
"Berpisah?"
"Hah?"
"Kak Putri lagi becanda?"
Ayolah Raka baru saja pulang dari daerah ujung Indonesia bukan berarti ketika pulang semua dunia sudah tidak sama lagi
"Mungkin kakak kamu belum ngasih tau biar kamu enggak kepikiran ka" Putri memberi tahu dengan membuat dia mengerti
Raka mengerutkan dahinya
"Sebentar, kok bisa?"
"ke kenapa?"
"Kak Lingga lagi di Jakarta nggak?, Atau aku telpon aja"
Nada bicara Raka agak sedikit naik menunjukkan keterkejutannya
"Minum dulu nihhh sambil duduk dulu kakak ganteng" Dina datang dengan sekonyong-konyong membawa dua cangkir es jeruk di atas meja dan menyuruh Raka duduk disaat Raka baru saja mengerutkan dahi, Raka menoleh sedikit dan mengangguk tanda 'iya taruh saja di situ' kepala Raka jadi pusing
"Ini bukanlah hal yang mengejutkan Raka, kami memang tidak saling menginginkan" Putri menunjukkan wajah sesantai mungkin meskipun kenyataannya menang Putri sudah menaruh hari pada kakaknya Raka itu
"Aku harus ke klinik dulu" Raka mengeluarkan suara
"Minum dulu tuh es" Putri menunjuk dengan dagunya "kesian Dina udah susah-susah bikinin es jeruk"
"Ah Iya" Raka meminum es berwarna kuning jingga itu "kali ini jeruk pun jadi rasa Markisa" ujar Raka didalam hati
"Sudah, aku mau ke klinik dulu ya kak" dia beranjak berlalu keluar toko
Putri mengambil dan meminum gelas satunya lagi "eh kok, woi Dina ini es Jeruk kok agak beda ya" Putri bingung, aaa dia tau "ini Markisa wey"
Dina menoleh dengan bingung
__ADS_1
"Eh enggak tau sih yang penting ada sirup kuning Oren kan ya"
Putri hanya memutar bola matanya malas mendengar itu "aku udah ngomong itu es jeruk lagi sama Raka".
Didalam mobil pria dokter itu melamun sebentar, hingga tangannya meraih hp ia bergegas memencet kontak Lingga.
Tut
"Halo kak Lingga?"
"Iya Raka?"
"Kakak bercerai dengan Kak Putri?"
Orang di seberang diam sebentar dan menjawab
"Iya, kami berpisah"
"Kenapa kak?"
"Pernikahan tidak akan pernah baik jika tidak dilandasi cinta Raka" jawab Lingga mantap, "kamu sudah di Jakarta?" Lingga bertanya
"Iya"
"Sekarang papa dan mama sedang di Bali"
"Kenapa di Bali?"
"Hari ini gue nikah sama Anita di Bali, tau kan Anita yang dulu pernah gue ceritain"
"Dan Lo nikah enggak ngasih tau gue?, Kakak macem apa sih Lo?" Sambil memandang lurus jalanan
"Ya Lo kan lagi di NTT"
Jawab Lingga santai
__ADS_1
"Kenapa buru-buru banget?"
"Anita hamil anak gue jadi sebagai laki-laki, gue harus bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah gue lakukan. Secepat mungkin karena untuk menjaga nama baik kedua belah pihak, gue nggak bermaksud nggak ngasih tau Lo ka"
Jawab Lingga
"Besok papa sama Mama langsung ke Jakarta lagi atau gimana?"
"Enggak, mama sama papa mau santai dulu dua hari di sini"
"Gue harus ke sana nggak kak?, Atau gue nunggu aja di sini ya? Kan pada mau ke sini juga"
"Tugas Lo di NTT udah selesai?"
"Udah, Alhamdulillah lebih cepat dari perkiraan"
Jawab Raka menghela nafas
"Kalo Lo mau nyusul, nyusul aja ka, sekalian liburan"
"Hemmm"
"Ya liat nanti"
Hanya itu yang keluar dari mulut Raka.
Trenenng trenenggg
Handphone Lingga berbunyi lagi. Ada apa dengan Raka kenapa menelpon lagi?
"Halo ka, dua hari lagi kita semua udah ada di Jakarta kok"
"Halo Lingga, saat kamu di Jakarta temui saya, saya adalah walinya Putri. Kamu jangan semena-mena"
Tut
__ADS_1
Telepon itu tertutup.