Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Dipecat


__ADS_3

tama pun menunduk diam, kata-kata janda membuat tama sedih mendengar ucapan ibu nya.


"kamu jangan tersinggung sayang,kalau kamu memang masih berurusan dengan dia atau pun mengharapkan dia,ya kamu harus siap dengan kata-kata itu,kamu harus siap apa tanggapan orang terhadap pilihan kamu"jelas ros kembali dengan penekanan serius.


tama pun membuang napas kasar"iya maa tama paham"sahut tama singkat.


Ros pun tau kalau tama mungkin tersinggung atau sedih dengan ucapan dari nya,namun Ros sengaja mengatakan yang pahit-pahit demi kebaikan tama.


setelah melakukan obrolan yang cukup serius,tama pun kembali ke kamarnya untuk istirahat, begitu pula dengan ros.


...****************...


di sisi lain,erik yang tengah cemas melihat mayang pingsan, setelah meletakkan mayang dikasur,erik pun lansung mencari minyak kayu putih dan memoles kan nya di hidung mayang.


setelah melakukan beberapa upaya, akhirnya mayang pun membuka matanya dan sadar.


"sayang kamu sudah sadar"ucap erik tersenyum lega.


sementara mayang masih memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


"kamu duduk dulu"ucap erik lalu memberikan segelas air putih untuk mayang.


"kok aku bisa diruang tamu"ucap mayang heran.


"iya tadi kamu pingsan"sahut erik.


"ibu sama bapak tadi manaa,apa sudah pergi"tanya mayang mulai teringat dengan pak samsul dan ros.


"sudahlah sayang,mening kamu istirahat dulu"


"tapi hati aku sakit, tega-teganya ibu sama bapak ninggalin aku dan lebih memilih untuk pergi bersama wanita itu"ucap mayang menyalahkan arumi tanpa merasa bersalah.


Erik pun heran melihat tingkah istri nya,dia pikir mayang sudah sadar atas kesalahan nya,namun ternyata masih saja menyalahkan arumi terhadap apa yang terjadi.


"sudahlah,mening kamu istirahat dulu,kalau soal budhe sama pak'de nanti kita cari cara membujuk mereka"ucap erik lelah


"ya sudah aku buat kan kamu makanan dulu ya sayang,kamu istirahat tunggu dikamar"ucap erik sambil berlalu pergi kedapur,mayang hanya menurut diam


setelah memasak,erik pun kembali kekamar dengan membawa sepiring nasi dan beserta telur dadar.

__ADS_1


"sayang ini makanan,kamu makan dulu"ucap erik kemudian meletakkan nya disamping mayang.


"hahhh....cuma telur dadar"ucap mayang tak suka.


"ya di dapur tidak ada apa-apa,stok makanan kita sudah habis"sahut erik


"ya masak aku cuma makan pakek telur doang,ya kamu beli kek apa"ucap mayang dengan memiringkan bibir nya.


"mulai sekarang kita harus hemat,uang simpanan aku udah habis buat pesta kita,dan besok aku juga harus kekantor"jelas erik sambil memijit kening nya.


"apa hemat!! "ucap mayang melotot


"aduh kamu itu gimana sih,masa kita tinggal dirumah besar gini tapi tetap aja susah"cibir mayang


"sudahlah,lagi pula ini untuk sementara setelah aku dapat gaji kamu bisa makan enak-enak,dan yang terpenting kamu makan teratur biar anak kita sehat"ucap erik membujuk


"baiklah"sahut mayang cemberut lalu memakan makanan nya.


suka tidak suka,mau tidak mau,mayang memang harus mengikuti perintah erik,karna tidak ada pilihan lain selain menurut.


****


Pagi ini erik sudah siap dengan setelan nya,Karna memang sudah beberapa hari erik tidak masuk kantor.


Erik pun kembali memperh areatikan steel baju nya,namun tidak ada yang salah,erik berusaha mengabaikan nya, kemudian berjalan dengan cepat hingga tiba di meja nya.


"selamat pagi pak erik"ucap siska asisten bos nya datang menghampiri.


"pagi juga buk"sahut erik tersenyum.


"ada apa ya buk"tanya erik kembali,karna tak biasanya asisten nya pak Robi atasan datang menyapa.


"pak erik diminta untuk menemui pak robi diruangan nya sekarang"ucap siska lansung to the point.


Erik pun menelan ludah,mulai merasa tidak enak,tidak biasanya pak Robi memanggil karyawan lansung keruangan nya, biasanya semua urusan selalu lewat sekertaris nya.


dengan langkah yang berat serta gugup,erik pun memberanikan diri untuk masuk.


Erik pun mengetuk pintu,tanpa menunggu lama pak robi lansung mempersilahkan erik masuk,ternyata pak robi memang sudah menunggu kedatangan erik.

__ADS_1


"selamat pagi pak,bapak manggil saya"ucap erik gugup


"emm, silakan duduk"sahut pak robi dingin.


nyali erik lansung menciut melihat sikap bos nya yang begitu dingin.


"ada apa ya pak"tanya erik kembali memulai obrolan.


"kamu tau kenapa kamu di panggil keruangan saya"ucap pak robi datar


erik pun menggeleng kan kepalanya "tidak pak" sahut Erik gugup


"saya sudah melihat hasil kinerja kamu,bagus"ucap pak robi manguk-manguk dengan lembaran kertas ditangan nya.


Erik pun tersenyum dengan pujian pak robi kepadanya,erik merasa ini peluang bagus untuk nya naik jabatan.


"tapi,sayang sekali akhir-akhir ini kamu tidak pokus kerja,saya sudah melihat laporan kerja kamu menurun,bahkan kamu sering pulang lebih awal dan bolos kerja"sambung pak robi kembali,wajah erik yang awalnya tersenyum bahagia kini berubah pucat.


"ini gaji kamu bulan ini,dan mulai besok kamu tidak perlu datang ke kantor lagi"ucap pak robi menyodorkan sebuah amplop ke arah erik


"tidak datang kekantor, maksud bapak apa ya"tanya erik terkejut


"kamu pasti sudah paham dengan apa yang saya katakan"


"aaapaa saya dipecat"ucap erik gemetar,pak robi pun lansung mengangguk kan kepalanya dengan mata terpejam.


"tapi apa salah saya pak,kalau masalah bolos atau pulang cepat,saya janji akan berubah pak"ucap erik memelas.


"selain kinerja kamu sudah tidak bagus,kamu juga sudah memberikan contoh tidak baik dikantor saya,dan saya tidak mau nama perusahaan saya tercemar gara-gara kamu"ucap pak robi


"contoh tidak baik apa ya pak"ucap erik heran


"saya sudah mendengar kabar kamu yang menikah lagi serta penyebab perceraian ku dengan istri pertama kamu"jelas pak robi


Erik pun lansung tak berkutik,diam dengan seribu bahasa,karna dia tau sendiri kalau masalah rumah tangga nya sudah bukan rahasia lagi,kenapa tidak, didepan beberapa teman-teman kantor nya yang menyaksikan pertikaian antara kedua istrinya di pesta yang dia buat sendiri.


Erik juga tidak heran kalau informasi nya sudah sampai ketelingga bos nya.


''pak maaf kan saya pak, Tolong jangan pecat saya"ucap erik memohon

__ADS_1


"saya. janji,kalau saya akan bekerja lebih giat lagi"timpal erik menyakinkan pak robi,namun pak Robi sudah terlanjur tidak suka.


akhirnya mau tidak mau erik pun harus menerima kenyataan.


__ADS_2