
Pernikahan Lingga dan Anita di laksanakan di The Kamaya Bali, salah satu venue pernikahan paling populer di Bali yang berada tepat di puncak tebing Uluwatu
cukup mudah bagi Lingga mendapatkan jadwal di sini karena pemiliknya memang mengenal Lingga, Berbeda dengan pernikahan pertamanya dengan Putri kali ini Lingga memilih untuk mengundang semua orang yang dikenalnya untuk datang meski tentu saja akan mendapatkan keterkejutan dari mereka karena terkesan mendadak namun Lingga tidak terlalu peduli termasuk kekagetan dari teman-teman dekatnya yang tahu ini bukanlah pernikahan pertamanya yaitu Dika, Rangga, dan Dimas yang datang dengan rusuh dan nyelonong masuk ke kamar Lingga
"Eh Lo gila ya?, Tiba-tiba ngundang nikah mana orangnya beda lagi gue liat liat" Lingga terlihat yang ngantuk kembali tersentak mendengar suara Rangga
"Kalo orang nya sama masa nikah lagi?" Lingga menjawab santai
"Trus Putri Lo apain?"
Dika cukup tidak terima dengan kabar ini dan memikirkan istri Lingga yang dulu ia hadiri akad nikahnya
"Enggak gue apa apain, kita juga pisahnya baik-baik, tenang aja dia nya juga enggak masalah, kami nikah kemaren bukan sama-sama mau" Lingga berbunyi sambil mengalihkan pandangannya
"Trus kenapa mendadak-mendadak gini?" Dimas mengeluarkan pertanyaan yang ada di otaknya "jangan jangan?" Dengan mata memicing
"Iya bener, gue cinta sama dia udah dari lama dim, jadi gue seneng lah meski dalam kondisi begini" Lingga tau arah pembicaraan Dimas "gue bertanggung jawab yang penting"
"Serah Lo deh, bye the way banyak tuh anak anak kantor yang datang" Dimas melihat ke arah Rangga dan Dika "sekalian liburan, kapan lagi punya boss yang ngundang ke Bali buat pernikahan nya" mereka tertawa bersama.
Malam yang menegangkan untuk Lingga dan Anita karena besok adalah acara pernikahan mereka, Ratna mama Lingga mendatangi calon menantunya, tentu saja ia sangat bahagia mendengar wanita itu sedang mengandung anak dari Lingga, ia benar-benar bersemangat untuk menemui sekaligus menenangkan hati si mempelai wanita agar tidak terlalu cemas
Klek
Ratna membuka pintu kamar mempelai wanita dan ia cukup terkejut karena hanya Anita sendirian di kamarnya, biasanya di hari pernikahan kamar perempuan akan sering dikunjungi oleh keluarga dan ibunya
"Hai Anita ya?" Sapa mama Ratna ramah sambil menciumi bau harum dari kamar pengantin yang sudah dihiasi banyak bunga, malam ini Anita sudah menempati kamar pengantin sedangkan Lingga ia menyewa kamar lain sampai besok hari pemberkatan selesai ia baru bisa tidur bersama Anita di kamar ini
Anita yang agak sedikit tegang hanya bisa tersenyum dan mengangguk pada ibunya Lingga, ia pernah melihat wajah mama Ratna dari foto yang pernah ditunjukkan Lingga dan foto keluarga yang pernah di post oleh Lingga di akun Instagram nya, mama Ratna masuk dan duduk di kasur Anita, ia sendiri sedang duduk di kursi meja riasnya
"Mama kamu mana?"
Mama Ratna bertanya
"Papa ada di kamar samping ma lagi tidur tapi mama aku udah enggak ada sejak aku kecil"
Anita menjawab dengan mengulas senyum
"Aaaa maaf, mama enggak tau, Lingga belum cerita" Ratna merasa tidak enak karena menanyakan hal itu, ia tidak tahu apa-apa tentang calon menantunya ini dan tidak ingin membuatnya menjadi sedih di malam menuju hari bahagianya ini
"Enggak apa ma, aku udah biasa"
Memang benar ia sudah terbiasa, lagi pula sejak kecil ia sudah tidak punya ibu jadi ia tidak punya sosok mama yang di rindukan
__ADS_1
"Kamu sedang mengandung anak Lingga benar?" Mama Ratna bertanya dengan nada yang ramah
Anita mengangguk dengan antusias
"Boleh mama pegang perut kamu?"
Ratna mendekat dan menyentuh perut Anita yang sudah mulai tidak rata
"Sudah cek ke dokter?" Mama Ratna bertanya menatap Anita dengan ramah
"Udah ma kemarin sama Lingga, kata dokter dia sehat" senyum lebar Anita
"Mama senang mendengar kabar ini" Ratna pindah duduk di pinggir tempat tidur
"Namun juga sedih karena nyatanya Lingga sudah selingkuh dari istrinya"
Senyum tadi jadi pudar setelah mengingat kenyataan itu
"Maaf ma aku sangat menyesali hal ini"
Anita tau dia diposisi yang salah
"Enggak, enggak papa mereka juga sudah berpisah dengan baik baik dan semua menerima keputusan ini, lagi pula bagaimana pun Lingga lah yang salah jadi dia harus bertanggung jawab, meski memang istrinya pasti merasakan sakit hati dan sedih yang dalam"
"Walaupun mereka menikah tanpa memiliki rasa cinta tetap saja rasa sakitnya akan tetap sama mengetahui suami yang sudah kita urus ternyata bercinta dengan wanita lain di belakang kita"
"Ma Anita minta maaf, Anita sebelumnya tidak tahu mengenai Lingga yang ternyata sudah menikah" Anita tertunduk ia sadar ia salah sudah menjadi perebut suami orang dan menyakiti hati perempuan lain
"Sudahlah ini kesalahan Lingga, mama harap pernikahan ini menjadi langgeng selamanya"
Ratna mengusap dengkul Anita
"Amin ma" Anita tentu harus menjawab amin pada pernyataan mama Ratna barusan
"Jadi kalian akan tinggal di mana? Jakarta atau Denpasar?" Mama Ratna mengubah topik pembicaraan yang sedih menjadi lebih ringan
"Sepertinya akan tetap di Denpasar ma, karena di sini Anita punya pekerjaan yang belum di selesaikan"
"Pekerjaan apa?"
"Anita sedang dalam menjalankan proyek pembangunan apartemen minimalis di utara kota Denpasar ma, dan Anita bertanggung jawab dari mencari investor sampai memasarkan semua unit apartemen nya nanti"
"Kamu bekerja di dunia properti?"
__ADS_1
Anita mengangguk "iya ma"
"Pantes Lingga suka, Lingga itu suka perempuan yang pintar apalagi pintar dalam bisnis, waaaa dia akan kepincut dengan cepet, apalagi orangnya cantik kayak gini" Ratna menggoda calon menantunya ini
Dengan itu hatinya berbunga, Anita jadi merasa malu di puji oleh calon mertuanya
"Mama bisa banget" di akhiri tawa ringan oleh Anita
"Ada berapa unit apartemen nya nanti?"
"Ada sekitar 600 unit ma secara keseluruhan, memang tidak terlalu banyak karena tempatnya juga terbatas tapi karena konsepnya minimalis dan modern maka akan sangat menarik bagi generasi muda masa kini"
"Aaaa iya, semoga lancar ya semua kerjaan kamu, jaga lupa jaga kesehatan juga"
"Iya ma Apartemen nya masih dalam tahap pembangunan kok, mungkin paling cepat pertengahan tahun depan baru selesai"
"Iya sekarang fokus ke kehamilan kamu dulu ya, mama akan sering-sering liat kamu dan bantu-bantu kamu kalo lagi bingung dan atau butuh bantuan orang yang sudah berpengalaman mungkin" di akhiri dengan senyum bercanda mama Ratna
"He he iya ma pasti, Anita pasti butuh bantuan mama karena ini bakalan jadi pengalaman pertama Anita"
"Yaudah semua udah si siapin kan untuk besok?"
"Udah ma"
"Eh iya mama mau bilangin sama kamu, Lingga itu orangnya agak berantakan kalo di kamar jadi kamu harus sabar ya"
"He he iya ma"
"dan satu lagi nanti kalo kalian ada masalah cerita ke mama ya, jangan ke yang lain, mama akan terima kok semua kesalahannya Lingga tanpa menyudutkan kamu"
"Iya maa" senyum Anita karena perhatian mamanya Lingga ini
"Yaudah sekarang tidur ya biar besok seger"
Mama Ratna berjalan keluar dari kamar dengan santai dan ternyata tidak seperti yang di bayangkan oleh Anita bahwa dia akan di marahi oleh mamanya Lingga tau disudutkan karena sudah menggoda anaknya namun ternyata salah, Mamanya Lingga ada sosok ibu yang baik dan perempuan yang tahu perasaan sesama perempuan dan Anita merasa beruntung mendapatkan mertua seperti itu
TEMEN-TEMEN SEKARANG AUTHOR BAKALAN UPDATE SETIAP HARIIIIIII
SETIAP JAM 1 SIANG
SATU BAB SATU HARI
KALO ANGKA PENONTONNYA RAME MUNGKIN BAKALAN DUA BAB SATU HARI
__ADS_1
POKOKNYA TERUS PANTENGIN NASIBNYA SI PUTRI YA WKWKWKWK