Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Memasang CCTV


__ADS_3

Arumi memasukkan kepala nya kedalam bak mandi,karna merasa kepalanya panas dan berdenyut-denyut,di tambah lagi hati nya yang kini hancur dan kecewa oleh sahabat dan suami nya sendiri.


terkadang Arumi emosi ketika masih terbayang dengan apa yang dia lihat, seakan-akan Arumi ingin melabrak Mayang lansung dan menampar wajah Mayang dan menjambak rambut nya Mayang.


namun Arumi kembali berpikir dan memutuskan lebih baik untuk mencari bukti perselingkuhan suaminya bersama Mayang dulu,agar bisa menuntut cerai dan mengambil alih hak asuh Retno serta harta gono-gini.


"labih baik aku tetap berpura-pura tidak tau"gumam Arumi lalu keluar dari kamar mandi.


ketika Arumi sedang duduk di kursi rias nya,Erik pun datang,Arumi yang melihat Erik masuk, mengatur napasnya dan berusaha bersikap tenang.


"istri mas sudah mandi"sapa Erik ketika masuk,melihat Arumi yang tengah memakai lipstik.


"cantik"timpal Erik lagi,lalu mendekat.


Arumi yang melihat Erik mendekat pun lansung berdiri, pura-pura mengambil ponsel nya di atas kasur.


Arumi mulai risih dengan perhatian Erik yang sok baik dan romantis di depannya, sementara dibelakang sudah mengkhianati dirinya bahkan bukan dengan orang lain, melainkan sahabat Arumi sendiri.


"ooyaaa mas,bisa mas belanja malam ini ke supermarket,soalnya stok dikulkas udah abis"ucap Arumi sambil memijit kepalanya yang tak sakit.


"kamu ikut kan sayang"


"kepala aku lagi sakit mas,mas aja ya,nanti aku catat kan aja barang yang mau dibeli"


"tapi mas ngk pandai lah belanja bahan dapur"sahut Erik cemas.


"ya udah,mas berdua sama Mayang aja ya,nanti aku bilang kan"ucap Arumi lagi.


"tapi sayang,mas segan lah berdua aja sama Mayang''jawab Erik mengerut kan kening nya.


rasanya Arumi ingin tertawa mendengar alasan Erik yang berwajah dua"hemm...segan,bukankah dibelakang ku kamu sering berdua mas"gumam Arumi geram.


Arumi memang sengaja merencanakan supaya nya Erik dan Mayang pergi,agar Arumi bisa menelfon petugas cctv datang kerumah,iya Arumi ingin memasukkan cctv dikamar Mayang dan Arumi tak ingin Mayang dan Erik mengetahuinya.


"kalau mas segan,biar Retno juga ikut"ucap Arumi kembali.


"Retno !! tapi sayang, Retno kan pasti capek,pulang sekolah trus langsung les privat lagi"sahut Erik keberatan.


"hemmm...bilang aja kamu pengen berdua aja mas,pakek banyak alasan lagi"gumam Arumi kesal.


"kalau gitu aku kekamar Retno dulu ya mas,buat tanya langsung,kalau dia ngk bisa ya ngkpp"ucap Arumi lalu pergi, membuat Erik tak berkutik lagi.

__ADS_1


"Retno....."panggil Arumi sambil mengetuk pintu.


''iya maa,"sahut Retno dari dalam "masuk aja ma"timpal Retno lagi.


"sayang,kamu bisa kan temani Tante Mayang sama ayah pergi, ngk enak badan,trus pusing"ucap Arumi kemudian memijit kening.


Retno pun menatap Arumi dengan tatap sedih,lalu menyanggupi permintaan ibunya.


"terimakasih sayang"ucap Arumi lalu kembali keluar.


Arumi pun langsung menemui Mayang kekamar nya.


"Mayang....mayangg... panggil Arumi mengetuk pintu.


Mayang pun membuka pintu dan sudah terlihat rapi.


"Mayang,kamu ada acara atau mau pergi keluar"tanya Arumi yang melihat pakaian Arumi yang sudah rapi.


"ngk kemana-mana kok"sahut Mayang santai.


"OOO..abis pakaian kamu rapi, seperti mau pergi aja"ucap Arumi heran.


"ooyaa,kamu bisa bantu ganti'in aku belanja dapur ngk,soalnya aku lagi ngk enak badan"


"ya udh kamu siap-siap ya, biar aku bilang mas Erik turun dulu"ucap Arumi lalu melangkah pergi.


Arumi menepuk dadanya,sambil melangkah naik tangga,"rasanya dada ku panas dan sesak menahan ini semua,apa lagi terlihat baik-baik saja"gumam Arumi melangkahi anak tangga.


sesuai dengan rencana Arumi,Erik dan Mayang pun telah pergi,kini Arumi menjalankan rencana nya, menghubungi nomor langganan elektronik nya,pertama memasukkan cctv dirumah nya dulu.


"hallo mas,saya mau memasukkan cctv dirumah saya,bisa ngk mas"ucap Arumi pada seseorang di telefon.


"bisa mbak,mau kapan ya mbak"ucap sopi dari elektronik langganan nya.


"sekarang mas,Oya mas,saya mau ini dirahasiakan dari suami saya ya mas"ucap Arumi


"iya mbak,tugas saya cuma melayani pembeli aja kok,saya tidak akan ikut campur dari privasi mbak"sahut sopi menegaskan.


tak menunggu waktu lama,sopi pun datang membawa pesanan Arumi.


"mau dimasukkan kemana mbak"tanya sopi

__ADS_1


"di kamar tamu aja mas,tapi kalau bisa jangan sampai ketahuan kalau ada cctv dikamar ini ya mas"ucap Arumi


"dan lansung dihubungkan ke ponsel saya ya mas"timpal Arumi lagi.


"iya mbak, tenang aja"sahut sopi dan langsung bekerja.


tak menunggu lama CCTV pun telah terpasang dan terhubung ke ponsel Arumi.


"mbak,silakan di cek mbak"ucap sopi


"sudah mas, terimakasih ya mas,ini uangnya mas"ucap Arumi sambil menyodorkan uang.


setelah sopi pergi,Arumi pun kembali ke kamar nya,dan memeriksa ulang CCTV.


"jika memang mas Erik dan Mayang melakukan...."Arumi tak melanjutkan kata-katanya,kini air mata nya sudah mengalir.


"ya Allah...jika memang terbukti perbuatan suamiku bersama sahabat ku,kuat kan lah aku"ucap Arumi dengan tangisan yang tak dapat dia tahan lagi.


dalam kesedihan dan tangisan nya,tak sadar Arumi pun tertidur.


tersadar dari tidurnya,bangun-bangun sudah jam 8 malam,Arumi terkejut dan langsung turun dan melihat rumah masih sepi.


"kenapa jam segini mereka belum pulang juga ya"ucap Arumi sambil mengecek panggilan masuk di ponselnya.


"tidak ada,mas Erik sama sekali tidak mengabari ku"ucap Arumi sedih.


Arumi pun memutuskan kan menelfon nomor Erik,namun panggilan nya tidak di angkat,lalu Arumi mencoba menelfon Retno.


"hallo mas..."ucap Retno,hahah.....pedas kan mas"ucap Mayang tertawa yang masih bisa didengar Arumi disela ucapan Retno terjeda.


"maa..."ulang Retno lagi.


"iya sayang, kalian lagi apa,kok belum pulang,apa belum siap belanjanya"ucap Arumi yang menghujani Retno dengan beberapa pertanyaan.


"kita udah siap belanja kok maa,ini lagi mampir makan,tadi Tante Mayang katanya lapar,jadi kita singgah makan dulu"jelas Retno.


Arumi menarik napas panjang"ya sudah,mama cuma mau nanya aja,mama pikir kenapa-kenapa dijalan"sahut Arumi menahan air mata lalu mematikan panggilan nya.


air mata Arumi pun langsung terjatuh yang sedari tadi dia tahan.


"kini anak ku pun ikut bahagia bersama Mayang"ucap Arumi dengan linangan air mata.

__ADS_1


"kalian makan bersama tanpa memikirkan aku disini mas"hikkkk...hikkkk....


"jahat kamu Mayang,kamu tega merebut suami dan anak ku"teriakkk Arumi, meluapkan emosi nya.


__ADS_2