Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Makan Bersama


__ADS_3

Arumi pun terharu dan langsung memeluk budhe nya.


"terimakasih ya budhe, pak'de"ucap arumi dengan mata yang berkaca-kaca.


budhe dan pak'de nya pun tersenyum.


******


sesuai janjinya,hari ini erik pergi mencari pekerjaan baru.


terlihat mayang sangat antusias melihat erik yang sudah berpakaian rapi mencari pekerjaan.


"pokoknya kamu harus berusaha mendapatkan pekerjaan,demi aku dan calon anak kita mas"ucap mayang sambil memainkan ponselnya


erik yang sedang berdiri di depan cermin lemarinya pun hanya bisa menarik napas panjang.


"ya sudah mas berangkat dulu,doa kan biar mas dapat pekerjaan hari ini"ucap erik sambil mengambil berkas lamaran nya.


"iyaa"sahut mayang tanpa menoleh.


"kamu jangan lupa makan nanti,jangan biar kan anak kita kelaparan"ucap erik menahan kesal melihat tingkah mayang yang sibuk dengan ponselnya bahkan seperti tak peduli dengan kesehatan nya,pada hal sedang mengandung.


karna pernah bekerja di kantoran,erik pun begitu percaya diri untuk melamar pekerjaan di kantor -kantor besar dengan meyakinkan bahwa diri nya akan diterima.


setelah menempuh perjalanan lumayan jauh,erik pun memberhentikan gojek yang ditumpangi nya karna melihat sebuah perusahaan kantor lumayan besar.


"terimakasih ya pak"ucap erik kemudian membayar ongkos nya.


Erik pun merapikan kembali penampilan nya lalu berjalan menuju masuk.


"maaf pak,perlu apa ya"tegur satpam penjaga gerbang.


"saya mau masuk"sahut erik santai


"iya,tapi ada keperluan apa ya pak"tanya satpam kembali


"saya mau ngelamar kerja"sahut erik tersenyum


"sekali lagi maaf ya pak,di kantor ini belum membuka lowongan"jelas satpam sopan


"tidak apa,saya akan coba mengantar lamaran kerja saya,pasti diterima"


"lagi pula saya ini pekerja kantoran juga dulu jadi besar kemungkinan saya diterima"timpal erik bangga


"tapi pak,lebih baik lain kali saja bapak datang,kalau sudah ada penerimaan karyawan baru"


penjelasannya satpam untuk melarang masuk,erik pun tidak peduli,bahkan erik nekat menerobos masuk, akhirnya perdebatan pun terjadi, satpam pun terpaksa menarik tangan erik untuk keluar gerbang, beberapa karyawan yang keluar masuk pun berhenti dan berdiri menonton.


"lepaskan"teriak erik kesal


satpam pun melepaskan tangan erik dengan kasar.


"saya kan sudah bilang kalau bapak tidak boleh masuk"ucap satpam tak kalah kesal


" ini bukan kantor kamu,jadi satpam aja belagu"cemooh erik


"lebih baik anda pergi"ucap satpam ketus tanpa peduli ucapan erik


"satu lagi,selain menjaga keamanan,saya juga ditugaskan untuk melarang orang luar masuk tanpa persetujuan dari atasan"timpal satpam tegas.


"huuuuu,dasar sok"ucap erik sambil menghentakkan kakinya pergi.


setelah cukup jauh berjalan kaki,erik pun mulai merasa lelah, keringat nya pun mulai membasahi baju nya karna terik matahari yang begitu menyengat dan juga haus erik pun berhenti di warung pinggir jalan yang ia lewati sambil istirahat.


erik pun melihat jam tangannya,sudah tiga puluh menit berhenti namun cuaca masih panas.


"berapa buk?"tanya erik

__ADS_1


"semuanya tiga puluh ribu"ucap pemilik warung


"ini buk, terimakasih buk"ucap erik menyodorkan uang pas


"dengan pak erik ya pak"ucap gojek pesanan nya baru tiba


"benar,ini mas rohana''tanya erik ragu sambil memperhatikan


"hehe...saya Indra pak,itu nama akun istri saya"sahut nya tertawa kecil.


erik pun tersenyum,lalu lansung naik.


*******


" maa..jangan lama-lama,itu teman papa bentar lagi mau nyampek"ucap anwar masih melihat istrinya di meja rias.


"iya pa,ini mau siap"sahut ros merapikan kerudung pasmina nya.


"Oya maa,tama sudah siap belum!"


Ros pun langsung menghentikan aktivitas nya dan melihat wajah suaminya.


"bentar pa,mama lihat dulu"ucap ros dan langsung menuju kamar tama.


"tamaa....tamaa..."panggil ros dari luar


"iya maa"sahut tama singkat


"kamu udah siap kan,boleh mama masuk"


tanpa menunggu jawaban,ros pun lansung menyelonong masuk,kebetulan tama memang tidak mengunci pintu kamar nya dari dalam.


"ya ampun tamaaa..


"teman papa mu bentar lagi mau sampek,dan kamu belum lagi ganti baju, siap-siap "omel Ros geram melihat tama masih duduk di depan laptop nya.


"mama ngk mau tau,kamu itu harus rapi,jangan sampai perjodohan ini batal karena perempuan nya ngak suka lihat penampilan kamu yang ngk rapi"ucap Ros sebelum meninggal kamar tama.


tama pun menarik napas panjang mendengar ucapan ibunya


kali ini papanya membuat janji dengan temannya untuk makan bersama dirumah,dalam rangka apa lagi kalau bukan tentang perjodohan nya dengan teman papanya,tama sendiri tidak bisa membantah atau pun menolak,karna dia sendiri juga tidak bisa membawa perempuan lain selain arumi.


Ros yang tengah duduk menunggu di ruang tamu tak henti-hentinya menebarkan senyum, ros sangatlah berharap kalau perjodohan ini berjalan dengan lancar.


"maa gimana,tama sudah siap"tanya anwar keluar dari kamar


"iya pa"


"haa...itu suara mobil pa"


"iya maa, seperti nya itu mereka,ayok ma kita keluar"ucap anwar lalu mengecek keluar


Ros dan anwar pun lansung keluar rumah untuk menyambut kedatangan tamu spesial nya.


"pak Anwar"ucap laki-laki sebayanya,ketika keluar dari mobil,dan disusul dua orang wanita


"gimana tadi dijalan"sapa anwar balik sambil bersalaman


"aduh tadi kita kenak macet ya pi"sahut perempuan sebaya ros dengan candaan nya, dan semuanya ikut tertawa


"ma,kenal kan ini pak susilo "ucap anwar memperkenalkan


"Susilo buk,ini istri dan anak saya"sapa susilo memperkenalkan diri.


"saya ratu,dan ini anak saya bella jeng"ucap ratu


"ayok sayang,sapa tante ros nya!"perintah ratu ada Bella,bella pun menurut dan lansung mencium punggung tangan ros

__ADS_1


"aduhh cantik nya"ucap ros memuji kecantikan bella, begitu pun dengan bella begitu senang mendapat pujian dari ros


setelah saling menyapa,ros pun langsung mempersilahkan mereka masuk,dan mengajak untuk lansung makan bersama.


"sini sayang kamu duduk disebelah tante" ucap ros ramah pada bella


"iya tante" sahut bella malu-malu


setelah semua duduk,ros pun pamit ingin memanggil tama yang masih belum keluar juga,namun langkah nya terhenti karena tiba-tiba tama yang datang.


"nah ini dia anaknya"ucap ros


"tama kanalan dulu sama temannya papa"perintah ros,tanpa membantah tama pun lansung menyapa susilo dan ratu.


"oyaa sayang kenalin ini bella anaknya om susilo sama tante ratu"timpal ros semangat


tama hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kaku pada bella, begitu pun dengan bella lansung membalas senyuman dari tama.


di sela menikmati makanan,tak henti-hentinya ros dan anwar membicarakan bella serta memuji nya, begitu pun sebaliknya dengan ratu dan susilo.


"Oooo...jadi bella usaha salon kecantikan ya jeng"ulang ros


"pantas saja bella cantik dan terawat,toh ternyata dia punya salon sendiri"timpal ros tertawa kecil memuji bella


"tante bisa aja"ucap bella tersenyum


"kalau tante mau perawatan lansung datang ke salon bella aja ya tante"timpal bella


ros yang ditawarkan pun nampak senang.


"iya sayang,nanti kapan-kapan tante main sama tama kesana"ucap ros,tama yang mendengar namanya disebut pun langsung menoleh kearah ros,tanpa bisa membantah


"oya tama, kapan-kapan kamu main ketempat om dan tante juga ya?"tawar ratu.


"hehe iya tante"sahut tama tersenyum


"ternyata tama ini pemalu ya jeng"ucap ratu tertawa kecil, semuanya pun ikut tertawa mendengar ucapan ratu.


"tapi mereka nampak serasi kok mi"ucap susilo melihat tama dan bella


Bella yang mendengar penuturan ayahnya pun langsung senyum-senyum dan terkadang mencuri pandang ke arah tama.


"iya kita juga berharap semoga kita bisa jadi besan ya jeng"ucap ros menangapi


selesai acara makan,susilo dan ratu pun lansung pamit pulang.


wajah ros terlihat senang, senyum nya masih bisa terlihat walau mobil mereka sudah mulai jauh menghilang.


baru pertama kali nya ros merasakan begitu senang karena pertemuan dirumahnya berjalan dengan lancar.


"gimana sayang,kamu suka ngak?"tanya ros setelah kepergian keluarga Susilo.


"apanya maa"tanya tama masih pura-pura tak tau


"kok apanya, tentang bella,kamu suka kan"ucap ros menekankan


"ya pasti suka dong buk,orang bella itu parasnya cantik,dan tampaknya anaknya juga baik"potong anwar menangapi.


seperti biasa kalau sudah ayahnya bicara tama pun lansung diam.


"iya sih paa,mama suka lihat bella,sopan,baik,cantik dan yang jelas masih gadis lagi"ucap ros sengaja menyidir arumi janda yang disukai tama.


tama pun menunduk tanpa berkata apapun


"maa,paa,tama kekamar duluan ya"ucap tama karena tak ingin berlama-lama membahas bella.


"kok kekamar,kamu belum jawab pertanyaan mama"

__ADS_1


"jadi gimana,kamu setuju kan sama bella"timpal ros penasaran.


__ADS_2