
Belakangan ini Anita melewati masa-masa sulitnya, ia sering mual dan muntah rasanya ingin makan makanan yang masam tapi ketika sudah beli ia merasa tidak bernafsu lagi, terkadang ia merasa ingin makan nasi goreng tapi di buat oleh Angga dengan tanpa memakai baju hanya celemek saja, Anita selalu tersenyum membayangkan Angga memasakannya nasi goreng di pagi hari tanpa memakai baju
"Kau tau rasanya ditinggalkan setelah kita bercinta dengan panas dan sangat bahagia didada?" Ayu menoleh, ia cukup terkejut Anita tiba-tiba berkata seperti itu, "aku punya kekasih sebelum Lingga, dia mantan suamiku"
"Kenapa kalian berpisah?" Ayu menanggapi, ia tau Anita butuh seseorang untuk mendengarkan ceritanya, Anita memang beberapa Minggu terakhir terlihat cukup murung padahal proyek apartemen berjalan dengan lancar, hal itu menjadi tanda tanya bagi orang-orang yang ada di tim kerjanya
"Kami tidak berpisah kami hanya bercerai" Anita menjeda sedikit "setidaknya itu yang kami yakini dulu" Ayu menoleh lagi dengan wajah menanti kalimat berikutnya, "selama bertahun-tahun kami bercerai, rasanya masih memiliki rasa yang sama, sama seperti sebelum bercerai, selalu memberi kabar, selalu menyempatkan diri untuk bertemu, setiap hari jadian kami, kami selalu berbagi cinta" terpaan angin yang sedikit kencang menjadi jeda lagi untuk Anita bercerita
"sampai pada aniversary kami yang terakhir yaitu tahun ini dimalam ia menyatakan akan segera rujuk denganku, saat kami sudah sama-sama memuaskan, besoknya ia pergi, tapi itu hal biasa karena dia memang orang yang sibuk, namun aku salah ternyata yang terjadi adalah hal yang di luar dari kebiasaanya, ia pergi dengan kontak yang susah dihubungi dan kami tidak pernah bertatap muka lagi setelah itu" ada hujan di dekat Ayu dan yang basah adalah pipi Anita, ia menangis tanpa suara hanya air mata saja yang tanpa permisi keluar dari mata Anita
Ayu ter henyuh, ia juga merasakan kesedihan dihatinya karena ia mengerti rasanya ditinggalkan, Ayu merangkul Anita di yang berada disampingnya
"Apa gue sebenernya punya salah ya sama dia yu?" Ayu mengusap-usap lengan Anita, ia tidak tahu harus berbuat apa, "atau sebenernya ada hal yang dia enggak suka dari gue sebenernya?"
"Nita jujur gue enggak tau, dan gue enggak bisa bantu apa-apa, maaf"
"Tapi makasi udah cerita dan percaya sama gue, selama tiga tahun kita kenal, Lo enggak pernah seterbuka ini sama gue" Anita menarik nafas dan menghembuskan nya berusaha menenangkan diri, "tapi gue boleh nanya nggak?"
Anita melihat Ayu "nanya apa?"
__ADS_1
"Kalian waktu itu bercerai karena apa?" Anita bertanya pelan karena ia takut Anita belum mau menceritakannya, "tapi kalo enggak mau cerita enggak papa kok"
"Gue berpisah sama Angga waktu itu karena bokapnya Angga yang minta, kenapa bisa gitu ya karena bokap gue punya banyak hutang, bokap gue sebelumnya punya perusahaan properti, Lo tau kan perusahaan apartemen yang suka bikin iklan gede-gede di tv waktu itu, saat bokap gue jatuh sakit baru kebongkar hutang-hutangnya, bokapnya Angga bayar hutang bokap gue hampir empat puluh lima milyar itupun masih ada sisa hutang yang harus gue sendiri yang lunasin, dan empat puluh lima milyar itu harus dibayar dengan kami berpisah, sejak awal bokap Angga emang enggak merestui hubungan kami yu" Ayu diam, ia baru menyadari betapa sebenernya Anita adalah orang yang lahir dari keluarga yang sangat amat kaya sebelum nya
Mereka duduk disalah satu tempat makan ditepi pantai terdekat, "gue bisa aja bilang Lo harusnya bersyukur dapet Lingga dan lupakan Angga tapi gue tau Lo udah jatuh cinta banget sama mantan suami Lo itu, kalian kurang lebih udah sepuluh tahun bersama kan ya?"
Anita mengangguk, "itu pasti berat banget, tapi kalo Lingga emang jodoh yang ditakdirkan Tuhan buat Lo maka perasaan Lo akan pelan-pelan hilang kok sama Angga"
"Maaf gue enggak bisa bantu apa apa selain bilang kayak gitu" Ayu menggaruk alisnya
Anita sedikit tersenyum "enggak papa, sorry ya gue jadi curhat sama Lo, gue tau kok enggak ada yang orang lain bisa lakukan buat gue tapi setidaknya gue udah lega kalo didengerin cerita masalah idup gue" Anita tertawa.
Setelah mengobrol dengan Ayu di tepi pantai mereka berpisah karena Ayu punya jadwal pekerjaan sementara Anita memutuskan untuk pergi berbelanja sebentar di Discovery Shopping Mall Denpasar yang berada dekat di area pantai, Anita memilih beberapa tas Dior putih dan hitam untuk menyenangkan hatinya, setelah berbelanja Anita memutuskan untuk duduk di rooftop mall yang menyediakan minuman dingin dan hangat untuk sejenak melupakan masalah, Anita menyentuh perutnya yang sudah tidak sedatar biasanya, ia menghembuskan nafas lalu menyeruput kopi moka yang dipesannya, di atas mall ini seperti biasa hanya ada beberapa orang yang keatas dan mencari tempat yang nyaman untuk melamun, namun pandangan Anita berpindah pada Laki-Laki dengan telinga merah itu yang dirindukan nya, tak alang Anita berdiri menghampiri laki-laki itu
Perempuan yang datang bersama dengan Angga menatap aneh Anita yang tiba-tiba datang memeluk tunangan nya, Angga dengan cepat melepas pelukan Anita dengan cukup kasar dan mendorongnya agar menjauh
Bhukkk
Orang-orang menoleh dan terkejut
__ADS_1
Anita berdiri dengan emosi "kenapa kamu mendorongku Angga?" wanita disebelah Angga terkejut saat Anita ternyata mengetahui nama Angga
"maaf saya tidak mengenal anda" Angga menarik lengan wanita yang dari tadi nampak kebingungan
Anita menampar Angga dengan wajah nyalang
plakkkkk
"aku hamil Angga!, apakah kamu tidak tahu?"
"bagaimana bisa aku tahu, kita bahkan tidak pernah bertemu?" Angga berbicara ke arah Vina tunangannya yang dari tadi seperti orang bodoh menyaksikan kejadian di depannya, saat Anita hendak menampar sekali lagi wajah Angga, Angga malah menyerang duluan dan
Plakkk, mendaratkan tamparan pedas pada wajah Anita yang sebenarnya sudah memerah dan basah karena air mata yang jatuh tanpa permisi, tamparan kepedihan itu membuat Anita hampir terjatuh
Suara bunyi sepatu yang berlari ke arah Anita membuat tubuh Anita tertahan karena ada seorang laki-laki yang menahannya, laki-laki itu memeluk tubuh Anita dan menariknya menjauh dan ia sendiri yang mendekati Angga, "Lingga?"
teriak Anita, namun kejadian itu begitu cepat hingga seketika Angga menerima bogem mentah dari Lingga yang refleks karena sudah tidak senang Anita diperlakukan seperti itu
"apa yang kau la" Angga memegang pipinya yang mengeluarkan darah, namun belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya Lingga sudah memotong
__ADS_1
"katakan saja kau sudah punya yang baru dan tidak membutuhkan Anita lagi karena Anita sudah miskin dan kau sudah punya perempuan baru yang selevel dengan mu"
Lingga menunjuk wajah Angga "kami akan pergi dan kau tidak akan lagi bertemu Anita" Lingga berbalik dan menarik Anita untuk segera meninggalkan tempat ini dan sudah tidak ingin lagi jadi pusat perhatian orang-orang sekitar yang nampak menikmati tontonan murahan dan menyedihkan kan ini, orang-orang memang sudah berubah, bukanya menolong perempuan yang sedang dikasari mereka memilih diam dan merekam