
Bakwan, pisang goreng, dan kopi susu hangat tergeletak menggoda di atas meja kecil di teras rumah mewah menemani bincang pagi Putri dan Raka hari ini, suasana pagi yang telah diguyur hujan menjadi latar belakang pemandangan mereka
Lingga datang dengan mata sayu baru bangun tidurnya dan baju tidur yang masih bersamanya
"Udah pulang Lo dek?"
Ia duduk di kursi yang masih kosong
"Ia tadi malem"
Raka menjawab
"Elo enggak ngantor?"
"Enggak, aku kerja dari rumah hari ini, perut aku luka"
Jawab Lingga sambil mengambil pisang goreng yang masih berasap didepannya
"Aaa yang kak Putri ceritain tad"
"Gila udah lama banget enggak makan pisang goreng pagi-pagi"
Lingga memotong perkataan Raka
"Pake kopi nih, biar kayak bapak-bapak Lo" Raka tertawa sambil menyodorkan satu cangkir kopi kearah Lingga
"Wahhhhh mantab nih"
Lingga ikut menerima dengan candaannya
Putri yang memperhatikan kedua kedua kakak adik ini hanya tersenyum sendiri
"Kamu enggak berangkat ke toko?"
Lingga berbicara kearah Putri
"Enggak, toko lagi di renovasi paling nanti siang liat sebentar"
Putri mengambil bakwan
"Lagian mbak mana berani masak pisang goreng sama bakwan di rumah ini"
Putri tertawa
"Tadi aja aku hampir dilarang"
"Mbak enggak tau aja lidah kak Lingga Indonesia banget, enggak mungkin nolak, dari jaman masih kecil aja udah seneng nih pisang goreng sama kopi"
Raka tertawa
"Mana ada anak kecil suka kopi woi"
Lingga menoyor lengan Raka
"Alah ngaku aja Lo"
Raka membalas
"Eh elo pergi lagi jam berapa?"
Lingga bertanya pada Raka
"Engga, aku libur hari ini"
Raka menyeruput kopinya
"Jadi Lo di rumah hari ini?"
Lingga bertanya
"Yep"
"Kita maen PS bareng aja kali ya"
"Udah lama banget enggak maen"
Raka menjawab
"Boleh"
"Atau nonton Dokter Strange, gue belom nonton"
__ADS_1
Lingga dan Raka adalah fans komik Marvel sejak kecil
"Atau kita kepanti aja sama-sama?"
Raka mendapatkan ide, dengan cepat ia langsung menoleh ke arah Lingga
"Kak lo tau? waktu itu ada anak kecil korban pemerkosaan pingsan di daerah jalan jenderal Sudirman dan gue bawa ke toko bunga nya kak Putri"
"Ternyata anak itu anak panti asuhan yang sering gue kunjungi"
"Jadi gue dan kak Putri udah janji untuk sering ke sana buat ngehibur mereka"
Raka menjelaskan
Putri hanya mengangguk
"Kalian udah sering kesana bareng?"
Lingga bertanya
"Iya beberapa kali cuma buat bawain mainan sama makanan"
Raka menjawab
"Yaudah kan udah"
"Gue lagi males keluar gue"
Lingga mengeluarkan ekspresi lesunya
"Yahhh"
"Yaudah kita maen PS atau nonton film aja"
Jawab Raka lesu
"Sambil kak Putri masakin makanan lezat yah?"
Tiba-tiba Raka jadi bersemangat dan tersenyum ke arah Putri
Putri mengangkat alis
"Boleh"
Raka berbunyi
"Yaudah gue ngantor bentar ya, jam 1 an kita maen PS ka"
Jawab Lingga berdiri dengan memegang perutnya, luka yang ia dapatkan kemarin masih belum kering
Putri berdiri saat Lingga berdiri ,ia memperhatikan suaminya yang sedang sakit ini dan mengikuti nya saat hendak ke kamar
"Kamu tolong buatin aku kopi ya"
Lingga meminta Putri yang sedang dibelakang nya
"Aku bisa ke kamar sendiri"
"Okey"
Putri menyaut ragu dari belakang
Lingga berbalik
"Oh iya"
"Aku mau mandi"
Lingga diam sekejap
"Maksudnya yang kayak kemaren sore"
Putri mengangguk
Lingga berbalik lagi dan meneruskan langkah ke kamarnya
Raka hanya melihat dari jauh interaksi itu, di otaknya dia berpikir enak yah kalau sudah punya istri, dia bakalan di urus dan diperhatikan seperti Putri memperhatikan Lingga.
Raka merasa bosan dia ingin langsung saja bermain game console Play Station sambil menunggu Lingga menyelesaikan Rapatnya, Raka pergi ke ruang keluarga tempat TV berukuran besar dipajang tempat dimana biasanya Console PS disimpan di dalam lemari dibawah TV, saat Raka mendekati lemari dan membukanya tidak ada, ia berpindah ke lemari disebelah nya dan ternyata lemari itu juga kosong, ia pergi ke ruang yang biasa di isi buku-buku dan kaset di dilantai dua namun juga tidak ada, karena Raka sudah berada di lantai dua maka dia memilih ke kamar Lingga dan langsung bertanya
Klek
__ADS_1
Mata Raka langsung disuguhkan pemandangan yang cukup uwu, dimana Putri dengan telaten mengelap tubuh Lingga yang hanya memakai ****** ***** saja dan yang punya badan hanya sibuk membaca berkas ditangannya
"Ehem"
"Sorry nih gue ganggu"
"Console PSnya di mana ya kak?"
Lingga dan Putri menoleh berbarengan mereka cukup terkejut
"Di ruang bioskop waktu itu Dika nyoba maen di layar gede"
Jawab Lingga
"Okey"
"Ehem cieee"
Raka menggoda kakaknya sebelum menutup pintu
Putri sudah selesai, ia mengeringkan tubuh tubuh Lingga dengan handuk
"Lukanya udah agak keringan tapi kayaknya kalo di bawa mandi bakalan basah dan benyek banget"
Putri menjelaskan
"Tapi itu bisa bersihin bekas luka yang agak mengeras itu biar enggak jadi koreng"
"Sore ini mau coba di mandiin lukanya?"
Tanya Putri
"Iya"
Jawab Lingga singkat
"Sekarang tolong ambilin kemeja biru"
Putri berlalu mengikuti permintaan Lingga.
Segera selesai rapat Lingga menyusul Raka untuk bermain game Play Station, Lingga yang selalu menggunakan Cristiano Ronaldo untuk kali ini harus memakai tim Juventus karena Ronaldo baru saja pindah tim dari sebelumnya di Real Madrid selama sembilan tahun lamanya, Raka tidak terlalu punya tim favorit dia memakai tim apa saja yang menurutnya kuat dan kali ini ia menggunakan Liverpool yang baru saja menjuarai Piala Dunia untuk tim, mereka bermain sambil mengobrolkan berbagai hal karena sudah sangat lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama, ditengah pembicaraan mereka Raka merubah posisi dari tengkurap menjadi duduk, ia bertanya pada Lingga
"Kak liat Lo sama kak Putri gue jadi pengen nikah juga"
"Padahal belom ada calonnya"
Raka tertawa
Lingga yang tengah fokus bermain sambil tiduran mengernyitkan dahinya
"Emangnya gue sama Putri kenapa?"
"Kayaknya enak aja, punya istri yang bisa masakin Lo makanan trus ngurus kebutuhan Lo"
"Eh Lo ada kenalan cewek nggak? yang sekiranya sebelas dua belas sama kak Putri"
"Gue mau kak di kenalin"
Raka berbicara dengan entengnya sambil memperhatikan layar TV yang menampilkan permainan sepakbola bola
"Eh Lo kenapa? Tiba pengen dikenalin cewek selama ini perasaan Lo enggak mau punya pacar"
"Itu bener, tapi kalo istri kayaknya mau deh"
Raka sambil tersenyum lebar
"Raka berumah tangga itu enggak semudah kelihatannya, kadang Lo enggak butuh istri yang bisa semuanya cukup istri yang Lo cinta aja itu udah lebih dari cukup"
"Nih mas Lingga sama mas Raka camilan nya, masakan non Putri"
Tiba-tiba mbak asisten rumah tangga datang dengan senampan makanan dan minuman
"Emang kak Putri dimana mbak?"
Tanya Raka
"Tadi non Putri bilang mau ngecek tokonya sebentar"
"Naik apa dia mbak?"
Lingga bertanya
__ADS_1
"Di anter supir"
Lingga dan Raka mengangguk bersama.