
Dina sudah kembali setelah mengambil uang pembayaran dari pembeli yang harus ke ATM dulu untuk mengambil uang cash
"Agak aneh ya aku bilang 'makasi mbak Dina' padahal aku sendiri namanya Dina juga" sambil tertawa
Tinn Tinnn!
Bunyi klason mobil yang mirip kembali berbunyi
"Eh kamu lupa ngambil uang mbak Dina Din?"
"Eh enggak kok udah ini"
Wajah dua wanita penjual bunga ini sama-sama bingung, seharusnya jika pembeli maka langsung turun saja untuk melihat bunga
Putri langsung bergegas kedepan untuk menemui siapa pemilik mobil berbunyi nyaring itu
Didepan ternyata sudah ada mobil Toyota Land Cruiser putih yang membuka kacanya
Saat dilihat Putri orang yang berada di balik mobil itu adalah Raka
"Raka ada apa?"
Sapa Putri
Raka setengah berteriak agar terdengar sampai diluar mobil
"Kak ayok ikut kita bikin rekening mumpung aku ada waktu"
"Hari ini?"
Putri bingung
"Iya kak Lingga minta hari ini"
"Maaf kak aku agak buru-buru karena sambil nganter beberapa anak panti kembali" sambil menunjuk kursi belakang mobilnya
Putri pun refleks menoleh kekursi penumpang dan ternyata benar memang ada bayangan orang di kaca kursi belakang
"Oke sebentar aku ambil tas dulu"
Kembali masuk toko, saat keluar dari toko Putri sudah dengan tas selempangnya Putri langsung masuk ke kursi penumpang depan mobil Raka
"Aku abis periksa anak anak panti di klinik tempat aku kerja mumpung kliniknya lagi kosong jadwal"
"Trus ini lagi mulangin sekalian aja ke bank ABC yang searah kesana, enggak papa kan kak?"
"enggak papa toko juga lagi sepi"
"Tu gedung tinggiiiii paling tinggiiiii di dunia"
"Eh itu ada restoran aku mau makan di situ nanti"
"Intan kamu liat jepit rambut ping aku?"
"Eh kata kak aji di gedung tinggi itu ada penunggunya ada bunuh diri"
"Iiiiiihhhhh"
Kata anak anak itu di belakang percakapan mereka terdengar antusias dan sedikit ribut membuat Putri tidak tahan untuk tidak menoleh kebelakang dan melihat anak anak itu
Putri menoleh kebelakang
"Haiii"
Anak anak itu diam sebentar
"Hai kak"
Kata anak perempuan berbaju pink yang duduk paling samping
"Kalian lagi ngomongin apa?"
Putri bertanya
"Kak emang gedung beasaaar itu ada penunggunya?" Kata anak laki-laki berbaju hitam yang berbadan lebih besar
__ADS_1
"Ada"
"Penunggunya orang orang yang bekerja di sana"
"Ada banyak orang yang bekerja di dalam setiap gedung gedung besar itu"
"Bukan antu bunu dili?"
Kata anak kecil terlihat paling kecil di antara mereka
Raka tersenyum sambil menyetir
"Engggak
Putri tersenyum
"Kalian jangan takut naik gedung gedung tinggi itu ya?"
"Emang kakak pernah kesana?"
"Kakak pacalnya pak doktel ya?"
"Kakak kakak kami bisa ngga naik kegedung itu?"
"Kakak kakak gedung warna biru itu tempat tv kan ya?"
"Kakak kalo patung tinggi itu bisa di naikin nggak?"
Mereka jadi kembali ribut untuk bertanya pada Putri
"Udah udah diem dulu nanti kakaknya pusing mau jawab yang mana"
Raka bersuara di balik kemudi
"Ini kita dikit lagi sampe kita udah di depan lorong"
"Kita kenalan dulu ya nama kakak Putri panggil aja kak Putri"
"Hai kak Putri"
Jawab mereka serempak
Raka berbunyi
"Turun Turun"
Sambil Raka juga membuka pintu mobil untuk turun
"Raka aku ikut turun nggak?"
"Pak dokter pintunya susah"
Potong anak anak di dalam
"Iya sebentar pak dokter bantu"
"Kalo kak Putri mau ikut turun ayok tapi kita cuma sebentar aja"
Sambil membuka pintu mobil dan melipat kursi agar anak anak yang duduk di kursi paling belakang bisa keluar juga
Ternyata sudah ada ibu ibu penjaga panti yang menemui mereka
"Terimakasi nak Raka udah bantu kasih anak anak ikut periksa kesehatan"
"Enggak buk aku yang makasi udah di pinjemin anak anak buat aku periksa"
"Eh enggak dong nak yang enak kan kami bisa periksa geratis" diakhiri tawa oleh ibu itu
"Kan aku udah sering kesini ya anak anak ini aja yang aku ajak periksa geratis"
Raka tersenyum
Nanti hasilnya keluar saya kabarin ya bu
"Iya nak"
__ADS_1
"Kami pulang buk, assalamuallaikum"
Raka masuk lagi ke dalam mobil dan Putri masih didalam karena tidak jadi turun
"Iya waalaikumsallam"
Ibu panti itu sambil melambaikan tangan saat mobil Raka sudah mau keluar
diidalam mobil
"kak Putri bawak KTP kan? "
"iya"
"kita langsung aja ke bank nya ya?"
Raka melajukan mobilnya ke arag bank yang di maksud
Suasana dalam mobil jadi sunyi
ada dorongan Putri untuk bersuara agar memecah keheningan
"Kamu dokter ya?"
"Iya, kak Lingga enggak cerita?"
"Emm enggak, aku baru tahu hari ini"
"Kirain kamu kerja kantoran juga"
"Enggak aku kuliahnya kedokteran"
"kak Lingga bisnis"
"Eh kuliah dokter katanya susah ya?"
"hhheh iyaa begitulah"
keadaan menjadi diam dan tenang hingga mereka sudah sampai di bank yang dituju
"yok udah sampai, ini kakak baru pertama banget bikin rekening?"
"hehe Iya"
senyum Putri
"dulu belom di rasa perlu jadi ya belom bikin"
Raka ikut tersenyum ramah
"Yaudah yok bikin"
mereka turun dari mobil yang sudah di parkirkan itu dan masuk ke dalam bank swasta terbesar di Indonesia itu,
proses pembuatannya Putri hanya mengikuti instruksi dari Raka saja karena saat datang Raka langsung di sambut ramah, bahkan kepala cabangnya langsung menemui Raka sekadar untuk mengobrol menanyai kabar, setelah beberapa lama mendengar pembicaraan mereka Putri tau ternyata lelaki paruh baya itu adalah bawahan ayah Raka, pak Poernomo saat masih bekerja sebagai pemegang jabatan tinggi di salah satu perusahaan BUMN saat itu, ditambah lagi sepertinya lelaki tua itu tau kalau Raka juga masih keluarga dengan Pak Herman Rakabuming presiden yang sekarang menjabat, terlihat dari caranya berbicara ia kentara ingin menjilat
"Kakak mu sudah menikah ?, benarkah? aku ingin sekali datang kalau di undang sekalian ingin berjumpa lagi dengan ayahmu Raka, mengenang masa masa dulu"
"Ah, pasti semua keluarga di undang kan ketika resepsinya nanti?"
bicara bapak itu
Tidak lama bagi Putri untuk membuka rekening, karena semua dengan tanggap melakukan tugasnya dengan cepat untuk rekening baru Putri, yang lama hanyalah pembicaraan bapak tua itu dengan Raka yang terkesan di paksakan padahal Raka nampaknya tidak terlalu menanggapi
Rekening Putri sudah jadi dan mereka sudah didalam mobil ingin keluar dari pekarangan bank ini
"Kak Putri jalan menuju klinik ku agak jauh lebih baik kita makan siang dulu di area sini"
"Ah ya hari sudah jam 12 lebih"
"Kakak ingin makan di mana?"
"Terserah kau saja"
"Restoran sushi di depan bagaimana?"
__ADS_1
"Boleh"
mereka menuju Restoran itu dan makan siang disana