Huru Hara Orang Ketiga

Huru Hara Orang Ketiga
Terbukti


__ADS_3

"ya Allah sugguh aku tak tahan lagi"ucap Arumi lirih memegang dadanya dengan deraian air mata.


ketika Erik dan Mayang tiba dirumah,mau tidak mau Arumi harus menahan perasaan dan menyembunyikan luka nya.


"sudah pulang sayang"sapa Arumi pada Retno kemudian mengambil belanjaan dari tangan Retno.


"sudah ma,aku kekamar langsung ya ma,pa,Tante"ucap Retno yang terlihat lelah.


Arumi pun mengangguk paham.


"aku letak belanjaan ini ke dapur dulu ya"ucap Mayang menenteng belanjaan ditangan nya.


sementara Arumi hanya mengangguk dan mengikuti dari belakang, mengantarkan belanjaan ditangan nya kedapur juga.


semua telah masuk ke kamar masing-masing,namun Arumi masih duduk di ruang tamu dengan perut kosong.


"mereka semua sudah makan,tinggal aku yang belum"gumam Arumi sedih sambil memegang perutnya.


Karna tak ingin repot,arumi pun memutuskan untuk memasak mie instan untuk diri nya sendiri.


sekali-sekali Arumi menyerka air matanya sambil menyuap kan mie ke mulut nya.


"kenapa mas Erik tak membungkus makanan untuk,pada hal mereka tadi makan diluar"gumam Arumi dengan air mata yang susah ia tahan.


selesai makan dan merasa lebih tenang,Arumi pun kembali ke kamar nya.


"pasti mas erik sudah tidur"ucap Arumi sambil menaiki anak tangga.


pelan-pelan Arumi membuka pintu, ternyata dugaannya benar,Arumi mendapati Erik sudah tertidur,Arumi pun langsung membaring kan tubuh nya di samping Erik dan berusaha untuk tidur walaupun mata tidak mengantuk.


hampir satu jam Arumi memejamkan mata nya, berusaha untuk tidur,namun tak bisa.


"seperti nya mas Erik bangun"gumam Arumi dengan mata terpejam dan tubuh yang membelakangi Erik.


Arumi mendengar Erik membuka pintu dengan suara pelan,namun Arumi tak ingin membuka matanya.


setelah Erik keluar,Arumi pun melihat jam tangan nya sudah jam 11 malam"untuk apa mas Erik keluar"ucap Arumi pelan.


"apa jangan-jangan..."ucap Arumi tak melanjutkan ucapannya dan langsung mengambil ponsel nya.


Arumi langsung membuka CCTV di kamar Mayang,Arumi melihat Mayang sendirian tengah berbaring di kasur nya,namun Arumi heran,kenapa jam 11 Mayang belum tidur,padahal sudah capek tadi belanja.


tak lama Arumi melihat Mayang berdiri dan membuka pintu kamarnya,Arumi spontan terkejut dan langsung menutup mulut nya.


deggg.....

__ADS_1


"ngapain mas Erik datang ke kamar Mayang"ucap Arumi pelan dengan perasaan yang mulai tak tenang.


Arumi berusaha kuat melihat kelakuan Erik dan Mayang, perasaan sedih,emosi,sakit dan benci bercampur aduk di rasakan arumi.


apa yang selama ini Arumi takut kan pun terbukti,Arumi melihat sangat jelas kalau Erik dan Mayang sedang melakukan hubungan suami istri, sesekali Arumi ingin muntah karna merasa jijik melihat nya.


Arumi pun bangkit ingin menangkap basah Mayang dan Erik,namun langkah Arumi terhenti saat mengingat wajah Retno.


Arumi tak ingin Retno tau kelakuan ayah yang dia sayangi"mening masalah ini aku diskusi kan pada pengacara ku nanti"gumam Arumi menghapus air mata nya.


Arumi pun memutuskan untuk kembali tidur,karna besok dia akan bekerja.


ketika Arumi membuka matanya saat bangun pagi,Arumi sudah mendapati suaminya sudah tidur disampingnya,Arumi tersenyum sinis.


"kamu pikir aku tidak tau,apa yang kamu lakukan bersama Mayang tadi malam"gumam Arumi menatap wajah Erik dengan tatapan tajam.


Arumi langsung bersiap-siap pergi,Arumi sengaja tak ingin memasak.


Arumi juga tak ingin membangun kan Erik,dengan santai Arumi langsung duduk diruang tamu menunggu Retno turun.


"Arum kamu ngk masak"sapa Mayang yang melihat Arumi duduk santai.


"hari ini kamu aja yang masak ya Mayang,soalnya pasien aku banyak banget di rumah sakit,takut terlambat"sahut Arumi asal.


"ya udh biar aku aja yang masak"sahut Mayang lalu pergi kedapur.


"iya sayang,kamu udh siap,ayok berangkat"ucap Arumi lalu bangkit.


Retno pun hanya menurut dan merasa aneh dengan sikap ibunya,namun tak ingin bertanya.


"kita ngk sarapan dulu maa"tanya Retno sambil mengekor di belakang Arumi


"kita sarapan di luar aja"ucap Arumi singkat, Retno pun mengangguk.


*POV MAYANG....


Erik mengirim ku pesan,katanya Arumi meminta aku dan Erik pergi mengantikan nya belanjan mingguan,Karna Arumi sedang tidak enak badan.


karna satu harian dirumah,aku pun merasa senang dan kesempatan berdua sama Erik.


tanpa menunggu Arumi datang memberi tahu,aku pun langsung bersiap-siap.


baru saja aku selesai, tiba-tiba Arumi datang mengetuk pintu kamar.


ternyata benar,Arumi meminta ku untuk menggantikan nya belanja, awalnya Arumi curiga karna pakaian ku yang sudah rapi serta olesan bedak diwajah ku.

__ADS_1


namun Arumi masih menerima alasan,yang selalu standby dirumah.


awal nya kupikir hanya aku dan Erik yang pergi,ternyata Retno juga ikut,tapi ngkpp lah yang penting aku dan Erik bisa bersama.


aku dan Erik belanja berdua, sementara Retno sengaja kami suruh tunggu di mobil saja.


karna Retno termasuk anak yang pendiam,jadi dia hanya menuruti perkataan ayahnya.


Sampai di tempat belanja, perhatian ku selalu ingin makan,entah kenapa perut ku bawaan nya selalu lapar,pada hal Erik sudah membeli cemilan tapi tetap saja aku merasa lapar.


selesai belanja,aku pun meminta Erik untuk mampir makan dan Erik pun tak menolak,hari ini aku sangat senang,karna bukan hanya belanja tapi setiap kemauan ku di turuti Erik,rasanya hari ini aku seperti istri sungguhan.


sampai dirumah, Arumi pun menyambut kami,ku lihat Arumi agak pendiam,Karna merasa lelah aku pun meletakkan barang belanjaan kedapur dan langsung pergi ke kamar.


baru Lima menit membaringkan tubuhku, tiba-tiba erik mengirim pesan.


"sayang,nanti malam jangan tidur dulu"pesan Erik,karna capek ingin rasanya langsung tidur tapi aku juga tak ingin menolak Erik.


"iya sayang"balas ku singkat,lalu kembali membaringkan tubuhku.


entah kenapa badan ku terasa lelah,pada hal cuma keluar sebentar, biasanya keluar satu harian pun ngkpp.


seperti biasa, sesudah Arumi tidur,Erik pun datang ke kamar ku dan kami pun menghabiskan waktu bersama, setelah tengah malam Erik pun kembali ke kamar nya.


tidak biasa nya ,jam 6 pagi perut ku sudah ngisap karna lapar,aku pun kedapur tapi belum melihat Arumi masak, biasanya pagi sekali dia sudah ada di dapur.


aku pun kembali kekamar, sekitar jam 7 aku keluar lagi, ternyata belum ada tanda-tanda Arumi masak,bahkan aku melihat Arumi tengah santai duduk diruang tamu.


ketika ku tanya,kata Arumi dia sibuk ngk sempat masak,jadi karna lapar aku pun memutuskan untuk masak buat ku dan Erik.


"arumiii..... sayang....."teriak Erik dari tangga memanggil.


"Arumi dan Retno sudah lama berangkat sayang"ucap mayang,sambil membawa makanan ke meja makan.


"sudah pergi..."ucap Erik kaget


"iya,emang kenapa"


"kenapa dia tidak membangun kan ku tadi"omel Erik kesal


"katanya tadi buru-buru,ya udah kita makan dulu yok sayang,aku udah masakin kamu"


"kamu makan sendiri ya sayang,aku udah telat ni"ucap Erik sambil melihat jam tangan nya,lalu pergi meninggalkan ku.


aku pun mendekus kesal,melihat Erik yang pergi begitu saja,udah capek-capek masak dia malah pergi.

__ADS_1


karna lapar aku pun lansung makan,masih suapan pertama tiba-tiba aku lansung muntah.


"ada apa ini,kenapa perut ku ngk enak,trus mual-mual,apa jangan-jangan...."ucap Mayang terhenti lalu menutup mulut nya panik.


__ADS_2