Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Mencari calon menantu


__ADS_3

"saya hanya kembali memperkenalkan diri saja,karna diawal pertemuan,saya belum sempat memperkenalkan diri "ucap tama santai lalu tersenyum.


"baik,anda pasti sudah mengenal saya,saya suami nya arumi"ucap erik bangga.


semua mata lansung menatap tajam erik.


"suami? kita ini mau bercerai mas"seru arumi tak terima.


"tapi kita kan belum resmi bercerai"sahut erik membenarkan ucapan nya.


"kamu itu apa'an sih mas"potong mayang dengan mata melotot.


erik lansung terdiam,seolah-olah nyalinya lansung menciut.


"sudahlah mas,mening kamu pulang saja,retno biar aku saja yang jaga"seru arumi


"tapi retno butuh ayah nya,dan aku juga mau menemani retno"sahut erik percaya diri.


"tidak apa ayah,retno mau sama mama aja"potong retno


"tapi sayang"


"sudah lah mas,mening kita pulang saja,lagi pula untuk apa kamu disini, mereka semua tidak butuh kamu"celocos mayang


"lagi pula retno udah ada calon ayah baru"ucap mayang asal,lalu melirik kearah tama.


"Mayang?kamu itu ngomong apa sih, sebaiknya kamu juga pulang, selalu saja buat keributan "seru rasti kesal, sementara pak samsul hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah mayang.


"maaa retno mau istirahat,kepala retno pusing"


"iya sayang,retno tidur ya"ucap arumi mengelus lembut rambut retno.


karna retno meminta istirahat sendiri maka semua yang ada diruangan pun menunggu diluar.


Karna sudah diluar ruangan,maka dengan berat hati erik pun terpaksa pulang.


tidak ada yang menahan kepergian erik dan mayang,malah sebaliknya arumi serta budhe dan pak'de nya merasa lega melihat erik pergi.


"ini dok kunci mobil nya,kalau gitu saya juga pamit pulang"ucap tama


"loh kok cepat sekali nak tama,kita ngobrol-ngobrol dulu"seru pak samsul


"iya pak lain kali saja"sahut tama tersenyum


"kok pak sih,panggil pak'de aja"timpal pak samsul tertawa kecil.


"hehee...iya pak'de"

__ADS_1


"kalau gitu saya duluan pak'de,budhe,dok"ucap tama kemudian melangkah pergi.


"ibuk suka lihat nak tama,baik, sopan,tampan lagi"ucap rasti sambil melihat kearah tama yang sudah menjauh.


"iya buk, di zaman sekarang ini,udah susah cari yang baik,apalagi sopan sama orang tua"seru pak samsul.


"sudahlah budhe, pak'de,kalau sempat dia dengar dipuji,pasti jadi naik telingga nya"ucap arumi tertawa.


Rasti dan pak samsul pun ikut tertawa mendengar candaan arumi.


"oyaa, sebaiknya budhe dan pak'de pulang ke rumah saja, istirahat,biar arumi aja yang jaga retno"timpal arumi


"ngkpp, budhe dan pak'de mau nemani kamu sama retno"sahut rasti menolak


namun arumi berusaha membujuk agar pak'de dan budhe nya mau pulang,arumi tidak tega melihat budhe dan pak'de nya tidur dirumah sakit.


****


ketika tama hendak menyalakan mobil nya, tiba-tiba ponsel nya berbunyi,tama merogoh kantong nya dan melihat panggilan masuk dari ibu nya.


"halo maa...


"Tama kamu dimana?,kok pergi ngak bilang mama!mama lihat kamar kamu kosong?"celocos ibu nya dengan berbagai pertanyaan.


"maaa, satu-satu dong maaa"seru tama menarik nafas nya.


"iya maafkan tama ya maa,tadi tama buru-buru lagi pula tadi mama dikamar mandi,jadi tama lansung pergi aja"jelas tama


"memang kamu pergi kemana,Sampek buru-buru gitu?"tanya ros penasaran


"mmmm cuma mau keluar sebentar maa"ucap tama ragu,tama tau kalau dia bilang menemui arumi,pasti mama nya akan marah.


"pasti kamu bertemu perempuan itu lagi kan!"ucap ros menyelidik


Tama memang tidak bisa berbohong pada ibu nya,setiap berbohong pasti lansung ketahuan.


"anaknya Arumi masuk rumah sakit maa,jadi tama mau menjenguk sambil ngantar mobil nya"jelas tama pelan.


mendengar itu,ros pun lansung menarik napas kasar.


"tama-tama,kamu ini ya,berapa kali sudah ibu bilang,lupakan wanita itu,jangan berhubungan dengan dia lagi,masih banyak perempuan diluar sana,gadis lagi"omel ros tak suka


"maaa,,sudahlah,lagi pula tama datang kan cuma jenguk anak nya aja"sahut tama sedih.


setiap ibu nya membandingkan gadis dan janda,hati tama lansung sakit mendengar nya.tama tidak suka arumi di bandingkan dengan perempuan lain.


"ya sudah,kamu selalu membantah aja kalau mama bilangin, padahal ini semua demi kebaikan kamu"ucapl ros lalu mematikan telefon nya.

__ADS_1


tama pun menatap ponselnya dengan sedih dan hanya bisa pasrah dengan kemarahan ibunya.


"cepat pulang,papa mau ngomong sama kamu"sebuah pesan dari ibunya , lagi-lagi Tama hanya menarik napas panjang.


tama pun langsung melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah.


Sampai dirumah,begitu masuk ayahnya dan ibunya sudah duduk menunggu di ruang tamu,mau tidak mau tama lansung ikut bergabung.


"maa,paaa..."sapa tama kemudian duduk.


"apa benar kamu masih berhubungan dengan dokter itu?"ucap ayahnya membuka pembicaraan.


tama pun lansung menarik napas dan menatap kearah ibuk nya.


"ibu pasti sudah memberitahu papa"bathin tama.


"cuma rekan kerja kok paaa"sahut tama gugup,karna jarang sekali ayah nya ikut campur dalam urusan percintaan nya.


"alahhh....rekan kerja kok Sampek jenguk anak nya segala"ucap ibunya tak suka


tama pun hanya bisa menunduk diam,tanpa membantah ucapan ibunya.


"apapun itu,papa tidak mau kamu dekat-dekat dengan dia lagi,kamu sudah dewasa,jadi papa tidak ingin berdebat soal ini lagi "ucap ayah nya lalu berdiri pergi.


Tama hanya menunduk diam tanpa melihat wajah ayahnya.


"sayang,mama lakukan ini demi kebaikan kamu"ucap buk ros menatap tama yang terlihat sedih.


"pokoknya mama akan cari wanita yang tepat untuk jadi istri kamu"timpal buk ros sambil menepuk pundak tama.


"ya sudah mama mau kekamar,kamu juga istirahat"seru ros lalu pergi berlalu meninggalkan tama yang masih diam di kursi nya.


tama pergi ke kamar nya dengan wajah sedih,baru saja tama berpikir untuk mendekati arumi kembali namun sudah dilarang oleh kedua orang tua nya.


sementara ros kembali di sibukkan dengan melihat foto-foto perempuan dari kalangan anak teman-teman nya.


"paaa,lihat deh, seperti nya ini cocok sama tama"ucap ros memperlihatkan sebuah gambar pada suami nya.


"polwan maa..,cari yang lain aja lah maa"sahut pak anwar tak setuju.


"kenapa paaa,kan cantik,mama suka kok"seru ros yang masih sibuk dengan ponselnya.


"maa,kalau mama cari tama pasangan polwan,pasti istri nya sibuk dan mereka akan sama-sama sibuk,kapan mereka akan mempunyai waktu untuk saling mengenal dan menyukai satu sama lain"jelas pak anwar


"benar juga ya pa,kalau gitu mama cari calon menantu yang gimana pa?"tanya ros bingung.


"besok papa tanya sama teman-teman rekan bisnis papa,siapa tau ada yang cocok"

__ADS_1


"iya pa,mama setuju,kita harus secepatnya mencari calon istri untuk tama, sebelum tama semakin lengket dengan wanita itu"seru ros semangat.


__ADS_2