
"begini saja nak mayang,biar semua cepat selesai dan jelas,bisakah nak mayang memanggil laki-laki yang bersama nak mayang tadi pagi"ucap pak Imron memberi solusi.
"iya pak,bentar lagi dia datang,saya sudah telefon tadi"ucap mayang berusaha tersenyum.
tak lama kemudian muncul lah erik dengan mobilnya.
"tu kan benar,itu mobil yang tadi pagi"bisik buk endang pada ibuk-ibuk sebelah nya.
"maaf ini ada apa ya,kok rame-rame"sapa erik heran setelah keluar dari mobilnya.
"kamu benar kan pacar nya mayang?"ucap buk endang tak sabar
Erik pun mengerut kan kening nya, bukanya mendapat jawaban dari pertanyaan nya,malah ditanya balik.
"maaf ini ada apa ya pak,dan bapak siapa"tanya erik bingung Tanpa menjawab pertanyaan buk endang.
"maaf mengganggu, perkenalkan saya pak RT di komplek ini,dan maksud kami berkumpul disini adalah karena ada laporan bahwa Mayang membawa laki-laki yang bukan mahrom nya menginap dirumah ini"jelas pak Imron ketitik persoalan.
Erik pun langsung menelan ludah nya dan nyalinya langsung mengecut,karna tau perbuatan nya salah.
Erik menatap wajah mayang,karna bingung mau jawab apa.
"apa benar kalian sudah menikah"ucap salah satu ibu yang lain.
Erik pun mengerut kan wajah nya dan beralih menoleh ke arah mayang dengan tatapan bingung.
"tu kan buk maryam,dari tadi dia diam aja,itu berarti ada yang mengarang cerita kalau dia sudah menikah"sindir buk endang pada mayang.
"kita bawa aja mereka ke kantor polisi"ucap salah satu ibu-ibuk.
Mayang dan Erik pun langsung panik dan ketakutan kalau sudah bersangkutan dengan polisi.
"kami memang belum menikah,dan memang benar tadi malam saya menginap di sini,tapi sumpah pak,kami tidak melakukan apa-apa"ucap erik dengan perasaan bersalah.
sementara mayang menunduk kan kepalanya karna malu.
"astaghfirullah.....
ini jelas salah, perbuatan kalian ini tidak patut dilakukan"ucap pak Imron menahan amarah.
semua ibu-ibu yang ikut mendengarkan mulai berbisik-bisik satu sama lain.
Erik dan mayang saling menunduk karna menahan malu.
"sudah pak kita bawa saja mereka ke kantor polisi,pasti sudah jelas mereka melakukan hal yang berbau dosa di komplek kita ini"celocos buk ningsih geram
"iya pak RT kita laporkan saja"timpal ibu-ibu yang lain.
"tenang ibu-ibu, tenang dulu,biar kita bicarakan baik-baik dulu"ucap buk maryam menenangkan
"iya benar,kita bicarakan ini baik-baik dulu"ucap pak Imron.
"pak tolong jangan bawa kami ke kantor polisi pak,saya bersumpah kalau kami tidak melakukan apapun tadi malam"ucap erik panik
"Iya pak,kami tidak ingin berurusan dengan polisi,lagi pula kami sudah berencana menikah pak"potong mayang dengan wajah takut.
"Baiklah sebaiknya kita berkumpul dan bicara kan ini di rumah saya"ucap pak Imron karna sudah mulai lelah berdiri.
"Dan saya ingatkan sekali lagi, walaupun kalian mau menikah tapi tinggal serumah,ini tetap lah salah dan tidak dibenarkan "
"Ya sudah,mari kita kerumah saya"ucap pak Imron lalu mulai melangkah pergi,para ibu-ibu tak mau ketinggalan,semua ikut kerumah pak Imron.
Erik dan mayang hanya bisa pasrah,dan ikut mengekor dari belakang.
Sementara Mak bet mengehentikan kegiatan merekam nya dan mulai mengaplod rekaman nya di Facebook milik nya.
Mak bet pun lansung membalas beberapa komentar yang mulai masuk.
[Siapa tu Mak bet? ] Komentar dari Facebook bernama Soimah
[Tetangga dikomplek ]balas Mak bet
[Kok video nya terpotong sih Mak,kan jadi penasaran kelanjutan nya] komentar yang lain
Mak bet mengabaikan beberapa komentar yang masuk dan kembali mengikuti rombongan buk maryam,karna sudah ketinggalan.
Sesampai dirumah pak Imron,mayang dan erik pun diduduk kan diruang tamu, serta beberapa warga komplek berdatangan dan ikut bergabung.
Rumah pak Imron penuh,mayang dan erik seperti sedang disidangkan oleh warga setempat.
Mayang dan erik menunduk kan kepalanya dan berusaha untuk menyembunyikan kan wajah mereka karna malu.
Pak Imron pun ikut duduk setelah selesai menelfon seseorang.
"Nak mayang,saya sudah lihat KTP nak mayang, ternyata benar,nak mayang masih berstatus lajang"ucap pak Imron memulai pembicaraan sambil meletakkan selebar kertas di meja.
Pak Imron memang memiliki KTP setiap warga pendatang atau pindah untuk tinggal di komplek.
Mayang hanya diam dan tak membantah apa yang dikatakan pak Imron.
"Dan kamu,boleh saya lihat KTP nya"ucap pak Imron pada erik
Dengan berat hati erik memberikan KTP nya pada pak Imron.
"Jadi kamu sudah menikah"ucap pak Imron kaget,melihat status sudah menikah di KTP Erik.
__ADS_1
Sementara Erik hanya mengangguk kan kepalanya dan merasa semakin malu dan tersudutkan.
Semua yang mendengar pun ikut kaget dan heran kenapa Mayang bisa bersama laki-laki yang sudah punya istri.
"Astagaaa... jangan-jangan Mayang ini udah jadi pelakor dirumah tangga orang"celocos buk endang dari arah jendela
Mayang yang mendengar ucapan buk endang pun lansung emosi.
"Jaga ucapa ibuk ya,jangan asal bicara"ucap mayang tak terima disebut pelakor.
"Huhhh.... pelakor..."sorak beberapa orang dari luar jendela.
"Tenang ibu-ibu,saya harap semua yang hadir tidak memperkeruh suasana"ucap pak Imron tegas.
Sementara mayang langsung didiamkan Erik.
"Assalamualaikum"ucap seseorang dari luar pintu kemudian masuk.
"Wa'alaikumussalam"ucap Imron yang lansung menyambut nya.
"Silakan duduk pak ustadz"ucap buk maryam ikut menyambut.
Erik dan mayang merasa heran kenapa pak Imron malah mengundang seorang ustadz ditengah permasalahan nya.
Setelah semua duduk,pak Imron pun mulai menjelaskan maksud nya.
"perkenalkan ini ustadz Kamal, ustadz kamal ini yang akan menikah kan kalian berdua"ucap pak Imron
"menikah..."ucap mayang dan erik serentak dengan wajah yang terkejut.
"iya menikah' kalian akan di nikah kan hari ini"ucap pak Imron kembali
"tapi pak"ucap erik keberatan.
"sudah lah Erik,terima saja"ucap mayang tersenyum tipis karna sejalan dengan keinginan nya.
"nak Erik,ini adalah keputusan terbaik,apa kalian mau kami bawa saja ke kantor polisi,biar polisi yang menyelesaikan ini"timpal pak Imron kembali.
Erik lansung terdiam,Erik merasa semakin dia membela diri malah semakin tersudut.
kini Erik pun pasrah dengan keputusan pak RT dan warga setempat.
"apa nak Erik mau mengabari istri nak erik dulu,biar dia tidak terkejut"ucap buk maryam memberi usul.
"ngggak usah buk, lansung menikah saja"ucap Erik gugup
Erik takut kalau Mayang semakin membenci nya .
pernikahan pun dilansungkan di rumah pak RT,banyak warga komplek yang ikut menyaksikan,ada yang mengambil gambar,ada yang memvidiokan nya dan ada yang siaran langsung sosmed nya.
"sahh...sahhh..."ucap saksi dan para warga serentak.
"Alhamdulillah"ucap buk maryam dan pak Imron lega.
kini Erik dan mayang pun resmi menjadi pasangan suami istri,Mayang pun menyalami tangan Erik dan mencium ya.
"selamat ya nak mayang dan suami"ucap buk maryam tersenyum.
"iya buk, terimakasih"sahut Mayang singkat lalu tersenyum.
Sementara erik masih merasa seperti mimpi kalau dia dan Mayang sudah benar-benar resmi menikah.
pernikahan Erik dan mayang memang mendadak dan Tanpa persiapan apa-apa,bahkan perlengkapan pernikahan yang alakadar nya pun di siap kan oleh buk Maryam dan pak Imron.
"selamat ya Mayang dan suami"ucap buk endang bersama ibuk-ibuk yang lainnya.
karna masih kesal dengan buk endang dan yang lainya,Mayang pun hanya mengangguk kan kepalanya dan menatap tajam ke arah buk endang.
setelah para ibu-ibu dan yang lainya bubar, ustadz Kamal pun langsung berpamitan untuk pulang.
tinggal lah mayang dan erik dirumah pak Imron beserta istri,sedangkan Mak bet lansung kedapur karna menyiapkan pekerjaan nya yang tertunda.
"Mayang,nak Erik,bapak minta maaf ya telah memberikan keputusan ini pada kalian,inilah tugas bapak sebagai ketua RT disini,banyak beban yang bapak pikul, termasuk mengamankan, kedisiplinan,dan lainnya"ucap pak Imron.
"iya pak,saya paham kok pak"ucap Erik singkat.
"iya nak Erik,biar kedepannya tidak ada lagi remaja-remaja disini yang berani membawa laki-laki kerumah atau pun pergi dengan laki-laki yang bukan mahram nya, pokoknya bisa jadi pelajaran buat kedepanya"ucap buk maryam.
setelah berbincang-bincang,Mayang dan erik pun langsung pamit untuk pergi.
"kasian ya biii..."ucap buk maryam sambil melihat erik dan mayang berlalu pergi.
"kasian kenapa mii"tanya pak Imron
"pasti istri sah nya nak erik ngk tau kalau suami nya menikah lagi"ucap buk maryam dengan wajah sedih.
"iya sih mii...tapi mau gimana lagi sudah jodoh"sahut pak Imron
"pasti kalau istri nya tau, bisa-bisa minta cerai itu "ucap Mak bet sambil membawa dua cangkir teh untuk pak Imron dan buk maryam.
"jangan bilang gitu Mak,nanti jadi do'a looww"timpal buk maryam.
"Mak benar kan, dimana-mana ngk ada istri yang mau suami nya menikah lagi,apalagi sempat selingkuh "ucap Mak bet lalu kembali kedapur.
sementara buk maryam dan pak Imron pun hanya terdiam mendengar ucapan Mak bet.
__ADS_1
...****************...
Arumi yang selesai mengantar Retno kesekolah pun lansung menuju ke rumah sakit.
begitu sampai dirumah sakit Arumi lansung masuk keruangan nya dan bersiap untuk bekerja.
"tukkkk...tukkk....
"masuk"ucap arumi mendengar ketukan pintu
"dok,hari ini ada pertemuan dengan beberapa keluarga pasien pasca melahirkan dok"ucap suster dina sambil memberikan lembaran berkas
"baik sus, terimakasih ya"ucap arumi singkat dan lanjut dengan kegiatandeng nya.
hampir dua jam Arumi sibuk diruangan nya dan memutuskan untuk keluar mencari makan di kantin.
dalam perjalanan menuju kantin, Arumi merasa ada yang aneh,beberapa suster dan staf menatap Arumi dengan tatapan aneh.
setelah memesan nasi goreng,Arumi pun duduk dan memainkan ponselnya.
karna merasa lelah,Arumi pun hanya mengabaikan tatapan beberapa orang padanya.
"mau makan ya dok"sapa dokter tama,salah satu dokter muda,yang berkulit putih,hidung mancung dan tampan.
"hehe..iya dok"ucap Arumi singkat.
"tumben makan di kantin rumah sakit"ucap dokter tama memulai obrolan.
"hehehe....iya doc,tadi buru-buru"ucap Arumi tersenyum.
"docter sendiri mau makan"tanya Arumi balik.
"ngk kok doc,saya sudah makan tadi"sahut docter tama sambil memegang perutnya.
"maaf dok,boleh saya bertanya"ucap dokter tama.
"silahkan dok"
"maaf ya doc,saya perhatikan akhir -akhir ini docter arumi kok sering terlambat,dan kadang pulang lebih awal"ucap dokter tama ragu.
Arumi pun terdiam lalu tersenyum"saya ada urusan doc"sahut Arumi singkat.
"maaf ya doc,jika docter tersinggung"ucap Tama merasa tak enak.
"ngakpapa kok dok"ucap Arumi tersenyum
"buk docter....buk docter...."panggil salah satu suster tergesa-gesa.
"ada apa sus,apa terjadi sesuatu"tanya Rama kaget.
suster itupun menggeleng kan kepalanya dan memberikan ponsel nya pada Arumi, sementara arumi nampak binggung.
"ini doc,bukanya ini suami nya docter arumi"tanya suster menunjukkan sebuah video beserta foto.
spontan wajah Arumi lansung berubah merah, sementara Rama penasaran dengan video yang arumi lihat.
" benar kan doc"tanya suster kembali
sementara arumi hanya diam membisu,tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya .
"sus,memang kenapa dengan suami docter arumi"tanya rama semakin penasaran.
"iiituu....anuuu...suami nya docter arumi menikah lagi"ucap suster ragu dan takut,sambil melihat wajah Arumi.
Rama yang mendengar jawaban dari suster pun lansung terdiam,tak berani bertanya lagi.
Arumi menarik napas lalu memberikan ponsel milik suster.
"terimakasih sus"ucap Arumi berusaha tersenyum.
"docter Arumi ngakpapa"tanya Tama cemas
"saya ngakpapa doc"sahut arumi kembali'tersenyum.
"docter arumi, docter tama,saya permisi dulu"ucap suster lalu pergi, sekali-sekali menoleh ke arah Arumi karna merasa heran dengan sikap Arumi yang terlihat baik-baik saja.
"anehh...suami nikah lagi,kok malah biasa-biasa aja"ucap suster yang telah pergi jauh.
suasana menjadi senyap,tak ada percakapan diantara docter tama dan arumi,Arumi malah pokus menghabiskan makanannya sedangkan tama pokus dengan ponselnya dan sekali-sekali melirik arumi.
"saya masih banyak pasien,kalau gitu saya duluan ya doc"ucap arumi tersenyum lalu pergi.
Tama yang melihat reaksi yang terlihat tenang dan baik-baik saja merasa binggung.
"bagaimana mungkin dia bisa setenang itu,setelah melihat pernikahan suaminya dengan wanita lain"gumam tama heran sambil melihat arumi yang pergi berlalu meninggalkan nya.
sambil melamun,tama pun tersenyum melihat sikap gadis yang dia cintai selama bertahun-tahun lamanya,namun cinta nya hanya bisa dia pendam Setelah mengetahui kalau Arumi sudah menikah.
tama mengubur perasaan nya dalam-dalam,namun tanpa dia pungkiri bahwa perasaan nya pada arumi masih ada.
"semoga kamu dan rumah tangga mu baik-baik saja"ucap tama lirih kemudian bangkit dari duduknya.
Arumi yang berjalan menuju ruangan nya pun,mulai merasa risih dengan tatapan beberapa pegawai rumah sakit,tapi Arumi seolah-olah mengabaikan nya.
Sampai diruangan,Arumi langsung menutup pintu dan terduduk di lantai,arumi memukul dada nya yang terasa sesak,air matanya yang sedari tadi dia tahan,kini jatuh juga.
__ADS_1
"kenapa mesti sekarang mas,tidak bisakah kamu menunggu kita resmi bercerai dulu baru menikah "ucap Arumi lirih dengan menepuk-nepuk dada nya sambil menangis.