Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
pekerjaan baru


__ADS_3

dengan perasaan bahagia,bella pun membuka kado-kado tersebut satu persatu.


sebelum membuka nya,tak lupa bella membaca nama sang pemberi kado


~untuk bella dan suami"tertulis dari@rekansalon,bella pun tersenyum lalu membuka bungkusannya.


"wah cantik"gumam bella mendapat selimut kualitas bagus dan lembut.


lalu melanjutkan membuka kado yang lainnya


~untuk bella cantik@ratih, membuat bella tertawa kecil"


"kado dari siapa,Sampek senyum-senyum sendiri "ucap tama melihat bella yang tersenyum


"hehe...dari teman-teman mas"sahut bella tersipu malu


tama pun melanjutkan kegiatan nya bermain ponsel sedangkan bella melanjutkan membuka kado


senyum yang sedari tadi menyinari wajah bella tiba-tiba terhenti


"apa kabar bellaku sayang"tertulis di kertas kecil dari salah satu kado yang sedang di pegang bella.


degg


spontan bella langsung meremas surat nya yang barusan dia baca dan langsung menyembunyikannya dari tama.


perasaan bella mendadak tidak enak,bella pun nampak kembali mengingat siapa gerangan yang mengirimkan kado tersebut


Sebuah cincin yang didalamnya terdapat huruf A&B, huruf B sudah berarti adalah nama bella sedangkan huruf A pasti nama dari sang pengirim.


"ah ini pasti kado iseng aja"bathin bella berusaha menepis pikiran nya,lalu kembali melanjutkan aktivitas nya.


...----------------...


"terserah mas aja,kalau tidak mau ya tidak apa"ucap mamat kemudian membalikkan badannya


"tunggu pak"cegat erik menghentikan langkah mamat


"jadi gimana,kamu mau bekerja disini"tanya mamat kembali


Erik pun kembali berpikir "aduh banyak mikirnya,tinggal jawab aja kok susah"seru mamat kesal


"apa boleh saya pertimbangkan dulu"ucap erik masih ragu


"apa lagi yang dipertimbangkan,tempat kerja nya jelas, pekerjaan nya jelas,itu aja kok ribet"


"gini aja ,kalau kamu tidak mau ya tidak apa,biar saya cari orang lain, soalnya saya lagi butuh karyawan cepat"timpal mamat kembali


"gimana?"tanya mamat


Erik pun menarik napasnya,dan dengan berat memutuskan setuju


"saya akan bekerja disini"ucap erik


"gitu dong,ya sudah kamu sudah bisa mulai bekerja"ucap mamat tersenyum

__ADS_1


"kalau ada pertanyaan silahkan kamu tanya sama desi"timpal mamat lalu meninggalkan erik yang masih diam


Mamat lansung pergi tanpa menjelaskan siapa karyawan yang bernama desi ke erik.


"permisi "ucap erik menghampiri desi


"iya, kenapa "sahut desi cuek


"maaf mbak,saya karyawan baru disini"jelas erik


"Oooo sudah dapat,ya sudah langsung kerja aja ya, kebetulan cucian sudah menumpuk "ucap Desi dan kembali memainkan ponselnya


"cucian!"ulang erik heran


"iya,piring kotor didapur sudah menumpuk"jelas Desi kembali


"loh kok saya yang cuci mbak"tanya erik masih heran


"trus siapa?saya?"ucap desi kesal sambil melotot melihat erik


Erik pun langsung menelan ludah


"tapi mbak,saya ngelamar kerja sebagai karyawan disini,bukan cuci piring"sahut erik yang masih tak terima


"hahahaha......"Desi pun tertawa mendengar ucapan erik


"kamu tidak lihat,tidak sadar kalau kamu ngelamar kerja diwarung makan,ya tugas nya ini,cuci piring, bersih-bersih, melayani tamu"jelas Desi dengan gaya khas nya yang seperti bos


erik pun terdiam


"oyaa...mulai besok kalau datang kerja pakaianya jangan terlalu rapi"timpal Desi sambil tersenyum sinis melihat baju erik


Karana ingin mencari pekerjaan di kantor,erik pun mengenakan baju kemeja dan berlapis jas


sampai didapur erik pun terkejut melihat pekerjaan yang sudah menantinya, piring kotor menumpuk didalam baskom,ada juga yang berserakan,serta gelas-gelas kotor


terlihat satu orang wanita paruh baya yang sedang pokus mencuci piring sampai tidak sadar dengan kedatangan erik


"bukk"sapa erik mendekat


"ohhh...maaf pak,perlu apa ya pak"ucap ibu-ibu tersebut kaget


"saya karyawan baru buk"jelas erik


ibuk tersebut hanya memandangi erik dengan heran


"oh baju saya ini,saya salah pakai baju tadi buk"jelas erik sendiri yang mengerti langsung dengan tatapan heran sang ibuk


"oooo....ibuk pakir tadi ibuk salah dengar,eh ternyata pendengaran ibuk masih bagus toh"ucap nya tertawa lega


"oyaa panggil saya buk Imah yaa...ibuk di bagian dapur juga, sebenarnya ada buk yuli satu lagi,cuma dia lagi cuti sakit"jelas buk imah dengan ramah


"mas tanpa ini siapa namanya toh"timpal buk imah tersenyum


"saya erik buk"

__ADS_1


"ooo...erikk,kalau gitu ibuk panggil nak erik saja ya"pinta buk imah tersenyum,Erik pun menganggukan kepala nya tanda setuju


"kalau gitu ayok kita mulai,nanti bisa-bisa buk Desi marah pula lihat kita kebanyakan ngobrol"


"sebentar"ucap buk imah kemudian berdiri dan masuk kesebuah ruangan


"pakek baju ini saja "ucap buk imah menyodorkan baju kaos coklat


Erik pun mengerutkan keningnya


"ini baju kaos ibuk kok,biasa ibuk pakai setelah pulang kerja"jelas buk imah


"iya buk, terimakasih ya buk"ucap erik sambil menerima nya dari tangan buk Imah


setelah Erik menganti baju nya,Erik pun langsung berkerja seperti arahan buk Imah


"oyaa nak erik,kalau perlu apa-apa tanya ke ibuk aja ya"seru buk Imah memulai obrolan kembali


"hehe iya buk"sahut Erik sambil menyusun piring kotor keember dan memisahkan nya dari sampah makanan


"Oya buk,apa buk Desi itu selalu galak?"


"Ooo buk Desi...ah dia memang gitu,suka marah-marah ngak jelas"sahut buk Imah setengah berbisik


"kalau ada pak Ali dia langsung pura-pura kerja,ehh giliran pak Ali pergi dia malah santai duduk"timpal buk imah sedikit kesal


"lahh jadi buk desi itu bukan pemilik tempat makan ini buk"tanya erik penasaran


"haha...bukan lahh,dia itu sama seperti kita karyawan biasa juga,hanya saja dia keponakan pak dari pak Ali"jelas buk imah,erik pun langsung manggut-manggut paham


"trus yang pak Mamat itu siapa buk,apa dia pemilik juga"tanya erik penasaran dengan pria yang menerima nya bekerja


"ooituuu....dia mah anaknya pak Ali,cuma dia jarang datang"


"dan sifat nya itu beda jauh sama ayah nya,uhhh....kok bisa pak Ali punya anak kek gitu"timpal buk imah meletakkan piring yang dia bilas dengan kasar


Erik pun tersenyum melihat tingkah buk Imah yang mendadak kesal


"oyaa buk,yang ini sudah selesai"


"ya sudah sekarang nak erik angkat piring-piring bersih ini kesana, lalu susun"ucap buk imah


"apa ibuk sudah lama bekerja disini"tanya erik kembali


"Alhamdulillah ibuk sudah lama bekerja disini,sudah hampir lima tahun"


"lima tahun"ulang erik heran


"iya sudah lima tahun"sahut buk Imah menyakinkan


"ibuk betah bekerja dengan pak Ali,dari usahan nya ini mulai merintis Sampai terkenal begini,dia orang nya baik,suka menolong, pokoknya beda jauh sama anaknya"jelas buk imah semangat


mendengar penuturan buk Imah,erik pun semakin penasaran dengan sosok pak Ali


tak terasa pekerjaan didapur pun mulai beres,erik yang awalnya tidak menyukai pekerjaan nya, akhirnya senang karna mendapati buk Imah yang baik dan ramah pada nya

__ADS_1


__ADS_2