
Restoran Sushi
Putri dan Raka duduk didekat kaca, posisi seperti ini dibenak putri ia teringat pada film film yang suka ia tonton pada adegan dimana pemerannya sedang mengobrol dan keadaan di luar kaca sedang hujan itu benar benar menambah suasana sendu, sayang sekarang sedang tidak hujan, dan Putri tidak tau kapan lagi dia akan makan di restoran yang bernuansa seperti ini, jiwa jiwa orang susah pada Putri sedang muncul.
"Kak Putri mau pesan apa?"
Raka memecah lamunan Putri
"Sama in aja sama kamu"
"Oke"
Raka memesan makanan
Dan pelayan itu pergi
"Ini pertama kali aku makan disini"
" Beneran kak?"
Tanya Raka santai
"Bisa enggak engga pake 'kakak' "
"Rasanya kayak tua banget"
Raka tersenyum tawa
"Aku manggil kak Lingga 'kakak', masa manggil istrinya pake 'Putri' "
Jelas Raka
"Emang dia marah kalo enggak dipanggil kakak?"
"Yah begitulah, keluarga kami adalah keluarga yang sopan"
Raka mengangkat alisnya lalu tersenyum
"Ngomong-ngomong kak Putri emang enggak pernah kesini?"
"Yep"
Putri sambil tersenyum mengangkat bahu
"Emang enggak suka Sushi?"
__ADS_1
"Enggak, aku enggak pernah makan sushi"
"Aaaa kurang tertarik sama makanan asing?"
"Enggak juga, ya emang enggak ada uang aja buat kerestoran"
"Maksudnya uangnya mending buat beli yang lain"
Raka sedikit terkejut
"Kak Putri?"
"Ya aku secara finansial jauh di bawah kalian"
" Apakah Lingga tidak cerita?"
"Mungkin lebih ke aku yang tidak banyak bertanya tentang siapa calon kakak iparku" tersenyum
Didalam hati Raka bingung apakah mungkin kak Lingga mau menikahi gadis miskin, bukannya apa apa tapi setau Raka tipe perempuannya kak Lingga adalah yang pintar, cerdas dalam bicara, putih, tinggi, setidak itulah yang Raka lihat pada perempuan-perempuan yang Lingga pernah sukai.
Pelayan Restoran datang dan membawa menu yang sudah dipesan
Putri hanya diam dan melihat bagaimana Raka memakan makanan asing didepan nya, melihat Raka mengambil dan menyelup, Putri juga melakukan hal yang sama dengan wajah yang antusias
Raka tertawa
"Kak Putri juga pertama kali makan sushi?"
Putri tersenyum kikuk
"Yaaa"
Mereka makan sambil Raka menjelaskan apa saja yang sedang mereka makan dan bagaiman cara memakannya sampai mereka selesai.
Sambil menyetir mobil Raka memulai pembicaraan
"Nanti kak Putri bisa liat uang yang masuk atau keluar di dalam aplikasi mobile banking tadi"
Mengangguk
"Kalo transfer juga bisa ya lewat hp aja?"
"Iya bisa tinggal pilih transfer terus pilih bank yang di transfer beserta nomor rekeningnya dan pilih nominal"
"Gilak mudah banget jaman sekarang"
__ADS_1
"Iya jaman udah maju"
"Tinggal nyari duitnya aja yang enggak mudah mah hahahaha"
Putri tertawa
Raka hanya tersenyum
"Padahal dia bisa untuk terlihat jadi kalangan atas sekarang, istrinya Lingga Poernomo masa bilang nyari duit susah" Raka berbunyi diotaknya dan menggeleng gelengkan kepala
"Sebentar lagi rekening kakak bakalan banyak isinya"
Berbicara sambil terus melihat kearah jalan
"Hah? Kok bisa?"
"Dari kak Lingga"
"masa kak Putri enggak dikasih uang sama suaminya, kan kak Lingga kaya"
Raka tertawa ringan
Putri tertawa kikuk, didalam hati nya mengamini kata kata Raka
"Kalo dari jauh toko kakak kayak tua dan reot, tapi kalo udah deket kayak classic"
Raka berbicara seperti itu saat mereka sudah sampai di depan toko bunganya Putri
Raka menghentikan mobil tepat didepan toko
"Ya begitulah, bentar lagi mau direnov kok, doain lancar"
Putri berbicara sambil membuka pintu mobil untuk turun
"Oh ya, renovnya jangan sampe kehilangan kesan vintage nya kakak"
Berbicara antusias kearah putri yang sedang turun dari mobil besar itu
"Iyaa siap" sambil tertawa lebar
Raka membalas senyum itu dan melambaikan tangan sambil menekan gas untuk melajukan mobilnya
"Daa" Putri balas melambai menandai perpisahan mereka.
Mungkin mobil besar itu sudah meninggalkan toko bunga Putri tapi pikiran Raka belum menjauh dari Putri, dia tau pak Herman lah yang menjodohkan kak Putri dengan kakaknya namun kenapa perempuan itu, kenapa bukan orang kaya, kenapa bukan perempuan yang berpendidikan tinggi?, Dan sebenarnya juga Raka masih ingin mengobrol lebih banyak dengan kakak iparnya itu, ya tentu saja kak Putri adalah orang yang menarik, enak di ajak ngobrol, terlihat polos namun juga tidak bodoh, Raka ingin bertanya banyak tentang latarbelakang perempuan itu.
__ADS_1