Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
milksusu


__ADS_3

Telepon itu tertutup dan menampakkan nama "Om Herman"


Lingga tidak takut, ini adalah keputusan yang benar baginya, lagi pula ini adalah hidupnya. kebahagiannya sudah di depan mata, Anita sudah jadi miliknya.


Herman meminta Anita dan Lingga berkumpul di rumah Poernomo yang ada di Jakarta, ia menyampaikan itu melalui pesan singkat .


Terik matahari sudah menjadi sahabat bagi jalanan ibu kota, toko bunga Putri sudah ikut hanyut dalam hiruk pikuk geliat ekonomi kota besar itu. Putri ikut membereskan stok sembari yang lain sibuk membungkus pesanan online maupun offline dan tebak siapa yang mengajari Putri untuk membuka layanan online di toko Oren maupun Hijau itu? Ya dia adalah Dina, dia adalah yang paling update perihal sosial media


"Sin pesanan anak-anak SMA itu sudah selesaikan?" Dina memastikan


"Udah kak" Okta yang membalas


"Gue nyelesain yang pesanan wisuda kak"


Srekkk sriiiiiiit srekkkk plekkkk


Sindi menjawab sambil sibuk mengelem paket kardus itu


"Yang Lo lem yang siapa?"


Dina sedang mencentang pesanan yang masuk melalui laman di toko Oren


"Paket lamaran yang dari Bandung"


Sindi mengangkat kota kardus tadi ke arah samping pintu untuk di kumpulkan


"Berarti udah semua ya pesanan yang masuk kemaren di proses"


"Iya kak"


"Wahhh bagus ya kerja kita, enggak nyangka kita bisa handle pesanan sebanyak ini" Putri mendekat dengan bangga, "Ini rasanya mustahil terjadi beberapa tahun yang lalu" Putri terdiam dan memandangi se isi tokonya

__ADS_1


"Okey sekarang udah siang bolong, jam segini biasanya jarang orang beli bunga, so kalian berdua bisa ya jaga toko sampe sore, Gue sama kak Putri mau pergi bentar aja, Kak Putri sumpek kali di toko terus dua puluh empat jam di toko mulu seminggu ini"


Dina berbicara


"Sampe sore itu enggak bentar kak" Sindi menjawab


"Iya maksudnya lama" Dina menimpal


"Eh tapi bisa kan?"


Putri bertanya


"Bisa kak, sampe malem pun bisa, asal ada uang lembur aja hehehehe" Okta sudah bisa bercanda


"Enggak sih, kita enggak bakal lembur, toko bunga macam apa yang lembur coba" Putri tertawa


"Kan gaji udah naik, paling kalian mau di beliin apa aja nih?"


"Giliran gue aja yang ngomong pada durkaha Kelen ya?" Dina berbunyi kesal


"Becanda kak" Sindi senyum cengenges tidak enak hati


"Tenang aja kita bawain martabak deh ntar" Putri mengambil tasnya dan bersiap.


Jam tiga sore Jakarta tetap padat namun cuacanya yang tidak terlalu terik lagi. Putri dan Dina turun dari mobil taxi online tepat di depan pusat perbelanjaan


"Kak kita perlu ke dokter dulu nggak sih buat nanya susu buat ibu hamil yang mana yang cocok?"


"Emang ada banyak jenisnya ya?, Bukannya cuma beda rasa doang, susu ibu hamil mah sama aja nggak sih isinya"


Mereka berjalan melewati eskrim yang sedang banyak berseliweran di sosial media

__ADS_1


"Eh kak ada milksusu, beli Dudu yuk, kata temen aku enak banget ini"


Dina antusias ikut mengantri namun setelah itu dia sadar ada kursi di depan


"Kakak duduk di situ dulu ya bentar" Dina memegang tangan Putri dan menuntunnya ke kursi panjang di dekat mereka


"Beliin juga ya" Putri berbunyi


"Siyap, rasa apa?"


Didalam hati Dina ingin nyeletuk 'Rasa yang pernah ada gimana?', namun itu mungkin tidaklah lucu jika di tanyakan pada kak Putri untuk saat ini jadi dia memilih diam


"Rasa coklat aja deh" tersenyum tipis dan menunduk


Cukup beberapa menit untuk pelayan eskrim viral itu dengan cepat memencet mesin eskrim mereka hingga antrian Dina sampai dan Dina mendapatkan eskrim yang dia pesan


"Nih kak", Putri menyambutnya dengan senang


"Sebenernya gue juga bisa ikut antri kan hamilnya belum besar-besar banget"


"Yahh kak santai aja, lagian kalo kita antri berdua ya sama aja lah".


"Eh orang-orang pada beli yang ada bobanya tau, liat tuh cowok beli Sunday Boba kayaknya enak banget, ehhh dia kasih ke ceweknya" Putri dan Dina melihat pergerakan laki-laki yang mereka bicarakan


"Itu Sunday Boba terakhir kak, kata mbanya habis" Dina cukup sedih


"Oooo yaudah deh, yok kita langsung ke tempat belanja aja" Putri berjalan meninggalkan tempat tadi


Sebenarnya Putri dan Dina termasuk jarang berbelanja di supermarket karena tentu saja terlalu berlebihan jika di dekat toko bunga mereka sendiri ada toko kelontong yang menyediakan hampir semua kebutuhan, namun untuk masalah susu bayi Putri rencananya mau membandingkan harga dan melihat berbagai rasa yang bisa di pilih.


Ia ingin membeli susu mahal untuk janin yang ada di perutnya setidaknya itu yang bisa ia berikan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2