
semua pesanan sudah datang,baik itu kue ulang tahun,snek,makanan dan minuman.
Erik dan Retno pun sudah berada di halaman depan, halaman depan digunakan untuk ruang utama acara dan tempat tamu.
satu persatu teman Retno dan Erik datang dan mengulurkan tangannya untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Retno.
selesai berhias,arumi pun turun dan melihat tamu sudah berdatangan,Arumi melihat suaminya tengah duduk bersama teman kantor nya.
sementara Retno sedang berbincang dengan teman-teman sekolahnya,Arumi pun pergi ikut menyapa teman-teman nya Retno.
"teman-teman sekelasnya Retno ya"sapa Arumi yang mulai gabung.
"heheh...iya Tante"ucap gadis sebaya Retno dengan tersenyum.
"makasih semua nya udah pada datang"ucap Arumi lagi dengan ramah.
"iya Tante"ucap mereka dengan serentak.
tamu sudah rame, rekan-rekan kerja Arumi dari rumah sakit pun telah tiba dan memberikan ucapan selamat ke pada Retno, hampir semua tamu sudah datang,namun Arumi masih mencari sosok sahabat nya itu ,yang masih belum terlihat.
"cari siapa sih"sapa Risma nongol.
"eh Risma,sudah lama datang,kok dari tadi ngk nampak"sahut Arumi ramah.
"blum lama juga sih,tadi aku gabung sama tamu yang lain"jelas Risma
"ngomong-ngomong tadi kamu cari siapa"tanya Risma kembali.
"oooo...itu...
cuma mau memastikan tamu udah pada datang semua atau belum"sahut Arumi mencari alasan.
"oooo...ya udh aku,kesana dulu ya,siapa tau ketemu jodoh"bisik Riska becanda,lalu pergi ke tempat ramai.
setelah semua tamu undangan datang,mas Erik pun memangil ku dan Retno untuk acara pemotongan kue.
Alhamdulillah betapa leganya hati Arumi,melihat acara pesta berjalan dengan lancar.
satu persatu teman Retno mengucapkan selamat sekaligus pamitan untuk pulang,begitu pula tamu yang lain nya.
saat acara pesta sudah selesai,para pelayan pun membersikan ruangan dan Arumi pun ikut membantu membersihkan halaman depan, sementara Retno dan Emas Erik tengah duduk di ruang tamu karna kelelahan menyambut tamu.
"mbak ada yang cari'in mbak Arumi"ucap salah satu pelayan.
"siapa"tanya Arumi yang masih sibuk memindahkan gelas minuman
"saya ngk kenal mbak,dia bawa koper gitu"jelas pelayan lagi,yang membuat Arumi langsung menghentikan aktivitas nya.
__ADS_1
"dimana orang nya "tanya Arumi sambil melihat sekeliling.
"masih di luar gerbang mbak"
"ya sudah,kamu lanjut bersih-bersih,saya mau kedepan dulu"ucap Arumi kemudian pergi.
"bawa koper,siapa ya"gumam Arumi penasaran
"maaf mbak,mbak cari saya"sapa Arumi pada seorang perempuan yang berdiri membelakangi nya.
mendengar ada yang menyapa, perempuan tersebut pun lansung menoleh ke arah Arumi, spontan saja Arumi langsung kaget, ternyata perempuan tersebut adalah sahabat nya.
"Mayang"panggil Arumi dan lansung memeluk nya.
mayang pun langsung membalas pelukan Arumi,mata Arumi langsung berkaca-kaca karna kedatangan Mayang, suasana hangat dan haru pun lansung menyelimuti mereka.
"pestanya sudah selesai,maaf aku datang terlambat"ucap Mayang manja.
"ngkpp,kamu datang saja aku senang"sahut Arumi tersenyum bahagia.
"Arum.... untuk sementara boleh aku numpang di rumah kamu,aku lagi berantem sama pacar aku dan untuk sementara aku ingin menenangkan diri dulu,kalau aku ngk pergi dia pasti akan datang selalu"jelas Mayang sedih.
melihat koper Mayang,Arumi pun tak tega menolak nya,apa lagi sudah lama tak bertemu.
"boleh dong,mana mungkin aku menolak,kamu itu sahabat sekaligus saudara aku"jawab Arumi lalu memegang lembut tangan Mayang.
"terimakasih ya Arum"ucap Mayang lalu memeluk Arumi kembali.
"Arum apa suami mu tidak keberatan"ucap Mayang sambil berjalan.
"tidak,nanti aku akan bicara sama mas Erik"sahut Arumi menyakinkan.
"wahhh.... rumah kamu besar ya rum"
"ahh...kamu bisa aja"sahut Arumi merendah.
"pasti kamu bahagia,punya suami penyayang dan rumah besar,aku juga ingin seperti kamu"timpal Mayang kembali dengan menatap tajam kearah Arumi.
"kamu bisa aja,semoga keinginan mu tercapai "sahut Arumi tersenyum dan trus berjalan kedepan.
"ayok masuk,mas Erik sama Retno ada di dalam"ucap Arumi melangkah duluan yang di ikuti Mayang dari belakang.
"mas....mas Erik...."panggil Arumi mendekat
"ada apa sih sayang,kok teriak"sahut Erik yang tengah santai makan cemilan, sementara Retno hanya diam memperhatikan.
"itu koper siapa"tanya Erik heran,belum sempat Arumi menjawab,Mayang pun muncul dari belakang.
__ADS_1
"uukkk..uukkk...."tiba-tiba Erik kesedak sampai batuk.
"minum ayah"ucap Retno memberikan air
"mas kok bisa kesedak sih, pelan-pelan dong makan nya"ucap Arumi mendekat.
selesai minum Erik hanya diam dengan wajah pucat.
"mas kamu sakit"tanya Arumi memegang kening Erik.
"ennngak kok"sahut Erik gugup
"mas,kita kedatangan tamu spesial mas,mayangg"ucap Arumi dengan raut bahagia
"kamu masih ingat Mayang kan mas,anak nya bude"timpal Arumi lagi.
Erik pun mengangguk kan kepalanya dan sekali-sekali melihat kearah Mayang.
"Retno salam sama Tante Mayang"perintah Arumi, Retno pun lansung bangun dan menyalami tangan Mayang lalu duduk kembali.
"oyaa mas,kata Mayang mau nginap di sini dulu beberapa hari,boleh kan mas"tanya Arumi menatap wajah Erik menunggu jawaban.
"iiyaaa...mas terserah kamu aja"sahut Erik terbata-bata.
"Mayang ayokk,sini aku antar kamu ke kamar"ucap Arumi lalu bangkit.
karna merasa bahagia Arumi pun tak henti -henti nya tersenyum.
Arumi dan Mayang pun pergi ke kamar sementara Erik pun meninggalkan Retno sendiri dan pergi ke kamarnya.
"kamu pakek kamar ini ya, kalau kamu butuh apa-apa,panggil aja"ucap Arumi ketika masuk dalam kamar tamu lalu meletakkan koper Mayang di samping lemari,Mayang pun mengangguk paham.
"kamar mas Erik dimana,eh... maksud aku kamar kamu dimana"ucap Mayang keceplosan, membuat Arumi lansung menoleh menatap Mayang.
"kamar aku ada di lantai atas,dan kamar Retno juga di lantai atas"jelas Arumi.
"ya sudah,kamu istirahat ya, pokoknya kalau butuh apa-apa bilang aja,jangan sungkan"ucap Arumi tersenyum.
"oyaa...anggap aja rumah sendiri "timpal Arumi kembali lalu keluar dari kamar.
Arumi pun melihat semua pelayan yang bekerja sudah pulang,kemudian kembali ke kamarnya.
sampai di kamar,Arumi pun melihat Erik sudah tertidur dan Arumi pun langsung merebahkan tubuhnya untuk istirahat,karna merasa lelah Arumi pun lansung tertidur pulas.
\* POV ERIK.....
duduk santai bersama Retno,sambil menikmati cemilan, tiba-tiba aku lansung terkejut dengan kedatangan Mayang dirumah ku,seketika itu aku lansung kesedak.
__ADS_1
sebelum Arumi menjelaskan maksud kedatangan Mayang, pikiran ku lansung kemana-mana,rasanya jantung ku berdebar tiga kali lipat.
namun aku berusaha menahan agar tidak gugup di depan Arumi dan pura-pura lupa dengan Mayang dan seolah-olah baru pertama jumpa Mayang kembali.