Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Anita pregnant


__ADS_3

Mata merah itu sangat menyedihkan, Anita merubah posisi duduknya dan menghadap Lingga penuh "aku dan Angga bukanlah pasangan kemarin sore, kami sudah melalui banyak hal dan mungkin saja ini adalah salah satu tantangan untukku yang paling besar dalam hubungan kami Lingga" Lingga mengernyitkan dahi, "maafkan aku berbicara seperti membelanya di depanmu tapi aku membutuhkannya Lingga" Anita menjeda sebentar "untuk situasi sekarang hanya dia yang bisa menolongku"


"untuk?" Lingga nampak bingung "tolong katakan langsung nita, apa yang hanya dia yang bisa menolong mu?" "dan kenapa aku tidak bisa?" Lingga menuntut untuk segera dijelaskan


Anita menarik nafas dan menghembuskan nya


"aku hamil"


"aku tidak ingin semua orang tahu sebelum aku menikah, papa akan malu untuk kesekian kalinya"


Lingga mematung masih terkejut


"Lingga aku tahu kau mencintaiku tapi aku butuh menagih janji Angga"


"hanya itu yang akan menolongku dengan cepat"


Lingga berusaha berbicara "apa?, Angga berjanji apa?"


"dia pernah bersumpah dan menulis surat, dia berjanji bahwa hanya ia yang akan menjadi ayah dari anak yang aku lahirkan"


Anita mengusap air matanya


"dia mengatakan itu saat kami bercerai namun tetap dekat dan sering bertemu"


"aku akan menagih janjinya Lingga"


lantas untuk apa Lingga ada disini, lantas kenapa Lingga setelah satu bulan di kalimantan lebih memilih ke Bali menemui Anita ketimbang Putri yang ada di Jakarta

__ADS_1


Lingga memegang erat bahu Anita "aku yang akan menikahimu" ia memandang mata Anita tajam sambil mendekatkan tubuhnya kearah anita, pandanganya melunak dan menjadi dalam namun sendu, Lingga mencium bibir Anita dengan setengah mendorong dan menuntut, Anita hanya pasrah, selah beberapa detik Lingga melepaskan tautan bibir mereka "Anita" ia mengelus pipi Anita "kamu mengandung anakku, aku bukan pengecut membiarkan laki-laki lain bertanggung jawab pada benih yang aku tanam, Anita"


"kamu serius?" Anita mencari kesungguhan di mata Lingga "kita baru dekat beberapa bulan?"


"kita mungkin baru dekat beberapa bulan tapi aku sudah mencintaimu sejak lama nita" Lingga meyakinkan Anita


"ta tapi Lingga, aku ingin memberi tahu mu jujur hatiku masih belum menghapus nama Angga secara penuh" ia menatap mata Lingga takut ia merubah keputusannya "ta tapi aku akan terus berusaha, aku akan berusaha, karena sekarang sepertinya Angga sudah menutup mata padaku", Anita sungguh-sungguh saat mengatakan itu, hatinya memang masih memiliki tempat untuk Angga dan apa yang dilakukannya sekarang adalah karena Angga sudah berubah, ia harus bergerak cepat agar Lingga cepat menikahinya dan ia melahirkan dalam keadaan bersuami.


"kau bisa Anita, Aku disini, kau tau kan Raisa menikahnya dengan Hamish Daud bukannya Daniel Mananta host Indonesial Idol itu" Lingga berbicara dengan nada bercanda namun wajah yang serius


Anita menahan tawanya "tapikan Daniel Mananta itu tampan", ia berbicara dengan wajah anak kecil yang meminta es krim


Lingga memutar matanya malas, "Anita kau lihat, Hamish daud itulebih tampan, ia punya kulit eksotis, badan kekar, tinggi besar" Lingga berbiacara dengan seperti nada seperti menawarkan barang


"okey meski seperti itu Raisa tetap menyanyikan Mantan Terindah di konsernya kemarin saat aku nonton konsernya di Bali" Anita berbicara ke arah lain


"baiklah istirahatlah sebentar dan kita akan kedokter untuk mengecek keadaannya"


Anita mengangguk "kalau kau mau pesan sesuatu pakai hpku dan pesan semua yang kau mau okey" Lingga mengusap kepala Anita dan pergi.


"aku menyuruh anak buahku untuk mencari rumah sakit yang punya dokter kandungan terbaik di kota ini, dan ia sudah memesan waktu berkunjung kita" Lingga berucap sambil memegang tangan Anita untuk menuruni tangga dan menuju mobil yang sudah menunggu di depan loby apartemen


"rumah sakit mana yang mau mempekerjakan dokter kandungan yang buruk Lingga, semua dokter kandungan sama mereka bekerja menggunakan alat" Anita mendudukan dirinya di kursi belakang mobil dan disusul Lingga di sisi satunya, "Kita hanya akan mengecek keadaanya kan?


Lingga mengangguk, ia memegang tangan Anita "sejak kapan kau tau kau hamil?"


"baru beberapa hari yang lalu, saat aku menyadari telah melewatkan tanggal haid ku"

__ADS_1


Lingga tersenyum


"malam ini tidur di tempatku atau mau ku antar pulang ke tempat papamu?"


"aku akan menelpon papa untuk meminta ijin tidur di tempatmu"


Lingga hanya mengangguk dan tersenyum lagi, betapa senangnya ia mendengar kabar ini dan sebenarnya ia sudah merasakan kebahagiaan entah karena apa sejak berada di samarinda bulan lalu, Lingga memikirkan ibunya yang selalu meminta anak padanya akan segera terwujud, dia sudah punya feeling akan kedatangan seorang bayi di rumahnya dan ternyata itu dari Anita, aaah betapa senangnya perasaan Lingga saat ini ia segera menjadi ayah.


"Janinnya sehat, ia baru berusia kurang dari satu bulan jadi agak rentan, janin akan lebih kuat dan kemungkinan bertahan akan lebih tinggi saat berusia lebih dari empat bulan, sang ibu harus rutin mengonsumsi makanan sehat dan tinggi vitamin agar bayi dan ibu sama-sama sehat" ucap dokter perempuan yang sangat ramah yang tengan berbicara ke arah Lingga dan Anita bersamaan, kedua calin orang tua muda itu memperhatikan dengan seksama


Lingga bankit dan menyalami dokter tersebut, "terimakasih dokter"


"sama-sama, dan satu lagi si ibu harus rajin periksa kandungan rutin tiap bulan ya biar kita bisa pantau perkembangan janin lebih baik lagi"


Anita mengangguk dangan senang.


didalam mobil Lingga dengan senyumnya yang tidak luntur sejak dari bertemu dokter kandungan tadi "jadi bumil mau makan apa malam ini?"


"aku mau nasi campur bali dan serambotan?"


ucap Anita sambil memiringkan kepalanya dengan gemas


Lingga menaikan tuas gigi mobil, "okay, tapi apa itu serambotan dan dimana dapetinya?"


"serambotan itu kayak sejenis Gado-gado tapi ada beberapa sayuran tambahan dan pake kuah bumbu Kalas, pokoknya enak banget, kamu harus coba"


"okeyyy" Lingga terseyum dan tertawa melihat antusias Anita yang tengah berbadan dua ini "tapi dimana?, aku enggak pernah"

__ADS_1


"aku kasih tau tenang aja aku arahin ketempat yang paling terkenal dengan Serambotan terbaik di seluruh Denpasar" ucap Anita bersemangat, sambil menyetir Lingga berpikir bahwa sebenarnya pengetahuan tentang makanan dan kuliner daerah Anita tidak terlalu jauh dengan Putri yang hebat memasak dan cinta masakan khas Indonesia dan ngomong-nomong soal Putri, Lingga baru ingat ia punya istri itu sempat membuatnya susah bernafas namun tidak berlangsung lama karena dipikiran Lingga bukankah Putri juga tidak pernah mencintainya dan ia percaya Putri adalah orang baik dan cukup tahu diri bahwa ia hanyalah perempuan biasa yang dijodohkan dengannya untuk menuruti keinginan om Herman, jelas Putri pasti sudah mempersiapkan diri akan kemungkinan bahwa suaminya hasil perjodohannya akan menemukan perempuan yang benar-benar dicintainya.


__ADS_2