Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Panik


__ADS_3

pak samsul dan rasti nampak seperti kebingungan,serta memperhatikan model rumah satu persatu.


"iya buk,kok kami malah dibawa kesini"ucap pak samsul


"pak ini dia rumah mayang"ucap buk endang menunjuk rumah besar.


pak samsul dan rasti pun saling memandang.


"maaf buk, mungkin ibu salah rumah,mana mungkin rumah anak saya sebesar ini"sahut rasti tidak percaya.


"benar buk,pak,ini memang rumah mayang,dan baru-baru ini juga saya undangan kesini"jelas buk endang menyakinkan.


"undangan"ulang pak samsul heran dan semakin binggung.


"maksud nya apa ya buk,kita bingung"potong rasti penasaran


"begini buk, baru-baru ini saya undangan kesini,mayang mengundang warga komplek perumahan kami untuk acara syukuran dirumahnya dan sekalian pesta pernikahan nya"jelas buk endang tersenyum.


"pesta Pernikahan,aduhh ini apa lagi ya buk,kok kami makin bingung "ucap rasti memijit kening nya.


setelah menjelaskan,buk endang pun baru paham,kenapa orang tua mayang nampak kebingungan.


"ibu dan bapak tidak tau"ucap buk endang heran.


pak samsul dan rasti pun saling menatap heran.


"saya kasih tau ya buk,tapi ibu dan bapak jangan bilang ke mayang ya, kalau orang ibu tau dari saya"ucap buk endang setengah berbisik,rasti dan suaminya nya pun hanya mengangguk paham.


"sebenarnya baru-baru ini mayang kedapatan memasukkan laki-laki yang bukan mahramnya kerumahnya nya buk,jadi digerebek warga komplek,trus mereka di nikahkan "jelas buk endang


"nah, semenjak kejadian itu lah mayang dan suami nya pindah kesini"timpal buk endang kembali.


"aaapaa "ucap rasti dengan suara gemetar,barang yang di pengang pun terjatuh.


"mayang kita pak "timpal rasti kembali menatap pak samsul dengan air mata beuraian dan tiba-tiba rasti pun pingsan.


"bukkkk...bukkk"ucap pak samsul dan buk endang panik.


"sebentar ya pak,saya panggil kan mayang dulu"ucap buk endang kemudian berlari menuju pintu.


pak samsul pun hanya pasrah,nampak kekecewaan dari pak samsul.


"assalamualaikum,Mayang....


"tukkkkk....tukkkk....mayanggg....mayanggg


teriak buk endang sambil menggedor-gedor pintu,karna rumah mayang yang lumayan besar jadi suara buk endang pun tidak kedengaran.


"aduhh...itu kan ada bel nya"ucap buk endang menepuk jidatnya nya, sangking panik nya buk endang sampai lupa dengan bel pintu.


namun bukan mayang yang keluar,tapi erik lah yang membuka pintu.


"ada apa ya buk"ucap erik heran.


"aanuuu...itu...''sahut buk endang terbata-bata


"ibu tenang dulu,tarik napas dulu"ucap erik


"ituuu ibu nya mayang pingsan"ucap buk endang, menunjuk ke arah gerbang


Erik pun mengerut kan kening nya"ibu nya mayang"ulang nya heran.


"iya,mayang nya ada dirumah kan"tanya buk endang melirik ke dalam.


"sebentar ya buk saya panggil istri saya dulu"ucap erik kemudian masuk kedalam.


tak lama kemudian mayang pun datang dengan gaya santai nya.


"siapa sih"ucap mayang sinis


"ternyata buk endang,aku pikir siapa"ucap mayang melihat endang didepan pintu


"mayang ibu kamu pingsan, cepatan angkat kesini,kasian diluar"tutur buk endang cemas


"aduhhh....buk endang itu jangan ngarang cerita dong"sahut mayang tak percaya


"sayang kamu juga, bisa-bisanya kamu percaya ucapan buk endang"timpal mayang kembali

__ADS_1


"coba kita lihat dulu siapa tau betul"ucap erik


"aku itu masih banyak kerjaan lain,buk endang juga,jangan mudah percaya dong sama ucapa orang,itu paling ada ibu-ibu yang ngaku ibu aku,ibu endang tau sendiri kan kalau aku ini kaya jadi bisa aja kan"ucap mayang bangga lalu melipat kedua tangannya di dadanya


"anak durhaka kamu ya,baru aja kaya udah sombong,sampek ngk ngakuin ibu nya sendiri"ucap buk endang geram.


"jaga ucapan ibu ya"bentak mayang tak terima


"kan memang betul saya itu kaya,rumah saya besar,ngk kayak rumah ibu yang kecil dan sumpek,OOO.... jangan -jangan ibu iri sama saya"timpal mayang memiringkan bibir nya.


"sudah lah mayang, jangan bicara seperti itu"tegur erik, sebenarnya erik merasa malu ketika mayang membanggakan harta yang bukan milik mereka.


"ya sudah kalau kamu ngk percaya"ucap buk endang lalu pergi.


Mayang pun langsung masuk kedalam tanpa menghiraukan buk endang yang pergi.


berbeda dengan erik,Erik masih penasaran dengan ucapan buk endang,erik pun berlari menyusul buk endang.


"tunggu buk,saya mau memastikan ucapan ibuk"ucap erik yang di anggukan oleh buk endang.


"ibuk tidak apa,nanti dirumah mayang ibu bisa minum biar enakan"ucap pak samsul pada rasti yang baru siuman.


begitu sampai,Erik lansung mengenali wajah yang tak asing itu"paaaak'de,budhe"ucap erik kaget.


"jadi kamu kenal,betulkan ini orang tua mayang"ucap buk endang melihat reaksi erik.


pak samsul dan rasti pun malah semakin binggung dengan kemunculan erik


"kamu bukannya suami arum"ucap rasti berusaha berdiri yang di bantu oleh pak samsul.


Erik pun menunduk kan kepalanya lalu mengangguk kan kepalanya.


"owalah,pantas saja kita binggung pak,ini pasti rumah arum sama suami nya, pasti mayang kita menumpang disini"ucap rasti mulai tersenyum.


"sebaiknya budhe dan pak'de masuk dulu"ucap erik mengalihkan pembicaraan.


"ayok pak,ibu sudah rindu sama mayang dan arum "ucap rasti senang.


Rasti pun dipapah masuk oleh pak samsul, sementara erik mengangkat barang-barang bawaan pak samsul dan buk endang pun ikut membantu erik mengangkat barang.


"budhe sama pak'de duduk dulu"ucap erik sambil meletakkan barang-barang


"iya sama-sama"sahut buk endang tersenyum


"iya buk,kami sangat berterima kasih karna ibu sudah mau menolong kami"timpal pak samsul


"sekali lagi saya dan suami berterima kasih ya buk,dan maaf juga kita sudah merepotkan ibuk"ucap rasti


"iya pak,buk,saya ikhlas kok,kalau gitu saya pamit pulang dulu ya buk,pak"ucap buk endang


sebenarnya buk endang ingin lebih lama dirumah mayang,buk endang masih penasaran,namun karna semua orang sudah mengucapkan terimakasih padanya maka terpaksa buk endang pun izin pamit.


"bentar pak'de,budhe,Erik mau buat minum dulu"ucap Erik gugup


"tunggu nak erik"ucap pak samsul


"mayang sama istri kamu arum dimana?"ucap pak samsul yang melihat keadaan rumah sepi.


Erik pun mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal,dan binggung mau jawab apa atau bagaimana menjelaskan semuanya pada pak samsul.


"emmm.... mereka lagi diluar pak'de"sahut erik berbohong


"kalau gitu saya kebelakang dulu pak'de "timpal erik lalu pergi.


di dapur erik mondar mandir kesana-kemari,erik merasa tidak tenang karna sudah membohongi pak'de samsul dan budhe rasti,apa lagi mayang belum tau kalau ibu dan ayah nya datang.


"pak,ibu kok merasa ada yang janggal ya"


"iya buk,bapak juga merasa seperti itu"


"bapak masih kepikiran sama ucapan buk endang tadi"timpal pak samsul


"apa benar yang dikatakan buk endang tadi ya pak"ucap rasti cemas.


"entahlah buk,di satu sisi mana mungkin buk endang tadi bohong sama kita,satu sisi lagi mayang juga ngk mungkin gitu"ucap pak samsul bingung.


"iya juga ya pak,kalau mayang sudah menikah mana mungkin dia numpang dirumah arumi disini "

__ADS_1


"iya buk,mungkin buk endang salah paham"


"tapi ngomong-ngomong mayang sama Arum pergi kemana ya pak"


"tadi Erik bilang keluar,mungkin jalan-jalan buk"


"pasti retno juga ikut,ibu jadi ngk sabar jumpa mereka"ucap rasti bahagia


"pak'de,budhe ini teh nya"ucap erik datang membawa dua cangkir teh.


"iya nak,maaf ya kalau pak'de sama budhe merepotkan kalian"ucap pak samsul merasa sungkan


"tidak apa-apa pak'de,erik senang pak'de dan Budhe datang"sahut erik berusaha tersenyum.


"Oya nak erik,kamar mandi dimana ya,soalnya pak'de sudah gerah belum ada mandi dari tadi"


"pak'de sama budhe lansung kekamar tamu aja,biar sekalian bisa istirahat "


setelah erik mengantar pak samsul dan rasti ke kamar tamu,erik pun lansung pergi ke kamar nya untuk menemui mayang.


"sayang-sayang bagun"ucap erik membangun kan mayang.


"emm..kamu kenapa sih"sahut mayang dengan mata terpejam.


"cepat bangun"ucap erik memaksa mayang untuk duduk.


"ihhh...kamu kenapa sih,datang-datang aneh,aku masih ngantuk,baru aja tidur"omel mayang sambil mengucek mata


"ibu kamu sama ayah kamu datang"ucap erik


"haaa, maksud kamu apa"


"pak'de samsul sama budhe Rasti datang,dan mereka udah dirumah kita"jelas erik dengan wajah pucat.


"kamu yang benar"ucap mayang kaget


"iyaaa...masa aku bohong"ucap erik kesal


"kok bisa mereka disini,aku kan ngk pernah ngasih tau aku pindah atau ngasih alamat rumah ini,trus bapak sama ibu kok bisa datang"ucap mayang mulai cemas.


"ternyata yang dibilang buk endang tadi benar,buk endang juga yang ngantar kesini"


"aduhh mati akauu,jadi buk endang udah cerita semua "ucap mayang semakin khawatir


"kayak nya belum,soalnya tadi budhe sama pak'de beranggapan kamu itu numpang dirumah aku dan arumi"


"jadi mereka pikir ini rumah kamu dan istri tua kamu itu"sahut mayang kesal.


"sudahlah kamu jangan ribut-ribut dulu,mening sekarang kita pikirkan gimana menghadapi orang tua kamu"ucap erik gelisah.


mayang pun berpikir sambil mengigit induk jari nya,sementara erik trus saja memijit-mijit kening nya.


"aduhhh, ngapain sih ibu dan bapak pakek datang segala"ucap mayang mendengus kesal


"memang mereka tidak ngabari kamu"ucap erik menatap mayang,Mayang pun menggelengkan kepalanya.


Erik pun menarik napas kasar "sudahlah,mening kita katakan sejujurnya saja"ucap erik lalu bangkit


"tunggu,apa kamu sudah gila, bagaimana kalau ibu sama ayah marah,lalu mereka minta uang mereka ''ucap mayang memegangi tangan erik


"itu semua gara-gara kamu,coba aja kita tidak memaksa diri untuk pesta,pasti ini tidak akan terjadi"ucap Erik kesal dan menyalahkan mayang.


"kamu kok jadi nyalahin aku sih,itu semua salah kamu juga,coba aja kamu ada uang, pasti aku ngk perlu berbohong untuk minjam uang "ucap mayang tak terima.


"tidak mungkin kita terus-terusan berbohong, lambat laun pasti ketahuan "


"jadi kita harus gimana dong"rengek mayang semakin cemas


"satu-satu nya cara kita harus bicara jujur "


"aku ngk mau, pokoknya kita harus cari cara lain"ucap mayang menolak


"gimana kalau kamu minta tolong sama Arumi untuk bantu kita"timpal mayang memberikan ide.


"kamu sudah tidak waras,mana mungkin Arumi mau"ucap erik


"siapa tau dia mau,ini kan ada sangkut paut sama budhe nya juga"ucap Mayang

__ADS_1


Erik pun diam, seperti nya Erik menyetujui ide mayang.


"sudahlah,coba kamu telfon dia dulu"timpal mayang kembali.


__ADS_2