rasa suka dan memiliki hubungan dengan anak orang kaya, bintang sekolah, ataupun anak paling ganteng atau cantik disekolah dan ciri ciri bahwa seseorang itu anak orang kaya adalah dia memiliki handphone Blackberry.


Pernah Putri menjatuhkan dan merusak handphone orang di kantin sekolah


Putri yang sedang membawa satu mangkok bakso dengan senangnya karena ditraktir teman sekelasnya, kantin sedang ramai dan Putri tidak bisa mengendalikan rasa senangnya bisa ikut makan bersama di kantin karena sedang di traktir, saat mendapat bakso yang masih hangat dari ibu kantin Putri mundur dan saat dia hendak berbelok dia menabrak seseorang Brukkkkk


"aaaaaa" teriak Putri kepanasan


dan orang ditabrak berhasil menghindari dari kuah panas namun handphone yang sedang ia pegang terjatuh dan harus tersiram kuah bakso, tidak mungkin hp itu tidak rusak


"Putriiiiiiii! " teriak Dina


"lo jalan pake apa sih?, orang orang itu jalan pake mata!"


"ma maaf Din"


Putri ketakutan dan ingin menangis


"abis pulang sekolah lo temuin gue"

__ADS_1


Dina meninggalkan kantin yang sudah ramai ditambah lagi terjadi keributan jadilah jauh lebih ramai lagi


hal itu membuat Putri amat malu, Putri menahan rasa bersalah, takut, dan malu bersamaan, belum lagi dia harus membersihkan seragamnya sebelum jam pelajaran berikutnya masuk dia merasa sangat sial hari ini.


"Put lo kenapa enggak nyatet?"


teman sebangku Putri


"ah iya aku nyatet kok"


tersadar dari lamunan


"lo mau nyatet apa?"


"lo ketinggalan put, yaudah bawak buku gue nanti"


"makasi rin"


di belakang sekolah


"Put gue mau lo ganti hp due dengan hp juga"


Dina langsung mengatakan apa maunya


"aku harus beli yang sama persis?"


Putri bertanya sambil cemas, uang dari mana cobaaaa


"enggak, aku mau hp Blakcberry nya kak Rangga, kamu tau kak cuma kak Rangga yang punya Blackberry disekolah ini dia baru beli kemarin"

__ADS_1


"aku enggak mau tau aku mau hp itu, titik!"


Putri melotot


"jadi aku harus nyuri?"


"iya kalo perlu"


santai Dina


"aku tunggu sampe lusa"


"dannn kamu jangan sampe bilang ibu aku, kamu tau ibu aku akan pilih siapa"


"ta tapi Dina aku enggak bisa, maksudnya aku enggak bisa nyuri, nanti dapat enggak aku di berentiin"


"masak enggak bisa sih Put, lagian bohong banget orang yang hidupnya susah banget kayak kamu enggak pernah nyuri"


"atau kamu mau di bully kayak gimana aku buli siti"


Dina adalah temen - temen satu geng cewek yang sukak bully disekolah, ketua gengnya bukan Dina, Dina hanya salah satu dari kelompok mereka yang hanya ingin populer dan disegani jika bergabung dengan geng cewek anak salah satu orang paling kaya di sekolah itu


"beneran Din aku pasti gagal"


jawab Putri yang hampir ingin nangis


"yaudah nanti aku bantuin, aku yang atur rencana, kamu yang jalanin"


"dah gitu aja pokoknya"

__ADS_1


Dina pergi


Tinggalah Putri sendirian, Putri membayangkan bagaimana jika dia yang disiram kuah bekas bakso seperti apa yang mereka lakukan pada Siti anak SMA 10 yang menjadi sasaran paling empuk pembullyan karena dia dari pinggiran kota serta anak pembantu salah satu siswa yang sekolah di sma ini juga, Siti sudah pindah sekolah tentu saja siapapun yang berada pada posisi Siti pasti juga akan memilih segera pindah dan Putri tidak mau menjadi Siti selanjutnya, kakinya kelu, jantungnya deg degan, cemas menyelimuti dirinya, bukan bukan ini yang ia harapkan saat masuk ke sekolah ini, Putri terduduk ditempat dia berbicara dengan Dina tadi, badanya lemas tangis Putri pecah, dia terisak, menangis menunduk sambil menutup wajahnya dengan tangan, bajunya basah karena air mata dan ingus.


__ADS_2