
"ya ampunnnn mau di tarok ke mana muka ku ini,andai saja aku tau ini pesta mas erik dan mayang,andai saja aku tau tetangga baru ku itu adalah mereka, andai saja...."bathin ku mengerutu penuh penyesalan.
"itu dia istri tuanya"ucap salah satu tamu yang masih bisa kudengar.
sementara aku dan Marwan pun hanya diam menyimaknya,pipi ku pun mulai memerah,aku tak tau lagi harus apa,yang jelas aku hanya ingin segera pergi atau menghilang.
"sayang kamu datang"ucap mas erik datang menghampiri ku.
"Oooo...jadi kamu datang juga"sambung mayang sinis dari arah belakang mas erik.
aku hanya terdiam.
"terimakasih ya sayang,kamu datang pasti'karna sudah memaafkan mas"ucap mas erik penuh percaya dengan raut wajah yang bahagia.
"apa-apa sih kamu"ucap mayang tak suka dengan ucapan mas erik.
"heyy...wanita tua, kamu lihat kan,Erik itu lebih memilih aku dari pada kamu,sudah jelas kan,Erik mengabulkan setiap permintaan ku"timpal mayang dengan bangga
sementara aku masih memilih diam,dari pada menyahuti ucapan mas Erik dan mayang,bukan karna takut,tapi aku malu kalau semua orang tau masalah keluarga ku.
"ibu-ibu...para tamu undangan... tolong merapat"teriak mayang memanggil
"kamu apa-apa sih, ngapain panggil ibu-ibu"ucap mas Erik kesal.
sementara aku menatap tajam kearah mayang.
"ada apa sih..."
"ada apa yaa.."
ucap ibu-ibu mulai mendekat
"ada apa sih mayang,kok teriak-teriak"ucap seorang ibu mendekat bersama ibu yang lain nya, seperti nya mereka sudah mengenal mayang.
seperti nya mayang memang sengaja mengundang ibu-ibu perumahan lamanya,mayang sengaja menunjukkan rumah baru nya dan pesta pernikahan nya yang meriah.
melihat ibu-ibu yang sudah mulai ramai mendekat,aku pun langsung membalikkan tubuh ku untuk pergi tanpa memperdulikan Mayang
__ADS_1
"sayang kamu mau kemana"ucap mas erik memanggil ku.
aku terus melangkah tanpa memperdulikan panggilan dari mas erik.
"Arumi..."teriak mas erik kembali, spontan langkah ku terhenti,kulihat banyak mata yang mengarah kepada ku.
"ada apa lagi"ucap ku berbalik kearah mas erik
"kamu mau kemana,mas belum selesai bicara"ucap mas erik
"aku mau pergi,tidak ada yang ingin aku dengar dari mu mas"ucap ku geram.
"alah jangan sok munafik kamu,bilang aja kamu datang memang ingin bertemu dengan suami ku kan"ucap mayang sinis, membuat darah ku mendidih mendengar nya.
"memang nya dia siapa mbak mayang"tanya tamu yang lain
"dia ini manta istri suami ku,sudah berpisah tapi masih tergila-gila dengan suami ku"ucap mayang membuat semua undangan jadi riuh
"Mayang"bentak mas erik,namun mayang tak memperdulikan nya.
"dasar wanita tua, berani-berani nya menggoda suami orang"ucap mayang lantang
spontan aku langsung menampar wajah mayang,aku tidak peduli lagi,dari awal aku sudah menahan diri,namun mayang sengaja membuat kesabaran ku habis dan seketika itu juga kami sudah menjadi pusat perhatian semua orang.
"berani-berani nya kamu menampar aku"ucap mayang berontak tidak terima.
Mayang pun mengangkat tangan nya dan hampir menampar wajah ku balik,untung mas erik dengan cepat menangkap tangan mayang.
semua yang menyaksikan pertikaian kami pun mulai berbisik-bisik dan sebagian dari mereka merekamnya.
"buk arumi tidak apa-apa"ucap buk Siti mendekat
"aduh kasian Mayang ya,baru aja bahagia sudah di nganggu sama mantan istri suami nya"ucap salah satu tamu yang masih bisa ku dengar.
"memang banyak kok jeng yang tak terima suami nya nikah lagi,pada hal udah cerai"ucap yang lain menanggapi.
aku tersenyum tipis mendengar semua anggapan dari para ibu-ibu,bisa-bisa nya mereka berasumsi tentang diriku tanpa tau kebenaran nya.
__ADS_1
dan banyak juga yang hanya menonton tanpa mau ikut campur.
"saya harap ibu-ibu dan para tamu semua tenang,ini semua cuma ada kesalahpahaman aja,harap para ibu-ibu kembali kemeja makan dengan hidangan yang telah kami sajikan"ucap mas erik mencairkan suasana.
"kenapa mas,kenapa dibubarkan,bukan kah istri muda mu ini yang sudah memanggil semua untuk menonton pertikaian kita"ucap ku penuh emosi.
"dan untuk para ibu-ibu yang hadir disini,tolong ya,kalau tidak tau apa-apa jangan asal memberikan asumsi yang buruk pada orang"timpal ku kembali.
"kok jadi salah kan kita,kalau suami kamu menikah lagi,ya terima dong,toh kalian sudah cerai"
"hahah...kamu dengar kan,mening kamu pergi dari sini"ucap Mayang tertawa lalu mengusir ku.
"sudah mayang,kamu apaan sih"tegur mas erik,namun mayang tak peduli.
"dengar ya mayang,kalau tau ini rumah kalian,aku juga tidak akan Sudi datang kesini"ucap ku yang semakin kesal.
"dan berani-berani nya kamu memfitnah ku didepan semua orang,apa kamu lupa kalau aku punya bukti perselingkuhan kamu dengan mas Erik,kalau aku mau,hari ini juga aku bisa melaporkan kan kamu ke kantor polisi,atas kasus pencemaran nama baik dan sudah selingkuh dengan suami ku"ucap ku meluapkan semua kekesalan.
mendadak wajah mayang dan mas erik berubah pucat, sementara ibu-ibu yang mendengar pun nyalinya ikut ciut.
"dari tadi aku diam,bukan berarti kamu berhak untuk menginjak-injak ku,aku malu,aku malu kalau orang lain tau,kalau suami ku selingkuh dengan sahabat ku sendiri,aku malu kalau orang lain sampai tau masalah rumah tangga ku"ucap ku dengan linangan air mata.
kulihat mas erik dan mayang tak berkutik pun,kini keadaan berbalik pada mereka,semua orang menatap sinis dan tak suka, terutama pada mayang.
"jadi begini ceritanya,pantas saja kamu kedapatan berbuat dosa, ternyata selingkuh dengan suami orang, menyesal aku datang kesini"ucap seorang ibu seperti nya tetangga lama mayang.
"iya buk endang,saya juga nyesal udah datang"ucap teman yang lain.
"dasar pelakor, berani-berani nya kamu sudah menghasut kami"ucap ibu yang lain.
"ayok ibu-ibu kita pulang,tak Sudi aku makan di tempat pelakor, bisa-bisa suami kita nanti yang dia goda"ucap tamu yang lain lalu pergi keluar
tak ada perlawanan dari Mayang dan mas Erik, seperti nya mereka benar-benar sudah tersudut.
"maaf kan kami ya,kami sudah salah paham tadi"ucap ibu-ibu pada ku sebelum pergi.
satu persatu kulihat para tamu undangan pergi dengan perasaan kesal.
__ADS_1