Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Bude Rasti


__ADS_3

setelah selesai memesan kue dan membuat undangan,Arumi pun mampir ke tempat makan,karna sedari tadi dia belum sempat makan siang.


Karna makan sendiri,arumi memilih tempat duduk yang paling ujung.


sambil menunggu pesanan datang,Arumi pun membuka ponsel nya,Arumi melihat begitu banyak notifikasi pesan masuk yang belum sempat dibaca,mata Arumi lansung tertuju pada salah satu nama yang sudah lama tak berkabar dan Arumi rindukan.


"ngk terasa Retno udah 16 tahun ya arum,Arum apa kabar disana,maaf selama ini bude ngk ada kabar,sehat selalu ya nak"pesan singkat dari bude Rasti,mata Arumi lansung berkaca-kaca membaca nya,bude Rasti memang sudah Arumi anggap sebagai pengganti ibu nya.


begitu juga dengan bude Rasti selalu menyayangi Arumi seperti anaknya,bahkan nama Arumi selalu di panggil dengan sebutan arum oleh bude Rasti,namun perpisahan pun terjadi,setelah meninggal nya ayah dan ibu arumi,bude Rasti pun lansung pindah keluar kota bersama anak dan suaminya.


pesan dari bude Rasti lansung Arumi balas"iya bude,bude apa kabar,dan Mayang apa kabar bude"tanya Arumi balik


tanpa menunggu lama,pesan balasan dari bude Rasti pun datang.


"Alhamdulillah kita semua sehat nak,Mayang juga sehat,lah memang Arum belum jumpa Manyang?"


pertanyaan bude Rasti yang membuat Arumi merasa aneh dan janggal.


"Arumi belum pernah jumpa Mayang bude"balas Arumi dengan emoticon senyum.


"bude kira,selama ini Arumi sudah jumpa Mayang,soalnya Mayang kan sudah lima bulan tinggal satu kota dengan Arum,jadi bude pikir Mayang sering main ke rumah Arum"jelas bude di pesan nya.


"deggg....sudah 5 bulan,kenapa Mayang tak pernah main kesini atau gambari aku ya"gumam Arumi lirih dengan raut wajah sedih.


Mayang adalah anak angkat bude Rasti,orangtua manyang meninggal dalam kecelakaan,jadi bude Rasti mengadopsi Mayang menjadi anak nya,dari kecil aku dan Mayang sudah berteman,kami sering menghabiskan waktu bersama.


bahkan kami memiliki kesukaan yang sama, setelah aku menikah dengan mas Erik,entah kenapa Mayang menjaga jarak dengan ku, hingga akhirnya ibu meninggal dan aku dan mas Erik pun memutuskan untuk pindah.


setelah satu bulan kepindahan ku,kami datang jiarah ke kampung,dan sekalian berkunjung ke rumah bude Rasti, namun ternyata tak lama setelah aku dan mas Erik pindah,bude Rasti dan keluarga nya juga pindah,aku kehilangan kontak dengan Mayang, sementara no bude Rasti juga tidak aktif.


hingga sekian lama, akhirnya bude menghubungi ku lagi,aku sangat bersyukur karena bisa berkomunikasi lagi dengan bude.


ku akui mungkin Karna kesibukan ku dengan keluarga dan pekerjaan membuat aku tak pernah bersungguh mencari bude dan menemui nya.


"tidak apa bude,lagi pula Mayang juga nggak tau alamat Arum di mana"balas Arumi kembali.


"kalau gitu biar nanti bude Sampai kan ke Mayang, sudah dulu ya nak,bude masih ada pekerjaan,kamu sehat selalu disana"balas bude Rasti mengakhiri pesan nya.


"iya bude"balas Arumi dengan bahagia.

__ADS_1


setelah selesai chatingan dengan bude Rasti,Arumi kembali kepikirkan apa yang bude nya sampaikan soal Mayang.


"mbak ini pesanan nya"ucap seorang pelayan perempuan meletakkan makanan di meja


"iya ..iya mbak"sahut Arumi tergagap karna tengah melamun, pelayan itu pun tersenyum sambil melangkah pergi, karna telah membuyar kan lamunan Arumi.


sambil memakan makanan nya Arumi kembali membuka pesan yang belum sempat ia baca dan balas.


"ma, Retno udah kirim undangan nya ke grup kelas dan beberapa teman Retno yang lain,makasih ya ma"Arumi pun langsung tersenyum kecil membaca pesan dari Retno.


sedangkan pesan dari Erik Arumi hanya mengabaikan nya,selalu muncul rasa sakit dan kecewa ketika Arumi mengingat penghianat Erik.


"lihat saja mas,kalau aku sudah menemukan bukti-bukti dan memergoki kamu secara langsung, mungkin itu akan akhir dari hubungan kita,kamu senang-senang saja dulu sekarang dengan kekasih mu itu"gumam Arumi sambil mengepalkan tangannya emosi.


sebuah pesan baru pun masuk dengan mengirimkan sebuah screenshot gambar undangan ulang tahun Retno.


"Arumi kamu kok ngk undang aku"tanya Risma dengan emoticon sedih di akhir pesan nya.


"maaf ya ris,aku lupa ngirim undangan ke kamu,kamu datang ya besok"balas Arumi lalu menambahkan emoticon minta maaf.


Arumi memang lupa menambah kan nomor Risma ke daftar kontak nya,karna itu Arumi lupa mengirim kan undangan digital ke Risma.


setelah selesai makan,Arumi pun langsung pulang, Karna masih banyak persiapan yang harus Arumi lakukan.


setelah memakirkan mobil nya,Arumi pun lansung masuk kedalam dan menemui Retno sudah duduk di ruang tamu.


"kamu sudah pulang sayang"sapa Arumi sambil merebahkan tubuhnya yang penat di sopa.


"sudah ma,mama dari mana"tanya Retno balik.


"mama tadi mampir,ada urusan"sahut Arumi yang tak ingin memberitahu tentang persiapan besok.


"ya udh kamu istirahat di atas sana,besok kan ada acara, pasti capek"perintah Arumi yang tak ingin Retno melihat persiapan dekorasi rumah,tanpa membantah Retno pun langsung naik ke kamar nya.


setelah Retno pergi,Arumi pun merongrong ponsel nya dari tas dan langsung menghubungi nomor Erik.


"titttt.....titttt.....satu panggilan tak terjawab,Arumi pun menelfon lagi dan akhirnya Erik menjawab panggilan nya.


"mas,kamu dimana,kok jam segini belum pulang"tanya Arumi menahan kesal.

__ADS_1


""maaf sayang,mas masih ada urusan, seperti nya mas pulang terlambat"sahut Erik dari seberang.


Arumi pun mengerut kan kening nya"urusan apa sih mas,mas lupa,besok kita kan buat pesta ulang tahun Retno dirumah, undangan juga udah disebarkan,tapi kursi dan perlengkapan dekorasi lain nya belum di pesan"omel Arumi dengan geram.


"ya udah,kamu tenang nya,urusan dekorasi nya biar mas yang urus,nanti mas pesan dari kenalan mas"jawab Erik Takut Arumi marah.


"emmmm....ya udh,Arumi tunggu"ucap Arumi singkat,lalu menutup telfonnya.


Arumi kembali merebahkan tubuhnya nya, mulai memejamkan mata nya yang tak ngantuk dan memikirkan perubahan Erik yang sibuk bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu diluar,tetesan air mata pun kembali mengalir membasahi pipinya.


ditengah kegalauan nya,tiba-tiba ada suara ketukan ketukan dari luar,Arumi pun langsung bangkit dan membuka pintu.


"selamat sore mbak,apa benar ini rumah pak Erik"ucap salah satu dari mereka.


"iya pak benar,itu suami saya"sahut Arumi penasaran karna tak mengenal tamu yang datang.


"jangan takut buk,kami ini datang untuk kerja kok,kami diminta pak Erik datang untuk mendekorasi ruangan yang di pekek untuk acara ulang tahun buk"ucap pria muda itu sambil tersenyum.


"oooo....iyaa...iyaa...,silakan pak"sahut Arumi ikut tersenyum kecil.


"ruang nya di pakek yang mana aja ya buk,trus untuk kursi tamu undangan di susun dimana"


"untuk dekorasi dimulai dari ruang tamu ya pak,trus untuk kursi tamu dan meja disusun di halaman depan aja ya pak"tutur Arumi menjelaskan.


mereka pun lansung bekerja, sementara Arumi langsung naik ke kamarnya,karna semua pekerja laki-laki Arumi memutuskan untuk diam di kamar.


sambil menunggu dekorasi rumah selesai,Arumi pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya nya di kasur,Arumi memijit-mijit kening,kemudian memejamkan mata nya.


sebuah pesan masuk, membuat Arumi membuka matanya kembali.


"Arum,tadi bude sudah tlfo Mayang,bude juga udah ngirim no kamu ke Mayang,maaf ya nak,bude belum bisa datang,mungkin besok cuma Mayang datang "pesan dari bude Rasti.


walau bude Rasti dan pak'de belum bisa datang tapi Arumi tetap senang karna mendengar kabar Mayang datang.


"iya bude ngkpp,Arumi mau minta nomor Mayang juga bude"balas Arumi .


tak lama,bude Rasti pun mengirim no Mayang dan Arumi lansung menambahkan nya ke kontak tlfo nya.


Arumi pun mengetikkan nama Mayang di kontak WhatsApp nya, sebelum mengirim pesan,sambil tersenyum bahagia Arumi melihat profil WhatsApp Mayang,gambar dua pasang tangan yang bergandengan mesra.

__ADS_1


"pasti ini tangan pacar nya Mayang"ucap Arumi tersenyum.


__ADS_2