Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Ban bocor


__ADS_3

selesai membersihkan beling-beling pecahan gelas,erik pun langsung menuju kedapur,karna kondisi mayang yang masih lemah,erik pun terpaksa harus memasak untuk makan malam.


karna sudah beberapa hari nafsu makan mayang berkurang,setiap makan harus dipaksa dan erik tidak mau kandungan mayang sampai kenapa-kenapa.


sambil menyiapkan bumbu? masakan,erik pun kembali mengingat kenangan nya bersama? arumi.


tak pernah sekalipun arumi membiarkan erik untuk memasak kecuali dalam keadaan terpaksa,hanya penyesalan yang selalu erik rasakan,namun tak bisa lagi mengubah atau membuat rumah tangga nya kembali utuh.


*****


"Sudah berapa lama haidnya bermasalah mbak? dan apa ada keluhan?"tanya arumi pada pasien muda diruangan nya.


Arumi sudah mulai menjalankan aktivitas nya tanpa kehadiran seorang suami,sementara budhe sama pak'de nya masih tinggal bersama nya,dengan adanya budhe dan pak'de nya di rumah,arumi merasa terhibur dan tidak kesepian.


"hmmm ini sudah masuk satu tahun dok, biasanya normal setiap bulan nya datang"sahut dwi perempuan berkulit putih dengan wajah sedikit cemas.


"jadi satu tahun belakangan ini datangnya ngk beraturan dok,kadang dua bulan sekali" timpal nya kembali


Arumi pun mengangguk paham"kenapa tidak diperiksa dari bulan kemaren,biar kita tau permasalahan nya apa"


"dari kemarin-kamarin saya mau periksa tapi belum sempat-sempat dok"ucap dwi sedih


"jadi selain itu apa ada keluhan lainnya?"


"setiap mau datang bulan,perut saya itu mules banget dok,Sampek saya ngk bisa melakukan aktivitas apa-apa selain di tempat tidur aja"jelas dwi


"jadi saya harus gimana dok,apa saya baik-baik saja"ucap dwi khawatir


"hmmm,baik mbak dwi,saya rasa ini biasa terjadi,salah satu penyebab nya,bisa saja karna banyak pikiran atau bisa dibilang stress "


"saran saya sebaiknya mbak jangan terlalu banyak pikiran,kalau mbak trus begini bisa saja nanti timbul penyakit lain"


"untuk saat ini saya akan tulis resep obat nya,nanti mbak minta aja didepan tunjuk kan resep nya,dan jangan lupa diminum setiap hari"


dwi hanya mengangguk paham tanpa berkata.


"dan satu lagi,jangan lupa bulan depan datang lagi untuk kontrol ya mbak"ucap arumi mengakhiri pemeriksaan nya.


setelah selesai arumi pun lansung pulang,karna selain jam pulang, kebetulan juga memang ini pasien terakhir nya.


"yah kempes "ucap arumi ketika hendak membuka pintu mobil nya.


arumi memperhatikan ban mobil nya, ternyata mobil arumi menginjak paku,arumi pun mulai bingung sementara bengkel lumanyan jauh dari rumah sakit.


tittttt....titttt....


Arumi pun membalikkan badannya, melihat arah suara klakson.

__ADS_1


"mobil nya kenapa dok?"tanya tama membuka kaca mobil nya.


"mmm, seperti nya bocor dok"sahut arumi


tanpa diminta,tama pun lansung turun dan memeriksa mobil arumi.


"Oooo ini bocor kenak paku ya dok"ucap tama, sementara arumi hanya mengangguk


"gimana kalau dokter arumi saya antar pulang aja,nanti soal mobil biar saya yang urus"ucap tama ragu


"ngk ush dok,biar saya urus sendiri aja"tolak arumi tersenyum kaku


"tapi tampal ban atau bengkel masih jauh dari sini"ucap tama kembali.


"tapi saya tidak mau merepotkan dokter tama, apalagi ini udah jam pulang"ucap arumi sungkan


"tidak merepotkan kok dok, kebetulan saya tidak buru-buru"sahut tama tersenyum.


akhirnya arumi pun mau menerima tawaran dari tama,raut wajah tama nampak bahagia karna bisa mengatar arumi pulang.


suasana mobil begitu senyap,tama pun pokus dengan setirnya, sementara arumi melihat kearah luar kaca mobil.


"apa dokter arumi buru-buru?"tanya tama memulai obrolan


"oh ngak kok dok"sahut arumi singkat


"saya pikir buru-buru"ucap tama gugup


"apa boleh saya hidup kan musik"ucap tama ragu dan tak berani lansung menatap mata arumi.


"ngkpp,silahkan dok,lagi pula ini kan mobil dokter sendiri"sahut arumi tertawa kecil.


"heheh....saya takut dokter arumi terganggu"ucap tama kaku, sekali-sekali melirik kearah arumi.


"karna dokter tidak buru-buru,apa boleh kita mampir"tanya tama ragu


"mmm mampir kemana ya dok"tanya arumi kembali


"ketempat makan dok"sahut tama gugup


"Ooo..ya sudah ngkpp dok"ucap arumi disertai anggukan


sampai disebuah rumah makan,tama pun lansung memakirkan mobil nya dan mau tidak mau arumi pun terpaksa ikut turun.


"ini menu nya pak,buk"ucap perempuan muda, memberikan daftar menu.


"terimakasih mbak"sahut arumi tersenyum

__ADS_1


"mmm saya mau nasi putih sama ayam sambal ijo nya satu,minumnya jus jeruk aja"ucap arumi pada pegawai perempuan.


"baik buk,kalau bapak?"


"sama kan aja mbak"ucap tama tersenyum


"baik pak, berarti nasi putih sama ayam sambal ijo dua porsi dan jus nya dua"ulang pegawai perempuan dengan ramah.


"Oya mbak,saya pesan tiga lagi untuk dibungkus ya mbak"timpal tama kembali.


"baik pak, mohon ditunggu sebentar ya pak,buk"ucap pegawai tersebut sopan.


sambil menunggu pesanan,arumi dan tama pun sibuk dengan ponselnya masing-masing.


tidak lama kemudian tiba-tiba ponsel tama berdering.


"hallo assalamualaikum ma"ucap tama,arumi menunduk pura-pura tidak mendengar kan percakapan dokter tama.


"kamu masih dirumah sakit"tanya ros dari seberang,yang masih bisa didengar arumi,tama memang sengaja sedikit mengeraskan volume telfon nya.


"ini mau pulang ma,tapi tama mampir dulu masih ada urusan "


"emm,ya sudah kamu jangan lupa makan"ucap ros


"ini jus nya pak,buk"ucap pegawai perempuan meletakkan dua gelas jus.


"iya, terimakasih ya mbak"ucap arumi tersenyum,karna tama masih telfonan,maka arumi lah yang menjawabnya.


setelah pegawai perempuan tersebut kembali pergi,maka tama pun melanjutkan telfonnya sementara arumi kembali pokus ke ponsel nya.


"kamu sedang makan,sama siapa? mama tadi ada dengar suara perempuan!"ucap Ros dengan beberapa pertanyaan.


"tama lagi makan sama teman ma"sahut tama pelan


"iya, perempuan kan"tanya ros kembali memastikan


"sudah dulu ya maa,nanti tama telfo balik"ucap tama tak ingin mama nya bertanya lebih banyak


"kok sudah,mama kan pengen tau kamu lagi sama siapa,atau kamu memang sedang bersama calon menantu mama"celocos ros


Arumi yang masih mendengarkan pun tiba-tiba tersedak saat meminum jus nya.


"dokter arumi nggakpp"ucap tama panik.


"ngkpp kok dok,silakan lanjutkan"sahut arumi gugup


tama pun kembali menjaga sikap,dan menyadari kalau ponsel nya masih tersambung.

__ADS_1


"hallo maaa"ucap tama memastikan


"iya hallo, berarti kamu sedang bersama wanita itu!"


__ADS_2