Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Berdebat.


__ADS_3

Tama pun menarik napas "terserah mama sama papa aja"sahut tama pasrah


"Alhamdulillah"karna bahagia ros pun lansung memeluk tama


"terimakasih ya sayang,mama sama papa yakin kalau bella adalah pilihan terbaik untuk kamu"ucap ros yang masih memeluk tama.


"iya maa"sahut tama singkat


tama pun kembali kekamar nya dan memijit-mijit kening nya,berusaha menerima perjodohan nya dengan bella.


* POV Erik *


Hari ini aku benar-benar lelah,beberapa kali aku sudah naik turun tukar gojek untuk berkeliling mencari pekerjaan,namun hasil nya tetap sama,aku berharap bisa kembali bekerja di perusahaan-perusahaan besar namun semua menolak.


ku periksa uang di dompet ku sudah mulai sekarat serta baju yang sudah bau keringat,aku pun memutuskan untuk pulang dan melanjutkan nya besok.


seperti biasa kudapati rumah yang memang setiap harinya sepi,pasti mayang dikamar bathin ku.


ku baringkan tubuh ku sekejap di atas sofa ruangan tamu, sebelum masuk ke kamar,cukup lelah hari ini sehingga aku malas berdebat dengan mayang,karna aku tau dia pasti akan bertanya apakah aku mendapat pekerjaan hari ini atau tidak.


setelah lima belas menit memejamkan mata istirahat,aku pun memutuskan untuk kembali kekamar.


ku buka pintu dan ku dapati mayang yang tengah memainkan ponselnya,aku pun menghela nafas karna masih mendapatinya seperti awal aku pergi.


"sudah pulang kamu mas"ucap mayang melihat kedatangan ku


"sudah" sahutku singkat


"gimana hari ini mas?kamu berhasil dapat kerjaan? perusahaan mana? gajinya berapa?"tanya mayang sekaligus


lagi-lagi aku pun menghela nafas kasar,lalu mengambil handuk.


"mas,jawab dong"timpal nya lagi,dan aku masih tetap diam


"apa jangan-jangan kamu belum dapat kerjaan"ucap mayang menyelidik


aku pun menarik napas"iya besok mas cari lagi ya"sahut ku berusaha tenang


"apa!

__ADS_1


"itu berarti benar tebakan ku,kamu belum dapat kerjaan juga"ucap mayang dengan raut wajah yang lansung cemberut.


"tapi besok mas usahakan untuk cari lagi, namanya masih satu hari,kan ngak lansung dapat"tutur ku memberikan penjelasan.


"alahh...memang kamu ngak becus cari kerjaan, masak satu perusahaan aja ngak bisa"ucap mayang membuat ku lansung emosi


"aku ini bukan anak penjabat,atau punya orang dalam dan bisa langsung kerja,kalau ngak kamu aja yang carikan aku kerjaan,jangan cuma ngomel dan marah-marah aja trus santai main hp,tanpa mau bantu suami"ucap ku meluapkan kekesalan ku


"apa!! aku yang kerja"


"aku yang hamil gini kamu suruh kerja mas,suami macam apa kamu, nyuruh istri yang lagi hamil kerja"sahut mayang tak mau kalah.


"mas bukan mau nyuruh kamu kerja,tapi mas cuma nyaran kan kamu bantu mas carikan kerjaan aja"ucap ku mulai mereda


"dan seharusnya sebagai istri itu kamu harus mendukung suami, menyemangati suami,dan menyenangkan hati suami"timpal ku


"sudahlah mas,kamu jangan ngajarin aku,kamu sebagai suami aja belum benar"ucap mayang yang masih menyalahkan ku.


aku pun menghela nafas kasar"mas capek"ucap ku singkat tak ingin menangapi nya lagi,ku ambil handuk lalu lansung masuk kekamar mandi.


ku guyur semua badan ku pakai air, sesekali kurendam kepala ku kedalam bak mandi,biar badan dan kepala ku dingin dan bisa berpikir jernih serta kembali tenang lagi.


aku ingat betul,tak pernah sekalipun arumi sengaja menyakiti ku ataupun berkata kasar pada ku,apalagi merendahkan ku,tidak dia tidak pernah seperti itu.


setiap pergi kerja ataupun pulang kerja arumi menyiapkan sarapan ku,setiap berangkat kerja Arumi sudah menyiapkan baju ku,sudah di setrika dan harum,berkata lembut pada ku, menyambut kedatangan ku,dan menjadi penyemangat ketika aku ada masalah.


berbanding terbalik dengan mayang,mayang yang dulu nya sebelum nikah selalu membuat ku bahagia namun setelah menikah dan aku tidak punya banyak uang lagi dia kini menghinaku dan merendahkan ku.


ah apa yang kupikirkan,ini pasti balasan karna aku telah menyia-nyiakan istri ku.


tiba-tiba aku merindukan arumi dan retno,aku sadar, semenjak dari rumah sakit aku tidak pernah lagi menjenguk atau berjumpa mereka.


ku percepat mandi ku,siap mandi aku ingin lansung pergi kerumah arumi.


"mas kamu mau kemana?kenapa pakek baju cantik?"tanya mayang melihat ku berpakaian rapi.


"mau keluar sebentar"sahut ku tanpa menoleh


"keluar sebentar,kemana?"tanya mayang lagi

__ADS_1


"mau cari udara segar"sahut ku berbohong


"memangnya disini ngak segar,Sampek keluar segalak"omel mayang,namun aku hanya diam


"aku mau ikut"timpal mayang dan aku pun langsung menoleh


"ngak usah,kamu di sini aja istirahat,lagi pula aku cuma didepan aja"ucap ku berusaha menahan nya agar tidak ikut


"tapi mas,aku juga suntuk disini satu harian"ucap mayang memelas,sebenarnya aku juga kasihan melihat mayang dari tadi dirumah,tapi aku juga tidak mungkin jujur mengatakan kalau aku ingin kerumah arumi, bisa-bisa dia mengamuk lagi.


"kalau ngak nanti malam saja kita keluar,makan diluar"ucap ku memberikan ide.


"benaran mas"sahut mayang bahagia


"iya.


"ya sudah kamu mandi dan siap-siap aja,nanti kalau mas pulang kita lansung pergi "ucap ku,dan mayang lansung tersenyum bahagia.


sebelum pergi, kulihat mayang lansung meletakkan hp nya dan bergegas ke kamar mandi,mayang nampak ceria dan semangat.


selagi mayang bersiap-siap aku pun langsung buru-buru kerumahnya arumi.


aku langsung masuk,karna memang pintu pagar tidak di gembok.


aku tau,dari dulu kalau siang arumi dirumah,dia memang selalu tidak pernah menggembok pintu pagar, kecuali pergi ataupun malam


baru menginjak kan lantai depan pintu saja, jantung ku lansung berdebar, begitu pula kenangan indah ku bersama arumi lansung muncul.


rasanya aku seperti baru jatuh cinta kembali,tak sabar ingin bertemu,dan untuk sesaat aku lupa kalau aku sudah menyakiti nya.


aku membunyikan bel beberapa kali,dan tak berapa lama akhirnya pintu pun terbuka.


"kamu"ucap budhe rasti membuka pintu


"iya budhe"sahut ku mengangguk,ku pikir arumi yang akan membuka pintu, ternyata budhe.


bahkan aku sempat berpikir kalau budhe dan pak'de sudah kembali kerumahnya, ternyata mereka masih disini,aku jadi tidak bisa leluasan bertemu arumi bathin ku.


"ada apa,perlu apa"tanya budhe ketus

__ADS_1


"arumi dan retno nya ada budhe,erik mau bertemu mereka"jelasku tak berani menatap wajah budhe.


__ADS_2