
"Retno mau sama ayah maaa.."rengek retno dari dalam kamar.
"iya sayang,buka pintu nya dulu,boleh mama masuk"bujuk ku lembut.
tak lama, akhirnya Retno mau membukakan pintu kamar nya dan membiarkan ku masuk, walaupun nyatanya retno masih marah.
"Retno,kamu sekarang sudah besar,mama sama sayang sama retno,sayang maaf kan mama sama ayah ya,kalau udah buat retno marah dan sedih"ucap ku berhenti lalu memegang tangan nya.
"sayang,Retno tau kan kalau orangtua sudah berpisah itu, berarti mereka ngk boleh tinggal bersama lagi,nah ayah dan mama juga akan seperti itu,tapi mama sama ayah akan tetap sayang sama retno,mama tau ini berat buat retno, Retno kan anak mama yang pintar dan sabar"ucap ku dengan suara yang mulai berat.
mau tidak mau aku harus menjelaskan pada retno kalau mama dan ayah nya akan berpisah.
"tapi kenapa mama ngk maaf kan aja ayah,biar kita tinggal bersama lagi"ucap Retno dengan mata'sembabnya.
aku menarik nafas dan menahan air mata ku, agar tak jatuh di depan retno.
"sayang,mama sayang sama retno, retno juga sayang sama ayah dan mama,begitu juga ayah,ayah juga sayang sama tante mayang,mama ngk mau melarang ayah sama tante mayang karna itu keinginan ayah dan juga hak ayah,memang retno mau ayah ngk bahagia?ngk kan,jadi biar kan ayah bahagia ya"ucap ku memberi pengertian agar retno bisa mengerti.
aku tak ingin retno sendiri membencinya ayahnya, hingga menyebabkan hubungan nya dengan ayahnya bisa renggang.
aku tak ingin itu semua terjadi,apalagi kekurangan kasih sayang ayahnya,aku berharap walaupun aku dan mas erik berpisah, aku tak ingin retno kekurangan kasih sayang dan merasa kehilangan.
"yang penting Retno bisa jumpa ayah kapan aja Retno mau,ya sayang!"ucap ku lalu memeluk nya,Retno pun menganggukan kepalanya.
"sayang ngk sekolah,kok belum pakek seragam"ucap ku yang masih melihat Retno memakai baju biasa.
"tadi Retno ngk mau ke sekolah maa"sahut nya menunduk.
"ya sudah,masih sempat kok,cepat nganti baju,biar mama antar"sahut ku tersenyum.
"mama tunggu di ruang tamu ya"ucap ku lalu pergi.
sambil menunggu Retno,akupun membuka ponsel ku,dari kemarin aku tak buka karna ingin menenangkan diri.
"panggilan tak terjawab "ucapnku,saat ku lihat ternyata panggilan dari mas Erik.
aku pun hanya mengabaikan nya, tanpa menelfon balik,lalu aku aku membuka sebuah pesan dari suster dina.
"pagi dok,saya mau menginfokan kalau tadi dokter Rijal datang mencari dokter"aku pun mengerut kan kening ku,"kenapa dokter Rijal mencari ku"batinku,penasaran.
"terimakasih ya Dina informasi nya,ini saya masih mau berangkat"balas ku
akhir-akhir ini aku memang sering datang terlambat dan kurang pokus di rumah sakit.
"sudah siap sayang"melihat retno sudah muncul
"sudah maa''
"nanti mama beli kan sarapan dijalan aja ya"
"ngk usah ma, retno sarapan di kantin sekolah aja"
"benaran"ucap ku menyakinkan
"iya,nanti kalau singgah ngk sempat lagi"
"ya udh,tapi janji ya, sarapan disekolah nanti"
"iya maa"
aku dan Retno pun langsung berangkat,walau sudah telat,tapi aku harus ngantar Retno dulu baru ke rumah sakit.
...****************...
"kalian sudah tau belum,ternyata Mayang sudah pulang ke kos nya"ucap buk endang pada ibu-ibu yang lain
"mayang yang sebelah rumah buk endang ya?"sahut buk Ningsih sambil memilih-milih tomat.
"iya,Mayang tetangga saya"ucap buk endang
"lah bukannya buk endang bilang kalau mayang sudah lama tidak pulang"potong buk tari pemilik kedai sampah.
"benar buk,dia memang sudah lama tidak pulang,dan tadi pagi saya lihat udah pulang"ucap buk endang
"lah emang kenapa buk?"tanya ibu yang lain ikut penasaran.
"tadi pagi, suami saya mau berangkat kepajak,suami saya kan jualan dipajak jadi harus pergi cepat,nah,pas motor suami saya mau lewat, ternyata ada mobil di depan rumah Mayang jadi motor suami saya ngk bisa lewat dong,trus saya datangi rumah Mayang biar mobil nya digeser "jelas buk endang dengan suara perlahan
"trus buk"tanya buk Ningsih kepo
"saya kaget buk, ternyata yang buka pintu bukan mayang "ucap buk endang setengah berbisik.
"jadi siapa dong buk"ucap ibuk yang lain ikut kepo
"buk endang ini gimna sih,kok setengah -setengah kan penasaran "Potong buk tari tak sabar.
buk endang pun melihat ke kiri dan kanan lalu melanjutkan ucapannya .
"itu low buk, ibu-ibu disini kan pada tau kalau Mayang itu belum menikah,jadi tadi pagi yang buka pintu laki-laki "ucap buk endang memiringkan bibir nya.
"aduhhh...yang benar buk"ucap buk Ningsih yang semakin mendekat.
"betul buk, untuk apa saya bohong "ucap buk endang penuh keyakinan
"jadi itu laki-laki itu siapa nya Mayang buk"ucap ibuk yang lain.
"katanya sih,pas saya tanya,dia katanya pacar nya si Mayang"jelas buk endang
"ini ngk betul ini buk"ucap buk tari
"mana boleh laki-laki sama perempuan yang belum menikah satu rumah"timpal buk tari lagi.
"iya betul...."ucap yang lain serentak
__ADS_1
"iya buk saya juga takut, bisa-bisa kita juga kenal musibah karna mereka yang buat dosa"ucap buk endang kesal.
"kita lapor kan aja sama pak RT buk"ucap salah satu ibuk yang lain.
"iya benar tu"sahut ibuk-ibuk yang lain serentak.
buk endang dan ibuk-ibuk yang lain pun memutuskan untuk langsung pergi ke rumah pak RT.
...****************...
Mayang yang baru bangun tidur langsung mencari makanan,karna lapar.
"buk,beli lontong nya satu bungkus"ucap mayang lalu duduk.
"cabe nya di banyak kan ya buk"timpal Mayang kembali pada wanita dua anak itu.
"iya mbak Mayang"sahut buk murni .
"kemana aja,kok ngk pernah nampak"tanya buk murni
"heheh....baru pulang dari tempat saudara buk" sahut mayang tersenyum.
"Oooo....pantas ngk nongol-nongol"sahut buk murni ikut tersenyum.
"kok makin gemuk aja ya mbak Mayang"ucap buk murni yang melihat badan mayang mulai berisi.
"hehe...iya buk,berat badan saya naik"ucap Mayang tertawa kecil dan gugup.
"ini lontong nya mbak,15 ribu"
"ini uang nya buk,terimakasih ya buk"ucap mayang memberikan dua lembar uang lalu pergi.
"aku harus cepat menikah dengan Erik,kalau tidak orang bisa tau aku hamil"batin mayang mulai takut.
sampai dikos,Mayang pun langsung menyantap Lontong yang dia beli dengan lahap.
"tukkkkk....tukkkk.....mbak Mayang...
suara panggilan dari luar.
"iya siapa ya"sahut mayang lalu membuka pintu.
"ehh kamu tihh,ada apa?"tanya mayang santai.
mayang melihat napas ratih ngos-ngosan seperti orang habis lari maraton.
"itu..mbakk...anuuu ..ucap ratih terbata-bata
"aduhhh....tarik napas dulu deh,kalau sudah tenang baru ngomong "usul mayang heran melihat ratih.
Ratih pun menarik nafas dan mulai bicara
"maaf ya mbak,tadi saya lari dari rumah pak RT tanpa berhenti "ucap Ratih nyinyir
"tadi saya lewat dari rumah pak RT trus lihat rombongan ibuk-ibuk rame kerumahnya pak RT"ucap Ratih terjeda
"trus"
"jadi saya ikut dengar kan dari luar mbak"ucap Ratih lalu menunduk.
"aduh,ratihhh...cepatan dong,jangan setengah-setengah ngomong nya"ucap Mayang kesal.
"ratih dengar para ibuk-ibuk bilang kalau mbak bawa laki-laki menginap dirumah mbak"ucap Ratih takut.
wajah Mayang pun langsung berubah pucat.
"ya sudah, makasih atas informasinya ya tih,itu ngk benar,ngk usah didengarkan,kalau gitu mbak mau lanjut makan lagi ya"ucap mayang berusaha tenang.
setelah ratih pergi,mayang pun lansung mengambil ponsel nya dan menelfon nomor Erik.
"haloo.....
"iya kenapa Mayang,aku lagi kerja,nanti aja ya"ucap Erik ketus.
"tunggu dulu"cegat mayang cepat,karna tau erik mau mematikan panggilan nya.
"ada apa lagi"
"kamu pulang sekarang"
"aku takut kalau para ibuk-ibuk dan pak RT datang kesini"ucap mayang cemas
"lahh.... maksud nya apa"ucap erik masih tak mengerti.
"ada yang lapor kalau aku bawa laki-laki kerumah trus mungkin pak RT nanti kesini "
"cepatan pulang"desak Mayang
"aduhh... ada-ada aja lah,ya udah bentar lagi aku pulang"ucap erik kesal
"jangan nanti dongg, sekarang"ucap mayang kesal.
"iya..iyaa" sahut Erik kesal lalu mematikan ponselnya.
"aduhhh... ada-ada ajalah tingkat ibu-ibu disini,kepo,suka ngurusin urusan orang,pengen ku cabein mulutnya"omel mayang kesal
****************
"apa ibu-ibu ada bukti,kalau si mayang itu bawa laki-laki dan yakin laki-laki itu menginap dirumahnya "ucap pak Imron selaku ketua RT di komplek.
semua ibu-ibu terdiam, mendengar penuturan pak Imron dan masing-masing melihat ke arah buk endang.
"lah...kok pada lihatin saya"ucap buk endang gugup.
__ADS_1
"kan informasi yang kami dapat dari buk endang,gimana sih"ucap buk Ningsih
"jadi semua informasi ini dari buk endang sendiri "potong buk Maryam istri pak Imron.
"saya ngk bohong kok pak RT,saya memang melihat dengan mata kepala saya sendiri kalau pagi-pagi buta tadi yang buka pintu mayang laki-laki dan dia juga bilang kalau dia pacar nya mayang "jelas buk endang dengan yakin.
"bagaimana mana ini bii"tanya buk Maryam pada pak Imron
"buk endang sudah menyaksikan nya sendiri"timpal buk maryam kembali.
"iya pak RT,ini tidak boleh dibiarkan"ucap ibuk yang lain
"benar pak, bisa-bisa kita kenak batunya karna ulah mereka"ucap salah satu ibu yang lain.
"betul-betul"ucap ibuk-ibuk serentak
"tenang-tenang semuanya, ibu-ibu tenang dulu"ucap pak imron menengahi
"kita tidak boleh main hakim sendiri, apalagi masih belum terbukti"ucap pak Imron tegas
"sebaiknya kita datangi dulu kerumah mayang,kita cari tahu dulu kebenaran nya,baru kita cari solusi nya sama-sama''timpal pak Imron dengan bijak.
"ya sudah kita datangi aja langsung ketempat mayang"ucap buk endang tak sabar.
"iya kita datangi aja pak"ucap ibu yang lain
"baiklah,kita akan kesana,tapi saya minta tidak ada yang boleh main emosi disana"ucap pak Imron tegas.
para ibuk-ibuk setuju dengan pak Imron,pak Imron dan istri pun langsung kerumah mayang.
"aduhhh... seperti nya ini seru"ucap Mak bet dari tadi menguping pembicaraan para ibu-ibu dari dapur.
Mak bet adalah perempuan paruh baya yang suka kepo dengan urusan orang lain,Mak bet sendiri sudah lama bekerja dirumah buk maryam sebagai tukang masak.
"aku harus ikut ini"ucap Mak bet sambil menjeda rekaman di ponselnya.
walau sudah tua,Mak bet suka eksis di dunia Maya, suka mengaplod kegiatan nya.
ibuk-ibuk dan pak Imron sudah sampai ditempat Mayang.
"assalamualaikum"ucap ibu-ibu serentak,namun belum ada jawaban dari Mayang.
"mayangg..."panggil buk endang
"Mayang kamu dirumah kan"teriak ibuk yang lain.
"sabar ibu-ibu''ucap pak Imron
"apa Mayang ngk dirumah"timpal buk maryam
"pasti dirumah buk,toh sendal nya aja disini"sahut buk endang sambil menunjuk sendal milik mayang.
"ya sudah, ibu-ibu tenang dulu,biar saya panggil kan"ucap pak Imron mendekat ke pintu.
"nak Mayang"panggil pak Imron sambil mengetuk pintu
"assalamualaikum"ucap pak Imron kembali.
tak lama mayang pun membuka pintunya"wa'alaikumussalam"sahut Mayang membuka pintu
"hah...ini dia"ucap buk Ningsih
"ada apa ya ibu-ibu kesini,kok ada pak RT juga"ucap mayang pura-pura tak tau.
"kamu kok dipanggilin ngk nyahut trus pakek lama pula buka pintu nya"omel buk Ningsih kesal.
"sebaiknya ibu Ningsih dan yang lainnya tenang dulu,biar pak RT dulu yang bicara"ucap buk maryam lembut.
"ini ada apa ya pak"ucap mayang berusaha tenang.
"begini nak Mayang,maaf sebelumnya kalau kami sudah menganggu nak mayang,kami kesini ingin memastikan tentang apa yang kami dengar,apa benar nak Mayang membawa laki-laki yang bukan mahrom nak Mayang kesini ditambah menginap lagi"jelas pak Imron
mayang pun langsung gugup, apalagi Mayang melihat pak Imron yang berbicara penuh wibawa serta memakai peci dengan gaya seperti ustadz.
"jawab dong,kok malah diam"ucap buk endang tak sabar.
mata mayang langsung tajam melihat kearah buk endang,Mayang langsung menembak kalau buk endang lah yang telah menyebar kan informasi nya,karna rumah buk endang lah yang paling dekat.
"bagaimana nak Mayang"timpal pak Imron kembali.
"emmm...itu...itu semua "sahut mayang gugup dan terbata-bata.
"tu kan ibu-ibu,benarkan, bukti nya dia nggak bisa jawab"ucap buk endang ketus.
"buk endangkan yang lapor kan saya, ngapain sih ibu suka ngurusin urusan orang"ucap Mayang emosi.
"aduhh...ngk sia-sia aku ikut"ucap Mak bet sambil merekam.
Mak bet berdiri dan pura-pura hanya memegang ponsel di dekat dadanya, padahal mereka semua percakapan dengan video.
"tenang dulu buk endang,kita dengar kan dulu penjelasan dari nak Mayang"ucap buk Maryam.
sementara buk endang dan Mayang saling menatap kesal.
"benar saya bawa laki-laki tapi itu suami saya"ucap Mayang berbohong.
ibu-ibu yang mendengar pun lansung berbisik -bisik mendengar penuturan mayang.
"Mayang kamu jangan bohong,kami tau kamu belum menikah "ucap buk Ningsih.
"ibu tau apa tentang saya,saya menikah juga ngk akan undang ibu"ucap Mayang emosi dengan menahan tangan yang sudah dingin.
"baiklah kalau kamu sudah menikah mana buktinya"ucap buk endang semakin menyudutkan mayang.
__ADS_1
Mayang pun lansung terdiam,seperti kehabisan kata-kata.