
"kenapa kamu sudah berubah,dulu kamu tidak seperti ini"batin ku dongkol melihat Mayang.
karna kesal aku pun lansung melangkah pergi "Arumi"panggil Mayang menghentikan langkah ku.
"aku pengen makan rujak"ucap Mayang menatap ku.
"cari diluar, dipinggir jalan pasti ada yang jual"ucap ku memberitahu.
"kamu yang beli'in ya,aku ngk bisa capek,kan kamu tau kalau aku lagi...'ucap Mayang terhenti sambil memegang perutnya.
aku semakin geram dengan tingkah Mayang,apa dia tidak malu menyuruh ku,pakek mengatas naman kan hamil lagi,dia pikir aku tak tau dia mengandung anak siapa.
aku menarik nafas kasar,lalu menatap wajah mayang dengan tajam.
"kalau kamu ngk mau juga ngkpp"ucap Mayang yang mulai takut dengan tatapan ku.
aku tak menjawab dan lansung melangkah pergi.
"nanti ibu beli kan ya sayang,kalau ayah kamu disini pasti sudah dibelikan nya"ucap mayang mengelus perutnya,yang masih bisa ku dengar.
aku pun trus melangkah tanpa peduli yang Mayang katakan, sampai dikamar aku pun langsung merebahkan tubuhku di atas kasur sebelum beranjak pergi kedapur.
walau badan ini istirahat namun pikirkan ku tak pernah tenang semenjak mengetahui perbuatan mas Erik,ditambah lagi wanita selingkuhan mas Erik adalah sahabat ku sendiri.
sudah cukup,sudah cukup mereka bermain dibelakang ku,sudah cukup aku pura-pura tidak tahu,tidak lagi,malam ini aku harus membongkar ini semua.
aku pun bangkit lalu langsung kedapur,aku akan memasak dan membuat hidangan perpisahan untuk mas Erik dan Mayang.
"masak apa buk dokter"ucap Mayang menghampiri ku di dapur
"mau buat SOP tulang, semur ayam,sayur ikan asam serta yang lainnya"jawab ku datar.
"wahhh...enak nya,tumben masak banyak"sahut Mayang bahagia.
aku hanya diam
"apa ada tamu yang datang"tanya Mayang penasaran
"ngk ada"
"trus,tumben masak banyak"ucap Mayang heran
"iya, untuk merayakan kehamilan kamu"sahut ku asal.
"makasih ya Arumi,kamu memang sahabat terbaik"sahut Mayang bahagia.
"sudah,mening kamu istirahat aja di kamar,nanti kamu kecapean berdiri lama" ucap ku,karna memang tak nyaman melihat nya.
Mayang pun menuruti ku,dan lansung kembali ke kamar nya.
"senang-senang lah sebelum aku membongkar penghianat kalian,karna jika sudah terbongkar aku tidak akan menganggap kamu sahabat ku lagi, hubungan kita tidak akan sebaik dulu"batin ku sambil membuang napas kasar.
setelah semua selesai aku pun langsung menghidangkan semua makanan dimeja makan,SOP,semur ayam,ikan,serta juz dan teh ,semua sudah bisa di santap,tinggal menunggu mas Erik pulang.
selagi menunggu mas Erik pulang,aku pun mandi karna sudah gerah,tak lupa selesai mandi aku memakai baju yang terlihat Anggun jika di satukan dengan sedikit riasan di wajah.
"mas, mungkin makan malam ini adalah makanan terakhir yang ku masakan untuk mu,dan aku berhias juga mungkin untuk yang terakhir ku persembahkan untuk mu,maaf aku tak sanggup lagi bertahan"ucap ku berdiri di cermin rias.
__ADS_1
"krekkkkk.....
pintu terbuka, ternyata mas Erik sudah pulang.
"sayang...kamu mau kemana"tanya mas Erik yang melihat ku sudah rapi.
"ngk kemana-kemana"sahut ku
"mas pikir kamu mau pergi karna sudah berpakaian rapi"ucap mas Erik yang sudah mulai mendekat.
"mas mau lansung makan"tanya ku mengalihkan pembicaraan.
"mas mau mandi dulu lah sayang"ucap mas Erik yang sudah berdiri di samping ku.
"ya sudah,aku turun duluan,nanti kalau udh siap lansung turun,kita mau makan malam, tinggal nunggu mas Erik gabung"sahut ku sambil mengambil ponsel lalu melangkah pergi.
aku memang sudah tak nyaman lagi berada di dekat mas Erik, perbuatan mas Erik sama mayang trus melintas dipikiran ku ketika melihat wajah mas Erik.
sampai dimeja makan,Mayaang sudah standby menunggu.
"makasih ya Arumi,kamu udah masak banyak buat menyambut kehamilan ku"ucap mayang dengan senang.
"iya sama-sama"sahut ku tak ingin ambil pusing.
"Erik mana,kok belum turun,aku sudah lapar"ucap Mayang sambil melirik kearah tangga.
''kalau kamu sudah lapar, duluan aja makan"sahut ku tak suka, seolah-olah dia lagi menunggu suami nya aja.
"ngk ahh, tunggu Erik datang aja,biar kita makan sama"sahut Mayang lagi.
akhirnya yang ditunggu datang,Erik dan Retno datang bersamaan,dan langsung ikut duduk.
"wahh....ada semur,juga asam ikan"ucap Erik tersenyum lalu duduk.
belum sempat aku mengambil piring untuk mas Erik dan Retno, dengan gercap Mayang mengambil piring Erik,aku dan Retno hanya diam.
"kamu harus makan banyak"ucap Mayang sambil menyendok kan nasi ke piring Erik.
"kamu mau juga,biar Tante ambil kan"timpal Mayang pada Retno.
"ngk usah Tante"sahut Retno heran.
"ini semur ayam kesukaan kamu"ucap Mayang menambah kan sepotong ayam semur ke piring Erik.
Erik diam lalu melihat kearah ku,mungkin takut aku curiga.
kulihat Retno sudah duluan selesai makan,aku pun menyuruh Retno untuk naik ke atas,dengan alasan belajar.
dengan lahap kulihat mas Erik dan Mayang, tambuh beberapa kali,mungkin Karna makanan nya pas di lidah mereka.
"sayang,apa ada kabar baik, sehingga kamu menyiapkan ini,dan mas lihat penampilan kamu malam ini juga berbeda,cantik..."ucap mas Erik lalu menyantap suapan terakhir nya.
kulihat tatapan Mayang tajam kearah mas Erik, seperti nya Mayang tak suka mas Erik memujiku.
"ada kabar bahagia yang ingin ku sampaikan pada mas Erik,nanti siap makan kita duduk dulu di ruang tamu"sahut ku santai.
"oooiyaaa....kabar apa itu,mas jadi penasaran"sahut Erik tak sabar.
__ADS_1
"aku ikut juga"ucap mayang
"iya,kita ngobrol bersama"sahut ku tersenyum.
setelah semua selesai makan,kami bertiga pun langsung duduk di ruang tamu.
"berita apa sih sayang,Sampek kita harus ngumpul"ucap mas Erik sudah tak sabar.
aku pun memperbaiki posisi duduk ku lalu menarik napas panjang.
"mas,aku ingin cerai"ucap ku menatap mata mas Erik.
"Aaapaa...."sahut mas Erik terkejut.
dari wajah yang ceria, kulihat wajah mas Erik lansung berubah pucat.
"maksud kamu apa sayang"ulang mas Erik, yang masih tak percaya dengan ucapan ku.
sementara Mayang hanya diam membisu.
"aku ingin kita pisah mas,aku serius"ucap ku lagi menegaskan.
"kamu serius"ulang Mayang lagi.
"kamu diam dulu Mayang,sebaiknya kamu masuk ke kamar aja,ini urusan rumah tangga kami"ucap Erik yang mulai emosi.
"tidak,biar Mayang disini"ucap ku
"ya sudah terserah,cepat jelas kan,kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu"ucap mas Erik menatap tajam.
"bukankah tadi kamu bilang ada kabar bahagia,kenapa malah mengatakan ini"timpal mas Erik kembali.
"iya, bukankah ini kabar bahagia untuk mu mas"sahut ku,menahan emosi.
"kamu jangan main-main,tidak ada angin,tidak ada ujan kok minta cerai pula"ucap mas Erik tak terima.
"aku tidak main-main mas,aku serius "sahut ku lagi.
"tidak,mas tidak akan menceraikan kamu, bisa-bisa nya minta cerai tanpa alasan,apalagi hubungan kita selama ini baik-baik aja"jelas mas Erik masih tak terima.
air mata ku pun langsung jatuh, rasanya aku tak sanggup menggunakan ini semua.
"kenapa menangis'apa kamu kecewa karna permintaan mu tidak aku turuti"
"atau kamu punya hubungan dengan laki-laki lain, sehingga minta cerai"timpal mas Erik tersenyum tipis.
rasanya darah ku lansung mendidih mendengar tuduhan mas Erik pada ku.
"Mayang hamil mas dan itu anak kamu"ucap ku dengan suara meninggi.
wajah dan reaksi mas Erik lansung berubah ketikan aku menyebut kan nama Mayang di pertengkaran kami,begitu pula dengan Mayang.
"Arumi kok jadi bawa-bawa aku"ucap Mayang heran berusaha geles.
"Mayang hamil"ulang mas Erik terkejut menatap kearah Mayang.
"iya mas,Mayang hamil dan aku ingin kamu bertanggung jawab"
__ADS_1