Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
I FEEl GOOD


__ADS_3

Tengah hari waktu Indonesia tengah, Bali begitu cerah. Lingga melihat langit dari jendela pesawat, langit yang indah dan Lingga memegang secangkir es lemon dengan madu ditangannya, terdengar suara pemberitahuan menggema bahwa pesawat akan segera mendarat, Lingga memasang kaca mata hitamnya seperti layaknya sedang mendengarkan lagu I Feel Good yang terkenal, Lingga melangkah segera setelah pesawat mendarat, ini seperti liburan baginya tidak ada pekerjaan kantor yang harus ia kerjakan hari ini di Bali dan ia akan bertemu dengan ayah Anita, pak Bahri yang terkenal dermawan memberi donasi pada mahasiswa yang kurang mampu dulu saat dikampus Lingga masih ingat betapa ia dulu mengagumi sosok pak Bahri dulu tentu saja dengan anak gadisnya yang cantik.


Ting!


Suara pesan masuk


'kau sudah berangkat?' -Anita-


'aku sudah sampai' balas Lingga


'beneran?' -Anita-


'iya sekarang dengan menuju apartemen'


Lingga mengirim lagi


'okey nanti jam dua akuĀ  jemput' -Anita-


'baiklah sayang' Lingga menutup ponselnya sambil terus berjalan membelah keramaian bandara Internasional Ngurah Rai


"Guys kalian semua siap-siap jam dua kita otewe dan jangan lupa tampil yang cantik saat menjemput calon investor kita"


Anita mengambil tasnya dan kembali bicara pada teman-teman nya


"Cantik dan tetap kelihatan profesional maksudnya, inget siapa jemput siapa ya"


"Siap Anita tenang aja, semua didalam kendali" jawab Tina meyakinkan


"Yoi" jawab Ayu dan empat orang lain


"mereka enggak tau tempatnya, jadi kalo enggak di jemput mana bisa mereka datang"


"Aku mau jemput calon suami dulu, bye"


Anita berlenggok keluar sambil di iringi bunyi 'uuuuuuu' oleh teman-temanny, Anita bilang pada teman-teman ia berpacaran dengan Lingga dan akan meneruskan ke jenjang berikutnya


Anita kembali ke rumah dulu untuk berganti pakaian ia masuk kedalam kamarnya dan langsung mendidikan bokongnya di kursi didepan meja rias, ia melihat wajahnya didalam meja rias itu, tiba tiba wajahnya menjadi sendu dan sedih "apa yang aku takutkan, Lingga pasti mau menikahi ku"


Anita menyentuh perutnya dan mengusap nya


"Nak ayah kamu itu seorang CEO muda sekaligus keponakan seorang Presiden"


"Mama pastikan kamu sudah punya ayah saat lahir"


"Kita akan hidup bahagia"


Bulir-bulir air membasahi mata Anita dan turun ke pipi pink-nya yang indah, Anita mengusap nya dengan kasar


"Ini bukan waktunya menangis, ini waktunya berperang dan kita akan menang"


"Ayahmu yang bodoh itu harus melihat bahwa kita bahagia tanpanya"


Anita mengambil tisu dan mengembuskan ingus


"Bahkan mama yakin dia bukan ayahmu, ****** Lingga lah yang tumbuh di perut ku bukan pria pengecut itu"


Kata kata itu keluar dengan yakin dari wajah Anita yang menampakan kesedihan sekaligus kemarahan di depan cermin kamarnya

__ADS_1


Setelah lima belas menit menenangkan diri, Anita menghembuskan nafas


"Mari menemui ayahmu"


Anita memilih datang satu setengah jam lebih awal, ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak Lingga bahkan mungkin ia ingin Lingga menyentuhnya lagi dan mengeluarkan cairannya didalam agar Lingga tidak bisa lepas lagi darinya.


Ia mengambil micelar water dan mulai membersihkan make up-nya yang sudah berantakan dan mulai melukis ulang make up pada wajahnya yang memang sudah cantik seperti aktris-aktris Hollywood, bahkan Anita masih bisa bersaing mengalahkan aktris-aktris itu.


Dari bandara Lingga tidak langsung ke apartemen, ia singgah dulu ke toko bunga yang searah ke tempat tinggalnya, Lingga bertanya pada pemilik toko, bunga mana yang paling cocok diberikan untuk orang tercinta lalu pedagang bunga itu menunjukkan beberapa bunga yang paling banyak digunakan laki-laki untuk diberikan pada wanita, Lingga memilih yang paling cantik lalu melanjutkan perjalanan menuju apartemennya.


Lingga baru masuk dan meletakan koper kecilnya tiba tiba ada yang menekan bel, ia melihat dari lubang kecil untuk memastikan siapa yang datang dan senyum lebar terbit di wajah pria tampan itu, Anitanya yang cantik datang lebih awal ke apartemen nya


Klek, Lingga menarik gagang pintu


"Kejutan"


Anita menarik pindah keatas tanda dia senang


"Kau datang sekarang?"


Tanya Lingga dengan senyum sumringah nya


"Aku merindukanmu" Anita bicara dengan senyum


"Maksudku aku ingin kita membicarakan bisnis lebih awal" ia mengubah ekspresi nya


Lingga memasang smirk di wajahnya lalu memeluk tubuh jelita didepannya ini dan berbisik "ayo kita melakukan bisnis"


Lalu ia mengangkat tubuh Anita dan membawanya masuk kedalam, Lingga menciumi leher Anita tentu saja dari tadi matanya mengarah ke leher jenjang itu dan dada yang sangat kurang ajar itu.


"Apa kau menggoda ku sayang?"


"Lingga aku sedang menyiapkan makanan"


"Kenapa otakmu sangat mesum hah?"


Anita mendekat dengan sepiring makanan dan secangkir jus


"Makan dan kita akan langsung kelokasi"


Cup


Anita mencium pipi Lingga


"Setelah itu kita lanjutkan yang tadi"


Lingga hanya menoleh dengan smirk nya lalu mengangguk-angguk kan kepala sambil memegang piring yang berisi makanan dari Anita tadi.


Hari yang cerah namun sedikit terik, Anita dan Lingga memakai kaca mata hitam mengitari tempat bangunan ruko-ruko tua yang akan di rubuhkan, ada banyak CEO bidang pemasaran perusahaan-persahaan besar yang datang, dari mulai perusahaan perabotan rumah tangga sampai perusahaan teknologi yang akan mensponsori pembangunan apartemen berteman casual dan minimalis ini, ada beberapa dari bapak-bapak dan ibu-ibu petinggi ini yang mengenal Lingga dan mengobrol dengannya sambil menunjuk-nunjuk lokasi dengan semangat, tentu dengan adanya Lingga di proyek ini membuat banyak perusahaan lain lebih yakin untuk andil dalam pembangunan apartemen untuk generasi millenial dan Z ini.


Dari kejauhan nampak Tina dan teman-teman Anita lainya sedang bersenda gurau dan membicarakan Lingga sambil menggoda Anita dengan gestur tubuh mereka.


Anita dan Lingga berjalan mendekati tempat teman-teman Anita berada


"Eh abis ini makan di restoran yang baru buka di samping sini yuk"


Ajak Ayu tiba-tiba saat Lingga mulai mendekat

__ADS_1


"Kamu mau?"


Tanya Anita sambil memegang lengan Lingga dengan mesra


"Ayok"


"Aku jarang jalan-jalan di Bali"


Jawab Lingga dengan senyum


"Sipppppp"


Jawab teman-teman Anita serentak.


Cuma memakan waktu sangat sebentar untuk sampai ke restoran seafood yang baru buka itu, restoran yang letaknya bersebelahan langsung dengan lokasi tempat apartemen yang akan mereka bangun, restoran ini memiliki ruang utama yang luas dan ramai dengan nuansa modern dan alami namun ia juga memiliki beberapa ruang privat untuk tamu-tamu yang ingin menikmati makanan tanpa merasa sedang ditempat umum dan ramai, di tempat paling atas menjadi pilihan mereka, udara nya dingin karena hari sudah sore ditambah lagi tanaman-tanaman hijau yang didekorasi dengan tema modern menjadikan ini tempat terbaik di restoran ini dengan kelas VIP


Lingga duduk dengan santai meja yang mempunyai kursi kayu paling besar


"Silahkan pesan apa saja, saya yang akan bayar"


Sambil tersenyum ia berbunyi


Teman-teman Anita menatap nya dengan senang dan takjub, Anita cukup terkejut dengan ucapan Lingga, ia tidak tahu bahwa Lingga orang yang seloyal itu


Semua makan dengan senang dan beberapa kali meminta request lagu untuk di putar sambil mengiringi mereka memakan seafood yang dihidangkan dengan cara yang cukup unik ini yaitu seember seafood dengan saos yang enak di ditumpahkan secara langsung di atas meja didepan mata pembeli.


Semua sudah kenyang Anita pergi ke toilet untuk membersihkan mulut dan membenahi make up nya, tiba tiba Tina menitipkan tasnya pada teman di sebelahnya


"Gue mau ke toilet juga"


Anita sedang menata diri depan cermin, Tina datang dari belakang dan mencuci tangannya di keran sebelah Anita yang memang kosong


"Lo yakin bisa muasin tu boss muda sendirian?"


Anita menoleh


"Dia bukan mangsa, dia calon suami gue"


Berbicara dengan mata tegas menyala


"Kalo dia enggak mau?"


Tina masih memprovokasi Anita


"Gue hamil"


Jawan Anita singkat dan menatap Tina


Tina yang mendengar itu menjadi diam melunak, dengan memiringkan kepala


"Hebat juga Lo maennya"


"Dia emang suka sama gue dari jaman kita kuliah, jadi jangan berharap apa-apa"


Anita meninggalkan Tina dengan cepat.


Pukul tujuh malam di dalam apartemen mewah Lingga terdapat Anita yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian mandinya dan rambut yang di sanggul ke atas yang menampakan leher jenjangnya dengan sangat bebas , ia masuk kedalam kamar Lingga dengan sebotol cairan lubrikasi di tangannya, ia mendekati Lingga yang sedang membuka laptopnya di atas tempat tidur

__ADS_1


"Kau akan ke Kalimantan untuk waktu yang cukup lama bukan?"


seperti kembali mendengar lagu I FEEl GOOD ditelinga nya, Lingga menikmati malam ini


__ADS_2