
"lepaskan mas"berontak mayang bersikeras,setelah menutup pintu dari dalam baru aku melepaskan tangannya.
"lihat aja nanti,aku akan membuat perhitungan dengan dia"ucap mayang lalu pergi menuju kamar.
aku pun menarik nafas lega, setidaknya mayang tidak jadi kerumah arumi,bisa semakin kacau kalau dia kesana.
kami pun tidak jadi keluar makan,mayang mengurung diri di kamar, sementara aku pergi kedapur menyiapkan makan malam.
*POV Tama *
setelah pertemuan dirumah,kulihat hubungan mama dan bella pun semakin dekat, layaknya menantu dengan mertuanya,bahkan mama semakin sering main ke salon nya bella,begitu pun dengan bella bergantian terkadang main kerumah.
bahkan mama sudah mempersiapkan, yg persiapan pernikahan ku dengan bella,tempat pesta, undangan pernikahan dan lainnya.
tanpa kusadari ternyata pernikahan ku dengan bella semakin dekat,awalnya aku tak ingin ambil pusing dan menyerahkan nya pada mama dan tanpa kuduga tindakan mama sangatlah cepat.
"iya bella sayang,kalau kamu sudah suka tama pun pasti suka"ucap mama dari telepon dan ku yakin itu pasti bella.
aku yang hendak minum kedapur pun tidak jadi,entah mengapa aku ingin tau apa yang sedang mama bahas dengan bella.
"tu kan kamu lupa lagi, panggil mama dong,masa'k tante lagi,kan sebentar lagi jadi suami tama"ucap mama tertawa kekeh.
aku yang mendengar obrolan mereka pun merasa risih, rasanya masih seperti mimpi menerima perjodohan ini.
setelah mama menutup teleponnya,aku pun lansung menghampiri tempat duduk mama.
"bahas apa sih ma,kok seru banget"tanya ku basa-basi
"ooittttuuu....cuma bahas persiapan pernikahan kalian"sahut mama tersenyum
"maa...apa ini ngak terlalu buru-buru"tanya ku
"tidak ada yang terburu-buru sayang,lagi pula semua nya sudah setuju,bella dan orang tua nya juga ingin cepat"sahut mama menegaskan
"tapi maa,kita kan belum mengenal bella itu lebih jauh,baru sekitar satu bulanan masa lansung nikah"ucap masih keberatan
"Tama,mama sudah lihat sendiri kepribadian bella,dia anak yang baik,nurut sama orang tua,sopan, pokoknya cocok buat kamu"jelas mama yakin.
aku pun hanya bisa diam,aku tidak bisa berdebat dengan mama, apalagi sampai menyakiti hati nya,aku pun harus menerima perjodohan ini, mungkin ini yang terbaik,dan mama sama papa juga tidak mungkin asal-asalan mencari jodoh ku pasti pilihan mereka yang terbaik.
hari berganti hari, pernikahan kami pun semakin dekat,semua persiapan sudah di urus mama,aku hanya mengikuti arahan dari mama saja, sementara pekerjaan dirumah sakit aku sudah ambil cuti.
__ADS_1
undangan pernikahan juga sudah di sebarkan,karna bella dan aku adalah anak tunggal,maka kedua orang tua kami pun sepakat mengadakan pesta pernikahan kami di sebuah hotel dengan acara lumayan besar.
"gimana pak,apa baju nya sudah pas"tanya ibu pemilik butik
"iya buk,ini sudah pas kok, ukuran dan warna nya juga"sahut ku mengenakan baju putih dan jas.
hari ini aku dan bella pergi kebutik tempat baju pernikahan kami, beberapa minggu yang lalu mama sudah menempahkan beberapa baju couple untuk kami.
ukuran nya sudah pas,karna mama memang sudah membawa baju lama ku sebagai contoh ukuran.
kulihat bella keluar dari ruang ganti dengan mengenakan gaun putih,dia terlihat cantik,namun tetap saja aku belum bisa mencintai nya.
walaupun aku belum mencintai nya,aku harus tetap memperlakukan nya dengan baik dan berharap seiring nya waktu aku bisa mencintainya.
"gimana mas,cantik ngak?"tanya bella tersenyum, memperlihatkan gaun yang dikenakan nya.
"sudah cocok"sahut ku singkat
walau sering bertemu,namun aku dan bella tidak banyak komunikasi,aku lebih banyak diam dan bicara seperlunya saja.
setelah selesai mencoba semua baju pengantin,aku pun langsung keluar dan memutus kan untuk menunggu di mobil, sementara bella masih berbincang dengan ibuk pemilik butik.
tak lama bella pun datang
"iya"sahut ku singkat dan menyalakan mobil
"kita mampir makan dulu ya,aku lapar"ucapnya sambil memegang perutnya
dan aku pun hanya mengangguk.
kami pun mampir disebuah rumah makan padang,aku dan bella pun langsung masuk dan duduk .
setelah memesan makanan aku dan bella pun pokus dengan ponsel masing-masing.
"ini pak pesanan"ucap pelayan meletakkan makanan yang kami pesan,akupun mengangguk tersenyum
setelah pelayanan tersebut pergi,aku pun meminta bella lansung makan,aku tidak habis pikir, katanya lapar tapi malah sibuk memainkan ponselnya,entah mengirim pesan dengan siapa.
"bel"panggil ku dan bella pun lansung menoleh.
"boleh mas bertanya"ucap ku memulai obrolan
__ADS_1
"iya mas, silahkan"
"kenapa kamu mau menikah dengan mas"tanya ku serius,ingin tau yang dia pikirkan
"kenapa mas bertanya,jika seseorang mau menikah,itu pasti karna saling menyukai"sahut bella tersenyum
"baiklah,mas hanya ingin memastikan saja,karna mas tidak ingin kamu terpaksa menerima perjodohan ini"
"tapi mas ingin kamu tau,kalau mas belum bisa mencintai kamu,tapi jika kita sudah menikah mas janji akan berusaha mencintaimu dan menjadi suami yang baik"tutur ku jujur
sebelum resmi menjadi suami nya,aku ingin bella tau seperti apa perasaan ku padanya.
"tidak apa,lagi pula tante,eh mama udah bilang ke bella kok"sahut bella dan ku anggap bella sudah menerima ku apa adanya.
seperti dugaan mama memang benar, seperti nya bella memang gadis yang baik dan sopan.
setelah selesai makan,aku pun lansung mengatar bella pulang.
"mampir dulu mas"seru bella setelah turun dari mobil
"tidak usah,lain kali saja"sahut ku.
"mas titip salam saja sama mami dan papi ya"timpal ku,bella pun mengangguk tersenyum.
setelah bella masuk,aku pun lansung pergi,tak henti aku berpikir sambil melajukan mobilku.
"apakah salah selama ini aku mengharapkan arumi, apakah keputusan ku sudah benar, apakah memang bella adalah takdir menjadi pasangan ku,jika memang bella adalah pasangan hidup ku maka aku harus berhenti mengharapkan dan memikirkan arumi lagi"pikiran ku yang masih berkecamuk.
"tapi apa Arumi akan datang ke acara pernikahan ku,dia pasti sudah mendapat undangan juga"pikir ku penasaran
aku memang sudah menyerahkan undangan pada pihak rumah sakit,dan mengatakan untuk semua dokter untuk diundang,dan ku yakin arumi juga pasti sudah menerima nya.
...----------------...
akhirnya acara sakral ini pun tiba,hari dimana aku dan bella akan menjadi pasangan suami istri serta mengucapkan janji suci.
keluarga ku dan keluarga bella masing-masing sudah menginap di hotel tempat aku dan bella menikah.
itu semua saran mama dan mami nya bella, menurut mereka sebaiknya menginap di hotel saja agar tidak repot dan lebih mudah.
sebelum akad nikah dimulai,aku dan bella pun masih bersiap di kamar masing-masing bersama tukang salon suruhan mama.
__ADS_1
sementara tamu sudah mulai ramai berdatangan di ruang pesta,menunggu kedua mempelai keluar.