Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Rencana


__ADS_3

Tama termenung di kamarnya, ucapan orang tuanya membuat tama sedih namun tidak bisa berbuat apa-apa,tama juga tidak bisa membantah atau melawan keinginan orangtuanya.


tiba-tiba sebuah pesan masuk, membuyar kan lamunan tama.


"Arumi "ucap tama dengan mata membulat,karna senangnya.


tanpa berlama-lama,tama pun lansung membuka pesan dari arumi.


"maaf ya dok atas perlakuan mas erik tadi, terimakasih juga dokter sudah membantu saya"pesan arumi.


tama yang selesai membaca pun lansung senyum-senyum.


"iya dok tidak masalah,lagi pula laki-laki mana sih yang suka istrinya dekat dengan pria lain,pasti cemburu"balas tama tanpa menunggu lama,tama sengaja memancing pembicaraan kearah hubungan arumi dengan suami nya.


pesan tama sudah dibaca,tanda centang biru namun belum ada balasan dari arumi, seolah-olah cuma di read aja.


tama pun mulai cemas,tama mulai takut dan berpikir kalau arumi mungkin tersinggung dengan balasan pesan dari nya.


"maaf dok,saya tidak bermaksud menyinggung urusan pribadi dokter"kirim tama khawatir.


tak lama akhirnya balasan arumi pun kembali datang.


"tidak apa kok,lagi pula bukan rahasia lagi tentang masalah rumah tangga saya,semua orang pasti sudah tau"balas arumi


"sekali lagi maaf ya dok"pesan tama,namun sudah tidak ada balasan lagi dari arumi.


******


"aduhhh panas nya,cepekkk"ucap mayang melempar tas nya lalu merebahkan tubuhnya di sofa.


"kamu mau minum biar mas ambilkan"ucap erik sambil menutup pintu.


"mas kapan kamu dapat kerjaan lagi,biar kita punya mobil lagi,ngk kayak gini capek naik kendaraan umum"omel mayang tanpa menghiraukan tawaran erik.


seperti biasa erik pun menarik napas kasar.


mendengar ucapan istrinya.


"pokoknya sebelum perut aku berubah buncit kamu harus dapat kerjaan baru ya"timpal mayang kembali sambil memegang perutnya.


"iyaiya.... setelah retno sembuh,mas akan pergi cari kerja"ucap erik ketus


"lahh kok nunggu retno sembuh sih"ucap mayang tak suka


"ya kan mas harus jenguk kerumah sakit lagi,mana bisa mas kerja"jelas erik


"ibunya kan ada, ngk perlu kamu juga ikut jagain dia,lagi pula dia juga udah mau sembuh, pasti besok juga udah balik"seru mayang


"pokoknya aku ngk mau tau,besok kamu harus cari kerjaan,udah aku capek,aku mau istirahat dulu "timpal mayang kemudian pergi meninggalkan erik sendiri.


Erik pun hanya memijit-mijit kening nya.


*****

__ADS_1


"pak jadi kah arumi hari ini pulang"tanya ros sambil meletakkan secangkir kopi dimeja


"kayaknya jadilah buk, soalnya tadi malam arumi bilang hari ini kita tidak usah kerumah sakit lagi,karna retno sudah bisa pulang"jelas pak samsul kemudian mengambil kopi'buatan ros.


"Alhamdulillah ya pak"


"ngomong-ngomong,kita ini kapan pulang buk?"tanya pak samsul menatap ros


"tunggu dulu lah pak"


"tapi sudah lama kita disini,nanti pelanggan-pelanggan kita pada pergi"


"tapi pak,ibuk cemas meninggalkan arumi sendiri,apalagi proses perceraian nya belum kelar"


"memang ibuk sudah tanya lagi,kapan mereka sidang lagi"


"belum pak,ibuk ngk enak nanya nya,bapak tau sendiri kan, kalau dari dulu arumi itu ngk mau cerita urusan rumah tangga nya, buktinya ini,mayang sama suami nya udah nyakitin dia,diam malah diam, syukur kita datang jadi tau sendiri"


"iya juga sih buk"pak samsul mengangguk paham.


"tapi sepertinya arumi tinggal menunggu sidang ketiga lah pak"


"lah memang sidang kedua sudah"tanya pak samsul heran


"sudah, kemaren itu,ibuk ngak sengaja dengar arumi telfonan sama siapa,yang jelas katanya erik ngak datang pas sidang kedua ini"jelas ros


lagi-lagi pak samsul hanya manggut-manggut paham.


"berarti ngk lama lagi sidang ketiga mereka,ya sudah kita tunggu saja,siap itu kita baru pulang"ucap pak samsul


pak samsul pun menoleh"kenapa buk"


"apa kita ajak aja arumi tinggal bersama kita, soalnya ibuk cemas meninggalkan dia, apalagi status janda"ucap ros sedih


"jangan berpikiran kemana-mana buk,dia juga bisa jaga diri sendiri,lagi pula pasti arumi tidak setuju dengan ajakan kita, apalagi rumah dan pekerjaan nya disini"jelas pak samsul.


"tokkkk....tokkk...


assalamualaikum


"itu pasti arumi pak"ucap ros mendengar ketukan pintu


"iya buk,cepat buka pintunya"


Ros pun bergegas menuju pintu


"wa'alaikumussalam"sahut ros sambil membuka pintu.


"ayok sayang masuk"ucap arumi memegang tangan retno.


"pelan-pelan"ros pun ikut membantu.


"oyaa kalian pasti belum makan,budhe udah masak tadi"

__ADS_1


"budhe masak,tapi arumi sama retno udah makan,tadi arumi beli sarapan"sahut arumi


"ya sudah,biar untuk makan siang aja


Retno pun ingin istirahat, arumi pun lansung membawa retno kekamar, setelah itu arumi pun kembali duduk bergabung dengan budhe nya.


tanpa basa-basi ros pun langsung bertanya tentang kelanjutan sidang perceraian arumi,arumi pun mengakui kalau dia sudah menjalani sidang keduanya.


"jadi kapan untuk sidang yang ketiga"tanya ros penasaran.


"secepatnya mungkin satu bulan lagi atau selambatnya tiga bulan lagi budhe"


Ros pun mengangguk dan saling bertatapan dengan suami nya


"satu atau tiga bulan lagi"ulang pak samsul


" kenapa budhe dan pak'de heran"tanya arumi melihat reaksi budhe dan pak'de nya yang saling bertatapan.


"bukan apa kok"sahut ros tertawa kaku


"apa budhe dan pak'de ingin pulang"tebak arumi


pak samsul dan ros pun kembali bertatapan, mereka tak menyangka kalau arumi bisa membaca gelagat mereka.


Ros pun tersenyum"iya sayang,rencana nya budhe dan pak'de akan segera pulang"sahut ros jujur


wajah arumi lansung murung dan sedih.


"kenapa buru-buru budhe"sahut arumi dengan mata yang berkaca-kaca.


Ros pun lansung mendekat,"Arum, budhe sama pak'de juga punya pekerjaan disana,jadi sudah lama rasanya budhe disini"sahut ros ikut sedih.


"atau bagaimana kalau kamu main ketempat budhe, sekalian refreshing gitu"seru ros semangat.


arumi pun diam, seperti nya memikirkan tawaran budhe nya,namun seketika itu juga lansung kembali sedih.


"tapi retno sekolah budhe,mana bisa libur lama"sahut arumi sedih


Ros pun menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan.


"andai kamu tinggal sama budhe,pasti budhe akan senang"gumam ros yang masih bisa didengar arumi.


"sebenarnya arumi ada niat untuk menjual rumah ini dan pindah dari sini"ucap arumi tiba-tiba.


"lah kenapa gitu"tanya ros penasaran begitupun dengan pak samsul.


"iya budhe, setelah perceraian arumi resmi,arumi sempet berpikir untuk kembali membuka lembaran baru di tempat yang baru juga,sulit rasanya tinggal disini dengan begitu banyak kenangan bersama mas erik"jelas arumi menahan air mata.


pak samsul dan ros pun lansung mengangguk kan kepalanya, mereka bisa merasakan kesedihan arumi.


"kalau itu pilihan kamu budhe dukung"ucap ros setuju


"ada baiknya juga kamu pindah dari sini,biar erik itu ngak bisa nganggu kamu lagi"timpal ros kembali.

__ADS_1


"iya kan pak"tanya ros menatap suaminya.


"iya,bapak juga setuju,kalau perlu bapak juga bisa bantu promosi penjualan rumah ini"ucap pak samsul menawarkan diri.


__ADS_2