Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Pertengkaran


__ADS_3

"Keenaapa....aku yang harus tanggung jawab"sahut mas Erik gagap"


"kamu jangan pura-pura tidak tau lagi mas,aku sudah tau, hubungan kalian berdua dibelakang ku"


"hubungan apa,kami tidak punya hubungan,kamu tau sendiri kan,kalau mas selalu dikantor dan Mayang aja baru datang,itu pun kamu yang bawa kesini"ucap mas Erik masih tak terima.


"sayang,kamu pasti salah paham dengan sikap Mayang yang baik pada ku"timpal mas Erik kembali.


"cukup mas,aku tak ingin dengar kebohongan kamu lagi"bentak ku.


"aku hanya ingin kamu jujur mas, untuk terakhir kalinya"timpal ku kembali dengan suara parau.


"tapi sayang,mas memang tidak ada hubungan dengan Mayang,apalagi menghamili nya"ucap mas Erik penuh keyakinan.


"iya kan Mayang"timpal mas Erik dan menatap wajah mayang,namun Mayang hanya diam.


"cukup mas,,,sekali lagi ku katakan,aku tak ingin melihat dan mendengar kebohongan mu lagi,apa lagi berusaha bersandiwara dihadapan ku,dan asal kamu tau,aku sudah berusaha mengakhiri hubungan kita dengan cara baik-baik"


"kamu juga Mayang,tega-teganya kamu menghianati ku,aku sudah menganggap kamu seperti saudara ku sendiri,tapi apa,kamu malah selingkuh dengan suami sahabat kamu sendiri"ucap ku emosi yang kini beuraian air mata.


"sayang sudahlah,ini pasti salah paham"ucap Erik mendekati ku.


"berhenti mas,kamu jangan menyangkal lagi,sudah ku katakan kalau aku sudah tau semuanya,hikkk....hikkk...tega kamu mas,kalau kamu memang bosan dengan ku,kenapa tidak betrus terang saja, kenapa harus menghianati ku begini hikkk....hikk...


"mas berani bersumpah,kalau mas setia pada istri mas"


"kamu jangan bawa-bawa sumpah disini ya mas,sudah jelas salah masih tetap menyangkal,lebih baik cepat kamu talak aku"teriak ku geram.


"tidak....mas tetap tidak akan menceraikan kamu"


"ya sudah,kalau kamu tidak mau talak aku,aku akan tetap gugat kamu kepengadilan"


"kamu jangan bawa-bawa kepengadilan kalau tidak ada bukti,apalagi menuduh mas selingkuh"ucap mas Erik seolah-olah tak bersalah.


"bukti...kamu jangan khawatir mas,aku sudah punya bukti"ucap ku tersenyum tipis


"aaa..apa bukti kamu"tanya mas Erik gugup dan mulai takut.


"CCTV mas, rekaman perselingkuhan kamu dan Mayang "ucap ku sambil menunjuk muka mas Erik dan Mayang.


"satu lagi,hasil tes kehamilan Mayang"timpal ku kembali,mas Erik lansung diam dan wajah mas Erik berubah pucat.


"sayang maaf kan mas,mas khilaf"ucap mas Erik merasa bersalah.


"apa khilaf, tidakkkk....kita melakukan ini, karena kita saling mencintai"potong mayang tak terima.


"Ooooo....jadi selama ini kalian saling cinta "ucap ku kesal.


"dan kamu mas, setelah kukatakan ada bukti baru kamu mengaku"ucap ku menatap tajam mata mas erik.


mas Erik menunduk dan tak berkutik lagi, seperti nya kehabisan kata-kata.


" cukup ya Arumi,kamu jangan sok "menjadi korban disini, jelas-jelas aku yang korban di sini "ucap Mayang ketus.

__ADS_1


"kamu korban nya,jadi menurut mu aku yang salah,mas erik suami ku,dan aku yang salah"ucap ku kesal lalu tertawa.


mas Erik masih diam, seperti nya mas Erik binggung berada di antara selingkuhan nya dan istri sah nya.


"kenapa kamu diam mas,kenapa kamu tidak menyalahkan ku juga,kalian yang selingkuh aku yang salah, seolah-olah kalian lah disini korban'nya"ucap ku meluapkan kemarahan yang selama ini aku pendam.


"kamu jangan diam aja dong,kita kan ngk salah, kitakan saling mencintai,lagi pula dari awal kamu kan tidak mencintai Arumi"ucap mayang pada mas Erik.


"sudah lah Mayang,jangan bawa-bawa masa lalu"ucap mas Erik kesal.


"masa lalu?? Apa maksud nya"tanya sedikit binggung.


"ini karma buat kamu,karna telah merebut orang yang kucintai,Arik dan aku itu saling cinta tapi orang tua Erik malah melamar kamu,mau ngk mau Erik menerima kamu"jelas mayang menatap tajam.


"jadi,jadi kamu menyesal menikahi ku mas,sebab itu kamu melakukan ini pada ku"ucap ku dengan suara parau.


"tidak sayang,mas sayang mencintai mu,memang benar kamu adalah pilihan orang tua ku tapi aku menerima dan mencintai kamu"ucap mas Erik


"aku tak ingin mendengar apa-apa lagi,lebih baik mas talak aku sekarang,hati ku sudah sangat sakit"ucap ku tak terima.


"dan kamu Mayang,aku tak mau lagi melihat kamu di rumah ini"timpal ku kembali.


"tidak sayang,aku tidak akan menceraikan kamu"ucap mas Erik memohon.


"kamu ngusir aku,aku tidak akan pergi,rumah ini adalah rumah Erik juga, sebentar lagi kami akan menikah jadi aku berhak tinggal disini"ucap mayang dengan suara lantang


"atau kamu dan anak kamu aja yang pergi dari sini"timpal mayang lagi, spontan aku lansung menampar wajah Mayang Karna tak bisa menahan amarah ini lagi.


"kamu, berani-berani nya kamu nampar aku"ucap mayang memegang pipi nya dan ingin menampar ku balik,namun dengan Siagap mas Erik lansung memegangi Mayang.


"sudah, hentikan Mayang"bentak mas Erik


"kamu hanya memperkeruh masalah ku saja"timpal mas Erik kesal.


"kamu nyalah kan aku, jelas-jelas dia yang salah sudah mengusir dan menampar ku"sahut Mayang emosi.


"kamu dengar ya pelakor,ini adalah rumah aku,jadi aku berhak ngusir kamu"ucapku tak kalah emosi


"tidak,ini adalah rumahnya Erik,dia kepala keluarga disini,jadi sudah jelas ini pakek uang nya"jawab Mayang percaya diri.


aku tersenyum"kamu dengar ya,rumah ini 80 persen adalah pakek uang hasil penjualan tanah almarhum orangtua aku,jadi jangan kamu membanggakan pacar kamu ini"ucap ku, sementara mas Erik hanya diam.


"sertifikat rumah ini juga atas nama aku,dan satu lagi,kalau aku mau,malam ini juga aku bisa ngusir mas Erik dari sini"timpal ku geram


spontan mayang lansung diam dan wajahnya lansung berubah pucat menahan malu.


"sudah aku tak ingin berdebat lagi dan tak ingin melihat wajah kamu lagi dirumah ini,lebih baik kamu pergi"ulang ku dan menunjuk ke arah pintu.


"bagaimana ini, masak aku pergi dengan hamil kek gini"ucap mayang cemas dan mengatas nama kan kehamilan nya.


aku hanya pura-pura tak dengar,sudah cukup selama ini aku bersabar dan tak ingin di manfaat kan lagi.


"sayang,aku mohon kita bisa bicara kan baik-baik "rengek mas Erik

__ADS_1


"untuk apa mas, untuk siapa"bentak ku.


"lebih baik cepat kamu talak aku"timpal ku kembali.


"tidak,aku tetap tidak akan menceraikan kamu"ucap mas erik dengan kekehnya.


"baiklah kalau kamu tidak mau ya sudah, terpaksa aku akan menggugat kamu"ucap ku menegaskan.


"sayangg....mas mohon..... pikir kan Retno anak kita sayang,kasian dia kalau kita bercerai"rengek mas Erik


"hahh....kenapa baru sekarang kamu mikirin Retno,kenapa ngk dari kemarin-kamarin"kesal ku.


"sudah,aku capek, lebih baik kamu kemasi semua barang kekasih kamu ini,aku tak mau melihat wajahnya lagi, kalau kamu mau kamu juga bisa pergi"ucap ku lalu duduk.


"aku tak mau pergi sendiri,kamu juga harus ikut aku"ucap Mayang ketus dan menarik tangan mas erik.


selagi mas Erik dikamar Mayang,aku pun naik dan lansung kekamar,aku mengambil koper dan memasukkan baju dan barang-barang mas Erik.


aku lansung menyeret koper mas Erik keluar,tanpa ku sadar Retno sudah berdiri melihat aksi ku.


mata Retno sudah merah,seperti nya habis menangis"sayang kamu belum tidur"sapa ku mendekat dan berusaha tersenyum.


Retno menggeleng kan kepalanya"apa dari tadi kamu disini"ucap ku, Retno pun mengangguk"kamu dengar percakapan ayah sama mama dibawah"timpal ku memastikan, retno kembali mengangguk lalu menangis.


spontan aku lansung memeluk tubuh nya"maaf kan mama sayang"ucap ku dan berusaha menahan air mata.


"kamu masuk ke kamar ya,nanti mama jelas kan"pinta ku,dan Retno pun menurut.


aku turun dan menarik kembali koper mas Erik, kupikir mereka sudah siap mengemasi barang-barang,ternyata dugaan ku salah.


kudengar mas Erik berusaha membujuk mayang,aku pun menunggu disamping kamar Mayang dan memberikan mereka kesempatan bicara.


"ini untuk sementara aja"ucap mas Erik


"tetap aja aku ngk mau tinggal di kosan lama,apa lagi sendiri"sahut mayang tak terima


"ini untuk sementara Mayang,aku janji akan cari tempat tinggal baru yang lebih besar"


"bohong"ucap Mayang tak percaya


"benaran,mana mungkin aku bohong"ucap mas Erik menyakinkan


"tapi aku ngk mau pergi sendiri, pasti kalau aku pergi, istri tua mu itu akan senang"ketus Mayang.


"nanti aku akan menyusul,lagi pula setelah dapat rumah kita akan tinggal bersama"


"kenapa ngk pergi sekarang aja"ucap mayang lagi.


"aku mau menyelesaikan urusan ku sama Arumi dulu"ucap mas Erik


urusan, urusan apa lagi mas,semua sudah selesai,tinggal nunggu panggilan sidang dari pengadilan aja"batinku.


aku pun lansung masuk karna tak sabar lagi.

__ADS_1


"sudah.... sedih-sedihan nya"ucap ku nongol


Mayang melotot kan mata nya karna tak suka .


__ADS_2