Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Pesta Pernikahan


__ADS_3

...****************...


"pak Mayang apa kabar ya,kok Mayang ngk pernah nelfon kita lagi toh"ucap rasti meletakkan secangkir kopi dimeja


"mungkin mayang lagi sibuk buk"sahut samsul sambil membersihkan gerobak nya.


"masa ngasih kabar aja ngk sempat sih pak,sudah satu bulan dia ngk ngasih kabar ataupun nanya kabar kita"ucap rasti dengan mata yang berkaca-kaca.


"ibu jangan sedih,biar kita saja yang nelfon mayang nanti,tapi siap bapak jualan dulu ya,biar nelfon bisa lama "ucap samsul kemudian duduk.


setiap hari samsul bekerja sebagai penjual ayam penyet keliling, sementara Rasti juga ikut membantu suaminya jualan ayam penyet dirumah,terkadang rasti mendapat orderan banyak.


"Oya pak,mayang udah jumpa arum belum ya,ibu lupa tanya"ucap rasti penasaran


"sudah lama kita tidak jumpa arum pak,ibu sudah sangat rindu"timpal rasti sedih


"ibu benar, semenjak pindah,kita tidak pernah jumpa lagi"sahut samsul


"bagaimana kalau kita pergi mengunjungi mayang sambil bertemu Arumi pak"ucap rasti semangat


"kita kan jualan ayam penyet setiap hari buk"ucap samsul.


"kita libur kan dulu pak,kalau kita memikirkan pekerjaan terus,kapan kita ada waktu"


"ya sudah,nanti bapak cari dulu waktu yang tepat"


"kalau gitu bapak berangkat dulu ya buk"timpal samsul lalu bangkit pergi.


setelah Samsul pergi,Rasti pun melanjutkan pekerjaan nya di dapur,membuat 50 bungkus pesanan ayam penyet.


hampir dua tahun rasti dan suaminya samsul bekerja sebagai penjual ayam penyet,karna hanya tinggal berdua,rasti dan marwan pun tak banyak pengeluaran,jadi setiap hasil penjualan mereka,Rasti tabungkan.


Rasti dan samsul berencana umroh,namun uang mereka belum terkumpul,hanya bisa berangkat satu orang,sementara mereka ingin berangkat berdua.


*POV ARUMI


"sudah siap"ucap ku meletakkan lipstik yang baru ku pakai di meja rias.


aku pun tersenyum dengan penampilan ku yang sederhana namun masih elegan.


kebetulan hari ini tanggal merah,dari pada bosan dirumah,mendingan aku menghadiri undangan tetangga depan rumah.


baju gamis warna hijau daun telah ku kenakan,dengan hijab pasmina hitam,serta olesan makeup natural.


aku pun lansung kekamar retno,aku sengaja ingin mengajak retno keluar agar dia sedikit terhibur dan sejenak melupakan masalah ku bersama mas erik.


"Retno sayang"panggil ku sambil mengetuk pintu kamar nya.


"iya maa,kenapa maa"tanya retno.


"sayang,kok belum siap"ucap ku yang masih melihat retno belum Manganti baju nya.


"mau kemana maa''


"lah kok lupa,kan hari ini ada undangan syukuran tetangga baru kita"


"ooiya...retno lupa maa"ucap retno tertawa

__ADS_1


"ya sudah,ganti baju,biar mama tunggu "


"mama pergi sendiri aja ya,retno males"


"kok gitu"


iya ma,retno lagi ngk mau kemana-mana"


"ya sudah,kamu istirahat ya,mama pergi dulu"ucap ku mengelus rambutnya lalu pergi.


saat keluar rumah, terlihat jelas para tamu undangan mereka sudah berdatangan,tidak menunggu lama,aku pun lansung menuju rumah yang baru dihuni itu.


para ibu-ibu komplek juga sudah berdatangan,ada yang berkumpul diteras dan ada yang sudah masuk kedalam,aku lansung bergabung dengan para ibu-ibu komplek yang masih diluar,karna aku sendiri tidak tau siapa pemilik rumah, tepat nya belum sempat bertemu.


kulihat beberapa ibu-ibu tengah berbisik-bisik,entah apa yang mereka bicarakan,namun banyak mata yang mengarah kepada ku.


aku pun tidak ambil pusing,toh memang aku sendiri tidak sering gabung bersama ibuk-ibuk komplek disini,hanya sekedar jumpa di tempat belanja.


"kok bisa ya"ucap salah satu ibu-ibu sambil menatap kearah


"iya,tidak habis pikir, bisa-bisa nya datang,kalau aku sih ogah"ucap ibu yang lain menangapi.


aku pun trus berjalan ke arah buk siti bersama rombongan nya dan berusaha mengabaikan ibu-ibu yang lain,walaupun sebenarnya aku sendiri risih dengan tatapan mereka.


"buk Arumi sudah datang,ehh... maksud nya buk docter"ucap buk Siti menyapa kedatangan ku.


"iya buk,ini baru sampai"sahut ku lalu tersenyum kearah ibu-ibu yang lain.


"itu istri sah nya kan! apa dia masih waras ikut datang,kalau aku jadi dia,udah aku jambak-jambak rambut pelakor nya"ucap ibu yang lain sinis,namun masih bisa kudengar dengan jelas.


kulihat beberapa teman buk Siti juga berbisik dan buk Siti sendiri hanya diam, sekali-sekali menatap ku dengan rasa iba.


"Oya...buk docter,buk docter sehat kan"tanya teman buk Siti degan tatapan heran.


aku pun hanya mengangguk,tak mengerti maksud mereka.


"panggil Arumi saja buk"sahut ku menanggapi,karna tak nyaman dengan panggilan docter.


"Oya buk Siti,buk Arumi ini sudah masuk grup arisan kita belum"


"belum buk"ucap buk Siti singkat


"buk Arumi mau,biar ibu masukan ke grup"timpal buk Siti kembali.


"group apa ya buk"tanya ku memastikan


"group arisan para ibu-ibu komplek kita ini"potong ibu yang lain


"iya buk,seminggu sekali kita ada arisan,rumahnya bergantian,untuk jelasnya buk Arumi bisa tanya di group nanti"jelas buk Siti


"dan kalau buk Arumi mau gabung,biar saya masukkan lansung"timpal buk Siti kembali.


aku pun mengangguk pertanda paham,dan karna segan pada ibuk-ibuk yang lain,aku pun mengiyakan.


"kita masuk yok buk"ucap ku,Karna merasa risih melihat beberapa ibu-ibu yang masih menatap ku.


kami pun berjalan bersama menuju pintu,aku sengaja berjalan paling belakang.

__ADS_1


[Happy Wedding Mayang Dan Erik]


Dengg...


langkah ku lansung terhenti ketika melihat tulisan ucapan selamat dibelakang,tepat tengah kerumunan para tamu.


"Mayang dan Erik,apa ada nama yang sama,atau ini nama mas erik dan Mayang"gumam ku dengan perasaan tidak karuan.


untuk memastikan,aku pun mencari keberadaan mas Erik dan mayang,Karna posisi ku yang masih diluar pintu,aku pun sedikit kesulitan menemukan mereka karna banyak tamu yang hadir.


"enak dong rik,kamu udah punya istri dua"ucap seseorang dari arah dalam yang masih bisa ku dengar.


kaki ku lansung kaku,dada ku pun mulai merasa sesak,dengan apa yang barusan ku dengar.


"buk Arumi,buk docter"panggil buk siti membuyar kan lamunan ku.


"iiiya buk"ucap ku gugup.


"buk Arumi tidak apa-apa,masih mau masuk"ucap yang lain.


mata ku lansung berkaca-kaca dengan pertanyaan ibuk yang lain, seolah-olah aku tidak baik-baik saja .


baru saja aku masuk, tiba-tiba aku sudah menjadi pusat perhatian ibu-ibu yang hadir,ada yang berbisik-bisik dan ada yang tertawa,dan ada yang menatap ku dengan rasa iba.


"ibu-ibu terimakasih sudah datang di acara pesta pernikahan saya dan suami,serta syukuran atas rumah baru kami"ucap mayang pada para tamu.


Ingin rasanya aku berlari tapi sudah terlanjur masuk,atau pun menghilngkan dari sini.


"ternyata ini rumahnya mas Erik bersama mayang"bathin ku tak menyangka.


aku memang tak pernah menyangka kalau mas erik akan bertempat tinggal dirumah sebesar ini,setau ku mas Erik memang punya uang tabungan dari gaji nya tapi perasaan tak mampu membeli rumah sebesar ini,atau memang ngontrak.


"ya ampun arumiii....betapa bodohnya kamu, bisa-bisa nya kamu hadir di acara pesta pernikahan suami mu sendiri bathin ku mengerutu penuh sesal.


pantas saja para ibu-ibu sekompleks berbisik-bisik membicarakan ku,aib yang ingin ku sembuyikan malah terkuak oleh suami ku sendiri.


satu persatu para tamu menyalami mas Erik dan Mayang, sementara aku hanya diam terpaku seperti orang bodoh saja dan untungnya mas erik dan mayang belum menyadari kedatangan ku.


"ibu duluan saja,saya kesana dulu,ada telfon"ucap ku pada rombongan buk siti berbohong


jujur saja rasanya aku ingin sekali menghilang dari acara ini.


"mbak Arumi"ucap seseorang menghentikan langkah ku.


aku pun langsung balik badan ke arah suara


"Marwan"ucap ku kaget


"iya mbak,mbak datang juga"tanya marwan heran.


aku pun hanya tersenyum,tidak tau lagi harus berkata apa, seperti tertangkap basah saja.


"Marwan datang sendiri"ucap ku mengalihkan perhatian.


"ngk kok mbak, banyak teman kantor yang datang juga"ucap marwan ragu


baru tersadar ternyata banyak teman kantor mas Erik yang datang sebagai lagi aku tak mengenal nya mungkin tamu dari mayang.

__ADS_1


"


__ADS_2