Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Bali 2


__ADS_3

Lingga pagi ini sudah rapi dengan baju kaos abu abu dan celana pendek yang baru saja ia beli, Lingga mengundur jadwal penerbangan nya menjadi lebih siang, karena ia berencana jalan jalan bersama Anita pagi ini, Anita bilang lebih baik mereka langsung bertemu di pantai Nusa Dua, pantai yang dekat dengan hotelnya lingga.


Anita dan lingga berjalan di tepi pantai di pagi hari dan pantai terasa sepi, mungkin masih pagi


"Nita apa kamu suka pantai?"


"Lingga, Lo banyak berubah ya sekarang?"


"Emang iya, apanya"?


Tersenyum sedikit menunduk


"Sekarang udah berani banyak ngomong"


Tersenyum lebar


"Pake nanya kamu suka pantai lagi"


(Tertawa)


Lingga ikut tertawa


"Emang aku dulu gimana, sampe ngomong aja dibilang perubahan"


"Kamu dulu suka liatin aku kalo aku lagi di ruangan BEM"


"Terus kalo lagi ketemu di mana gitu, kamu orang nya diem, terus sampe masuk semester semester akhir kalo enggak salah, baru berani ajak aku ngomong langsung, udah berani ngajak makan"


Anita tersenyum dengan tertawa mengingat itu


"Dulu kamu pacaran sama Angga"


"Trus aku yaaa enggak berani dong sok sok Deket sama wakil BEM yang pacarnya hokay berat"


Lingga tertawa lebar


"Takutnya dia salah faham, padahal kan aku cuma mau kenalan sama wakil BEM kebanggaan fakultas ekonomi"


"Aku baru berani waktu kamu udah putus sama Angga"


"Lingga kamu tau?"


Anita berbicara pelan dengan nada rendah


Lingga menoleh


"Apa?"


Anita berhenti berjalan

__ADS_1


"Kita cerita sambil duduk di situ yuk"


Lingga mengikuti langkah perempuan yang sedang bersamanya itu


"Eh aku pesen roti sama minum dulu"


Ya Anita memang belum sempat sarapan karena di pagi pagi buta Lingga sudah menelpon dan memberi tahu dia ingin jalan jalan


"Kamu udah sering ke sini?"


"Iya beberapa kali, terbilang sering sih"


"Sekalian pesen dua, buat aku"


"Okey".


"Nita kamu tadi mau bilang apa"


Sambil menyesap minuman soda di depannya


"Ah iya"


"Kamu inget sama Angga kan ya"?


"iya"


"Dia mantan suami aku"


Lingga terkejut namun tetap diam dan mendengarkan


"Kami memang menunda memilik anak, Angga harus fokus membantu permasalahan perusahaan ayahnya"


"Sampai perusahaan ayahnya bisa selamat, giliran pabrik perusahaan ayahku yang bermasalah, terbongkar hutang-hutang bank perusahaan ayah, yang aku belum tahu sebelumnya, sampai ayah Angga memaksa Angga menikah dengan anak pemilik perusahaan yang berkerjasama dengan tambang ayah Angga"


Anita menarik nafas


"Ya hidup memang tidak bisa di prediksi"


"Semoga kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik"


Lingga bersuara


"Sejujurnya aku dan Angga tidak bermusuhan, kami masih berteman baik, Angga masih sangat mencintai aku dan aku pun begitu setidaknya sampai hari ini karena dia masih baik padaku"


"Lingga?"


"Iya?"


"Kamu sekarang udah sukses banget ya?"

__ADS_1


"Aminn"


Anita tersenyum


"Cepetan gih nikah udah cukup umur juga"


"Kalo nikah sama kamu, kamu mau?"


Entah datang dari mana kata-kata itu yang Lingga tau saat itu cuma satu, dia tidak mau lagi kehilangan Anita, ia sudah kaya ia bisa bersaing dengan siapa saja


Anita terkejut


"Lingga kamu boleh jomblo tapi bukan berarti gini jugak"


Anita akhirnya tertawa


Lingga menarik nafas dan berkata sangat pelan


"Aku berkata sungguh-sungguh pada mu Anita "


"Aku tidak memaksa, aku juga tidak mengharuskan sekarang"


"Kau tau, jelas sekali saat masih kuliah aku menyukai mu dan sudah bertahun-tahun dari situ ternyata perasaanku tidak berubah"


Lingga tersenyum diakhir perkataan nya untuk memberikan kesan rileks pada Anita


Anita diam, tentu saja Anita sudah sering di tembak oleh banyak laki-laki sejak masih sekolah dan ditembak oleh laki-laki yang tidak kau suka pasti rasanya ingin muntah dan segera pergi dari tempat, namun saat ini berbeda, Lingga sudah digambarkan dikepala Anita sebagai laki-laki yang berkelas tinggi, semua orang di acara bisnis semalam malam tidak ada yang tidak tahu bahwa di dalam ruangan itu ada keponakan kesayangan presiden sekaligus pebisnis handal, jelas Lingga bukan laki-laki sembarangan


"Lingga kau bisa dapatkan perempuan yang lebih dari aku"


"Aku seorang janda, yang masih punya hutang milyaran pada bank"


"Anita, aku pernah mencoba menyukai perempuan lain, namun ketika bertemu denganmu lagi aku sadar perasaanku masih sama padamu"


Lingga tersenyum


"Jangan bingung dan takut"


"Aku tidak memaksa, mari kita berteman dekat sampai kau juga punya perasaan yang sama"


"Aku aku sejujurnya belum pernah dekat dengan pria manapun setelah bercerai"


"Jadi"


Anita melihat ke arah pantai


"Tapi sepertinya aku harus mencobanya"


"Pikiran ku selalu berkutat pada Angga, aku harap bisa mengganti nya"

__ADS_1


"Aku akan berusaha"


Lingga memegang tangan perempuan yang berparas sangat cantik itu


__ADS_2