Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Semakin Jauh


__ADS_3

"sebentar kamu tunggu disini"sahut budhe rasti ketus,lalu masuk kedalam memanggil arumi.


"mas"sapa arumi memanggil ku,melihat nya datang aku langsung senang.


"sayang,gimana kabar kamu?"


Retno juga"tanyaku spontan ketika melihat arumi.


bukanya menanggapi pertanyaan ku,arumi malah menarik napasnya.


"mas,aku kan udah bilang,jangan pernah panggil aku sayang lagi"ucap arumi kesal


"kita kan belum resmi bercerai,jadi aku masih bisa kan panggil kamu gitu"jawab ku yang masih mengatas namakan status suaminya.


"tunggu disini"ucap arumi ketus mengabaikan ucapan ku,lalu masuk.


"kok mas ditinggal,sayang.... arumi"teriak ku yang melihat arumi kembali masuk.


sikap arumi pada ku benar-benar cuek,bahkan dia menjaga jarak dariku.


aku tau dia masih kecewa pada ku,namun aku tidak akan menyerah begitu saja,aku akan terus memperbaiki hubungan ku dengan nya.


tak lama keluar lah retno sendiri,aku tidak melihat arumi bersamanya.


"ayah"sapa retno setelah melihat ku


"sayang,kamu apa kabar?sudah sehat?"tanyaku mendekat dan lansung memeluk nya.


"sehat"


"kenapa ayah disini"tanya retno melepaskan pelukan ku


"ayah rindu sama anak kesayangan ayah"tutur ku tertawa kecil


namun retno hanya diam,seperti tidak suka.


"Oya mana mama kamu,kok ngak ikut keluar"tanya ku sambil melirik kedalam


"mama sibuk,mama cuma nyuruh retno jumpa ayah"jelas retno datar


"memang mama sibuk ngapain,coba panggil mama lagi,minta mama keluar,biar kita bisa ngobrol bareng"ajak ku, berharap retno menurut.


"mama ngak mau ketemu ayah,retno juga ngak mau ketemu ayah lagi, retno benci ayah,ayah jahat,ayah udah nyakitin mama sama retno "teriak retno padaku lalu menangis membelakangi ku.


aku pun tertegun mendengar penuturan nya, tiba-tiba rasanya dada ku sesak mendengar ucapan anakku satu-satunya yang kini membenci ku.

__ADS_1


"Retno kenapa sayang?ayah kan ngak pernah jahat sama retno, walaupun ayah ngak tinggal sama retno lagi tapi retno akan tetap jadi anak kesayangan ayah"jelas ku mengelus-elus rambut nya.


namun tetap saja tangisan retno tidak berhenti"kalau ngak,gimana kalau retno tinggal sama ayah mau!dan kapan pun retno mau jumpa mama pasti ayah antar"timpal ku kembali.


"ngak mau, retno ngak mau "teriak retno menepis tangan ku dari kepalanya,lalu berlari masuk kedalam.


dengan spontan aku pun langsung ikut mengejar nya kedalam rumah.


"Retno, retno sayang"teriak ku memanggil


"Retno,kenapa sayang?"


"Retno kenapa"


tanya arumi dan budhe bersamaan dengan wajah panik,arumi pun langsung memeluk retno dan menenangkan nya.


"Retno sayang"panggil ku


"berhenti mas,kenapa retno menangis"tanya arumi dengan menatapku tajam.


"iittuu,mas juga ngak tau"sahut ku gagap bingung menjelaskan nya.


"tadi kamu kan sama retno,kenapa bisa ngak tau"tanya arumi mulai terlihat kesal


"Ngak budhe,serius erik ngak ngomong apa-apa"aku berusaha membela diri


"maa, retno ngk mau tinggal sama ayah, retno ngak suka ayah"rengek retno dipelukan arumi.


spontan semua mata menatap tajam pada ku, rasanya lidahku kaku,tak bisa berkata apa-apa.


"Oooo...jadi kamu mau ngerayu retno biar meninggalkan arumi"ucap budhe kembali,aku pun menunduk.


''sayang retno pergi ke kamar ya istirahat,nanti mama nyusul"perintah arumi retno pun menurut,aku tak bisa apa-apa hanya melihat retno pergi dari hadapan ku.


"tega kamu ya mas,kamu mau menjauhkan aku dengan anak ku sendiri "ucap arumi meluapkan emosi nya,yang sedari tadi dia tahan.


"Arumi,mas ngak bermaksud seperti itu,kamu salah paham"jelas ku.


"salah paham!apa yang dikatakan retno tadi sudah jelas"tutur arumi tak percaya


"sudahlah,mening mas erik pergi dari sini"timpal arumi mengusir ku,rasanya aku tak terima diperlakukan seperti ini.


"satu lagi,kalau menyangkut tentang anak aku tidak akan pernah mengalah mas"timpal arumi lalu hendak pergi meninggalkan ku.


"tunggu arumi,mas tidak terima ini,kamu jangan menuduh mas sembarangan"ucap ku masih tak terima.

__ADS_1


"harus nya mas yang marah pada mu,kamu pasti sudah menghasut dan mempengaruhi retno agar membenci ayah nya kan"timpal ku mulai kesal.


"apa"sahut arumi mengerutkan keningnya


"ya,tadi retno bilang kalau dia membenciku,karna aku telah menyakiti mu dan dirinya,dan pasti itu alasan nya kenapa retno membenci ku,pasti kamu yang sudah mempengaruhi nya"tutur ku menyalah kan


"kamu sudah tidak waras ya mas,aku memang tidak menyukai perbuatan mu dan mayang,dan kalian memang sudah menyakiti ku,tapi aku tidak pernah ada niat membalas kalian apa lagi menggunakan anak,dan satu lagi,aku tidak penah mengatakan hal buruk tentang mu pada retno"jelas arumi , dengan lantang.


"kalau bukan kamu siapa lagi"ucap ku melihat kearah budhe.


"kamu pikir budhe yang menghasut retno!"ucap budhe seolah mengerti maksud ku.


"tidak budhe"


"kamu sudah ketemu retno,sekarang sebaiknya kamu pergi mas"ulang arumi


aku yang tidak bisa apa-apa, dengan terpaksa harus pergi.


aku yang hendak menuju rumah,baru teringat dengan janji ku akan pergi dengan mayang.


dia pasti sudah menunggu ku bathin ku dan berlari kecil mempercepat langkahku,ya benar saja, kudapati mayang sudah berdiri di depan teras rumah,sorot mata nya sudah menunjukkan kekesalan.


"sayang kamu sudah siap"ucap ku tersenyum kaku.


mayang masih diam dan menatap tajam pada ku.


"maaf mas kelamaan,kamu pasti sudah menunggu"timpal ku kembali


"Oooo jadi mencari udara segar yang kamu maksud pergi kerumah sebelah"ucap mayang melipat kedua tangannya di dada.


"ah...mana ada mas kesitu"a f telak ku


"kamu ngak usah bohong lagi mas,aku lihat sendiri kalau kamu tadi keluar dari pintu mereka "ucap mayang membuat ku lansung terpojok dan tak bisa lagi mengelak.


"iittuu...itu tadi mas cuma ingin melihat keadaan retno aja''


"sayang kamu tau sendiri kan, kalau retno abis sakit,jadi mas mau lihat gimana sudah keadaan nya sekarang "tutur ku menjelaskan.


"modus,pasti kamu mau lihat arumi kan, dasar aku juga akan buat perhitungan sama perempuan itu karna sudah menggoda suami ku"ucap mayang sambil melangkah pergi.


"kamu mau kemana''menahan tangan mayang


"lepas mas,aku ingin melabrak wanita tua itu"berontak mayang.


aku sudah menduga ini akan terjadi kalau mayang tau aku ketempat arumi,aku pun mengencangkan pegangan ku,dan berusaha menarik mayang masuk.

__ADS_1


__ADS_2