Hati Untuk Adik Ipar

Hati Untuk Adik Ipar
Ingga


__ADS_3

Dika pulang dari kediaman Lingga dan Putri saat sudah mendekati adzan Maghrib


Lingga melihat ke arah kaca, ia menikmati pemandangan langit yang habis dihiasi hujan sampai mengeluarkan semburat jingga di sampingnya ini


Putri muncul dari pintu


"Aku mau mandi"


Lingga mengangkat tubuhnya agak duduk dari posisi tidurnya 


"Aaaakh"


Tiba-tiba Lingga merasakan sakit di perutnya, ternyata luka itu agak lebar


"Bantu aku berdiri"


"Lingga, luka kamu enggak bisa di bawa mandi, lebih baik ia dibiarkan kering biar cepet sembuh"


Putri duduk di tepi ranjang


"Jadi aku enggak mandi?"


"Badanku rasanya lengket dan kotor, aku akan rapat melalui virtual jam tujuh"


Lingga bertanya pada putri dengan wajah kesal


"Aku akan mengelap badan mu, mau?"


Putri mengajukan opsi 


Lingga diam berpikir, kalau begitu ia bisa sambil memainkan tabletnya untuk mengecek file


"Cepat lakukanlah"


Putri mendekat, ia membuka kancing baju Lingga, membantu nya mengeluarkan tangan, semua kain yang terpasang di tubuh Lingga ditanggal kan Putri kecuali ****** *****, Lingga tidak ambil pusing dia bahkan membuka tabletnya dan menenggelamkan diri didalam sana, Putri mengelap tubuh Lingga dengan pelan dan sedikit menggosoknya, Lingga sesekali menggerakkan tubuhnya untuk membantu Putri meraih bagian tubuh yang sulit di jangkau, Lingga sudah selesai dengan berkasnya ia bahkan merasa pusing lama-lama menatap layar terang itu, ia beralih memperhatikan Putri yang dengan biasa saja mengelap kulit yang berbatasan langsung dengan ****** ***** Lingga, Putri terlihat tenang dan profesional tapi tidak dengan Lingga, udara dingin seperti ini ditambah pemandangan diluar masih gerimis dan kulit ************ nya diusap ia merasa sedikit terganggu terutama bagian bawahnya sedikit bangun


"Sudah"


Lingga menarik selimut tebal disampingnya menutupi tubuh nya yang hampir bugil ini


"Aku mau tidur sebentar"


Putri menyudahi kegiatannya, ia juga harus mengurus dirinya sendiri ia harus mandi dan membereskan banyak hal.


Lingga melihat seorang perempuan sedang memasak dan membelakangi nya, dari jauh Lingga mendekati nya dan cuma butuh beberapa detik untuk tau perempuan itu adalah Putri, tapi entahlah Lingga menyentuh pundak perempuan itu, saat perempuan itu menoleh ia melihat wajah Anita yang cantik dan sempurna, tapi Anita dengan penampilan tubuh seperti Putri, tapi Anita dengan keterampilan memasak seperti yang dimiliki Putri, perempuan itu bingung kenapa Lingga hanya diam, perempuan itu menyentuh pundak Lingga


"Lingga"


"Bangun"


"Lingga"


Putri menepuk wajah suaminya ini


"Kamu mau rapatkan?"


Lingga membuka mata perlahan


"Sekarang udah jam tujuh, ayo bangun"


Lingga masih melihat sosok didepannya dengan mata sayu mengantuk Ia pun mengangguk pada perkataan Putri


"Tolong ambilin baju"


Lingga bersuara dengan serak dan rendah


"Aaah" Lingga memaksakan dirinya duduk sambil kakinya selonjoran di tempat tidur


"Kemeja?"


Putri bertanya sambil melihat isi lemari


"Enggak, kaos putih aja yang panjang"

__ADS_1


Lingga sudah duduk dengan rapi sambil bertelanjang dada dengan kaki yang ditutupi selimut


"Nih"


Putri meletakan baju itu di paha Lingga dan ia langsung memakainya


"Kamu butuh meja kan ya?"


"Ah iya, buat narok laptopku"


Sambil menggaruk kepalanya


"Sebentar"


Putri turun kebawah mengambil meja kecil 


Sedangkan Lingga langsung menyalakan laptop dan memulai aplikasi zoomnya 


"Inih"


Putri memasang kan meja itu didepan Lingga tepat diatas pahanya


"Ada lagi?"


"Sudah"


Mendengar itu Putri berpaling untuk turun kebawah dan tidak menganggu rapat suaminya


"Eh"


Barus saja melangkah satu langkah keluar pintu Putri dipanggil lagi


"Tolong buatkan kopi"


Lingga meminta dengan wajah yang ramah


"Okey"


"yang hangat kuku"


Putri mengangguk


"Kopi susu"


Lingga tersenyum nyengir


Putri menahan langkahnya lagi


"Enggak sekalian roti atau apa?"


"Iya sekalian roti"


Lingga nyengir lagi lebih lebar


"Roti panggang ya"


Putri kembali menahan langkahnya dan mengangkat alis, seperti berbicara 


'ada lagi?'


"Udah itu aja"


"Okey tunggu sebentar ya"


Ucap Putri


Lingga mengangguk


Putri melihat Lingga mengangguk dengan senyum, itu lebih terlihat seperti anak kecil yang sedang mengangguk menunggu makanannya datang didepan meja belajar kecilnya


Setelah sedikit lama berkutat di dapur


Klek

__ADS_1


Putri masuk kedalam kamar


Membawa pesanan Lingga tadi, sepertinya rapat sudah dimulai, jadi ia meletakan nampan tebal itu disamping kanan Lingga tepat dimana Putri tidur dan pergi meninggalkan Lingga dengan kegiatannya


dua jam Lingga masih bersama aktivitasnya dikamar


Tuk tuk tuk tuk 


suara orang menuruni tangga


Putri yang sedang duduk menonton tv di ruang tengah menoleh, ada Lingga sedang berjalan membawa nampan berisi Mangkuk dan cangkir disana


"Kamu bisa panggil aku"


Putri meninggalkan tempat duduknya dan mendekati Lingga


"Aku mau makan nasi baru tidur"


Lingga mengadu


"Roti aja kurang kenyang"


"Aku bisa bawain ke atas"


Putri mengambil nampan yang ada di tangan Lingga


"Kaki aku masih bisa dipake jalan, yang luka cuma perut"


"Kaya orang sakit parah aja makan nasi didalam kamar"


Lingga turun


"Lauk yang tadi siang masih ada kan?"


Putri mengerutkan kening


"Abis"


ia menyusul Lingga yang mengarah ke dapur


"Yaudah masakin nasi goreng aja"


Lingga berbicara seperti itu sambil duduk manis di kursi meja makan yang ada di dapur


"Kirain kamu udah kenyang tadi sore makannya banyak banget"


Putri sambil memakai celemek siap untuk memasak


Lingga melihat dari belakang, persis sama seperti yang ada di mimpinya, Putri dengan baju itu dan celemek itu bedanya saat berputar orang itu bukan Putri melainkan Anita


'andai mimpi itu jadi kenyataan, Anita yang aku nikahi dan Anita yang sedang mengurusku seperti ini sekarang pasti sangat membahagiakan' Lingga berbunyi didalam pikirannya.


Putri memasak dengan tenang dan tanpa terganggung dengan Lingga yang memperhatikan nya dari belakang, Lingga menunggu dengan sabar makanan itu selesai dan Lingga sudah tau pasti bahwa makanan yang dibuat Putri pastilah enak bagaimanapun cara ia memasak, meski memang dengan melihat cara seorang perempuan memasak kita juga bisa menilai apakah ia sering masuk kedapur dan bertemu bahan makanan atau tidak


Putri menoleh dengan sebuah piring yang sudah penuh dengan nasi goreng tidak biasa buatannya, apapun itu Lingga pasti memakannya dan Lingga tau dia tidak akan kecewa, sudah sejauh itu Lingga percaya pada kemampuan memasak Putri, perempuan yang secara status adalah istrinya ini.


"Nasi goreng Korea ternyata enak"


Lingga menyuap sendok terakhir nasi goreng kimchi nya


"Pada dasarnya semua makanan enak di lidah kamu Ingga"


Putri ber smirk


Lingga menyadari Putri memanggil dengan panggilan baru, sejujurnya Lingga tidak suka hubungannya dengan Putri jadi lebih hangat sebagai suami istri, Lingga ingin hubungan mereka menjadi dekat sebagai teman atau sahabat saja, karena suatu hari Lingga akan menceraikan Putri dan memilih Anita, tentu saja ia akan berbicara dengan baik dan menjelaskan dengan pelan pada Putri tentang situasinya, bukankah memang mereka menikah tanpa rasa Cinta dan Putri sendiri mengakui nya dulu.


"Dah yok tidur"


Lingga berdiri dari kursinya


Putri mengambil piring kotor bekas nasi goreng kimchi yang barusan Lingga makan


"Kamu duluan aja, nanti aku nyusul"

__ADS_1


__ADS_2