
kini aku dan Mayang pun sampai di kosan lama Mayang.
"cepatan dong buka pintu nya,aku capek niii...."omel mayang pada ku
"iya...iya ....sabar,ini kan lagi dibuka"sahut ku kesal sambil membuka gembok pintu.
"aku kan lagi hamil anak kamu,ngk boleh capek-capek"ucap Mayang ketus lalu langsung menerobos masuk kedalam.
aku hanya menarik napas,lalu menarik koperku dan Mayang masuk.
"kamu lansung istirahat ya,aku mau keluar sebentar"ucap ku sambil meletakkan kedua koper.
"kamu mau kemana,kamu ngk ninggalin aku kan"sahut Mayang curiga.
"ngk,aku cuma mau keluar sebentar aja, nanti pulang lagi,lagi pula pakaian aku juga udh disini"jelas ku malas
aku pun langsung keluar dan menutup pintu,aku ingin mencari udara segar dan menenangkan pikiran, kalau di kos mayang pasti pikiran ku makin mumet karna ocehan nya.
aku pun keluar berjalan kaki,dan berhenti salah satu kedai kopi yang kebetulan sudah tutup,aku pun duduk di kursi panjang pemilik kedai.
aku mengacak-acak rambutku yang tak gatal, pikiran ku masih kacau dan tak tenang.
rasanya aku belum bisa percaya kalau hubungan ku dan Arumi sudah di ambang kehancuran.
"Tidakk...tidakkk...aku tak ingin bercerai"ucap ku lirih dan merogoh kantong ku mengambil ponsel.
Ku coba menghubungi nomor Arumi tutttt....tutttt..... nomor tersambung namun tidak di jawab.
Ku coba beberapa kali,namun tetap nihil"sialll....."ucap ku kesal lalu memukul meja.
Aku seperti orang gila, membentur kan kepala ku beberapa kali ke meja dan mengacak-acak rambut ku,lalu menangis.
"Bodohhh...bodohhh.....aku memang bodoh...sudah selingkuh tapi malah menuduh Arumi juga selingkuh "ucap ku penuh sesal.
"Nak,maaf nak,lagi apa ya"ucap seseorang dari belakang mengagetkan ku,aku pun langsung mengusap wajah ku agar tak terlihat menangis.
"Mmm....saya cuma duduk pak,eh kek"sahut ku melihat seorang laki-laki tua yang sudah berumur.
"Maaf,kedai kakek jam 9 malam sudah tutup,kamu pasti mau minum kopi"ucap kakek itu lalu tersenyum.
"Bukan kek,saya ngk minum kopi kok kek,tadi saya cuma numpang duduk aja"sahut ku merasa tak enak.
"Oooo... seperti nya nak muda ini bukan tinggal disini"
"Iya kek,saya baru pindah,nama saya Erik kek"ucap ku mengulurkan tangan.
"Oooo....begitu, perkenalkan nama kakek Kamal Mustofa tapi di panggil pak uban, maklum lah rambut kakek sudah putih"ucap kakek dengan kekeh,aku pun menanggapi nya dengan senyuman.
"Ooyaa,kalau nak erik mau minum kopi datang aja ke warung ini,jam 8 pagi sudah buka"timpal nya lagi.
"Hehe..iya kek"sahut ku singkat,karna masih malas bercanda.
__ADS_1
"Kalau gitu kakek masuk lagi ya"
"Iya kek, terimakasih kek"sahut ku tersenyum.
Aku pun pulang, teringat mobil ku tinggal begitu saja di depan kos,tanpa membuat alarm mobil.
"Aduh,bisa celaka aku,itu mobil kantor pula"ucap ku buru-buru melangkah pergi.
Aku menarik nafas lega,melihat mobil ku masih terparkir di depan kos"untung aku tidak pergi jauh"batin ku.
Setelah mengunci mobil dan menghidupkan alarm nya aku pun masuk ke dalam, kudapati mayang sudah tidur lelap.
"Aku harus membeli rumah"batin ku yang melihat ruang kos yang kecil.
Sambil memejam kan mata,aku memikirkan, bagaimana caranya agar Arumi bisa memaafkan ku dan menerima ku kembali.
*****
"tokkkkk.....tokkkk.....
"Mayang....mayang kamu didalam"panggil seseorang dari luar, membangun kan tidur ku.
kulihat jam tangan ku sudah jam 6 pagi, ternyata aku ketiduran tadi malam,kulihat mayang masih membungkus tubuhnya pakek selimut.
"tokkkkk.....mayang buka pintunya"ucap seseorang dari luar.
"mayang bangun,,ada yang panggil"ucapku membangun kan Mayang.
aku pun langsung membuka pintu dan terlihat langit masih gelap.
"ada apa ya buk"ucap ku melihat sosok ibu-ibu yang berdiri di depan pintu.
"saya buk endang,tetangga sebelah,kamu siapa ya, bukanya ini kosan milik mayang"celocos buk endang sambil melirik kedalam.
"iya buk ini kosan Mayang,Mayang nya masih tidur"sahut ku lalu menguap karna masih ngantuk.
"tapi kamu siapa"tanya buk endang Penasaran.
aku terdiam sejenak,aku binggung mau jawab apa, sementara aku dan mayang Belum menikah.
"saya calon suami nya buk"ucap ku ragu.
"Oooo....calon suami"ulang buk endang mengangguk kan kepalanya.
''tadi ibu mau apa ya"tanya ku lagi.
"hehehe .....ibu jadi lupa,itu loow mobil nya,suami ibu mau pergi kerja tapi motor nya ngk bisa lewat karna mobil ini"ucap buk endang menunjuk mobil ku.
"Ooo...iya buk,saya lupa,maaf ya buk"
"ngkpp kok,ibu maklum kok,memang gang perumahan disini sempit, pas-pasan mobil"sahut buk endang tertawa kecil.
__ADS_1
"kalau gitu ibu permisi dulu ya"timpal buk endang sambil berlalu,aku pun mengangguk kan kepala ku.
aku langsung mengambil kunci mobil dan memindahkan parkiran nya sedikit kedepan.
"Mayang... bangun dongg....ini udah pagi"ucap ku menarik selimut mayang.
"aduhhh....apa sih..."sahut mayang dengan mata yang masih terpejam.
"kamu belanja sana,buatkan sarapan,bentar lagi aku ke kantor"
"emmm....beli makanan aja,aku lagi malas masak,pasti bawaan kandunganku ini"sahut mayang dari dalam selimut.
"uhhh...."aku pun mendekus kesal,lalu memutuskan untuk pergi kekantor dan singgah makan diluar.
"aku pergi,nanti jangan lupa masak"ucap ku kesal lalu pergi.
disepanjang perjalanan ke kantor,aku baru menyadari betapa berartinya Arumi dihidup ku,selama ini setiap pergi dan pulang kantor sarapan ku sudah disiap kan Arumi,Arumi selalu menyiapkan keperluan ku
"maaf kan mas arumi,mas sangat mencintai mu"ucap ku penuh sesal.
aku pun mengambil ponsel ku dan mencoba menelfon nomor Arumi kembali.
"pasti Arumi sudah bangun"ucapku sambil memencet nomor nya.
"tuttttt....tutttt.... panggilan tersambung namun masih tak di jawab.
kucoba lagi sampai tiga kali berturut-turut,namun hasil nya masih sama, tetap nihil.
hatiku benar-benar sakit,baru kali ini Arumi mengabaikan ku.
*POV ARUMI....
tokkkk....tokkk...
"Retno,sayang... sarapan yokk"ucap ku sambil mengetuk pintu kamar.
"sayangg....."panggil ku lagi,namun belum ada jawaban.
"Retno mama antar kamu ke sekolah ya"timpal ku lagi.
namu belum juga ada sahutan dari dalam.
"Retno,buka pintu nya sayang"panggil ku tak berhenti.
"sayang...jawab mama dong"ucap ku mulai cemas.
"mama pergi duluan aja"teriak Retno dari dalam tanpa membuka kan pintu.
aku pun manarik napas"ternyata masih ngambek"batin ku.
"sayang ayok dongg,mama minta maaf, berhenti gambek nya"bujuk ku.
__ADS_1