Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Cemburu


__ADS_3

tanya ros mendengar tama menyebutkan nama arumi.


dengan cepat tama pun lansung mengakhiri tlfo nya,tama takut kalau ibunya membeberkan perasaan nya pada arumi.


"sudah siap dok"ucap arumi melihat tama meletakkan ponsel nya di meja


"sudah dok,maaf ya dok karna saya dokter terganggu "ucap tama


"ngkpp kok dok,saya sama sekali tidak terganggu "sahut arumi tersenyum.


setelah beberapa menit suasana pun kembali hening, tidak ada obrolan di antara mereka.


apa lagi pesanan makanan mereka sudah datang,arumi pokus menghabiskan makanannya sementara tama juga melakukan hal yang sama, sesekali tama mencuri pandang,lalu tersenyum melihat arumi yang sedang menikmati makanan nya.


setelah selesai makan,tama dan arumi pun langsung menuju meja kasir,tama yang melihat arumi mengeluarkan uang dari tas nya pun lansung mencegah nya.


"biar saya aja dok"ucap tama


"tidak usah dok,biar saya bayar sendiri aja,saya tidak mau merepotkan dokter tama lagi,apalagi saya sudah menumpang'' tolak arumi tersenyum kecil.


"dok,biar saya saja"ucap tama menatap lekat arumi.


"berapa semua nya mbak, termasuk tiga bungkus yang saya pesan tadi"ucap tama.


"jus dua,nasi ayam sambal ijo dua,sama tiga dibungkus, total semua 130 pak"ucap perempuan dikasir.


"ok, ini mbak"ucap tama memberi kan uang 150,lalu melangkah pergi


"tunggu pak,kembalian nya"ucap perempuan kasir


"oh,tidak usah mbak,tidak usah dikembalikan lagi"sahut tama tersenyum.


Arumi hanya memperhatikan tama kemudian berjalan bersama menuju parkiran.


begitu mobil tama sampai di halaman rumah arumi,tama pun ikut keluar serta tak lupa membawa dua nasi kotak yang dia pesan.


"pak,Arum sudah pulang"ucap rasti melihat arumi keluar dari mobil


"iya buk"sahut pak samsul singkat.


"tapi dia datang sama siapa ya pak,kok ibu ngk kenal"ucap rasti memperhatikan dari tempat duduknya.


"bapak juga ngak kenal,mungkin teman kerjanya"sahut pak samsul lalu meneguk kopi nya.


"kalau gitu ibu kesana dulu ya pak"pak samsul hanya mengangguk setuju.


"terimakasih ya dok,sudah mau mengatar saya dan membantu saya"ucap arumi

__ADS_1


"iya sama-sama dok,saya ikut senang bisa membantu dokter arumi juga"sahut tama tersenyum.


"oyaa ini buat dokter arumi "timpal tama menyodorkan dua nasi bungkus ditangannya.


"buat saya"tanya arumi heran


"iya dok"


"ohh... sebaiknya untuk dokter tama saja,lagi pula saya masak kok"tolak arumi lembut.


"tidak apa dok,tadi kan saya pesan tiga,satu untuk saya,dan dua untuk dokter"jelas tama


belum sempat arumi menolak, tiba-tiba Budhe nya rasti sudah sampai.


"sudah pulang"sapa rasti ramah


"sudah budhe"sahut arumi tersenyum


"ini..."ucapan rasti berhenti melihat tama


"saya tama budhe,teman dokter Arumi"ucap tama memperkenalkan diri


"Oooo... temannya arum"ucap rasti tertawa kecil.


"iya budhe,tadi mobil arum bermasalah jadi dokter tama mengantar arum pulang "tutur Arumi menjelaskan.


"ini ada sedikit makanan budhe, tolong diterima,kalau saya berikan sama dokter arumi pasti ditolak"ucap tama menyodorkan sambil bergurau ramah.


Rasti pun terlihat senang dan suka melihat tama yang ramah dan sopan.


"kalau gitu saya pamit pulang dulu budhe"ucap tama


"kok buru-buru,mampir dulu,minum segelas teh dulu baru pulang,lagi pula budhe baru tau kalau arum punya teman laki-laki "sahut rasti


"tapi budhe,takutnya dokter tama ada keperluan lain"potong arumi tak enak.


"oayaa..memang nak tama ini ada urusan lain yang mendesak "tanya rasti mentap Tama.


tama pun menggelengkan kepalanya sambil melihat kearah arumi,disatu sisi tama sungkan menolak ajakan budhe Arumi,dan disatu sisi lagi tama takut kalau arumi


"kan,nak tama nya sendiri bilang ngk sibuk,kamu ini gimana toh,punya tamu kok ngk di ajak mampir dulu"


"ayok nak tama"ajak rasti membuat tama tak bisa berkutik.


akhirnya tama pun setuju untuk mampir sebentar,rasti ikut senang karna diawal pertemuan pun tama sudah pandai mengambil hati mereka,apa lagi tama langsung memanggil rasti dengan panggilan budhe juga.


"tunggu"teriak erik yang datang dari arah rumah nya.

__ADS_1


Rasti,arumi dan tama pun langsung menoleh kearah suara, terlihat jelas erik datang buru-buru sambil berlari kecil.


"mas erik"ucap arumi heran


pak samsul yang melihat kedatangan Erik pun lansung berdiri dan menyusul kedepan gerbang.


"apa-apaan ini"ucap erik dengan wajah yang tak bersahabat.


"apa nya yang apa-apaan"potong rasti binggung


"maaf budhe,saya ingin bicara dengan Arumi,kenapa bisa dia datang berdua bersama laki-laki lain"ucap erik to the point.


ternyata Erik sudah memperhatikan awal kedatangan Arumi bersama tama dari rumahnya.


rasa cemburu dan tidak suka pun lansung menghampiri erik,erik benar-benar tidak suka kalau arumi dekat dengan pria lain selain dirinya,apalagi ini pertama kali nya Arumi membawa teman-teman laki-laki kerumah.


"kamu ini kenapa sih mas"ucap arumi tak suka melihat tingkah erik yang tiba-tiba datang dengan marah.


"kamu yang apa-apaan,apa ini haa"bentar erik menunjuk tama,yang membuat arumi semakin malu didepan tama.


"maaf pak erik, seperti nya pak erik salah paham "ucap tama berusaha menjelaskan.


"sebaiknya kamu diam dulu "sahut erik tak suka.


"mas"ucap arumi menghentikan


"ada apa ini,kenapa ribu-ribut "ucap pak samsul bergabung.


"entah ini pak, datang-datang kok marah -marah"jelas rasti kesal.


"sudahlah mas,jangan buat keributan disini"ucap arumi menahan kesal


"kamu mengusir aku,aku ini suami kamu, kamu lebih memilih laki-laki ini dan membiarkan dia masuk"


"kamu ini kenapa sih mas"ucap arumi menahan emosi nya.


sementara tama memilih untuk diam,tidak terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga arumi.


"aku tidak suka kamu membawa laki-laki lain kesini"ucap erik kesal


"sudahlah erik,kamu tidak perlu membesar kan masalah,Tama ini teman Arumi,lagi pula mereka tidak berduaan,kami juga disini"ucap rasti


"tetap saja erik tidak suka dia dekat dengan istri erik budhe"


"kalian itu sudah mau bercerai "timpal pak samsul geram


"tetap saja erik punya hak untuk melarang arumi dekat dengan laki-laki siapa pun,secara hukum Erik itu masih suami sah nya Arumi pak'de "ucap erik menatap tajam tama.

__ADS_1


"cukup mas,kamu tidak perlu mempermalukan aku seperti ini, memang nya aku melakukan apa,apa aku selingkuh seperti yang kamu lakukan pada ku,aku juga tau batasan berteman,ingat mas kita ini sebentar lagi bercerai jadi kamu tidak perlu berlebihan seperti ini "ucap arumi dengan wajah memerah.


__ADS_2