
Arumi pun langsung masuk kekamar dan sesuai perkataan Mayang,Arumi mendapati erik yang tengah tidur.
"tumben mas Erik pulang cepat, biasanya pulang telat,atau malam, bahkan terkadang ngk pulang,dan aneh nya jam segini mas Erik tidur"gumam Arumi yang mulai curiga dengan sikap aneh suaminya,apa lagi tidur di waktu sore.
"sudahlah,aku ini kepikiran apa sih"gumam Arumi lagi sambil memijit kening nya.
"untung saja aku tidak pulang lambat"gumam Arumi sambil menatap wajah suaminya ,karna merasa tak enak meninggal kan suami nya dan sahabat nya dirumah berdua.
setelah Menganti pakaian,Arumi pun langsung turun kedapur untuk memasak,ketika melihat piring kotor dan sisa makanan di wazan,Arumi pun mengerut kan kening nya"bukanya sebelum berangkat kerja aku sudah mencuci piring dan perkakas memasak tadi,kok masih ada yang belum dicuci dan ini seperti nya sisa bumbu ayam semur, siapa yang masak tadi"gumam Arumi heran.
"apa Mayang tadi masak ya"timpal Arumi kembali"tapi bukanya Mayang tak suka ayam semur"ucap Arumi sambil memutar otak nya berpikir.
atau tadi mas Erik yang masak,karna kan ayam semur salah satu makanan kesukaan nya"batin Arumi
tapi mana mas Erik mau capek masak"batin Arumi tersenyum sinis.
Arumi merasa ada yang aneh pada Erik dan Mayang,Karna sedari tadi dia merasa ada yang janggal dengan tingkah mereka berdua.
"apa ini cuma perasaan ku saja"timpal Arumi lagi sambil membersihkan dapur.
"atauuuu......aku cek cctv aja,tidak ada salahnya untuk menghilangkan keraguan saja"gumam Arumi
dirumah Arumi memang ada dua cctv di ruang tamu mengarah sampai pintu keluar dan sekitar ruangan,serta di diluar menghadap ke gerbang.
Arumi dan Erik memang tak pernah memasukkan cctv di dalam kamar karna privasi,dan sepakat hanya di ruang tamu dan diluar(depan rumah) untuk menjaga kejadian hal yang tak di ingin kan, seperti kemasukan pencuri atau lainnya.
setelah membersih dapur dan mencuci piring,Arumi pun membuka kulkas,ternyata persediaan bahan masakan nya sudah habis.
Arumi memang selalu stok bahan dapur untuk satu Minggu, seperti ikan,daging, sayuran,karna sibuk dan tak sempat sellau belanja,jadi Arumi memilih untuk stok dikulkas.
Arumi pun memutuskan untuk pergi belanja warung di dekat rumah, untuk persiapan makan malam saja.
karna masih jam 5 kurang,Arumi pun lansung bergegas pergi.
"ehh...buk dokter,belanja buk"sapa buk Dina salah satu tetangga dekat rumah.
"hehe..iya buk"sahut Arumi singkat,sambil mengangguk tersenyum.
__ADS_1
"tumben nak Arumi Belanda disini" ucap Mak kembar pemilik warung.
"iya Mak, stok dirumah sudah abis, belum sempat belanja lagi,jadi Arumi belanja disini buat makan malam aja"sahut Arumi ramah.
"Mak ada ikan "timpal Arumi lagi.
"ada,tapi tinggal ikan dencis ini"sahut Mak kembar mengeluarkan baskom berisi ikan.
"iya Mak,itu juga boleh"
"ooyaaa...nak Arumi,pas acara ulang tahun Retno,Mak lagi nyapu halaman,jadi Mak lihat dari sini ada perempuan sebaya nak Arumi lah datang bawa tas besar gitu,itu siapa nak Arumi toh?"tanya Mak kembar penasaran.
''ooo...itu...,itu teman Arumi Mak, kebetulan baru jumpa dan menginap untuk beberapa hari"sahut Arumi sambil memilih-milih ikan.
"jangan sembarangan masuk kan teman buk dokter,apa lagi nginap dirumah"potong buk Dina.
"memang nya kenapa buk"
"aduhh...buk dokter ini gimana sih,masak itu aja ngk paham,pada hal selalu nangani pasien"celocos buk Dina,tanpa memikirkan perasaan yang mendengar.
"maksud buk Dina itu,nak Arumi jangan ngizinin perempuan lain numpang ataupun menginap di rumah nak Arumi,takutnya nanti bisa jadi duri di rumah tangga kalian"ucap Mak kembar menjelaskan.
"buk dokter tetap aja harus waspada,sudah banyak kejadian seperti itu,tinggal serumah sama adik kandung aja ngk boleh,apa lagi ini masih teman,di tambah lagi suami buk dokter masih muda"potong buk Dina kembali.
Arumi pun hanya mengangguk kan kepalanya pertanda paham,dan lansung menyudahi belanjaan nya.
Sampai dirumah,Arumi teringat kembali dengan perkataan buk Dina dan Mak kembar,apalagi ada keanehan dengan sikap suaminya,membuat Arumi semakin tidak tenang.
"seperti nya aku harus melihat rekaman cctv"gumam Arumi tak sabar lagi.
"sayang masak apa"ucap Erik mengejutkan Arumi yang tiba-tiba muncul.
"aduh mas,kamu bikin kaget saja"ucap Arumi sambil memegang dadanya.
"kok kaget sih,emang nya lagi mikirin apa, Sampek ngk tau mas datang"
"emmm..cuma mikirin kerjaan mas, akhir-akhir ini banyak pasien"
__ADS_1
"Oooo...kamu pasti capek ya sayang,pulang kerja masak lagi"ucap Erik lembut
"ngkpp kok mas"
"oooyaa...tumben mas hari ini pulang cepat"timpal Arumi kembali
"emmm...tadi mas ngk enak badan,jadi mas pulang cepat"sahut Erik tanpa melihat wajah Arumi.
"mas udah minum obat,apa masih sakit"ucap Arumi cemas.
"ngkpp kok sayang,mas udah sehat"
"ya udh,mas mau kekamar Retno dulu ya, seperti nya dia udah pulang"ucap Erik lalu pergi.
Arumi pun tak menahan,karna Arumi melihat sepatu Retno sudah ada di rak sepatu.
selesai memasak Arumi pun langsung menuju kamarnya dan mencari ponsel Erik,Arumi merasa ini kesempatan dia untuk mengecek cctv dari ponsel Erik selagi Erik di kamar Retno.
cctv memang sudah disetel dan bisa di cek melalui ponsel Erik.
Arumi pun menutup pintu dari dalam,agar kalau Erik datang dia bisa tau, dengan cepat Arumi lansung mengecek cctv untuk tanggal hari ini,Arumi mulai melihat dari makan pagi bersama dan mempercepat dari dia berangkat.
Arumi melihat tingkah Mayang yang aneh ketika melihat foto pernikahan nya yang dipajang diruang tamu.
sayang sekali Arumi tidak bisa melihat wajah mayang dan hanya melihat Mayang berdiri membelakangi kamera cctv.
"ngapain Arumi berdiri disitu lama"gumam Arumi dan langsung mengecek jam kepulangan Erik.
Arumi melihat,Mayang datang menyambut Erik pulang,Arumi lansung menutup mulutnya karna terkejut melihat Mayang dan Erik bergandengan tangan masuk kedalam.
hati Arumi pun kini memanas,air mata nya langsung keluar,karna tak menyangka sahabat yang dia sayangi dan sangat dia percayai main api dibelakangnya.
dada Arumi semakin sesak,melihat kemesraan Mayang dan Erik,Mayang duduk di pangkuan Erik dan terlihat mereka saling tertawa.
buru-buru arumi menghapus pemberitahuan aplikasi yang terbuka dan meletakkan ponsel Erik kembali.
Arumi pun menarik napas dan mengatur suasana hatinya,yang sedang tak bersahabat agar tidak ketahuan oleh Erik, setelah berkaca dan terlihat baik-baik saja,Arumi pun langsung membuka pintu kamar kembali.
__ADS_1
Arumi mengambil handuk nya dan memutuskan untuk mandi,didalam kamar mandi,Arumi pun berpikir dan menyusun rencana.
Arumi memutuskan untuk tetap pura-pura tidak tau tentang perselingkuhan suaminya,demi mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan Erik dan Mayang, untuk di jadi kan bukti perceraian di pengadilan.