
Anita keluar dengan dress hitam bermanik-manik sedikit berlian yang bagian atasnya berbentuk Love sehingga mengekspos dadanya yang terlihat membusung dan padat, pakaian itu ia beli bersama Angga saat mereka jalan-jalan ke mall dan melewati toko merek mahal Dior, salah satu hal menyenangkan dari memiliki pacar seorang Angga adalah ia bebas belanja apa saja saat ia bersama pria itu dan Anita tidak bisa berbohong ia sangat senang akan hal itu dan tidak ingin kehilangan kebiasaan itu
Mereka akan dinner di restoran mewah milik hotel dimana tempat Anita menginap, jadi Anita tidak perlu pergi terlalu jauh, hanya tinggal mempersiapkan diri dan melangkah
Jam delapan malam, di bagian Rooftop terluar dengan hiasan lampu lampu kuning yang menggantung dan hanya satu meja dan dua kursi di sana, Anita tersenyum ke arah tempat yang sudah di pesan oleh Angga, ia benar benar menyukai saat Angga sungguh-sunguh mempersiapkan malam ini
"Anita?"
Ada yang menarik kepala Anita untuk menoleh melalui telinganya
"Lingga?"
Hei kenapa Lingga ada di tempat ini?
Jantung Anita tiba tiba berdetak tidak karuan, tidak ini bukan deg degan karena jatuh cinta, ini terjadi karena Anita belum ingin Lingga tau bahwa Anita masih memiliki hubungan dengan mantan suaminya sekaligus mantan teman satu kampus Lingga sendiri, Anita masih perlu Lingga yang menjadi penggemar beratnya untuk melancarkan proyeknya, bukan berarti Anita ingin menipu Lingga tapi memang proyek yang Anita sarankan itu akan menguntungkan kedua belah pihak termasuk Lingga sendiri, Anita hanya perlu semua proses dipermudah dengan adanya Lingga di sebelahnya.
"Kamu?"
Lingga menggantung kalimatnya sambil memperhatikan penampilan Anita dari atas kepala hingga bawah sepatu, Anita mengagumkan malam ini, bisik Lingga di kepalanya
"Kamu mau menghadiri acara launching produk pipa terbaruku?"
Mata Anita melotot terkejut dia bingung harus bagaimana
"Emmm sepertinya"
Tapi akhirnya dia tertawa dan tersenyum untuk menetralkan jantung nya
"Ikut aku"
Lingga menarik tangan Anita dengan cepat namun tenang
Sambil terlihat seperti menyeret Anita Lingga bicara
"Acaranya di ballroom tapi belum mulai"
"Kita bisa ke rooftop paling atas"
"Okey baik tapi pelan saja jalannya Lingga"
Anita berbunyi di belakang
Lingga tentu saja tidak menyeret Anita sampai ke atas dengan jalan kaki melewati tangga darurat, Lingga tau letak Lift VVIP di hotel ini
"Lingga kita mau kemana?"
Tanya Anita didalam lift
"Ke atas, aku cuma dateng buat ngecek acara aja, tapi launching nya udah ada yang urus, udah ada temenku yang handle juga, ntar ada artis datang buat ngehibur tamu undangan"
Acara terus berjalan tanpa kita
"Lingga kamu udah sering kesini?"
Anita bertanya sambil menoleh keatas melihat wajah Lingga
"Iya"
Lingga berbunyi sambil terus tersenyum dan memasukan tangannya di saku celana
Hati Anita sebenarnya sangat cemas ia takut Angga datang dan tidak menemukannya di tempat yang sudah di pesannya, Anita meremas ujung bajunya, sementara wajahnya memang sudah basah karena berkeringat dari tadi
Ting
__ADS_1
lift sudah sampai di pemberhentiannya
Lingga mengajak Anita keluar dari lift dan apa yang dilihat oleh perempuan itu adalah tempat paling atas gedung itu dimalam hari sudah terpasang layar besar, sebuah sofa besar dan panjang, pemanggang yang sudah terisi makanan dan bahkan sudah mengeluarkan bau untuk menggoda, saat kaki Anita sudah melangkah mendekat ke arah tempat itu, ia baru melihat ternyata tempat itu memiliki taman di atas gedung yang tersembunyi jika di lihat dari satu arah, ada banyak bunga yang dengan royal di sinari oleh lampu sorot besar dan warna warna yang membuat tempat itu menjadi ajaib
Mereka sudah di tengah tempat itu
"Apakah tempat nya bagus?"
Tanya Lingga dengan wajah sendu
Anita melihat Lingga dengan menengadah senyum sumringah nya
Ia hendak mengangguk namun
Dritt drittttt
Suara pesan masuk dari handphone Anita
"Sebentar"
Lingga mengangguk
*Angga
-Anita aku minta maaf, aku sedang terjebak sebuah rapat yang mendadak, aku benar-benar meminta maaf, kau boleh meminta apapun padaku nanti untuk hal ini--
Hati Anita rasanya perih, setelah meniduri Anita semalam Angga belum menemuinya lagi, apakah sulit baginya untuk melihat wajah Anita sebelum ia pergi kembali ke Bali besok pagi
Anita melihat Lingga sedang duduk di sofa besar itu, ia ingin melepaskan perasaan yang sedang menderanya saat ini perasaan yang sangat tidak menyenangkan, mungkin dengan menanggapi Lingga perasaannya akan lebih baik
Ia mendekat pada Lingga, duduk diatas paha Lingga dan memeluknya
Mata Lingga melotot, tubuhnya tegang
"Lingga"
Anita memanggil didalam pelukannya
"Emm?"
Lingga menanggapi, tangannya mulai menyapu surai Anita
Anita mendongak, matanya merah dan basah
"Untuk apa ada layar besar disini?"
"Untuk menonton?"
Jawab Lingga dengan bingung karena melihat keadaan Anita sekarang
"Boleh aku memutar film yang ingin ku tonton?"
Anita melihat Lingga dengan wajah memelas
Tanya wajah yang imut itu saja sudah pasti Lingga mengizinkan, apalagi dengan wajah menggemaskan itu
Lingga sedikit tertawa
"Ya tentu saja"
"Kau bisa sambungkan dengan handphone, atau mengaturnya lewat remote itu"
Anita mengangguk dan melepaskan pelukannya, ia mulai mengatur layar itu agar menampilkan film yang ia inginkan
__ADS_1
Lingga tersenyum dan berlalu mengambil kan makanan untuk menemani mereka menonton
Mereka duduk berdua di sofa nyaman itu sambil menonton film fifth shades of the grey film yang kalian tau sendiri isinya apa wkwk
Mereka di atas gedung dan hari sedang malam, tentu saja dingin, dan tentu saja juga Anita pasti menempel di badan Lingga untuk mencari kehangatan, awalnya Lingga menikmati kehangatan sekaligus bisa memeluk Anita seperti ini, namun entah kenapa dia jadi gelisah, ditambahkan Anita semakin lama semakin erat menempeli tubuh bagian depan Lingga dengan kepala menikmati hangatnya dada bidang Lingga
Lingga gelisah ada sesuatu di bawah sana yang memberontak, dan sepertinya tidak jauh berbeda dengan Anita yang menikmati filmnya, ternyata ia juga nampak gelisah dengan terus menggesek-gesekan tubuhnya pada Lingga
Apa-apaan ini Lingga tidak berdaya, Anita melihat wajah Lingga cukup lama dan chup bibir Anita mendarat di bibir Lingga, Lingga hanya diam namun Anita pintar memainkan permainan membuat Lingga menjadi lebih tidak nyaman
"Anita?"
Lingga menghentikan ciuman mereka
"Kamu kenapa?"
"Lingga apa kamu memesan kamar disini?"
Anita berbunyi dengan nada suara sedikit serak dan pelan, dari matanya Lingga bisa melihat ada ***** yang sudah berkobar
Sumpah demi apapun Lingga juga sudah terangsang rasanya dia sudah tidak bisa lagi menahan apa yang ia punya dibawah sana
Aku akan antar kamu ke kamar, aku akan pesan sekarang
Lingga mengambil telpon
Mendengar itu Anita tersenyum, ia senang merasa menang sambil tangannya terus mengelus pundak Lingga, Anita malam ini butuh pelampiasan untuk kemarahannya pada Angga, laki-laki itu harus tau ada banyak yang menginginkannya dan jangan sampai dia menyesal saat Anita sudah benar benar lelah pada hubungan tidak jelas mereka.
Lingga menaruh tubuh Anita di atas kasur, dan menciumnya sebentar, mata Anita sudah sangat sayu
"Lingga aku ingin kau lakukan itu malam ini"
"Anita?" Lingga menyeka rambut dari wajah Anita
"Apa kau mabuk?"
"Bagaimana kalau kau hamil?"
"Aku tidak peduli"
Jawab Anita
Jelas Anita sedang dalam keadaan yang kacau, ia tidak ingin mengambil kesempatan dalam situasi ini, Lingga masih waras, tidak ingin mendapatkan Anita dengan cara seperti ini
Ia memejamkan mata
"Nita, maaf kan aku, kali ini tidak bisa, aku tidak ingin mengecewakan kamu saat besok pagi kau bangun"
Lingga melepas tubuh Anita dan pergi keluar kamar
"Ngga lingga jangan pergi aku ingin malam ini"
Teriak Anita dari dalam kamar sebelum Lingga menetupnya dan pergi menjauh
Tubuh Lingga sudah panas, nafsunya juga sudah di ubun-ubun, ia bergegas mencari mobilnya dan mengendarai nya sampai kerumahnya, ia mencari Putri satu-satunya perempuan yang bisa Lingga sentuh saat ini, dan memang Lingga pun juga sangat menikmati saat mereka bercinta
Lingga membuka kamar, ia melihat Putri sedang memakai handuk di tubuhnya, Putri melihat Lingga dengan ekspresi terkejut karena Lingga bilang akan pulang larut malam hari ini
"Put, aku membutuhkan tubuhmu"
Mata sudah satu saat melihat Putri dalam keadaan seperti itu nafsunya jadi lebih baik lagi
Putri hanya diam saat Lingga menarik nya dan melepas handuk yang ia kenakan sambil tergesa-gesa menutup pintu kamar.
__ADS_1