Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Malam Pertama


__ADS_3

Rangga, Dika, Lingga adalah teman sejak SMA hingga saat ini mereka berhasil mengembangkan perusahaan bersama ya memang pemilik ide dan modal pertama adalah Lingga namun Rangga dan Dika juga ikut berjuang sejak awal dan bertahan dengan semua halang rintang hingga saat ini, tidak ada teman yang lebih dekat dengan Lingga selain Rangga dan Dika, Rangga manusia spontan dan paling jahil dan Dika adalah orang yang ngikut aja.


Di otak Rangga, pernikahaan Lingga adalah hal yang perlu di rayakan dengan unik karena hanya sekali seumur hidup temannya itu.


"Dik gue beli jamu kuat yang dulu pernah gua coba, yang efeknya enggak ngotak dulu, inget nggak lo?"


"Yang mana? ,perasaan elo mah segala obat kuat lo beli"


Dika masih mengetik di komputernya


"Ada yang itu yang waktu itu di bali, gue  beli sama putu"


"Perasaan orang bali emang namanya pada banyak pake putu, putu yang mane satu"


Rangga mengernyit


"Kenape gue jadi harus mengidentifikasi putu putu, dah pokoknya gue mau ngasih minum sama si Lingga"


"Masa abis nikah dia langsung kerja di hari yang sama lagi"


Dika berhenti mengetik


wajahnya nampak berfikir


"Emang Lingga enggak marah"


"Kan dah suami istri, masa dia marah, justru gue ngebantuin dia biar dapat pengalaman malam pertama yang tak terlupakan dik"


"Nanti pas gue nikah lo ngasi gue juga nggak?"


"Emang lo mau?"


"Kan udah nikah, malah bagus nggak kan"


"Itu lo tau"


"Dah ntar pas mau pulang, gue masukin di teh atau kopinya dia".


Di lobby jam sembilan malam saat semua karyawan bergerak pulang, ketiga bos menenteng tas masing-masing berada didalam satu lift yang sama dan mereka memang biasa seperti itu

__ADS_1


"Cieee yang penganten baru"


Rangga


Lingga hanya memutar bola matanya


"Ling lo rencana mau libur berapa hari, biar nanti gue siap-siap back up?"


Dika


"Gue enggak libur"


"Kan lo baru nikah"


"Jadi?"


"Masa enggak libur"


"Nikah enggak ada urusannya sama libur, lagian gua mau gue sendiri yang maju menangin tander di bali"


"Di bali juga kenapa enggak sekalian ajak istri lo buat honey moon"


"Lo enggak ada niat mau nyenening istri lo?"


"Btw lo berapa ronde nih malem?" (Ketawa geli)


Rangga dengan segala yang ada di otaknya


TING!


Lift sampai dan terbuka


"Gue duluan"


Lingga meninggalkan dua temanya yang juga petinggi di perusahaan.


Di mobil Lingga merasa badannya sangat bertenaga, hal aneh pikirnya, sebelumnya dia pasti pulang dengan kantuk di wajahnya dan sekujur tubuhnya. Dan bercokol lah di otaknya perkataan perkataan sialan Rangga, semua informasi tentang berhubungan yang pernah ia ketahui tiba-tiba keluar di otaknya dan bergantungan di pikiranya.


Lingga sampai di rumah, saat memarkirkan mobil di dalam garasi, tubuhnya panas, matanya sendu, dia tau apa yang dia inginkan

__ADS_1


Melewati mama di tangga


"Lingga kamu udah pulang?, udah makan?"


"I iya mah"


"Ling lingga harus buru-buru"


"Padahal dia belom liat istrinya, udah gitu aja" canda ayah Lingga


"Tadi Putri jelas banget bingung kenapa disuruh pake pakaian tidur itu"


"Untung dia mau"


Mama lingga .


Sampai di kamar Lingga membuka pintu, kamarnya remang, menekan tombol lampu dia melihat Putri tidur di sofa diselimuti selimut putih, Lingga menarik selimut itu dan dia mengumpat


"Anjing harus banget pake baju begitu?"


Lingga melihat putri tertidur dengan baju tidur satin berwana merah dan baju itu mencetak tubuhnya, jelas tubuh perempuan memang adalah ukiran indah meski tidak dengan ukuran yang spesial.


Lingga mengangkat tubuh itu ke ranjang


"Apa yang ia pikirkan sampai tidak mau tidur di kasur ku?"


"Maaf itu harus kejadian malam ini"


Saat menghempas tubuh itu dikasur, Putri terbangun dan terkejut melihat dia sudah berpindah tempat dan Lingga yang melepas pakaiannya di atas Putri iya dia mengunci kaki Putri dengan lututnya membuka bajunya sendiri tepat saat putri membuka mata


Lingga melihat yang punya tubuh bangun langsung mengungkung dan berbiacara di telinga Putri dengan pelan dan serak


"Tolong saya, saya membutuhkan hak saya, bukankah kita memang suami istri, saya akan pakai pengaman, kamu tolong menurut (diam sebentar) putri"


semua yang ia pikir hanya akan menjadi imajinasinya akan terjadi di malam ini di malam pertamanya, Putri menelan ludah


Gerakan demi gerakan disaksikan oleh sofa, lampu tidur, dinding, hingga kaca yang menampilkan kelap lampu lampu gedung di sisi kiri kamar, didalam hati Putri berbicara ia harap ini akan menjadi pertanda baik dalam hidupnya, tentu ia ingin menjadi diterima oleh Lingga dan menjalankan pernikahan ini dengan sebagai mana orang orang menjalankan rumah tangga yang bahagia.


BTW Putri jadi tau kenapa mama Ratna memintanya memakai baju ini

__ADS_1


Bohong jika Putri tidak senang menjadi menantu keluarga Poernomo dan lebih memiliki uang, tidak berdosa bukan jika merasa senang ketika bisa hidup lebih baik dan tidak lagi mengahadapi kesulitan dalam hidup ini sendirian, dia telah berhasil melewati cobaan hidup yang amat sangat berat, di umur 12 tahun kehilangan kedua orang tua, berhasil menyekolahkan diri sendiri meski dengan perjuangan yang tidak mudah, hingga ia sebesar ini pun ia tidak pernah merasakan kabahagiaan yang sebenarnya, pelukan hangat dengan kasih sayang adalah fatomorgana baginya, hingga malam ini tiba nampaknya semua akan berubah, harap putri dalam hati.


__ADS_2