Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Ada banyak nama Dina


__ADS_3

Pagi sudah menyapa rumah besar dan modern itu


Putri sudah di dapur menyiapkan sarapan ringan seperti roti bakar selai dan susu, karena ringan Putri jadi banyak mengobrol dengan mbak Ida tentang banyak hal, salah satunya tentang kalau adiknya Lingga yaitu Raka yang sangat jarang makan di rumah  jangankan makan siang sarapan pagi pun biasanya Raka sudah berangakat lalu makan di luar atau memang Raka memilih untuk tidur lebih molor agar melewatkan sarapan pagi di rumah saat malam kadang langsung tidur atau malah tidak pulang semalaman bahkan bisa berhari hari saat ia sedang banyak tugas kuliah kedokterannya ucap mbak Ida yang dengan santai bercerita dengan Putri si anggota keluarga baru


"Emang kenapa mbak, Raka bisa enggak biasa makan di rumah?"


Tanya Putri penasaran


"Hemmm entahlah non yang pasti itu adalah masalah keluarga dimana den Raka kan bukan anak kandung"


Mbak ida mengecilkan suaranya


"Jadi Raka dan Lingga itu bukan adik kakak kandung?"


Putri sedikit terkejut


"Non enggak lihat itu dari wajah aja beda, yang satu item manis yang satu putih sipit"


"Iya tapikan mama Ratna kayaknya chainese?"


Bingung Putri


"Iya den Raka emang ...."


Mbak Ida melihat Lingga dan Raka berjalan ke arah meja makan


"Yuk non di angkat ke meja, itu den Raka dan den Lingga udah datang"


Putri yang mengerti situasi langsung membawa makanan menuju meja


Senarnya di meja sudah ada susu dan selai mbak Ida dan Putri hanya membawa roti-rotian yang sudah di bakar dan ada juga yang belum, dan Putri juga membawa satu piring salad buah jelas Putri tidak bisa mengabaikan buah buahan didapur yang banyak dan tidak ada yang memakannnya


Semua sudah duduk di meja makan


"Mau selai apa?"


Tanya Putri agak kikuk


"Ini selai kacangkan?"


Raka mengambil satu toples gelas selai


"Berikan aku salad saja"


Lingga menyodorkan piring kecil yg harusnya buat roti


Dikepala Putri


"Jadi bagi dua hemmm"


Sambil mengisi piring itu dengan saladnya


Putri juga berlanjut menuangkan dua gelas di sana dengan susu


"Put aku akan pergi ke bali siang ini, ada pekerjaan besok malam aku pulang"


Lingga berbicara disela sela menyuap salad


Putri menyerngitkan dahi, di dalam hatinya


"Kok mendadak , enggak ngomong dari semalem "


Raka yang juga terkejut


"Kerjaan apa kak?"


"Ada tender yang harus aku menangin tender nasional tapi bersaing secara internasional, ada beberapa perusahaan asing yang juga ngajuin pembangunan kereta cepat jakarta bandung, aku dan perusahaan partner harus serius menanggapi proyek ini"


Jelas Lingga


"Waah serius banget keknya"


"Enggak sekalian bawa kak Putri biar sekalian bulan madu?"


Raka berbicara


Lingga menoleh cepat ke arah Raka, Ia menarik nafas dan mengangkat mata


"Aku akan mengikuti alur bukan berarti cepat menerima dan memperlakukan perempuan yang tidak setara dengan kita ini seperti istri yang memang pengen aku nikahi" dalam hati Lingga berbicara


"Aku hanya sebentar di sana rapatnya dua kali, malam pemaparan dan siang penentuan, setelah selesai langsung ke jakarta ada banyak sekali pekerjaan yang menumpuk disini"


Jelas Lingga pada Raka yang sebenarnya dia menjelaskan ke arah Putri yang juga ikut mendengar

__ADS_1


"Dan Raka nanti siang kamu tolong bantu kak Putri buat rekening bank, agar memudahkan aku mentransfer uang, tolong ya"


Lingga berbicara dengan Raka


Putri dan Raka menoleh terkejut


"Iya kak"


Raka menjawab singkat


Raka dan Lingga berdiri mereka sudah selesai sarapan dan sudah saatnya berangkat ketempat bekerja masing masing.


Putri pagi itu setelah selesai sarapan ia langsung ke toko bunga nya, tokonya yang sudah tiga hari ia tinggal


Putri menaiki mobil sedan hitam untuk ke tokonya ia diantar supir, rasanya seperti sangat asing pada hal hal seperti ini tapi karena ia tidak diperbolehkan berjalan kaki atau menaiki angkutan umum oleh ibu mertuanya jadilah ia seperti pembeli kelas atas ke toko sederhana dari pada pemilik toko itu sendiri


Dina hendak menemui calon pembelinya yang baru saja datang dengan mobil mewah


"Astaga kak Putriiiiiiiii!"


Teriak dina


Putri terjekut


"Kamu kenapa dina?"


"Ciaaa ileh yang abis nikah beda banget sekarang udah naek mobil aja"


"Apaan kamu lihat aku masih sama aja, malah kayak pembantu abis keluar dari mobil majikannya Ha Hahahah"


"barusan mau bilang kayak gitu"


"kurang aja kamu din"


Putri dan Dina terbahak-bahak sampai lupa dengan supir yang mengantarkannnya tadi


"Pak silahkan pulang nanti saya pulangnya dianterin teman saya"


"makasi pak"


Supir keluarga Lingga itu langsung pergi satelah mengguki omongan Putri


"kak beli baju baru kek"


Dina belum berhenti terbahak


Pakaian Putri adalah kemeja hitam yang sudah ke abu-abuan dengan


kancing - kancing besar di tengah, Putri suka aja dengan baju itu cocok aja dengan vibe tokonya yang ke


vintage-vintage an katanya


"Sayang duit Din mending buat renovasi toko"


kata Putri sambil berjalan masuk ke dalam toko


"emang kak Putri enggak dikasih uang sama suami kakak yang kaya itu?"


"enggak mungkin aku minta Din"


"tapi tadi dia nyuruh bikin rekening, mungkin buat itu"


"Tapi yaudah Gimana toko?"


"Aman Aman aja"


"Rame apa nyepi nih ditinggal kembang utamannya"


"Ihhhhh pede"


"eh tapi emang agak sedikit nurun sih dari minggu lalu"


"Banyak yang nanya stok bunga kering kecil-kecil gitu kak"


"Katanya buat hiasan kemasan Olshop"


"aaaaa yang itu"


"yok kita tambahin"


"Tapi bahan-bahannya ada yang kurang mana lem dan plastik udah tinggal dikit kak"


"wahhh harus segera di restok ini"

__ADS_1


Putri dan Dina kembali melakukan aktifitas biasa mereka di dalam toko, mereka tenggelam dalam pekerjaan masing masing


Brummm


bunyi mobil datang tepat di depan toko kayu itu


dari dalam mobil putih itu keluar pembeli yang memakai pakain sedikit mencolok dan riasan wajah yang cukup heboh


Datang dengan menenteng tas mewah dengan gaya ibu ibu penjabat


"permisi ini siapa yang punya toko?"


Putri segera menemui wanita itu


"Iya kak saya sendiri"


"ini yang ini bunga kuning ini saya minta seratus tangakai"


"ooo yang itu namannya bung..."


"Iya terserah namanya apa"


"Saya minta besok antarkan ke alamat ini"


sambik menyodorkan kertas berisi alamat


"tolong sekalian diberi kartu ucapan"


"ayo tulis saya akan ngomong"


"I iya kakak sebentar saya ambil kertas dulu"


Putri dengan cepat mencari kertas


Putri menulis semua yang di ucapkan oleh wanita itu


"Oh iya kak apa boleh menuliskan pengirim atas nama kakak?"


"Ahhh iya nama saya Dina Rosdiana Sumana Surepa"


"dicatet dan dicantumin ya"


"saya akan transfer uang nya"


"Ah kak maaf kami belum punya rekening, bisa uang cash aja?"


"Masa hari gini belum punya rekening sih mbak"


Rutuk kembaran syahrini didepan Putri tersebut


"Iya kak kami akan segera buat"


"Oke deh saya ambil cash dulu di atm "


"sebenernya saya bisa beli bunga ditempat lain tapi saya sukak bunga kuning itu dan kata temen saya disini rekomended jadi yaudah saya coba dulu beli disini"


"Sebentar ya" senyum perempuan itu


"Aaa iya kak dengan senang hati kami akan tunggu"


Dan berlalu lah perempuan heboh itu


"Tapi din kalo dipikir-pikir perempuan itu enggak se buruk penampilannya sepertinnya dia baik sampe mau borong bunga di toko tua gini"


"Bener sih kayaknya orangnya asik jangan jangan dia emang masih satu perguruan kak sama artis Syahrini"


Dina berkata begitu sambil tertawa puas


TINNNN!


"tuh Din lo ambil uangnya, dina ketemu dina siapa tau jodoh"


asal Putri


"atafirullah kak, aku masih suka cowok"


"maksudnya siapa tau kami dikasih kerjaan bagus nanti wkwkw"


"udah cepet ambil"


Dina berlalu untuk menemui pelanggannya yang menunggu di luar toko


"Banyak bener nama Dina perasaan, dulu juga pernah kalo enggak salah pas Sma ada temen nama Dina"

__ADS_1


Putri akhirnya berbicara sendiri sambil merangkai bunga kering yang berserakan di dalam tokonya


__ADS_2