
Keesokan harinya, kedua shinigami itu dengan sukarela ikut ambil bagian dalam regu pembersihan rumah bersama Harry, Hermione, dan anak-anak Weasley. Bersama-sama mereka menyingkirkan para Doxy yang bersembunyi dibalik gorden tua di ruang keluarga. Setelah makan siang, mereka berkutat dengan isi lemari kaca pajangan yang berisi benda-benda magis yang semuanya berakhir di kantong sampah, dianggap tak berarti oleh si empunya. Sesekali Kreacher si peri rumah akan muncul sambil menggumamkan sumpah serapah terhadap mereka semua, atau ia akan menyelundupkan barang-barang tertentu di balik cawatnya, menghilang, lalu kembali lagi untuk menyelundupkan barang-barang lain.
Baik Ichigo maupun Toushiro sepakat bahwa jenis bersih-bersih yang satu ini berbeda dengan apa yang pernah mereka alami. Tentunya baik di Dunia Manusia maupun Soul Society tidak ada pembersihan dimana mereka membuang botol-botol kristal berisi ramuan tak dikenal atau darah naga. Tidak pula mereka menemukan makhluk-makhluk sihir mini yang ternyata adalah hama rumah. Namun, walau pekerjaan itu cukup menguras tenaga, kedua shinigami itu meluangkan waktu untuk berlatih kidou. Toushiro menjelaskan tentang kidou dan menyuruh Ichigo membaca teorinya lewat ponsel. Para penyihir hanya menonton mereka dan tak mengganggu. Lagipula mereka berinteraksi dengan bahasa Jepang, sesuatu yang tak repot-repot berusaha dipahami oleh para penyihir – well, kecuali Hermione, mungkin, yang melempar tatapan lapar akan informasi, yang terpaksa ditahannya karena kedua shinigami itu terlalu serius untuk berlatih.
Hari berikutnya kedua shinigami itu absen dari kegiatan bersih-bersih. Mereka bahkan sudah meninggalkan Grimmauld Place saat Harry turun ke dapur untuk sarapan sebelum berangkat ke sidangnya. Mr Weasley berkata bahwa ia akan ke Kementerian Sihir bersamanya, sedangkan Ichigo dan Toushiro juga pergi kesana, tapi mereka harus menemui Byakuya Kuchiki terlebih dahulu di King Cross yang akan berperan sebagai wali mereka. Jika beruntung, Harry akan bertemu dengan mereka di Kementerian.
Namun ternyata, setelah sidang selesai dan Harry dinyatakan bebas dari segala tuduhan berkat bantuan Dumbledore, Harry tidak bertemu dengan ketiga shinigami itu. Namun demikian, ia mendengar dari beberapa pegawai Kementerian yang lewat membicarakan tentang dua siswa asing yang akan sekolah di Hogwarts sedang melakukan registrasi di Kemenrerian Sihir. Walau masih penasaran, Harry pun kembali ke Grimmauld Place, diantar Mr Weasley.
Sesampainya di Grimmauld Place, Harry dan Mr Weasley dikejutkan dengan kehadiran seorang pria asing yang sedang bicara serius dengan Toushiro di ujung meja makan. Mulanya Harry agak heran karena melihat rona merah jambu di pipi Mrs Weasley, Tonks, Hermione, dan Ginny. Tapi detik berikutnya, saat pria itu menoleh untuk melihat Harry dan Mr Weasley yang memasuki dapur Harry tahu kenapa.
Pria muda itu tampan luar biasa. Walau tahu pria itu juga shinigami, Harry berpendapat jika dilihat dari usia manusia, paling tidak pria itu berusia akhir dua puluh tahunan. Rambutnya hitam pekat, panjang hingga melewati bahunya. Warna matanya biru gelap, setajam elang. Pria itu memakai mantel bepergian berwarna biru tua dan celana panjang hitam. Saat matanya dan mata Harry bersirobok, Harry mendadak merasa amat kecil di hadapan pria itu. Ia merasakan aura penuh otoritas dan kebanggaan memenuhi ruangan.
Tampaknya Toushiro menyadari tatapan pria itu kepada Harry. Ia berdeham, lalu memperkenalkan mereka yang baru tiba. "Mr Weasley dan Harry Potter." Toushiro mengerling sekilas ke arah si pria. "Ini Byakuya Kuchiki. Komandan Divisi 6 dari Gotei 13."
Byakuya memberi anggukan sopan ke arah Harry dan Mr Weasley. Sekarang Harry mengerti kenapa Ichigo mengatakan kalau Byakuya orang yang kaku; wajahnya yang rupawan sama sekali tak menunjukkan emosi apapun kecuali keseriusan yang terlihat jelas dari sikapnya yang elegan dan gaya bicaranya yang datar tanpa nada. Pantas pula Ichigo mengatakan pria itu dan Toushiro sebelas duabelas; sikap mereka mirip. Tak heran Ichigo tampak agak cemberut.
"Senang bertemu anda, Mr Kuchiki," kata Mr Weasley ramah. "Bagaimana urusan dengan Kementerian?"
"Sangat baik," sahut Byakuya dengan suaranya yang berat dan tanpa emosi.
"Baguslah Kementerian tidak menyulitkan kalian," komentar Sirius. "Kukira akan begitu, mengingat situasi akhir-akhir ini yang tidak menguntungkan..."
"Aku hanya agak heran karena Kementerian menginginkan Status Darah mereka.," kata Byakuya kalem, menerima secangkir teh dari Mr Weasley. "Itu tidak ada dalam rincian misi soalnya."
"Mereka meminta Status Darah?!" seru Sirius tak percaya. "Ya ampun!"
"Lalu apa yang anda katakan?" tanya Harry ingin tahu.
"Mengatakan yang sebenarnya, tentu saja," kata Byakuya kalem. "Ichigo Kurosaki memang pada dasarnya berasal dari orangtua yang masih punya hubungan dekat dengan keluarga bangsawan. Sementara Komandan Hitsugaya," Byakuya mengerling sekilas pada rekannya itu, "dia berpendapat untuk tidak menutup-nutupi asal-usulnya. Dan aku berpendapat itu cukup berisiko," tambahnya pada Toushiro.
Toushiro mengangkat bahu, ekspresinya tak peduli. "Biar saja begitu. Lagipula menurutku biarkan mereka memandang rendah salah satu dari kita, dengan begitu mereka tidak akan memperhitungkan apa yang bisa kita lakukan."
__ADS_1
"Memangnya bisa mereka tidak melihatmu?" komentar Ichigo, membuat Toushiro mengangkat alisnya. "Maksudku lihat dirimu. Dengan otakmu yang begitu kau menguasai semua pelajaran kelas sepuluh dalam waktu dua hari, apalagi pelajaran sihir. Dan sejak kapan ini tidak menarik perhatian." Ichigo menunjuk rambutnya sendiri, lalu Toushiro.
"Persis itu yang kumaksudkan," kata Toushiro bosan. "Kau tidak menyadari kenapa Kementerian menanyakan Status Darah kita? Sejak awal, mereka sudah mencurigai kita, entah itu kerjaan asli Kementerian atau Pelahap Maut. Alasannya memang tidak jelas, tapi kehadiran kita di Hogwarts akan cukup menarik perhatian karena waktu yang tidak tepat, yaitu 'isu' kembalinya Voldemort (para penyihir kecuali Harry, Sirius, dan Lupin berjengit mendengar nama ini). Di Inggris sekaligus di Hogwarts, kita sudah jelas menjadi orang asing, mau tidak mau kita tetap akan menarik perhatian, terlepas dari perbedaan fisik, Kurosaki."
"Aku masih tak menangkap maksudmu," gumam Ichigo
Byakuya menghela napas. Matanya yang beriris biru gelap menyipit, membuat Ichigo berjengit, "Aku tahu kau akan bilang begitu. Maksud Komandan Hitsugaya adalah dengan membuat salah satu dari kalian menonjol dalam segi status sementara yang lain dalam segi akademis, hal ini akan melindungi keberadaan kalian selama di Dunia Sihir. Selain itu kita membuat agar Shinou mengadakan transfer siswa karena hal normal berdasarkan hal tersebut, sehingga tak akan ada yang menyangka kalau kalian adalah shinigami. Strategi bagus, Komandan Hitsugaya."
"Aku tak menyangka kau mau membuat dirimu terlihat, maaf, direndahkan," kata Lupin pelan. "Walau harus kuakui, itu tindakan cerdas."
Toushiro hanya mengangkat bahu. "Tapi aku tak akan membuat diriku terlihat remeh begitu saja. Itu sama saja mempermalukan diri sendiri dan Gotei 13."
"Tak kurang dari yang kuharapkan," kata Byakuya datar.
Ichigo membelalak, sebelum menatap Harry. "Siapa murid terpintar di angkatanmu dan siapa murid temenyebalkannya?"
"Well," kata Harry ragu, "Hermione yang paling pintar dan Draco Malfoy yang paling menyebalkan."
Harry agak bergidik. Ia menyadari betul kalau itu seperti ultimatum kewaspadaan. Bukan hanya untuk Hermione dan Malfoy, tapi juga untuk mereka semua, untuk melangkah hati-hati di bawah pengawasan Toushiro Hitsugaya.
Sebelum makan malam, Byakuya Kuchiki sudah pamit pulang. Ichigo amat senang dengan hal ini, sampai Harry heran si rambut pirang itu tidak melonjak kegirangan saat Byakuya menutup pintu depan Grimmauld Place. Toushiro memberinya tatapan mencela saat meihat seringai penuh keriangan terlihat jelas di wajah Ichigo. Jika mengingat betapa kakunya Ichigo selama Byakuya ada di rumah keluarga Black, dan betapa Byakuya sering melempar tatapan dingin tak bersahabat ke arah Ichigo, Harry merasa kepergiannya adalah kebahagiaan Ichigo. Si rambut jingga tidak begitu menyukai tatapan dingin dan galak yang ditujukan Byakuya untuknya.
"Kenapa si Byakuya itu kelihatannya, eh, em... tidak begitu, eh..."
"Ramah?" tebak Toushiro saat mereka kembali ke dapur. Sirius yang sedang membaca sebuah buku tua di meja makan menoleh sebelum kembali ke halaman bacaannya. Anak-anak Weasley dan Hermione sedang sibuk membantu Mrs Weasley menyelesaikan makan malam.
"Yeah," kata Harry, sambil menata piring-piring makan di atas meja, dibantu oleh Toushiro. "Seperti persaingan... tapi dia 'kan komandan, sedangkan Ichigo hanya anak SMA…"
"Entahlah," gumam Toushiro. "Tapi aku pernah dengar dari letnanku kalau Ichigo ada hubungan khusus dengan adik Kuchiki. Jadi, mungkin karena itu Kuchiki lebih protektif pada adiknya."
"Aku tak percaya kau mendengar gosip, Toushiro," kata Ichigo, yang muncul sambil membawa wadah berisi nasi yang pulen. Ia mengeryit, entah karena Toushiro mengetahui sebuah kabar burung atau karena isi kabar itu.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tidak dengar kalau Asosiasi Shinigami Wanita menjadikan kantorku sebagai ruang rapat darurat," kata Toushiro geram. Sirius mendongak dan membelalak saat Toushiro mencengkeram piala perak begitu keras sampai berkeratak. Kekesalan tercetak jelas di wajahnya, sementara Ichigo menyeringai tipis. "Bergosip di ruang kerjaku dan letnan tak berguna itu membuatku mengerjakan bagiannya sampai lewat tengah malam! Dan Kusajishi berlarian dan mengacak-acak divisiku dan Zaraki menantangku duel!"
"Astaga," terdengar dua suara yang mengatakan kata yang sama. Yang pertama Hermione karena piala perak yang dipegang Toushiro telah remuk, dan yang satu lagi Ichigo karena ia mendengar rentetan peristiwa tidak menyenangkan dalam sehari, hari yang tidak menyenangkan, menurutnya, untuk komandan mungil itu. Sungguh malang.
"Hari yang buruk, eh," komentar Ichigo geli. "Dan kau merusak pialanya, tuh."
Toushiro tampaknya baru sadar apa yang dilakukannya. "Ups. Maaf, Black."
Sirius terkekeh geli. Ia mengetukkan tongkat sihirnya dan piala itu kembali normal.
"Ichigo," kata George yang terpaku di tempat dengan ekspresi terpesona. Ia membawa wadah berisi sayur rebus.
"Kau mengencani adik seorang kapten?" sambung Fred dengan ekspresi yang mirip dengan kembarannya.
"Bukan begitu!"
Tapi si kembar Weasley menemukan topik yang cukup bagus untuk meledek Ichigo selama beberapa waktu ke depan. Keduanya terkekeh-kekeh dengan riang, lalu menepuk bahu Toushiro.
"Terima kasih untuk informasinya, Sobat," kata George riang.
Tapi Toushiro mengernyit, tampak agak kesal.
"Punya masalah?" tanya Fred.
"Ya," geram Toushiro.
"Aku tak melihat ada masala-"
"Kuchiki memberitahukanku kalau sebelum tanggal satu September, aku masih komandan aktif yang bertanggung jawab atas divisiku, dan itu berarti…"
Seringai mengembang di wajah Ichigo, tercabik antara geli dan prihatin. "Paperwork."
__ADS_1