
...****************...
Pagi ini Arumi sudah hadir di pengadilan,untuk menghadiri sidang pertama nya.
Lima belas menit lagi sidang akan dimulai,sementara erik belum kunjung datang.
Arumi sengaja mengambil cuti,selain mengambil cuti,Arumi juga sudah beberapa kali bolong kerja, permasalahan rumah tangga nya membuat arumi tidak pokus bekerja, apalagi pekerjaan nya menyangkut nyawa dan kesehatan pasien,karna itulah Arumi lebih memilih untuk libur.
Sambil menunggu sidang dimulai arumi duduk termenung, bagaimana tidak, pernikahan yang selama ini dia banggakan ternyata berakhir dengan perceraian.
Berawal dari perjodohan hingga janji suci erik ikrar kan didepan kedua orang tua arumi,dan bertahun-tahun sudah membina rumah tangga hingga mengubah hidup Arumi lebih berwarna,cinta dan kasih sayang yang selalu ditaburkan erik membuat arumi sangat mencintai erik.
Ditambah lagi hadirnya retno di tengah-tengah erik dan arumi membuat kebahagiaan arumi semakin lengkap.
Hingga tibalah musibah ini datang,kehadiran mayang menjadi sosok orang ketiga yang membuat retaknya rumah tangga arumi dan erik.
Entah apa yang ada dipikiran erik hingga membuat dia memilih untuk selingkuh di belakang istrinya
"Sayang..
Ucap erik tiba-tiba muncul bersama mayang,arumi yang sedang melamun pun sontak kaget.
"Mas erik,mayang"ucap arumi bangkit
"Kamu kenapa nangis,pasti kamu menyesal kan menggugat cerai mas"ucap erik percaya diri
"Apa-apaan sih kamu"bantah mayang mencubit tangan erik
Arumi pun langsung meraba pipinya dan menghapus air matanya, ternyata Arumi tidak sadar kalau air matanya sedari tadi menetes.
"Aku tidak apa-apa"ucap arumi singkat
"Dengar ya,aku sengaja datang, untuk memastikan kamu bercerai dengan suami ku"ucap mayang sinis
"Mayang"tegur erik menatap tajam,mayang pun lansung diam
Sebelum berangkat kepengadilan,erik dan mayang memang sudah membuat kesepakatan bersama.
Mayang berjanji pada erik kalau dia tidak akan membuat keributan jika bertemu dengan arumi, sementara erik tidak akan membantah proses perceraian nya di pengadilan.
Tak lama kemudian sidang pun di mulai, terlihat di sepanjang persidangan wajah erik terlihat murung dan sekali-sekali melirik kearah arumi.
__ADS_1
Erik masih berharap kalau arumi mau berubah pikiran untuk kembali.
Sidang pertama berjalan dengan lancar,tetap saja erik tak ingin bercerai namun erik juga tak bisa berkutik dihadapan mayang.
Sidang pun selesai,hakim memutuskan untuk melanjutkan Sidang berikut yakni sidang kedua.
Setelah semua bubar,Arumi pun buru-buru keluar karna tak ingin berbicara atau berdebat lagi dengan Erik dan mayang.
Dengan cepat arumi lansung kemobil nya,dan langsung menuju pulang.
Berbeda dengan mayang,Mayang begitu bahagia dengan perceraian Erik dan Arumi,Mayang memang tak bisa lagi menyembunyikan kebencian nya terhadap arumi,hingga tak ada lagi rasa kesedihan melihat rumah tangga sahabat nya sendiri hancur berantakan.
*POV TAMA.
Entah mengapa pikiran ku tak bisa berhenti memikirkan nya,apa lagi setelah mendengar percakapan suster dina bersama temannya tadi,kalau hari ini adalah sidang pertama Arumi dengan suaminya.
terkadang perasaan bahagia datang menyapa ketika mengetahui kalau sebentar lagi dia akan berpisah dengan suaminya, astaghfirullah entah apa yang ku pikirkan,namun ada juga perasaan sedih mengetahui sebab perpisahan arumi dengan suami nya.
bagaimana tidak,dari dulu Sampai sekarang perasaan ku masih sama terhadap arumi,hanya saja setelah arumi menikah aku memendam nya sendiri.
ingin rasanya aku menghubungi nomor Arumi dan bertanya langsung, apakah proses persidangan nya berjalan lancar atau tidak.
namun jika itu aku lakukan,arumi pasti akan heran dengan sikap ku yang aneh.
sebuah pesan pun terkirim,dengan memberanikan diri.
tak kusangka pesan pun langsung centang dua dan berwarna biru.
[wa'alaikumussalam]
[iya dr.tama,ada apa ya doc?]tanya arumi pada pesan keduanya,belum apa-apa aku sudah mulai gugup.
[dr.arumi lagi sibuk] balas ku basa-basi, padahal ingin mengetahui keadaan nya.
[ngk kok]balas Arumi singkat.
aku tersenyum sendiri melihat balasan dari arumi, bagaimana tidak sikap cuek nya dulu masih sama sampai sekarang.
[Oooo...saya pikir lagi sibuk, soalnya tadi saya ngk sengaja dengar obrolan suster dina,kalau dr.arumi hari ini ada sidang]
balas ku memberanikan diri,pesan ku tak lansung dibalas oleh arumi,pada hal sudah jelas dibaca dan sudah centeng biru.
__ADS_1
aku pun mulai merasa tak enak hati, apakah pertanyaan ku tadi menyinggung perasaan nya.
[maaf ya doc,saya lagi nyetir jadi lama balasnya]
[sudah selesai,ini baru jalan pulang] " balas arumi membuat hati ku lansung lega.
[ya sudah doc, lanjut kan aja dulu,bisa bahaya chatingan sambil nyetir] balas ku mengakhiri pesan.
belum apa-apa aku sudah sium-sium sendiri,apakah ada kesempatan kedua untuk ku memiliki arumi, apakah ini takdir atas penantian ku.
aku tau arumi sudah memiliki anak bersama suaminya,namun itu tidak akan menjadi alasan ku untuk berhenti mencintai nya.
jika memang benar arumi berpisah dengan suaminya maka aku akan siap mengantikan posisi suami nya kelak.
"tutttt...tutttt....
panggilan telepon dari mama membuyarkan lamunanku.
"iya halo ma"
"halo Tama,kamu tidak lupa kan malam ini"ucap mama mengingat kan ku kembali.
"iya maa..tama ingat kok"ucap ku menarik napas kasar.
ini sudah keberapa kali nya mama mengatur pertemuan makan malam di rumah dengan wanita pilihan nya.
"mama cuma ingat kan aja,kamu sibuk kerja trus ngk akan bisa cari istri"omel mama yang sudah biasa ku dengar.
"iya maa,Tama akan pulang lebih awal"sahut ku tak ingin memperpanjang.
"jangan lupa beli kan sesuatu nanti"ucap mama lalu mengakhiri panggilan nya.
aku pun sudah paham apa maksud mama,setiap ada pertemuan makan malam dengan anak teman mama atau wanita pilihan nya,aku selalu diminta untuk membawa kan sesuatu agar tidak pulang dengan tangan kosong.
aku juga tidak pernah membantah atau menyalahkan mama untuk menjodohkan aku dengan wanita pilihan nya.
aku tau sendiri kalau mama memang sudah ingin sekali melihat aku menikah,apa lagi aku adalah anak tunggal.
rumah yang sepi membuat mama selalu mendesak ku untuk menikah.
"kapan kamu menikah,biar rumah ini tidak kayak kuburan,apalagi kalau punya anak nanti pasti rumah ini terasa ramai,jadi kalau kamu tidak pulang atau sibuk kerja pun ngkpp,mama ada menantu dan cucu mama disini"ucapan mama yang selalu terngiang di telingaku.
__ADS_1
namun aku belum bisa mewujudkan impian mama,aku sendiri sadar kalau aku belum bisa membuka hati untuk wanita lain,dan hari-hari ku,ku habis kan untuk bekerja.