Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
POV ERIK


__ADS_3

setelah retno kembali ke kamar nya,arumi pun mengeluarkan kembali surat panggilan nya dari tas.


dengan tangan gemetar arumi mengeluarkan surat panggilan dari amplop nya dan mulai membaca nya.


"'besok sidang pertama kita mas"ucap Arumi menetes kan air mata.


"aku tidak pernah membayangkan akan menggugat cerai kamu,namun akhirnya ini menimpa kita juga"


"semoga kamu bahagia dengan pilihan mu mas dan semoga aku juga tidak menyesal dengan pilihan ku melepaskan mu"ucap Arumi melipat kembali surat nya.


tekad Arumi untuk berpisah dengan erik memang sudah bulat.


*POV ERIK


Setelah kembali ke kos mayang,aku pun menceritakan kalau urusan rumah sudah beres pada mayang,tinggal lansung ditempati,soal pembayaran nya bisa di transfer.


"kalau rumah sudah beres,ayok sekarang kita belanja"ucap mayang semangat


"belanja"ulang ku


"iya dong belanja,kan kita perlu beli perabot rumah"ucap arumi


"kalau itu besok-besok aja sayang"ucap ku malas


"ngk bisa dong,kalau capek sekalian aja capek nya,masak setengah-setengah"


"lagian aku mau semua tamu tau kalau kita orang kaya baru dan hidup bahagia"timpal mayang kembali,aku hanya mendengus kesal.


setelah melakukan perdebatan,pada akhirnya aku mengalah juga, percuma berdebat kalau mayang tidak akan pernah mengalah dengan sifat keras kepala nya itu.


satu persatu aku mulai merasakan perbedaan antara mayang dan Arumi,setelah tinggal berdua aku baru menyadari perangai-perangai nya,keras kepala, suka membantah,tidak hormat pada suami,dan masih banyak yang belum ku ketahui.

__ADS_1


pokoknya berbanding terbalik dengan Arumi,aku semakin menyesal menyakiti arumi,tak pernah sekalipun arumi membuat ku susah,bahkan Arumi sangat menghormati ku dan apa yang ku perlukan selalu di siap kan nya.


"sayang,aku akan tetap mempertahankan mu,aku tidak akan pernah melepaskan mu"batin ku penuh harapan.


"erikk...cepatan dong"teriak mayang dari pintu, membuyar kan lamunan ku.


"iya...iya..."sahut ku dongkol


sesuai keinginan mayang,kami pun lansung ke tempat penjualan perlengkapan rumah,aku hanya menarik napas panjang melihat tingkah mayang.


berbagai macam perabot diminta mayang untuk dilihat,kulihat pemilik perabot itu pun seperti kesal melihat tingkah mayang.


"mbak saya mau yang lain aja,yang ini ngk usah jadi"ucap mayang kesekian kalinya setiap memilih barang, membuat sang pemilik Perabot mengerut kan kening nya.


"iya mbak"ucap pemilik toko menahan kesal.


tingkat mayang membuat ku harus menahan emosi,entah ini bawaan dari kandungan nya atau pun memang dari dirinya.


setelah jalan kesana-kemari, akhirnya selesai juga pilih-pilih nya,dan semua barang pun lansung di antar kerumah baru.


mayang satu mobil dengan mobil pengantar barang, sedangkan aku sendiri membawa mobil sendiri,selagi pisah mobil dan mobil pengantar barang duluan,aku pun sengaja berhenti istirahat di warung.


"biar kan Mayang sendirian"ucap ku mengehentikan mobil ku dan membiarkan mereka menjauh.


"tutttt....tutttt....


baru setengah jam aku santai, tiba-tiba telfon dari mayang masuk.


"hallo ...


"hallo kenapa"jawab ku datar

__ADS_1


"kamu dimana,kok ngk datang-datang"jawab Mayang ketus


"aku mampir diluar dulu"ucap ku


"kamu gimana sih,kita lagi repot kok malah santai pula"omel mayang


"oyaa...tadi aku udh bilang sama ibu-ibu komplek disini,kalau besok kita mau adakan syukuran rumah baru dan sekalian pesta pernikahan kita"timpal mayang lagi


"kok cepat kali"ucap ku kaget


"ya kan ngakpapa, semakin cepat semakin baik"ucap Mayang santai.


"aku juga udah bilangin semua ibu-ibu komplek "


"baru aja datang,emang nya udah pada jumpa sama semua ibu-ibu di situ"ucap ku dongkol


"astaga ini kan jaman Canggih,kalau ngundang itu ngk mesti tatap muka,kan ada handphone "


"tadi ada tetangga yang disini yang datang, namanya buk Siti, kebetulan buk Siti itu ikut arisan ibu-ibu jadi aku minta di masukkan aja ke group trus tinggal undang deh,kan mudah"jelas mayang aku hanya diam


lagi-lagi aku hanya bisa geleng-geleng kepala,karna sudah terlanjur mau tidak mau harus terima,aku pun mengundang teman-teman ku dan sebagian teman-teman dari kantor.


Untuk menyewa rumah dan membuat pesta,aku menghabiskan semua tabungan ku dan uang pinjaman dari budhe Rasti.


aku berharap setelah ini mayang tidak akan menuntut apa-apa lagi,dan aku bisa menabung kembali walaupun dari nol.


setelah semua urusan ku diluar selesai,aku pun lansung kembali,ku dapati Mayang sudah tertidur pulas, seperti nya dia kecapean satu harian ini.


karna mayang sudah tertidur,aku pun pergi menemui buk Siti, tetangga yang paling dekat setelah rumah Arumi.


aku meminta tolong pada buk Siti untuk perwakilan dari tetangga baru untuk mengundang beberapa rumah terdekat untuk datang.

__ADS_1


syukurnya buk siti pun tidak menolak,aku harap arumi mau datang,Karna sudah pasti buk siti akan mengundang Arumi datang,karna rumah arumi paling dekat.


__ADS_2