Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Pernikahan


__ADS_3

Putri dan Lingga sudah sepakat pernikahan mereka tanggal 12 maret


dan hari itu adalah hari ini.


"Wah gila lo enggak bilang-bilang ling bakal punya istri khakhahhaha, malem ini perjaka lo ilang anjim"


Celoteh rangga


"Tau lo ling, gue hampir setiap hari ketemu elo dan lo enggak pernah cerita kalo lo udah punya pacar udah mau nikah lagi, gue ngerasa bukan sahabat"


Dika ikut mencurahkan kekesalannya


Lingga yang dari tadi memasang wajah kaku sejak teman-temanya datang kerumah dengan berisik sekarang bersuara


"Rangga lo inget cewek yang dulu nyuri hp lo pas sma?"


"Iiiya inget emang napa"


"Dia calon istri gue"


Rangga dan dika mebelalakan mata


"Kok bisa?"


"Ya enggak tau dia yang dipilih om Herman buat gue"


"Presiden dateng malem ini?"

__ADS_1


Rangga


"Iya sebagai walinya , ngegantiin ayahnya yang udah meninggal"


Jawab Lingga sekenanya


"Wahhh beruntung banget tuh dia bisa deket ama om Presiden"


Dika


"Tapi om Herman datang enggak masuk list acara resminya dia, jadi enggak ada media yang dateng, aku juga yang minta acara ijab kabul ini tertutup"


Lingga


"Eh Ling, saran dari gue yang udah punya banyak banget pengalaman ini gaya doggie style adalah salah satu yang terbaik, dannnnn jangan lupa karena lo pasti enggak mau langsung punya anak jadi lo harus banget pake pengaman ling"


Rangga


Timpal Dika


"Alah dik bilang aja lo enggak punya pengalaman sama sekali"


Rangga


"Gue nggak punya pengalaman sama sekali"


Jawan Lingga santai

__ADS_1


"Tuh Lingga yang enggak pernah sama sekali, bukan gue, gue pernah ya meski enggak se hyper lo"


Dika


"Yehhh Lingga mah emang, 15 menit bercinta tidak lebih worth it dari satu jam rapat lokasi pabrik baru khahaha,"


"Eh tapi elo pastinya udah pernah kan ngeluarin di kamar mandi atau tisu setidaknya pas waktu itu kita nonton pilem biru bareng khahahkhahahah"


Rangga tertawa terbahak-bahak


Lingga jadi mengingat kembali saat pertama kali dia melihat bagaimana cara orang berhubungan itu karena di paksa teman-temannya menonton kaset birunya Rangga dan menjadi pertama kali juga dia mengeluarkan cairannya sendiri.


"Eh Lingga atau lo mau gue ajarin sekarang mumpung belom ijab kabul, biar elo faham step-stepnya"


Rangga belom berhenti menggoda Lingga


Lingga hanya memutar matanya jengah, padahal di dalam pikirannya dia berkata bahwa hal itu tidak perlu di ajarkan lagi, laki-laki mana tidak tau akan hal itu, insting laki-laki bisa bekerja dengan sendirinya jika menyakut hal-hal seperti ini meski belum pernah melakukannya.


Putri dari tadi tidak berhenti berdebar, semenjak semalam ia tidur di rumah pribadi pak Herman sampai pagi ini dan kedatangan mbak putik cukup sedikit mengurangi rasa tidak nyamannya, mbak putik adalah satu-satunya perempuan yang sangat dekat dengan putri dan putri kenal beliau dari remaja, dia adalah pemilik panti asuhan di mana dulu putri pernah dititipkan tetangga saat kedua orang tuanya meninggal dunia.


Hari sudah menunjuk jam sembilan pagi dan om Herman beserta istri sudah siap dengan setelannya, mobil sudah dihangatkan, mereka akan mendatangi rumah Lingga untuk menyelenggarakan pernikahan yang hanya ijab kobul dulu ini, pernikahaan tertutup adalah kehendak Lingga yang tentu saja di turuti oleh putri.


Lingga bilang pada om Herman resepsi dan buku resmi dari KUA akan menyusul 6 bulan atau satu tahun lagi setelah pernikahan dan ia menyebut bahwa itu adalah kehendak putri tentu saja agar di iyakan oleh om Herman karena putri adalah anak (angkat) kesayangan sang Presiden, om Herman tau ini adalah hal yang tidak mudah bagi Putri maupun Lingga namun beliau percaya dengan berjalannya waktu Lingga akan melihat hal spesial yang dimiliki Putri dan akan sangat bersyukur atas apa yang lakukan hari ini.


Lingga menjabat tangan om Herman yang bertindak sebagai wali Putri, tidak ada perasaan takut di hati Lingga yang ada di otaknya hanya ini harus dilakukan dengan mudah dan cepat, di ruang tengah rumah mewah ini bergema janji sehidup semati atas nama Tuhan yang keluar dari mulut Lingga.


Setelah itu hanya ada makan-makan dan bincang-bincang keluarga saja karena hanya mengundang keluarga dan kerabat dekat saja

__ADS_1


__ADS_2