Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Draft


__ADS_3

Erik keluar dari ruangan pak robi dengan wajah kusut,walau wajah erik terlihat menyedihkan namun tatapan karyawan masih saja sinis.


bahkan ada yang tersenyum ditengah kesedihan erik,dan ada juga terang-terangan mencibir erik.


"benar kan,dia pasti kenak tegur pak Robi"ucap salah satu karyawan yang melihat erik keluar dari ruangan bos mereka.


"kasian juga ya, walaupun salah tapi tetap aja ngk tega lihat wajahnya sedih"ucap yang lain merasa iba


"aduh, tukang selingkuh ngk usah dikasihani, nanti bisa melunjak "


"iya masih mening dia ngk dilaporkan istri pertamanya kepolisi"


Erik yang mendengar pun hanya bisa pasrah dengan berbagai komentar dari setiap karyawan.


selesai membersihkan ruangan nya dan mengambil beberapa barang milik nya,erik pun memilih untuk meninggalkan ruangan nya dan lansung pulang.


"assalamualaikum"ucap erik lesu memasuki rumahnya,namun tidak ada jawaban.


Erik pun lansung masuk kedalam kamar mengecek keadaan mayang,erik mendapati mayang tengah berbaring memainkan ponselnya.


"lah kok cepat banget pulang nya"ucap mayang kaget dengan kemunculan erik.


"perasaan baru aja pergi"timpal mayang heran.


Erik mendengus kesal sambil membuka jas nya

__ADS_1


"kok kamu diam aja sih"ucap mayang menatap kesal erik.


"aku dipecat"ucap erik datar


"apa? dipecat? "ulang mayang tidak percaya dengan apa yang di dengar nnyat.


"iya,aku dipecat"ulang erik kesal


"nggakkk,,nggakk bisa, kalau kamu dipecat kita makan apa,nggak boleh!,gimana nasib kita,aduhh gimana nasib calon anak kita? "


celocos mayang sangat mengkhawatirkan nasibnya dan anak nya.


"pokonya kamu ngk boleh berhenti kerja"timpal mayang syok.


mendengar mayang yang tidak berhenti mengeluh, membuat erik semakin pusing,ingin sekali erik berteriak sekeras-kerasnya.


"aku ngk mau hidup susah,kita baru aja ngerasain hidup seperti orang kaya,masak kita harus hidup susah lagi sih,aduhh belum lagi nanti kalau aku lahiran,biaya lahiran,biaya anak kita"oceh mayang memegangi cemas.


"stoppp mayang,kamu jangan bikin aku tambah pusing, bukannya kamu nenangin suami kamu,ini malah bikin kepala aku jadi tambah mumet"ucap erik kesal


"seharusnya kamu itu tenang,bukan malah panik berlebihan,sudah seaiknya kamu jangan berpikiran kemana-mana dulu,lebih baik kamu berdoa biar suami kamu dapat pekerjaan baru"timpal erik kembali.


"bagaimana aku bisa tenang kalau kamu itu udah di pecat, belanja mau pakek apa kalau ngk ada uang,mau bayar pakek daun, sementara aku sudah di campakkan ibu sama bapak,kalau tidak aku kan masih bisa minta uang dari ibu dan bapak"ucap mayang mengeluh.


"kan aku sudah bilang, sebaiknya kamu tenang dulu,jangan bikin aku tambah stress"ucap erik

__ADS_1


"dan sebaik nya kamu juga tidak usah banyak pikiran,nanti bisa-bisa anak aku jadi ikut stress gara-gara kamu panik"omel erik agar mayang mau mengontrol emosi nya.


Mayang pun mulai diam dan memegangi perutnya nya yang masih datar itu.


"ini meningan kamu belanja dari pada marah-marah ngk jelas"ucap erik menyodorkan uang seratus ribu.


Mayang yang melihat uang yang disodorkan erik pun tertawa kekeh.


eratus ribu,memang uang seratus ribu bisa belanja apa?, sekarang itu apa-apa serba mahal"ucap mayang tanpa memikirkan perasaan Erik


Erik yang merasa direndahkan kan pun, dongkol melihat tingkah mayang,erik mulai teringat kembali ketikan masih bersama arumi,arumi tidak pernah mengeluh apalagi menghina pemberian dari nya.


"aku udah ngk ada uang simpanan lagi,mulai hari ini kita harus hidup hemat,apa lagi aku belum dapat kerjaan baru"ucap Erik geram


"dan satu lagi,mulai sekarang kamu itu harus lebih sopan,aku ini suami kamu, panggil aku dengan sebutan mas"timpal erik kembali menatap lekat mayang.


Mayang pun menarik napas kasar"baiklah mulai sekarang aku panggil kamu mas,tapi soal pergi belanja aku ngk mau,apa kata ibu-ibu komplek disini nanti kalau mereka tau kalau aku cuma bawa uang pas,kan malu"ucap mayang memiringkan bibir nya.


Erik pun hanya mendengus pasrah.


"baiklah untuk hari ini biar aku yang belanja"ucap erik tak mau berdebat.


"ya sudah, terserah,aku mau istirahat dulu"ucap mayang tanpa peduli,lalu pergi meninggalkan erik.


erik yang melihat mayang pergi pun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran.

__ADS_1


demi istri dan anak yang ada di dalam kandungan mayang,Erik pun rela bersabar dan memilih untuk lebih sering mengalah


karna stok makanan dirumah sudah habis,maka erik pun lansung pergi keluar untuk belanja bahan dapur.


__ADS_2