Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Erik and Tama


__ADS_3

Saat berada diruangan, arumi pun duduk termenung di samping tempat tidur retno,dengan wajah sedihnya arumi menatap lekat wajah retno yang tengah tidur pulas.


perlahan air mata arumi pun kembali menetes,arumi kembali memikirkan perkataan dokter rudi,tak henti arumi menyalahkan dirinya,mungkin anaknya stress karna memikirkan masalah dia dan erik.


"arumm,jangan menangis,nanti kalau retno bangun dan lihat kamu nangis,dia pasti makin sedih"bisik rasti pada arumi,arumi pun mengganguk paham lalu menghapus air mata nya.


pintu ruang retno terbuka,muncullah erik bersama mayang,erik datang dengan wajah khawatir, sedangkan mayang datang dengan wajah santai.


sampai didalam ruangan erik lansung memegangi tangan retno dan memeluk nya, sampai akhirnya retno pun terbangun.


"ayahh,ayah disini?"ucap retno pelan


"iya sayang,ayah sudah datang"sahut erik sedih.


"maa.."ucap retno berbalik melihat arumi


"iya sayang"sahut arumi menahan air mata.


"Retno mau apa sayang?mau makan?"tanya arumi lembut.


Retno pun menggeleng kan kepalanya lalu terdiam.


"Retno mau makan apa,biar ayah beli kan"timpal erik kembali,namun retno masih tak mau bicara.


"Alahh jadi anak kok manja kali,baru aja sakit dikit udah banyak tingkah"ucap mayang tak suka.


Semua mata menatap tajam kearah mayang, namun mayang masih bersikap tenang dan merasa tidak bersalah.


"Kamu itu apa-apaan sih"tegur erik


"Apaan sih,aku kan cuma mengingat kan aja,kalau jadi anak itu jangan manja,dan sebagai orang tua juga jangan memanjakan anak"sahut mayang santai


Arumi menarik napas nya dan berusaha menahan emosi nya didepan retno.


"Kamu itu ya, benar-benar.... "ucap rasti geram


"Maa...aku ngk suka lihat tante mayang"rengek retno


"Kamu dengar kan,sebaiknya kamu diluar saja"ucap arumi


"Kenapa aku harus keluar,heh retno,aku ini juga mama kamu ya, berani-berani nya kamu ngusir mama kamu"omel mayang kesal


"Sudah sebaiknya kamu tunggu diluar aja"ucap erik


"Kamu juga mas,aku ini istri kamu,kamu lebih bela mantan istri kamu ini"


"Arumi itu masih istri aku"sahut erik


"Kan bentar lagi jadi mantan "sahut mayang sinis

__ADS_1


"Kalau mau berdebat sebaiknya kalian diluar"potong arumi malas.


Karna tak ingin memperpanjang masalah, akhirnya erik pun menarik tangan mayang keluar.


"Mas kamu ini apaan sih,lepas,aku ngk mau"berontak mayang berusaha melepaskan tangannya,namun erik tidak peduli.


Rasti dan pak samsul pun hanya menyaksikan dan membiarkan erik menarik tangan mayang.


setelah mayang dan erik keluar,tiba-tiba ponsel arumi berbunyi, melihat nama penelfon arumi pun mengerut kan kening nya.


"dokter tama"gumam arumi melihat layar panggilan.


"hallo dok"ucap arumi


"hallo dokter"sahut tama dari seberang


"maaf mengganggu,saya cuma mau bilang kalau mobil dokter sudah bagus"timpal tama


"Oooo..baik dok, sebelum nya terimakasih banyak ya dok,tapi saya tidak bisa ambil sekarang,masih ada urusan "ucap arumi


"tidak apa-apa dok,tidak usah di jemput, kebetulan hari ini saya sengang jadi biar saya antar saja"sahut tama ramah


dengan berat hati arumi pun menerima bantuan dari dokter tama,tak lupa arumi pun menjelaskan kalau dia sedang dirumah sakit,tanpa berpikir panjang, dokter tama pun tidak keberatan datang langsung kerumah sakit retno dirawat.


disisi lain,diluar ruangan terdengar suara erik yang masih berbincang dengan mayang.


"retno itu butuh ayahnya disini,kalau kamu mau pulang duluan ngkpp"sahut erik


"kamu ngusir aku juga mas"bentak mayang dengan tatapan tajam


"jangan teriak,ini rumah sakit, bukan itu maksud nya,mas cuma mau bilang kalau kamu ngk betah disini,ya ngkpp kalau duluan pulang"jelas erik


"tetap aja aku ngk mau pulang sendirian,lagi pula retno itu kan sudah siuman dan aku lihat dia baik-baik aja. kok"ucap mayang tak suka dengan memiringkan bibir nya.


Erik memijit kening nya dan membuang napas kasar.


"sudahlah terserah, kalau kamu mau nunggu disini jangan cari masalah"ucap erik malas.


Erik memang sengaja tak ingin memperpanjang,karna dia tau betul watak Mayang yang begitu keras kepala,erik pun lansung melangkah pergi keluar.


"mas kamu mau kemana"tanya mayang sambil berlari kecil mengikuti langkah erik.


"mau keluar sebentar"sahut erik datar tanpa menoleh ke belakang.


"iya mau kemana"tanya mayang kembali.


"mau beli makan"sahut erik singkat


"Ooo... beli makan"ulang mayang tersenyum sambil memegang perutnya.

__ADS_1


sampai diluar, erik lansung menyeberang membeli makanan di tempat makan terdekat,sementara mayang menunggu di area rumah sakit,erik sengaja membeli makanan diluar,karna erik tau betul kalau putra nya tak suka makanan dirumah sakit.


"mas kamu kok beli tiga bungkus,kita kan cuma berdua aja"tanya mayang melihat erik muncul dengan membawa tiga bungkus makanan.


"ni buat kamu"ucap erik menyodorkan satu bungkus, sementara dua bungkus lagi masih di pegang.


mayang pun mengerut kan kening nya sambil menerimanya


"kok kamu ngk jawab sih mas"ucap mayang menatap wajah erik


"sudahlah,ayok kita masuk"seru erik mengabaikan ucapan mayang,erik sengaja sekaligus malas berdebat.


dengan wajah cemberut mayang pun mengikuti langkah erik kembali masuk kedalam.


"gimana enak? "tanya arumi menyuapi retno


Retno pun mengangguk tersenyum "enak maaa"semuanya tersenyum melihat tingkah retno yang makan lahap.


"makasih ya om,udah bawakan makanan kesukaan retno dan buah nya juga"timpal retno senang melihat kearah tama.


"Alhamdulillah om senang kalau retno suka,makan yang banyak biar cepat sembuh"sahut tama ramah dan retno pun mengangguk


"jangan lama-lama disini, makanannya ngk enak"timpal tama kembali dengan candaan nya,retno pun tertawa kekeh, begitupun arumi yang senang melihat kedekatan anaknya dengan tama, walaupun baru kenal namun tama bisa mengambil hati nya retno.


tak henti-hentinya pak samsul dan rasti pun tersenyum melihat mereka.


"Oooo....jadi makanan tadi buat retno"bisik mayang yang ikut berdiri menyaksikan obrolan mereka dari balik pintu.


Erik hanya diam dan mengepalkan tangannya, terlihat jelas wajah erik yang tidak menyukai kedatangan tama.


"ayok masuk"desak mayang dari belakang


karna sudah di depan pintu,mau tidak mau erik pun masuk kedalam,semua mata tertuju kepada mayang dan erik.


wajah rasti dan pak samsul lansung berubah masam melihat kedatangan mereka.


"sayang tadi ayah keluar sebentar,belikan makanan buat retno"ucap erik melangkah mendekat.


"ngk usah repot mas,ini retno lagi makan kok, tadi dokter tama udah bawa kan makanan buat retno"sahut arumi menunjukkan makanan retno


"Ooo...kalau gitu ini buat kamu saja"seru erik meletakkan nya di samping retno dengan wajah yang memerah menahan emosinya.


"mas tidak tau kalau dia juga datang"timpal erik tak suka sambil menatap tajam tama.


"perkenalkan saya tama teman nya dokter arumi"potong tama tersenyum memperkenalkan diri.


"iya saya tau"sahut erik datar.


"mas"tegur arumi yang tak suka melihat respon erik yang cuek.

__ADS_1


__ADS_2